Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Kebal hukum X hukum karma


__ADS_3

Jangan lupa berikan Vote dan Ratting bintang lima, terima kasih kakak-kakak. 


 


Mendengar perkataan Michael membuat Ayara terdiam, ia tak percaya Michael akan berkata seperti itu pada dirinya padahal jelas-jelas ada wanita yang sudah menjadi korban pemerkosaan di depan mata.


"Bawa pria ini kekantor polisi, biarkan polisi yang mengurusnya. Sekarang kita bawa gadis itu ke rumah sakit Arial, dia yang lebih membutuhkan pertolongan saat ini."Ucap Michael kembali.


"Aku tau cara membuat pria ini ikut bersama kita." Sahut Ayara lirih.


"Apa maksudmu Arial.....


"Argggghhhh..."


Bruk


Michael tak dapat menyelesaikan perkataannya ketika melihat Ayara melayangkan bogem mentahnya ke perut sang pria yang diduga sudah melakukan pemerkosaan, akibat pukulan itu ia tersungkur jatuh ke tanah setelah dengan memegangi perutnya yang baru saja di pukul Ayara.


"Problem solve, kita bisa bawa dia juga ke rumah sakit sekarang." Ucap Ayara sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Kau benar-benar ya..sudah kubilang jangan main hakim sendiri Arial." Sahut Michael jengkel.


Ayara mengangkat kedua bahunya ke atas sambil mengangkat kedua tangannya ke udara, ia lalu berjalan menuju ke gadis malang yang sedang menangis ketakutan. Dengan cepat ia meminta orang-orang yang ada disana untuk membawa gadis itu ke mobil Michael untuk ia bawa ke rumah sakit, sementara itu Michael menggunakan mobil warga sekitar untuk membawa pria itu menyusul Ayara untuk menghindari amuk massa karena mobilnya pun saat ini sudah dihancurkan oleh warga yang marah setelah mendengar berita kalau sudah terjadi tindakan pemerkosaan.


Setelah Michael membawa pria yang bernama Elang itu pergi tak lama kemudian polisi datang ke TKP, mereka lalu menyusul ke rumah sakit setelah mendapatkan info dari warga sekitar kalau pria yang di duga sebagai pemerkosa dibawa ke rumah sakit oleh warga lainnya. Di dalam mobil Ayara tak fokus menyetir mobil pasalnya ia terus mendengar tangisan yang memilukan dari gadis yang ada dibelakang, ia berkali-kali berteriak minta ampun dan minta tolong untuk dilepaskan.


Tak lama kemudian mobil yang dibawa Ayara berhenti disebuah rumah sakit, dengan cepat ia turun dari mobil dan memanggil beberapa orang suster untuk menurunkan gadis yang ia bawa. Ia menelan salivanya kembali ketika melihat darah yang mengalir di paha si gadis malang itu.


"Apa kita perlu masuk ke dalam kak?" Tanya seorang gadis yang sudah membantu Ayara membawa korban pemerkosaan yang diperkirakan masih berusia lima belas tahun melihat dari postur tubuhnya yang masih kecil.


"Panggil aku Arial, namaku Arial." Jawab Ayara singkat.


"Namaku Dinda kak Arial." Sahut Dinda pelan merespon perkataan Ayara.


"Ok Dinda sekarang kau coba daftar dulu atas namamu di bagian administrasi, aku akan mengurus gadis malang itu dulu." Ucap Ayara pelan sambil menepuk pundak Dinda.


"Baik kak Arial." Ucap Dinda bersemangat, wajahnya memerah ketika pundaknya dipegang oleh Ayara.


Ayara tersenyum tipis melihat ekspresi Dinda, ia lalu masuk ke dalam ruang IGD untuk melihat kondisi gadis yang baru ia bawa itu. Seorang dokter wanita dan beberapa orang suster nampak sedang berusaha menenangkan gadis itu yang berteriak histeris ketakutan, darah yang mengalir di pahanya pun terlihat semakin banyak sehingga membuat Ayara khawatir.


Saat sedang fokus melihat kondisi gadis malang yang sedang ditangani oleh dokter Ayara dikagetkan ketika melihat kedatangan Michael bersama dengan beberapa orang polisi dan dua orang warga lainnya mengawal sang terduga pelaku pemerkosaanyang sudah nampak kepayahan.


"Kapan polisi itu datang?" Tanya Ayara lirih sambil terus menatap sang terduga pelaku diatas ranjang tengah di periksa seorang suster.

__ADS_1


"Tadi didepan, mereka mengikuti kita dari belakang." Jawab Michael cepat.


"Bagaimana keadaan gadis itu?" Tanya Michael lirih.


"Seperti yang kau lihat sepertinya gadis itu mengalami pendarahan." Jawab Ayara singkat.


Michael pun terdiam mendengar perkataan Ayara, sewaktu dalam perjalanan menuju ke rumah sakit ia mendapatkan informasi kalau si korban melakukan hubungan itu atas dasar suka sama suka menurut pengakuan sang terduga pelaku pemerkosaan yang bernama Elang. Elang berkata seperti itu setelah diinterogasi oleh dua orang pria yang menemaninya ke rumah sakit.


