
Jangan lupa vote dan ratting bintang lima
Terima kasih
Ayara tersenyum melihat semua anggota Royal Blood pergi bersama Henry, Jasper, dan Michael. Ia mengantar mereka di balkon hotel, saat melambaikan tangannya pada Henry ada perasaan sedikit takut dalam diri Ayara.
"Tenang sayang, kita akan berkumpul lagi. kau tak usah khawatir," ucap Ayara dalam hati sambil menyentuh perutnya perlahan.
"Daddy-mu pasti berhasil, kau tak usah khawatir sayang. Kita doakan daddy bersama ya," imbuh Ayara kembali sambil memejamkan kedua matanya saat mencoba berkomunikasi dengan bayi dalam perutnya.
Saat Ayara membuka kedua matanya semua mobil anggota Royal Blood sudah berangkat menuju tempat yang ditentukan begitupun Henry yang sudah tak terlihat lagi, hanya iring-iringan mobil-mobil warna hitamlah yang terlihat oleh Ayara. Setelah memastikan mereka semua sudah berangkat Ayara kemudian kembali ke dalam kamar menyusul Cecar yang masih duduk di depan laptopnya.
"Apakah mereka semua sudah berangkat Cecar?" tanya Ayara perlahan sambil menatap layar monitor.
"Belum nona bos, mereka masih bersiap-siap. Tapi anda tenang saja, settingan GPS yang sudah aku buat tak akan salah. Mereka akan pergi ke tempat yang sudah kita rencanakan sebelumnya," jawab Cecar sambil tersenyum penuh keyakinan.
"Good, aku juga harus bersiap," ucap Ayara lirih.
"Aku ikut anda nona, tenang saja aku sudah mengatur sedemikian rupa sehingga aku masih tetap bisa mengontrol mereka melalui ponselku yang sudah tersambung dengan laptop," sahut Cecar dengan cepat.
"Kau menggunakan..."
"Ya nona, aku sudah memasang team viewer di laptop jadi aku tetap bisa mengontrolnya dari ponselku," jawab Cecar dengan cepat sambil menunjukkan ponselnya yang sudah tersambung dengan laptop, dimana saat ini ia sudah bisa menggunakan ponselnya untuk bekerja karena laptop yang akan ia tinggal di kamar hotel sepenuhnya dapat dijalankan melalui ponselnya.
Ayara tersenyum mendengar perkataan Cecar, ia senang tangan kanannya itu bertindak lebih cepat dari yang ia bayangkan. Tak lama kemudian ia berjalan menuju kamarnya meninggalkan kamar Cecar untuk berganti pakaian, ia memilih menggunakan celana yang nyaman untuk beraktivitas dan tidak akan mengganggunya selama ia beraksi. Namun karena saat ini ia sedang hamil ia juga harus mencari celana yang aman bagi bayinya dan tidak memilih celana yang terlalu ketat, Ayara juga memilih baju yang tak terlalu menyesakkan dadanya. Ia memilih pakaian yang sedikit longgar supaya bisa bernafas dengan baik, dua puluh menit kemudian Ayara sudah selesai dengan pakaiannya. Di balik jaket yang ia pakai sudah terpasang dia pistol dan beberapa senjata rahasia ninja pemberian sang kakek tuan Yamashita Takeda, dimana Ayara pun sudah sangat mahir menggunakan senjata seperti itu.
__ADS_1
Saat Ayara keluar dari kamar ia terkejut karena sudah melihat Cecar bersiap di depan kamarnya, ia terlihat membawa tas ransel yang cukup besar di punggungnya dan sebuah membawa teropong berkualitas nomor satu yang bisa melihat dalam kegelapan dan dalam jarak yang cukup jauh di kelasnya yang tergantung di leher dengan menggunakan topi berwarna hitam dan kacamata hitam. Ayara tersenyum melihat penampilan Cecar yang sangat berlebihan itu.
"Kenapa anda tertawa nona bos, memangnya ada yang aneh?" tanya Cecar kepada Ayara.
"Melihat penampilanmu seperti ini membuatku teringat akan agen rahasia yang ada di serial James Bond dan beberapa film FBI," jawab Ayara sambil tersenyum.
"Ah mereka tidak ada apa-apanya denganku nona, jadi jangan samakan aku dengan mereka. Yang mereka lakukan itu kan hanya akting, berbeda denganku yang langsung terjun langsung," tolak Cecar dengan cepat, ia menolak disamakan dengan agen-agen rahasia yang ada di serial TV.
Ayara tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Cecar, ia benar-benar sangat gemas kepada tangan kanannya itu yang kadang-kadang membuatnya kesal dan bangga di saat yang sama. Pada awalnya Ayara ingin melakukan misinya sendiri, namun ternyata Cecar justru memilih untuk menemaninya juga. Padahal ia tak memintanya karena takut Cecar tidak akan bisa mengontrol pergerakan orang-orang Yamashita Ryuichi jika ia ikut bersamanya, namun ternyata Cecar sudah mengatur laptopnya dengan baik. Sehingga ia bisa tetap melihat apapun yang dilakukan anak buah Yamashita Ryuichi melalui ponselnya yang sudah tersambung dengan laptop.
"Are you ready for the biggest mission Cecar?" tanya Ayara pelan.
*apa kau siap untuk misi terbesar ini Cecar?
