
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.
Terima Kasih.
Setelah terbang selama 14 jam 30 menit dari Busan Ayara dan Cecar akhirnya sampai di bandara Barcelona, Spanyol menggunakan pesawat Chatay Pasific. Mereka lalu melanjutkan perjalan lagi menggunakan pesawat yang lebih kecil dari Barcelona menuju Cordoba, Cecar yang tak tau dengan tujuan dan rencana Ayara datang ke rumah lamanya di Spanyol hanya duduk manis disebelah Ayara di dalam pesawat.
"Nona bos..."
"Apa Cecar?" tanya Ayara lriih.
"Lenganmu berdarah lagi," jawab Cecar dengan cepat, ia panik melihat perban yang membungkus lengan kiri Ayara berubah menjadi merah.
Mendengar perkataan Cecar membuat Ayara terdiam, pasalnya ia tak merasakan sakit apapun. Namun karena lengannya terus mengeluarkan darah terpaksa Ayara mengganti perban yang melilit di lengannya dengan perban baru dibantu Cecar, beruntung dalam penerbangan mereka menuju Cordoba ada seorang dokter. Alhasil dokter itu membantu Ayara berganti perban, ia mengatakan kalau luka ditangan Ayara berdarah karena Ayara menggunakan pakaian terlalu ketat. Mendengar perkataan sang dokter Ayara akhirnya memutuskan tak memakai jaketnya lagi, ia dengan bangga menunjukkan luka ditangan kirinya itu pada semua orang. Cecar hanya tertawa melihat Ayara tak memakai jaketnya lagi, ia tau Ayara adalah orang yang sangat melindungi bagian tubuhnya yang terluka.
"Akhirnya kita sampai juga di Cordoba...." teriak Cecar dengan keras ketika mereka mendarat di bandara Cordoba.
"Langit dan udara Cordoba masih sama seperti dulu hanya saja suasananya sudah tak sama bagiku," jawab Ayara pelan sambil meneruskan langkahnya menuju lobby bandara untuk mencari taksi.
"Nona tunggu!!!" jerit Cecar dengan keras saat melihat Ayara sudah hampir sampai di lobby bandara.
Ayara tak menghentikan langkahnya mendengar perkataan Cecar, ia justru melambaikan tangannya memanggil taksi yang baru datang. Seketika taksi itu pun berhenti didepan mereka, dengan cepat Ayara masuk ke dalam taksi yang sudah berhenti itu disusul Cecar yang langsung berlari saat melihat Ayara masuk ke dalam taksi. Tak lama kemudian taksi itupun pergi meninggalkan bandara menuju kediaman Alfredo yang sudah diberitahukan Ayara sebelumnya, setelah menempuh perjalanan selama hampir empat puluh lima menit taksi yang membawa Ayara dan Cecar akhirnya sampai di tempat tujuan.
__ADS_1
Semua bodyguard dan pelayan yang melihat Ayara datang langsung berlarian menuju sang nona yang datang berdua dengan Cecar, mereka menyambut Ayara dengan air mata haru menahan rindu. Walau baru tak bertemu beberapa minggu namun mereka sudah sangat rindu pada sang nona.
"Selamat datang nona," sapa Owen ramah ketika melihat Ayara masuk ke dalam rumah.
"Terima kasih Owen, semuanya baik-baik saja kan?" tanya Ayara pelan sambil tersenyum.
"Semuanya baik-baik saja nona, tak ada masalah apapun. Para pelayan wanita mereka saat ini punya kesibukan lain nona," jawab Owen singkat.
"Kesibukan apa?" tanya Ayara penasaran.
"Kami membuat makanan yang sering nyonya Raisa buat dulu nona dan menjualnya secara online. Maafkan kami karena tak ijin pada nona terlebih dahulu, kami hanya terlalu rindu pada nyonya sehingga kami membuat makanan itu dan menjualnya karena ingin orang lain merasakan makanan enak itu," jawab Esmeralda yang merupakan istri Owen menjawab pertanyaan Ayara.