Setelah di tangani oleh dokter kondisi sang korban pemerkosaan terlihat lebih tenang, Ayara berhasil mendapatkan informasi kalau gadis itu bernama Jelita anak sekolah menengah pertama kelas IX disalah satu sekolah swasta di jakarta, ia berhasil memperoleh identitas Jelita dari seorang warga yang datang ke rumah sakit sambil membawakan tas milik Jelita yang tertinggal di dalam mobil Elang yang sudah hancur karena kena amuk massa.


"Apa kita tidak menghubungi keluarganya pak?" Tanya Michael pelan pada seorang polisi yang sedang meminta keterangan kepadanya dan Ayara.


"Team kami sudah menjemput keluarga nak Jelita tuan." Jawab sang polisi sambil tersenyum.


"Jadi kasus ini benar pemerkosaan pak?" Tanya Ayara dengan cepat.


"Kita harus menyelidikinya lagi, pasalnya menurut pengakuan sang tersangka ia melakukan hubungan itu atas dasar suka sama suka...


"Atas dasar suka sama suka bagaimana!!! usia pelaku tiga puluh empat tahun sementara korban masih lima belas tahun pak jadi bagian mana yang menyebutkan kalau meraka melakukan itu atas dasar suka sama suka pak!!" Sahut Ayara memotong perkataan sang polisi dengan nada meninggi.


Sang polisi langsung terdiam mendengar perkataan Ayara, mereka juga tak dapat melakukan apapun karena sang tersangka ngotot mengatakan kalau ia melakukan itu atas dasar suka sama suka, alhasil mereka hanya menunggu pengakuan dari korban saja untuk mencari informasi lebih detail. Akan tetapi karena korban sedang tidur akibat pengaruh bius para polisi tak dapat meminta keterangan padanya, mereka akhirnya memutuskan menunggu sampai korban siuman.


Kemarahan Ayara semakin memuncak ketika melihat tersangka di pindahkan ke ruang perawatan VIP atas permintaan pengacara dan keluarga yang datang, mereka merasa kalau keselamatan Elang terancam jika ada di ruang yang sama dengan Jelita. Kalau tidak ada orang disitu Ayara pasti sudah memberikan pelajaran pada Elang, ia sudah sangat marah melihat pelaku diperlakukan seperti itu. Para polsii pun berjanji akan mengawal kasus ini sampai selesai, mereka bahkan memerintahkan satu orang polisi untuk menjaga Elang di kamarnya supaya menghindari hal-hal yang tak diinginkan.


Suasana diruang IGD mendadak memilukan ketika keluaga Jelita datang, sang ibu bahkan sampai pingsan begitu menginjakkan kakinya di ruang IGD menurut pengakuan ayah Jelita sang istri sejak dalam perjalanan selalu berharap kalau yang sedang dirawat bukan anaknya. Akan tetapi nasib buruk harus ia terima ketika melihat putri pertamanya terbujur tak sadarkan diri diatas ranjang pesakitan, sampai akhirnya ia tak kuat menerima kenyataan sehingga kehilangan kesadaran.


"Bapak kan sudah bilang untuk tak pulang malam-malam kalau habis pulang les"


"Bangun Jeje bapak gak marah sama Jeje, lihat itu ibu kasian Je...bangun nak...


Suara tangisan ayah Jelita begitu menyayat hati siapapun yang mendengarnya, ia mengatakan kalau Jeje hari ini ada les matematika sebagai persiapan lomba olimpiade matematika mewakili sekolah oleh karena itu ia pergi dari rumah. Biasanya jam tujuh malam Jeje sudah pulang akan tetapi ia tak sampai rumah tepat waktu sampai akhirnya mereka mendapatkan informasi kalau Jeje sang putri kebanggaan keluarga sedang ada dirumah sakit karena menjadi korban kejahatan, pada awalnya polisi tak memberitahukan kalau Jeje menjadi korban pemerkosaan akan tetapi karena sang ibu terus memaksa akhirnya sang polisi yang menjemput mereka berkata yang sebenarnya.


Karena tak kuat melihat pemandangan yang ada dihadapannya Ayara kemudian keluar dari ruang IDG diikuti Dinda yang sejak tadi terus menempel padanya, tinggi badan Ayara yang lebih tinggi dari gadis seusianya semakin membuat penyamarannya sempurna.


"Kenapa kau keluar Mike?" Tanya Ayara sinis.


"Terus ada didalam bisa membuatku gila." Jawab Michael lirih, hati kecilnya ikut teriris melihat ayah Jeje terus menangis seperti itu saat sedang dimintai keterangan oleh polisi.


"Dia siapa Arial?" Tanya Michael pelan saat menyadari kehadiran Dinda.


"Ini Dinda, dia tadi membantuku membawa Jelita kerumah sakit." Jawab Ayara cepat, kedua matanya menatap ke arah ujung lorong dimana ia melihat banyak orang berpakaian rapi sedang berkumpul sambil membawa koper.


