
Bantu vote ya kakak-kakak , Terima kasih
Ayara sangat bersemangat setelah mendapat telepon dari Pak Agustian yang mengatakan sedang di mall Grand Indonesia dan mengajaknya untuk bertemu karena ingin menyerahkan kunci mobil barunya yang Ayara minta kemarin , walaupun baru sehari menggunakan taksi tapi Ayara merasa lebih dari setahun tak menggunakan mobil oleh karena itu ia sangat bersemangat untuk bertemu dengan sang pengacara yang sudah menunggunya di sebuah restoran mewah yang ada di lantai tiga mall Grand Indonesia .
Setelah sampai ke Ground Floor Ayara turun dari lift dan menggunakan eskalator karena tak sabar jika menggunakan lift , senyum Ayara mengembang ketika berhasil menemukan restoran yang dimaksud oleh sang pengacara namun saat akan masuk ke dalam restoran langkahnya tertahan pasalnya seorang pelayan yang sedang berjaga didepan melarangnya untuk masuk karena Ayara menggunkan seragam sekolah .
Dengan terpaksa Ayara menunjukkan American Express Centurion Card yang merupakan kartu kredit paling sakti di dunia . Dari segi fisik kartu ini dibuat dari titanium dan berwarna gelap elegan, untuk memiliki kartu kartu kredit ini nasabah harus merogoh kantongnya dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit . Biaya keanggotaan untuk The Black Jack adalah sebesar US$5.000. , bila dikalikan Rp13.500 maka iuran tahunan yang dikeluarkan adalah sebesar Rp67,5 juta per tahun . Untuk bisa mendapatkan kartu kredit ini, nasabah yang mendapat undangan khusus saja yang bisa mendapatkan peluang untuk menjadi pemegang kartu ini. Selain itu masih ada lagi persyaratan yang harus dipenuhi untuk kartu kredit ini, yaitu dengan pembelanjaan sebesar US$250 ribu per tahun atau berkisar Rp3 miliar per tahun . Pemilik kartu ini juga dapat melakukan booking sebuah toko belanja hanya untuk menikmati belanja tanpa diganggu oleh pengunjung lain selama dia berbelanja , oleh karena itu sang pelayan itu langsung menciut begitu melihat kartu hitam yang bertuliskan nama Ayara Turner di bagian kiri bawah di bagian depan kartu itu .
Pak Agustian yang sebenarnya khawatir karena tak melihat Ayara masuk pun berniat untuk menjemputnya akan tetapi saat ia bangun dari kursinya niatnya terpasa ia batalkan karena sudah melihat Ayara masuk ke dalam restoran dengan membuka dompet dan memasukkan The Black Card nya kembali .
"Ada masalah apa nak.?" Tanya Pak Agustian pelan .
"Aku tak tahu pak , mereka melarangku masuk akan tetapi begitu mereka melihat kartu kreditku langsung diam dan memperbolehkan aku masuk ." Jawab Ayara sinis sambil melirik ke arah sang pelayan dan manager restoran yang melarangnya masuk .
"Tentu saja ,siapa pula yang akan meragukan kartu kredit itu nak he he he ." Ucap Pak Agustian sambil tertawa mendengar jawaban Ayara .
"But wait , ini pakaianmu bukankah baju seragam sekolahmu dulu nak ." Imbuh Pak Agustian pelan melihat baju yang dipakai oleh Ayara .
"Iya pak , tadi di sekolah ada acara perpisahan . Yara datang kesekolah karena sudah janji dengan salah satu teman ." Sahut Ayara pelan sambil meminum orange jus miliknya yang sudah dipesankan oleh Pak Agustian sang pengacara pribadi .
"Pantas saja tadi mereka melarangmu masuk nak , karena seragammu ini rupanya alasannya ." Ucap Pak Agustian sambil tersenyum .
__ADS_1
Ayara langsung berhenti minum dan melihat bajunya dengan perlahan dan melihat sekeliling restoran tempat mereka berada sekarang , ia tersenyum kecil ketika mengetahui kesalahan utama ternyata ada pada dirinya . Ayara kemudian bangun dan berjalan pelan ke tempat sang pelayan yang tadi melarangnya masuk berdiri , Ayara langsung meminta maaf pada sang pelayan karena tadi sudah bertindak arogan . Mendengar permintaan maaf Ayara membuat sang pelayan merasa malu ia merasa tak pantas menerima permintaan maaf dari seorang pemegang The Black Card begitu pula sang manager yang hanya bisa tersipu malu ketika Ayara meminta maaf . Dari tempat duduknya Pak Agustian tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Ayara , ia bangga kepada anak yang harus ia jaga itu . Dibalik sifat arogan dan keras kepalanya masih ada sisi lembut dari seorang Ayara yang dibesarkan oelh seorang ibu tunggal yang kini mempercayakan pengawasannya kepada Pak Agustian .
