
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.
Terima kasih
Dari dalam kamar Ayara bisa melihat para bodyguard menikmati snack kesukaannya, sebenarnya itu tak bisa dibilang snack karena isinya adalah buah-buahan kering yang dibuat menjadi keripik. Melihat makanan kesukaannya disita dan diberikan ke pada para bodyguard membuat Ayara kesal.
"Bukankah itu snack buah kesukaanmu nona?" tanya Cecar pelan sambil memakan pisang.
"Iya, itu saja aku membelinya harus PO dulu ke pembuatnya Cecar. Kau tau kan itu homemade tak ada kandungan MSG atau pengawet di makanan itu, kalau ada kandungan MGS pasti mommy tak akan mengijinkan aku memakannya sejak dulu," jawab Ayara lirih menahan tangis, kedua matanya sudah berkaca-kaca.
"Iya aku tau, makanya aku heran kenapa tuan Henry harus menyitanya darimu. Kalau aku si pasti marah nona, secara itu kan nona harus menunggu lama untuk mendapatkannya," ucap Cecar tanpa jeda memanas-manasi Ayara, ia sedang kesal juga pada Henry karena berani menjatah waktunya bermain game. Maka dari itu ia sengaja menyiram bensin di api yang menyala.
"Aku marah Cecar...ini aku marah sekali padanya!!!" sahut Ayara ketus dengan suara meninggi sambil mengepalkan tangannya, kedua matanya menatap tajam ke arah para bodyguard yang sedang menikmati snack keripik homemade miliknya yang ia pesan di salah satu desa yang ada di Madrid.
"Kalau anda marah balas dendam lah," bisik Cecar pelan sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Caranya?" tanya Ayara bingung.
Cesar tersenyum lebar mendengar pertanyaan dari sang bos, umpan yang ia pasan rupanya sudah dimakan oleh sang nona.
"Ayo ikut aku," jawab Ayara dengan cepat sambil menarik tangan Ayara untuk masuk ke dalam kamarnya lagi, Cecar kemudian menengadahkan tangannya ke arah Ayara yang akhirnya membuat Ayara bingung dengan maksud sang tangan kanannya itu.
"Apa?" tanya Ayara kembali kebingungan.
"Aku pinjam ponselmu nona, aku tak bisa menggunakan komputer karena akses internet di komputer ini sudah dibatasi oleh suamimu yang sok tampan itu. Jadi aku tak bisa memakainya seenak hati sekarang," jawab Cecar ketus.
Mendengar perkataan Cecar membuat Ayara tersenyum tipis, ia tak menyangka kalau suaminya akan berbuat sampai sejauh itu. Tanpa pikir panjang ia pun memberikan ponsel pintarnya kepada Cecar, setelah memegang ponsel sang nona Cecar lalu terlihat sibuk melakukan browsing beberapa artikel dari internet. Ia kemudian menyimpan artikel-artikel yang ia temukan itu dan kemudian menghapus histori pencariannya dari ponsel Ayara supaya tak terbaca Henry, ia tau kalau Henry orang pintar maka dari itu ia memilih untuk berhati-hati kali ini.
"Bacalah," ucap Cecar pelan sambil tersenyum.
"Apa ini?" tanya Ayara bingung saat Cecar mengembalikan ponselnya.
__ADS_1
"Read Nona Boss, after that you just ask me," jawab Cecar sambil tersenyum lebar.
*Bacalah nona bos, setelah itu kau baru bertanya padaku.
"Cihhh dasar menyebalkan, selalu senang bermain teka-teki denganku," sengit Ayara jengkel.
Cecar hanya tersenyum lebar tanpa suara dimarahi sang bos, ia tak tersinggung karena tau kalau Ayara tak benar-benar marah padanya. Sementara itu walaupun ada awalnya Ayara menggerutu namun pada akhirnya ia membaca juga artikel-artikel yang diberikan oleh Cecar, ia terlihat sangat serius menatap layar ponselnya yang berisi artikel seputar kehamilan. Mulai dari semester pertama, kedua dan ketiga. Semua hal yang dialami oleh ibu hamil dalam masa semester satu sangat lengkap dalam artikel itu, Ayara yang tak mengerti dengan maksud Cecar kemudian mengangkat wajah dan menatap Cecar dengan pandangan bingung.
"Apa gunanya kau memberikan aku artikel seperti ini?" tanya Ayara bingung.
"Aduh nona bos, dari tadi kau sudah baca bukan. Lalu apa yang kau tangkap dari semua artikel itu?" tanya balik Cecar.