Mendengar perkataan pelayan itu membuat Ayara berkaca-kaca, ia terharu karena pelayannya sampai seperti itu karena sang ibu. Ia kemudian tersenyum lebar dan mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah mereka lakukan, sebagai anak Ayara sangat bangga jika masakan ibunya dikenal banyak orang. Semua pelayan yang mendengar perkataan Ayara langsung tenang, mereka yang awalnya khawatir kalau Ayara akan marah menjadi lega saat sang nona justru mendukung apa yang mereka lakukan.
"Baik nona, kalau ada apa-apa panggil kami saja," jawab Owen dengan cepat.
"I know Owen," sahut Ayara singkat.
Melihat Ayara naik ke lantai dua Cecar pun melangkahkan kakinya menuju kamar yang biasa ia pakai dengan Ayara untuk bermain game untuk istirahat, para pelayan yang sudah hafal dengan Cecar tak ada yang bicara apapaun saat melihat Cecar langsung masuk begitu saja kekamar itu termasuk Owen hanya tersenyum saat melihat apa yang Cecar lakukan.
Ayara meneruska langkahnya menuju kamar kedua orang tuanya dan langsung mengunci pintu kamar dari dalam saat ia sudah masuk, setelah memastikan semuanya aman Ayara lalu berjalan menuju ke sebuah lukisan besar di samping meja rias sang mommy. Dengan sekuat tenaga Ayara menggeser meja rias sang ibu agar lukisan besar yang ada dibelakangnya bisa terlihat semuanya, setelah berhasil menggeser meja rias sang ibu Ayara kemudian menyentuh salah satu sisi lukisan itu dan seketika lukisan itu terbelah dua dibagian tengah. Senyum Ayara mengembang saat melihat ada pintu besi besar dibalik lukisan itu yang merupakan brankas rahasia milik Alfredo yang tak diketahui siapapun kecuali Raisa dan Ayara.
__ADS_1
Dengan cepat Ayara memasukkan kombinasi angka pada tombol yang tersedia di pintu brankas itu dan seketika pintu itu langsung berbunyi cukup keras saat berhasil terbuka, untung saja kamar Raisa dan Alfredo adalah kamar kedap suara alhasil bunyi sekeras itu tak terdengar sampai luar. Tanpa menunggu lama Ayara langsung meraih sebuah dokumen yang ada ditumpukkan paling atas yang menarik perhatiannya padahal dalam brankas itu ada beberapa tumpuk emas batangan dan bergepok-gepok uang dollar yang jumlahnya sangat banyak, namun sebuah dokumen yang tak tertutup stopmap justru yang Ayara pilih.
"Surat ancaman," ucap Ayara terbata saat berhasil membaca tulisan kanji yang ada diberkas itu.
Kedua mata Ayara langsung berkaca-kaca seketika saat membaca tulisan yang ada ditangannya, itu adalah sebuah surat tulisan tangan dari Yamashita Ryuichi yang sangat Ayara hafal, goresan dalam tulisan kanji itu sangat Ayara hafal.
私のところに戻って男を残してください。彼の人生は安全です.
*Watashi no tokoro ni modotte otoko o nokoshite kudasai. Kare no jinsei wa anzendesu / kembalilah padaku dan tinggalkan pria itu maka hidupnya akan selamat
"Ternyata yang dikatakan Dmitry benar Yamashita Ryuichi lah penyebab semua masalah ini," ucap Ayara lirih dengan suara bergetar menahan emosi.
Saat sedang memikirkan Yamashita Ryuichi tiba-tiba Ayara merasakan pusing yang luar biasa di kepalanya dan membuatnya nyaris pingsan, dengan perlahan Ayara naik ke ranjang kedua orang tuanya dengan masih membawa kertas ancaman dari Yamashita Ryuichi ditangannya
🌼 bersambung 🌼
🍀🍀 Lalu apa rencana Ayara selanjutnya setelah ia tau bahwa sang ayah kandung lah penyebab semua masalah ini?
Terus baca bodyguard cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.
Jangan lupa Vote, ratting dan like.
__ADS_1
Bantu vote untuk mendukung author lebih rajin update