
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar
Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2 : The return of the prince
Cengkraman tangan Ayara membuat seprai sutra yang terpasang apik di ranjang yang ada didalam pesawat jet G600 milik Henry berantakan saat Henry mendaratkan kecupan diseluruh tubuhnya tanpa terkecuali, kalau sebelumnya Henry hanya bermain di tubuh atas istrinya ia kini sudah menjelajah tubuh bawah sang istri mulai dari jari kaki lentik milik Ayara sampai ke paha sampai akhirnya berakhir di bagian inti dari tubuh Ayara yang ia lindungi dan jaga selama 22 tahun ia hidup di dunia. Henry tak melepaskan panties Ayara karena masih belum mau melakukannya, ia masih ingin melakukan pemanasan secara perlahan mengingat ini adalah pengalaman pertama bagi sang istri. Ia tak ingin membuat Ayara trauma, ia ingin membuat kenangan indah untuk istrinya. Oleh karena itu ia sengaja melakukan semuanya secara hati-hati dan perlahan.
Walaupun Henry masih menciumi paha Ayara namun kedua tangannya tak beranjak dari bukit indah milik Ayara yang sangat pas di cengkraman tangannya, bentuknya yang masih alami membuatnya nyaman disentuh dan membuat Henry ketagihan bermain disana. Suara desahan Ayara terdengar sangat lirih karena ia menutup mulutnya menggunkan kedua tangan, Ayara yang sedang tidur dikagetkan oleh Henry yang tiba-tiba menciumi perutnya yang rata setelah ia menyibak selimut yang menutup tubuh Ayara.
"Stoopppp Henryyy akh....
"Nikmati permainanku sayang, jangan menolaknya. Rilekskan tubuhmu jangan melawan," ucap Henry pelan memotong perkataan Ayara lirih tanpa menjauhkan wajahnya dari perut Ayara.
"Henry..don't do that mppphh..awwhhh
Ayara memekik kesakitan karena Henry menggigit kecil perutnya, seluruh tubuhnya sudah basah dengan keringat padahal AC diseluruh pesawat jet yang sedang mengudara menuju pulau tempat bulan madu mereka sangat dingin. Ayara memejamkan kedua matanya sambil menggelengkan kepalanya ke arah kiri karena Henry sedang menyelusuri lehernya dibagian kanan dengan, membuat beberapa tanda kepemilikan di leher jenjang Ayara sehingga membuat suara desahan penjang keluar dari mulut Ayara yang sebenarnya sejak tadi juga tak berhenti bersuara.
Heny melepaskan Ayara beberapa saat saat merasakan detak jantung sang istri terasa berpacu lebih cepat dari biasanya, ia merasa sedikit bersalah karena membuat Ayara kewalahan seperti itu padahal ia belum bermain ke permainan inti. Suara nafas Ayara pun terdengar lebih berat dari biasanya, wajahnya juga sudah memerah penuh dengan peluh.
"Welcome to the new world my love, a new world that will make you a whole woman," bisik Henry lirih sambil mencium bibir Ayara penuh cinta.
*selamat datang di dunia baru cintaku, dunia baru yang akan membuatmu menjadi wanita seutuhnya.
"Im not ready yet," jawab Ayara terbata dengan nafas terputus-putus.
*aku belum siap sekarang.
"I will be slow and gentle," sahut Henry kembali sambil menyeka keringat yang sudah membasahi wajah Ayara dengan lembut.
__ADS_1
*aku akan lembut dan perlahan
"Im Scared Henry," ucap Ayara lirih.
*aku takut Henry
Henry menggelengkan kepalanya perlahan mendengar perkataan Ayara, ia tau kalau ekspresi ketakutan Ayara adalah nyata dan tak dibuat-buat seperti wanita-wanita yang sering menemaninya dulu. Biasanya mereka akan ketakutan pada awalnya untuk membuat Henry terpancing namun tidak dengan Ayara, ekspresi ketakutan Ayara asli tanpa dibuat-buat sehingga membuat Henry tak tega. Ia harus membuat pengalaman pertama Ayara berkesan dan tak menimbulkan trauma padanya mengingat masa kecil Ayara sudah dipenuhi dengan hal-hal menyakitkan yang membuat luka dalam di dalam dirinya.
"There's nothing you need to be afraid of when you're with me," jawab Henry pelan.
