Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Gundahnya pria normal


__ADS_3

Vote dulu sebelum baca , Terima kasih .


 


Selama dalam perjalanan kembali dari rumah sakit permata Henry diam membisu , ia hanya bisa menatap ke jalanan dengan pandangan kosong . Ada rasa aneh yang berkecamuk dalam dirinya saat mendengar kabar dari Michael mengenai Arial yang masuk rumah sakit apalagi saat ia melihat Arial di bimbing Ryan musuh bebuyutannya masuk ke dalam mobil .


" Holy crab....Shittttt  !!" Teriak Henry tiba-tiba mengagetkan Michael yang sedang mengendarai mobil .


"Ada apa tuan .?" Tanya Michael sambil menghentikan laju mobilnya seketika karena mendengar teriakan Henry .


"Tak apa Mike , antarkan aku pulang setelah itu kau kembali kekantor dan lanjutkan pekerjaanmu ." Jawab Henry dengan nafas terengah engah karena menahan emosi .


"Baik tuan ." Jawab Michael sambil mengangguk , ia kemudian menginjak gas mobilnya kembali dan melanjutkan perjalanan menuju ke mansion Henry sesuai petunjuk Henry sebelumnya .


Henry kemudian menutup kedua matanya dan berbaring di kursi untuk menenangkan emosi di dalam dadanya , berkali-kali Henry mengutuk Ryan yang berani membawa Arial sang bodyguard barunya pergi . Sementara itu Michael nampak hanya bisa tersenyum tipis melihat perubahaan sikap Henry semenjak ia tau tentang kondisi Arial yang masuk rumah sakit , ia pun kembali fokus untuk membawa mobilnya menuju ke mansion Henry .


"Tak mungkin aku jatuh cinta pada seorang lelaki , aku adalah pria normal ." Ucap Henry dalam hati sambil berusaha menghapus bayangan Arial yang dipeluk Ryan masuk ke dalam mobil .


 


Kediaman Ryan Bray 


Sesampainya di parkiran rumah Ryan mencoba untuk membangunkan Ayara yang masih tertidur , saat ia mendekati Ayara yang tidur menghadap keluar jantungnya berdegup dengan kencang . Warna bibir Ayara yang sedikit pucat sama sekali tak menyamarkan kecantikannya , bulu matanya yang panjang pun sangat serasi dengan alis hitam yang melengkung bak bulan yang masih asli tanpa terkena pisau cukur ataupun pensil alis .


Plak


 


"Heiiii...jangan kurang ajar ya.!!" Pekik Ayara kaget sambil melayangkan tamparan ke wajah Ryan yang sangat dekat dengan wajahnya karena reflek.


"Siapa yang kau sebut kurang ajar , aku hanya mencoba untuk membangunkanmu saja." JawabRyan membela diri sambil memegang pipinya yang terasa panas karena terkena tangan Ayara .


"Kalau kau ingin membangunkanku tak perlu sedekat itu dengan wajahku ...dasar mesum !!" Sahut Ayara sambil membuka pintu mobil dan keluar dari mobil dengan cepat meninggalkan Ryan yang masih ada di dalam mobil .


Para pelayan wanita lainnya langsung menyambut Ayara begitu melihat Ayara masuk ke dalam rumah , dari dalam mobil Ryan hanya tersenyum tipis sambil masih memegang pipinya .


"Bagaimana bisa tamparan seorang gadis kecil seperti dia bisa sesakit ini." Ucap Ryan dalam hati sambil membuka tutup mulutnya dengan perlahan mencoba merilekskan wajahnya yang terasa kebas .

__ADS_1


Setelah merasa wajahnya sudah lebih baik , Ryan pun keluar dari mobilnya dan berjalan menuju rumah besarnya untuk berbicara pada Joshua mengenai kamar baru para pelayan yang akan ia pindahkan ke rumah utama . Ryan tak mau terjadi hal buruk lagi terutama pasca ia melihat ada anak buahnya yang memasang CCTV dikamar pelayan , Ryan tak mau harga dirinya jatuh didepan pelayan .


"Benar Ryan jangan pikirkan dia ,gadis itu hanya pelayan kau sungguh  tak pantas memikirkannya ." Ucap Ryan dalam hati sambil  menatap ke arah Ayara yang sedang duduk bersama keempat pelayan wanitanya yang lain . Ryan kemudian masuk ke dalam ruang pribadinya dimana Joshua sudah menunggunya sejak tadi .


Sesampainya di ruang belajarnya Ryan segera berbicara panjang lebar pada Joshua mengenai rencananya yang ingin memindahkan kamar pelayan wanita di rumah utama , Joshua yang mendengar perkataan Ryan pada awalnya tidak setuju karena menurutnya para pelayan wanita tak seharusnya ada dalam satu rumah bersama sang tuan rumah . Akan tetapi setelah Ryan menjelaskan panjang lebar dan alasan kenapa ia ingin memindahkan kamar pelayan ke rumah utama Joshua akhirnya setuju dengan ide sang tuan rumah .


"Jadi kamar mana yang ingin anda berikan pada para pelayan itu tuan.?" Tanya Joshua pada Ryan sesaat setelah Ryan menyelesaikan perkataannya .