Insting Ayata langsung bekerja, ia menduga kalau orang-orang itu adalah suruhan Elang yang mengajak keluarga Jelita damai. Ayara bisa menebak apa yang akan mereka lakukan karena mereka terus menunjuk ke arah kamar IGD dimana Jelita dirawat.

__ADS_1


"Kalian tunggu disini aku ingin ketoilet sebentar." Ucap Ayara pelan berpamitan pada Michael dan teman barunya yang bernama Dinda.


"Toilet mana Arial, disini ada toilet itu di ujung lorong." Sahut Michael pelan menunjuk ke arah toilet yang tak jauh dari tempat mereka berada.


"Aku mau cari toilet bersih Mike." Jawab Ayara singkat sambil terus melangkahkan kakinya menuju ke arah kerumunan pria yang sedang membawa koper yang ada didepan lift.


Emosi Ayara kembali naik ketika tebakannya ternyata benar, para pria itu adalah suruhan Elang sang pelaku yang diperintahkan untuk menyogok keluarga Jelita agar mau damai dan tutup mulut. Jiwanya bergelora mendengar percakapan orang-orang itu, ia lalu melangkahkan kakinya menuju ke lift. Ayara berniat memberikan sedikit pelajaran pada pria cabul seperti Elang, saat sudah sampai dilantai tiga tempat Elang dirawat Ayara berjalan pelan menuju ke toilet sambil berusaha mencari cara untuk masuk ke dalam kamar Elang.


Rupanya Tuhan berpihak padanya, Ayara melihat ada jas dokter tergantung di gantungan baju yang ada di toilet wanita. Ia menduga kalau si empunya jas lupa mengambil jasnya kembali, dengan cepat Ayara masuk ke dalam toilet wanita. Ayara membuka rambut palsu dan membiarkan rambut panjangnya tergerai indah tak lama kemudian ia memakai jas dokter yang ia temukan sebelumnya dan menggunakan masker baru yang ia temukan di dalam saku jas dokternya.


"Thank god for helping me."Ucap Ayara dalam hati penuh syukur.


Setelah penyamarannya rapi Ayara kemudian keluar dari toilet dan berjalan anggun bak seorang dokter menuju ke ruang perawatan Elang, ia sempat menunjukkan ID card yang ia pakai pada polisi yang sedang berjaga didepan pintu perawatan Elang. Tak lama kemudian sang polisi pun mengijinkannya masuk ke dalam ruang perawatan, jantung Ayara berdegup dengan kencang ketika mendengar Elang sedang berbincang di telepon dengan seseorang. Ia dengan bangga mengatakan pada temannya itu kalau sudah berhasil mendapatkan kesucian seorang anak SMP, gigi Ayara sampai berbunyi ketika mendengar perkataan Elang yang tanpa dosa itu.


Dengan langkah pasti Ayara mendekati Elang si ranjang,tanpa dapat Elang tahan Ayara sudah menyingkap selimut yang dipakai Elang. Ayara kemudian terlihat melakukan totok di beberapa titik di tubuh bagian bawah Elang dengan gerakan cepat.


"A--apa yang kau lakukan..!!" Teriak Elang panik.


"Kau sudah merusak masa depan seorang gadis tak berdosa maka nikmatilah hukuman kecil dariku." Jawab Ayara singkat.


"Penjagaa...tooo


Elang tak dapat menyelesaikan perkataannya karena sudah di totok oleh Ayara sehingga ia langsung tertidur, melihat Elang tertidur Ayara tersenyum tipis. Ia kemudian merapikan selimut dan membetulkan posisi Elang supaya tak membuat orang curiga, Ayara kemudian keluar dari ruangan Elang dengan cepat supaya tak membaut curiga.


"Terima kasih kakek sudah mengajari semua ilmu ini pada Yara." Ucap Ayara dalam hati saat sedang berganti pakaian kembali di toilet, Ayara sudah menotot bebapa titik penting di organ vital Elang sehingga membuatnya tak akan bisa melakukan hubungan badan lagi karena organ vitalnya sudah dilumpuhkan oleh Ayara.


Saat Ayara akan keluar ia mendengar langkah beberpa orang yang sedang berlarian,dengan cepat Ayara menggantungkan kembali jas dokter yang ia pinjam kembali ke tempat semula, karena diluar terlalu ramai Ayara kemudian memilih keluar melalui jendela yang ada di toilet. Dengan kemampuan yang ia dapatkan bukan hal sulit baginya keluar dari lantai tiga sebuah gedung, dengan cantik Ayara berhasil mendarat di tanah setelah sebelumnya ia bergelantungan di pohon yang ada didekat jendela.


"Jika hukum tak bisa menyentuhmu biarkan aku yang memberikan sedikit pelajaran padamu Elang." Ucap Ayara lirih sambil menatap ke arah kamar Elang yang jendelanya terbuka.


 


 


🌸Bersambung 🌸


 


Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


 


 

__ADS_1


Terima kasih kakak-kakak.


Love u all...🌹🌹


__ADS_2