"Aku tak memahami apapun, aku bingung," jawab Ayara datar.
Plakk
Cecar memukul keningnya sendiri menggunakan telapak tangannya karena gemas dengan sang nona, ia kemudian meraih ponsel pintar milik Ayara dan mulai menjelaskan satu persatu apa maksud ia menunjukkan artikel-artikel itu. Ayara yang awalnya tak mengerti dengan maksud Cecar langsung membelalakkan kedua matanya saat Cecar sudah berbicara panjang lebar, wajahnya pun langsung memerah seketika bak kepiting rebus.
"Apa kau mengerti nona?" tanya Cecar pelan sambil tersenyum.
"Of course not, this is one of the powerful ways to teach the arrogant master nona bos," jawab Cecar dengan cepat mencoba menyakinkan Ayara kembali.
*Tentu saja tidak, ini adalah salah satu cara ampuh untuk memberikan pelajaran pada si tuan sombong itu nona bos.
Ayara menelan salivanya perlahan mendengar perkataan Cecar, ia masih tak percaya Cecar memintanya melakukan hal yang paling ia benci itu. Bermanja-manja pada orang lain adalah hal yang paling dibenci oleh Ayara, dan kini Cecar memintanya melakukan hal itu pada Henry.
"Melakukan itu seperti bukan aku Cecar," ucap Ayara lirih.
"Ini hanya akting nona, kita hanya perlu..."
Ceklek
__ADS_1
Pintu kamar Cecar terbuka dari luar dan masuklah Esmeralda bersama Maria membawakan makan pagi untuk Ayara diatas nampan besar. Melihat ada dua pelayan masuk Cecar langsung menghentikan perkataannya, ia tak mau rencananya yang ia susun bersama Ayara diketahui orang lain.
"Apa ini Esmeralda?" tanya Ayara bingung saat melihat berbagai jenis sayuran di atas piring.
"Ini makanan anda nona, kami diminta tuan Henry untuk menyiapkan ini khusus untuk anda," jawab Esmeralda sambil tersenyum.
"Tapi aku tak suka brokoli Esmeralda, kau tau kan?" tanya Ayara lirih sambil menutupi mulutnya, melihat brokoli saja sudah membuatnya ingin muntah.
"Maaf nona, saya hanya diminta menyiapkan ini oleh tuan Henry. Beliau berpesan agar anda memakannya," jawab Esmeralda pelan.
"Kalau begitu kami permisi nona, silahkan dimakan," imbuh Esmeralda lirih berpamitan pada Ayara, setelah berkata seperti itu Esmeralda dan Maria pun meninggalkan Ayara dan Cecar.
Ayara masih menutup mulutnya melihat berbagai macam sayur-sayuran yang sudah di rebus didepan matanya, tak ada masakan lain yang mengandung minyak. Bahkan salmon pun terlihat hanya di pan seer saja tanpa diberi mentega atau olive oil melihat semua makanan dihadapannya membuat Ayara benar-benar ingin muntah saat ini.
"Nona anda baik-baik saja?" tanya Cecar khawatir saat melihat wajah Ayara memerah.
"A-aku mau muntah, singkirkan semua makanan ini Cecar," jawab Ayara terbata dari balik mulutnya yang tertutup telapak tangan.
"Ok ok aku singkirkan," ucap Cecar panik, ia lalu meraih dua nampan besar dari hadapan Ayara dan meletakkannya di meja yang ada di balkon.
Saat Cecar masuk ke dalam kamar ia tak menemukan Ayara dan hampir bersuara memanggil sang nona bos nya, namun niatnya ia batalkan saat mendengar suara orang yang sedang muntah-muntah di kamar mandi. Dengan cepat Cecar melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan terkejut saat melihat hampir semua baju yang dipakai Ayara basah.
"Nona anda kenapa?" tanya Cecar khawatir, pasalnya wajah Ayara kini berubah pucat seperti tanpa ada darah yang mengalir di kulitnya.
"A-aku...aku akan memberikan Henry pelajaran, bantu aku keluar dari kamar mandi. Dia harus diberi pelajaran supaya tak seenaknya mengatur dan memaksa orang sesuai kemauannya," jawab Ayara dingin dengan mata berkilat yang memancarkan kemarahan.
🌼 bersambung 🌼
🍀🍀 Rencana seperti apa yang akan dilakukan oleh Ayara dan Cecar? untuk memberikan pelajaran pada Henry?
Terus baca Bodyguard Cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk VOTE.
Terima