"Ok let's go," ucap Ayara penuh semangat.
Tak lama kemudian Ayara dan Cecar pun pergi meninggalkan hotel untuk menjalankan misi, mobil yang membawa Yamashita Ryuichi pun sudah berangkat menuju tempat yang sudah Cecar atur. Walaupun mereka menggunakan driver namun karena mobil-mobil mereka sudah menggunakan GPS untuk pergi alhasil para driver yang membawa mobil itu tak akan bisa merubah arah GPS yang di tentukan, dengan kata lain walaupun ada driver yang mengendarai mobil itu mereka tetap tak bisa merubah arah tujuan mobil yang sudah tersetting di GPS. Sebenarnya kecanggihan teknologi seperti ini sudah diterapkan di negara-negara maju oleh produsen mobil mewah untuk kenyamanan sang penumpang, sehingga misalkan drivernya tak fokus dalam mengendarai mobilnya namun mobil itu tetap bisa membawa dirinya sendiri sampai ke tempat tujuan karena alat yang sudah terpasang itu.
Dan Cecar memanfaatkan teknologi itu untuk melakukan misinya, baginya secanggih apapun program buatan manusia masih ada celah untuk dirinya retas. Bagi Cecar tak ada yang gak mungkin selama ia mau berusaha lebih keras dan selama ini tak ada satupun program yang tak berhasil tak Cecar retas, Cecar memiliki jiwa pantang menyerah seperti itu karena Ayara yang selalu memberikannya motivasi.
Dengan menggunakan mobil yang sudah Ayara persiapkan sebelumnya, mereka berdua pun berjalan menuju ke tempat yang sedang dituju oleh Yamashita Ryuichi juga. Walaupun sedang hamil namun kemampuan dan daya pikir cepat Ayara tak berubah, ia senang anaknya sepertinya mengerti apa yang sedang ia lakukan saat ini sehingga Ayara tak mengalami kesulitan apapun. Bahkan sejak sampai di Barcelona ia tak merasa mual atau pusing sama sekali, padahal sebelumnya di Cordoba ia merasakan tidak nyaman. Namun saat menginjakkan kakinya di Barcelona semua itu hilang, seolah Ayara mendapatkan energi tambahan entah dari mana.
"Kau memang anak Henry Luke sayang, jadilah anak yang pintar dan kuat seperti Daddy-mu," ucap Ayara dalam hati, ia bangga anaknya tak membuat dirinya dalam masalah dan mau diajak kerja sama.
Ayara memperlambat laju mobilnya saat sudah mulai memasuki area yang ia tuju, rupanya sang ayah kandung belum sampai di tempat itu. Tempat yang ayara datangi kali ini adalah sebuah area perumahan yang terbengkalai, sebuah komplek perumahan mewah yang sudah lama tak terjamah karena dikabarkan bangkrut saat para penghuninya melakukan gaya hidup yang mewah. Kabarnya orang-orang di komplek perumahan mewah itu bangkrut secara bersamaan, sehingga mereka meninggalkan rumah mewahnya bersama-sama yang membuat perumahan itu mirip perumahan hantu tak berpenghuni. Namun masih ada tunawisma yang kadangkala datang ketempat itu.
__ADS_1
"Bersiap di posisi Cecar," ucap Ayara pelan saat melihat mobil Yamashita Ryuichi mulai memasuki area perumahan.
Cecar menganggukan kepalanya perlahan, ia lalu berjalan menunduk mengambil posisi yang telah disepakati bersama sebelumnya. Dimana Cecar akan jadi mata bagi Ayara sementara Ayara sendiri akan head to head langsung dengan Yamashita Ryuichi.
"どうやってこの場所に着きましたか," teriak Yamashita Ryuichi keras, ia jengkel sekali bisa sampai ditempat aneh seperti ini.
*Dō yatte kono basho ni tsukimashita ka / bagaimana kita bisa sampai ditempat seperti ini?!
"もちろんできます、私が設定しました," jawab Ayara dengan suara lantang sambil berjalan menuju ke tempat Yamashita Ryuichi berdiri.
*Mochiron dekimasu, watashi ga settei shimashita / Tentu saja bisa aku yang sudah mengatur semuanya.
"私の子供...あやら私の子供," ucap Yamashita Ryuichi reflek saat melihat Ayara ada didepan matanya.
*Watashi no kodomo... Ayara watashi no kodomo / Anakku, Ayara anakku.
"やめて、私をあなたの子供と呼ばないでください。私たちの関係はあなたが言うように子供と父親ではありません," hardik Ayara dengan suara meninggi, ia keberatan disebut anak oleh Yamashita Ryuichi.
*Yamete, watashi o anata no kodomo to yobanaide kudasai. Watashitachi no kankei wa anata ga iu yō ni kodomo to chichioyade wa arimasen / stop, jangan sebut aku anakmu. Hubungan kita bukanlah anak dan ayah seperti yang kau sebut itu.
🌼 bersambung 🌼
☘️☘️ Ayara berhadapan langsung dengan sang ayah kandung seorang diri, apa yang akan terjadi selanjutnya dengan keturunan terakhir Yamashita klan itu? terus ikuti Bodyguard cantik dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.
JANGAN LUPA VOTE DAN RATTING BINTANG LIMA, TERIMA KASIH.
__ADS_1