*tidak ada yang perlu kau takutkan saat sedang bersamaku
Air mata Ayara mengalir pelan dari sudut matanya, entah mengapa setiap perkataan Henry justru membuatnya semakin takut. Ia benar-benar takut, semuanya terasa sangat cepat baginya. Bahkan saat sedang belajar ilmu bela diri atau mengguankan senjata tajam tak semenakutkan saat ini.
"Jangan, jangan menangis. Saat ini bukan waktumu untuk menangis, ini adalah waktu bahagia kita sayang," ucap Henry lembut sambil mencium mata Ayara yang baru saja meneteskan air mata.
"You won't cheat on me, right?" tanya Ayara tiba-tiba dengan suara bergetar.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?!" tanya balik Henry bingung.
"Jawab Henry, aku butuh jawabanmu," pinta Ayara penuh harap.
"Aku menunggu lebih dari tiga tahun untuk sampai ditahap ini Yara, mana mungkin aku berselingkuh," jawab Henry penuh keyakinan.
"Ini bukan hanya bualan omong kosong saja kan, bukan kata-kata manis yang biasa kau katakan untuk wanita-wanitamu dulu yang pernah...
"Heii heiii stop, jangan berfikir terlalu jauh. Aku tak segila itu Yara, aku sangat mencintaimu kau tak perlu meragukan cintaku padamu," ucap Henry dengan cepat memotong perkataan Ayara.
__ADS_1
Ayara memejamkan matanya perlahan lalu membukanya kembali dan menatap tajam mata Henry dengan mata berkaca-kaca.
"Do it then," ucap Ayara lirih.
*maka lakukanlah
"Are you serious?" tanya Henry tak percaya.
*kau serius?
"Yes," jawab Ayara singkat.
Mendapat persetujuan Ayara membuat Henry lega, perlahan ia bangun dari atas tubuh Ayara. Dengan gerakan pelan tapi pasti Henry melepas kancing celana panjangnnya dan melemparnya begitu saja dilantai, ia juga langsung melepaskan kain terakhir yang membalut tubuhnya sehingga saat ini tubuhnya terlihat dengan sangat jelas tanpa penghalang apapun, rambut-rambut tipis disekitar perut bawah membuatnya terlihat sangat jantan. Namun sayang keindahan tubuh Henry tak Ayara lihat karena ia memandang ke arah lain, Ayara memilih menatap ruang kosong yang ada di dalam kamar yang akan menjadi saksi ketulusan dan kesetiaannya sebagai seorang wanita.
Setelah melepas semua kain penutup tubuhnya Henry kembali merangkak menuju ke arah Ayara yang sedang dilema luar biasa, ia ingin sekali melarikan diri dari Henry saat ini namun ia tau itu akan menjadi sebuah usaha percuma yang sia-sia. Ia sadar bahwa cepat atau lambat Henry akan meminta hak-nya sebagai suami yang sah, nafas Ayara tersekat saat merasakan kedua kakinya diangkat oleh Henry. Bulu kuduknya berdiri saat Henry melepaskan satu-satunya kain terakhir yang tersisa di tubuhnya, Ayara memejamkan mata dengan cepat saat Henry sudah ada diposisinya. Kedua kakinya sudah ada dikanan dan kiri tubuh Henry, semenit kemudian ia mulai merasakan pergerakan Henry yang sudah melakukan keinginannya.
"Akkk Henry....
"Not yet honey, I'm sorry. it will hurt more than before..
"Henryyy aaa....mmppphhh
Suara teriakan Ayata hampir terdengar keras kalau Henry tak segera menciumnya dengan cepat, ia mencoba menetralisir rasa sakit Ayara dengan memberinya ciuman. Dalam diamnya Henry bisa merasakan ada cairan hangat yang mengalir mengenai bagian tubuhnya yang lain yang belum sepenuhnya menyatu dengan Ayara, saat sedang menikmati sensasi luar biasa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya kesadaran Henry datang saat merasakan goresan tajam dari kuku Ayara yang menancap dipunggungnya.
"I love you Ayara," bisik Henry lirih ke telinga Ayara yang sudah memerah, ia kemudian melanjutkan kembali kegiatannya tanpa melepaskan ciumannya dari Ayara.
🌼Bersambung🌼
__ADS_1
Jangan lupa vote dan Ratting bintang 5.
Terima kasih.