Setelah meminta maaf Ayara kemudian kembali ke tempat duduk dimana sang pengacara pribadinya menunggu , tak lama setelah Ayara duduk makanan yang dipesan Pak Agustian akhirnya datang . Mereka berdua akhirnya menikmati daging sapi terbaik dari Australia dengan penuh tawa , walaupun sebelumnya Ayara sudah makan sushi akan tetapi ia tetap tak bisa menolak ketika dihadapannya ada daging steak terbaik menggodanya .
"Im full ...." Ucap Ayara pelan ketika sudah menghabiskan sepotong besar Rib Eye yang disiram dengan saus creame mashroom .
"Nak Yara suka ? kalau nak Yara suka bapak bisa ajak nak Yara sering-sering kesini ." Ucap Pak Agustian pelan sambil menyeka mulutnya dengan sapu tangan .
"Jangan pak , nanti bapak bangrut he he he ...Yara bisa kesini sendiri next time ." Sahut Ayara pelan sambil tertawa.
"He he he nak Yara tak perlu sungkan , bapak kan bukan orang lain ." Jawab Pak Agustian singkat .
"Iya Yara tau pak , hanya saja Yara biasa pergi sendiri ." Sahut Ayara singkat sambil merapikan rambutnya yang berantakan .
"Oh iya nak bapak hampir lupa ini kunci mobil dan STNK mobi baru nak Yara ." Ucap Pak Agustian pelan sambil menyerahkan kunci mobil BMW i8 edisi terbaru yang diminta oelh Ayara sebelumnya .
"Wahhh terima kasih pak ." Sahut Ayara dengan girang ketika melihat kunci mobil barunya .
"Untuk BPKB mobil bapak yang simpan atau nak ....
"Bapak saja yang simpan , Yara tak mau simpan surat seperti itu ." Ucap Ayara cepat memotong perkataan sang pengacara sehingga membuat pengacaranya itu tak dapat menyelesaikan perkataannya .
"Baiklah kalau begitu , tapi nak Yara tau kan apa pesan nyonya kepada nak Yara . ?" Tanya Pak Agustian pelan sambil menyimpan kembali BPKB mobil BMW milik Ayara kedalam tasnya kembali .
__ADS_1
"Tau pak , lagipula mobil ini kan tak bisa dibawa ngebut jadi Yara tak akan ngebut lagi . Bapak bisa bilang itu ke mommy , ya walaupun Yara juga sudah bilang ke mommy juga si ." Jawab Ayara sambil terus menatap kunci mobil barunya , ia benar-benar sudah tak sabar ingin membelah jalanan Jakarta menggunakan mobil BMW terbarunya itu.
Setelah berbincang cukup lama Ayara dan sang pengacara akhirnya berpisah karena Pak Agustian masih ada urusan lain yang harus dikerjakan , Ayara yang tak sabar ingin menjajal mobil barunya pun sangat bersemangat ketika berpisah dengan Pak Agustian . Ia langsung berjalan menuju lobby dimana mobilnya berada , dengan menggunakan jasa Vallet Ayara menunggu mobilnya dengan berdiri santai di lobby menggunakan kaca mata hitam.
Deg
Ayara langsung membeku ketika melihat seorang pria tampan keluar dari mobil yang berhenti dihadapannya , emosinya langsung memuncak ketika melihat wanita yang digandeng oleh pria tampan itu berjalan ke arahnya .
"Ayara ...." Ucap sang pria terkaget ketika melihat Ayara berdiri di hadapannya sambil menurunkan kacamatanya dengan perlahan .
"Ay...
"Stop!!! jangan sebut namaku ....."Jerit Ayara penuh emosi dengan tatapan kebencian menatap pria yang sedang berdiri dihadapannya .
Bersambung
Karena Faith 1 sudah tamat kakak-kakak bisa baca season 2 nya yang berjudul Faith 2 : The Return of The Prince , jangan lupa ratting bintang lima dan bantu Vote ya kakak-kakak .
Terima kasih , Yang mau gabung ke Instagram Thor silahkan follow Ig Thor nafadila2216
__ADS_1