Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Membaca petunjuk


__ADS_3

Baca novel thor lainnya yang berjudul


FAITH 2 : The return of the prince


"Tuuuaannn ... "


Dooorrr


Dooorrr


Michael berteriak keras saat melihat ada sebuah tangan yang mengacungkan senjatanya ke arah Henry dari arah lantai dua, namun tiba-tiba terdengar suara tembakan dua kali. Tembakan pertama berhasil membuat pistol yang tadinya digunakan untuk membidik Henry terjatuh di lantai dan tembakan kedua berhasil mengenai sang pembidik yang berteriak kesakitan karena terkena tembakan di paha.


Henry pun langsung siaga sewaktu tembakan pertama terdengar, perhatiannya langsung tertuju pada pistol yang kini tergeletak tak jauh dari tempatnya berdiri pasca jatuh dari lantai dua. Dugaannya ada orang lain sebelum dirinya ternyata benar.


"Tuan... hati-hati, kita tak tau mereka ada berapa," ucap Michael pelan mencoba untuk memberikan peringatan pada Henry.


"I know Mike, tetaplah waspada," jawab Henry lirih sambil menunjuk ke lantai dua.


Michael menganggukan kepalanya perlahan, begitupun para bodyguard lainnya. Dengan perlahan Henry berjalan menuju ke anak tangga yang tak jauh dari tempatnya berdiri, ia ingin sekali naik ke lantai dua. Pistol yang ia pegang tetap mengarah ke depan, ia tak boleh hilang fokus sama sekali kali ini. Entah mengapa Henry sangat ingin sekali naik ke lantai dua, padahal apa yang ia lakukan itu sangat berbahaya.


Saat menginjakkan kaki di anak tangga beberapa orang bodyguard menepuk pundak Henry dengan perlahan, mereka ingin berjalan terlebih dulu dari Henry.


"Baiklah tapi hati-hati dan waspada," ucap Henry pelan.


"Kami mengerti tuan,"jawab ketiga orang bodyguard itu kompak.

__ADS_1


Henry tersenyum pelan sambil memberikan kode pada Michael untuk berjalan mengikutinya, saat mereka semua sampai dilantai dua mereka langsung di disuguhkan dengan pemandangan yang mengerikan. Ada empat orang pria yang jatuh bergelimang dilantai dengan luka tembak di beberapa bagian tubuhnya.


Perlahan Henry mengulurkan tangannya untuk menyentuh leher salah satu pria yang yang ada di dekat kakinya itu.


"Masih hangat, artinya mereka benar-benar baru aja meninggal," ucap Henry lirih.


"T-tuann itu ..."


"Itu apa Mike?" tanya Henry penasaran memotong perkataan Michael.


Michael menunjuk ke arah depan didekat dinding dimana ada sesosok tubuh pria berpakaian serba hitam yang memiliki rambut pirang, Henry memicingkan kedua matanya menatap tubuh itu. Dari potongan tubuhnya Henry sedikit familiar dengan orang yang tak terlihat wajahnya itu, karena penasaran Henry berjalan pelan mendekati pria itu untuk melihat wajahnya. Saat Henry membalikkan tubuh pria yang tengkurap itu kedua matanya terbelalak lebar.


"D-dmitry Brown!!" pekik Michael keras, dari tempat nya berdiri ia bisa mengenali sosok pria itu.


Henry terdiam dan tak mengatakan apa-apa saat melihat salah satu teman lamanya itulah tergeletak tanpa nyawa dengan luka tembak tepat di kedua mata, ia yakin satu tembakan kecil itulah yang membuat nyawa Dmitry Brown melayang.Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang sangat ribut di lantai satu, rupanya Tuan Kim datang bersama beberapa orang polisi. Mereka langsung berlari menuju ke lantai dua karena melihat sosok Michael yang sedang berdiri.


"Sepertinya ada orang lain yang sudah mengurus semua ini tuan Luke," ucap tuan Kim pelan.


"Sepertinya begitu tuan," jawab Henry pelan.


"Anda beruntung tuan, Tuhan mengirimkan bala bantuan untuk anda," sahut tuan Kim sambil tersenyum sambil menepuk-nepuk pundak Henry.


Karena kasus baku tembak itu sudah ditangani oleh polisi maka Henry diajak tuan Kim untuk kembali ke kantor Soo Internasional, ia akan dimintai keterangan sebagai saksi beserta Michael dan anak buahnya. Saat Henry akan keluar dari gedung yang sudah diberi garis polisi itu ia menemukan jejak darah yang sedikit aneh, jejak darah itu terlihat menetes dari jendela menuju ke sebuah jalan yang akhirnya menghilang. Ia juga menemukan sehelai rambut di dekat jejak darah itu sehelai rambut panjang berwarna blonde.


"Aku yakin ini bukanlah sebuah kebetulan, Dmitry Brown bukan orang yang mudah dikalahkan. Hanya orang hebat yang sudah mengetahui rencana Dmitry lah yang bisa menggagalkan usahanya menjebakku," ucap Henry dalam hati, ia yakin sasaran Dmitry adalah dirinya mengingat betapa banyak orang yang datang bersama Dmitry.

__ADS_1


"Pecah ban, gedung kosong, jauh dari keramaian...aku yakin Dmitry sudah merencanakan ini dari awal, siapa...siapa yang membantuku?"


"Aku yakin orang itu pasti mengikuti Dmitry sampai ke gedung itu, semua selongsong peluru itu masih hangat. Pasti baku tembak itu terjadi tak lama sebelum aku sampai,"


Berbagai pertanyaan muncul di kepala Henry, ia yakin semua kejadian kali ini bukanlah sebuah kebetulan semata. Ia yakin orang yang sudah membunuh Dmitry adalah orang yang sama dengan orang yang sudah membantunya di restoran.


"Siapa kau ... kenapa kau membantuku? apa motifmu," ucap Henry dalam hati sambil mengeluarkan sehelai rambut yang ia baru saja temukan di gedung tadi.


Berbagai kejadian yang menimpa dirinya selama dua hari berturut-turut ini semakin meyakinkan Henry bahwa semua kejadian itu bukanlah sebuah kebetulan, ia yakin semua ini pasti sudah direncanakan dengan baik oleh Dmitry. Henry sangat mengenal Dmitry dengan baik.


"Kalau otak dibalik kejadian ini adalah Yamashita Ryuichi maka aku harus lebih hati-hati lagi kedepannya, untung saja aku tak membawa Ayara ke Busan. Kau sedang apa disana sayang, aku rindu padamu," ucap Henry lirih sambil menyentuh cincin pernikahannya.


"Aduhhh sakit..."


"Sabar nona bos, sebentar lagi kita sampai dirumah sakit," sahut seorang pria yang memakai masker Jocker mencoba tenang, walau sebenarnya ia khawatir saat melihat banyak darah keluar dari lengan wanita yang ada disampingnya.


"Benar-benar orang jahat, untung saja tadi aku bertindak cepat. Kalau tidak mungkin peluru itu akan menembus jantungku..."


🌼 bersambung 🌼


🍀🍀 Apa yang sebenarnya terjadi di gedung tua itu?


Terus baca bodyguard cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.


Jangan lupa Vote, ratting dan like.

__ADS_1


Bantu vote untuk mendukung author lebih rajin update


__ADS_2