"Mereka tak mungkin tinggal di bekas gudang itu , bukankah aku sudah mengatakan padamu alasannya . Mungkin kita harus memberikan satu kamar dibawah yang biasa dipakai para wanita itu menginap kepada para pelayan , karena kamar itu satu-satunya kamar yang paling besar dilantai satu ." Jawab Ryan dengan cepat .


"Whattt...tapi kamar itu kan kamar yang biasa dipakai para wanita yang ....


"Kalau wanita-wanita itu datang mereka bisa tidur di lantai dua bersamamu Josh " Ucap Ryan memotong perkataan Joshua sambil bangun dari kursinya meninggalkan Joshua sendirian di ruang belajarnya .


Joshua yang kaget mendengar perkatan Ryan hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan karena tak percaya dengan ide sang tuan muda , karena Ryan yang dulu sangat anti satu rumah dengan pelayan wanita . Karena menurutnya pelayan wanita terlalu berisik di malam hari dan bisa menganggu kesenangannya ketika sedang bersama dengan wanita-wanita cantik yang ia panggil untuk melayaninya , oleh karena itulah Joshua menyiapkan rumah khusus untuk para pelayan wanita di belakang rumah utama .


"Ada apa denganmu tuan." Ucap Joshua lirih sambil menatap pintu dimana Ryan baru saja keluar .


Joshua akhirnya juga meninggalkan ruang belajar Ryan menuju ke lantai dua dimana Ryan berada , ia ingin melaporkan tentang perkembangan perusahaan . Joshua baru saja mendapat kabar dari mata-matanya kalau Henry tengah melakukan penyelidikan terhadap pembukuan perusahaan selama masa pimpinan Ryan dalam dua tahun terakhir ini .


 


Setelah diantar Michael pulang Henry langsung masuk ke dalam ruang latihan , ia langsung melampiaskan emosinya dengan meninju dan memukul samsak tinju tanpa berganti pakaian .


"Arrrgggg....sial !!! kau selalu cari masalah denganku sejak dulu Ryan ..." Teriak Henry sambil menendang samsak tinjunya sekuat tenaga .


"Awas kau Arial kalau gagal menjalankan tugasmu !!! "


"Ryan Bray kenapa kau tidak mati saja bersama dengan orang tuamu dulu , kenapa kau harus datang dalam kehidupanku "


Suara teriakan Henry terdengar jelas sampai keluar ruang latihan dimana para bodyguarnya berjaga , mereka yang tau kalau Henry sedang marah hanya bisa diam dan tak berani berbicara apapun karena takut membuat Henry semakin marah .


Setelah mengeluarkan uneg-uneg dalam hatinya Henry langsung berbaring dimatras dengan baju yang penuh keringat dan nafas yang tersengal-sengal karena terlalu banyak mengeluarkan tenaga . Karena kelelahan Henry akhirnya tertidur di dalam ruang latihannya dalam kondisi baju yang basah , sebenarnya Henry adalah orang yang sangat menjaga kebersihan tubuhnya akan tetapi kali ini ia tak memperdulikan kondisinya karena sudah terlalu lelah untuk berjalan menuju kamarnya yang ada dilantai dua . Henry ingin tidur untuk mengusir ingatan tadi siang di rumah sakit permata .


"Kau harus membayar mahal kalau kau gagal menjalankan tugasmu Arial." Ucap Henry lirih tanpa sadar sebelum akhirnya ia menutup kedua matanya rapat karena kelelahan .


Suara mobil masuk di halaman luas kediaman Henry mengngagetkan para bodyguard yang sedang berjaga di ruang latihan dimana Henry sedang tertidur saat ini , mereka langsung berlarian ketika melihat Michael sang tangan kanan Henry datang .

__ADS_1


"Sore tuan Mike ." Sapa seorang bodyguard berambut pirang menyapa Michael yang baru saja datang .


"Sore , oh iya dimana tuan Henry.?" Tanya Michael menjawab sapaan sang bodyguard .


"Sejak anda antar pulang tadi siang , tuan muda langsung masuk ke dalam ruang latihan dan sampai saat ini belum keluar tuan ." Jawab bodyguard itu kembali .


"Selama empat jam tuan belum keluar dari ruang latihan." Pekik Michael terkaget .


"Iya tuan , kami tak berani menganggu tuan muda karena sejak tadi tuan muda terus berteriak dan memaki tuan Ryan ." Ucap sang bodyguard mencoba memberikan penjelasan kepada Michael .


"Ceritakan lebih detail apa yang tuan muda lakukan didalam sejak empat jam yang lalu ." Pinta Michael dingin .


Sang bodyguard yang berjaga didepan ruang latihan Henry kemudian menceritakan secara detail apa yang ia dengar saat Henry sedang ada di dalam ruang latihan kepada Michael yang penasaran .


"Jadi tuan Henry menyebut Arial juga .?" Tanya Michael mencoba meminta penjelasan kembali pada pria berambut pirang yang baru saja menyelesaikan ceritanya .


"Iya tuan ." Jawab pria berbadan besar itu sambil mengangguk .


Michael menarik nafas panjang dan membuanganya secara perlahan , sesaat kemudian Michael kemudian berjalan masuk ke dalam ruang latihan untuk menemui Henry . Saat sudah berhasil membuka pintu dan melangkahkan kakinya ke dalam ruang latihan Michael langsung membelalakan kedua matanya dengan tiba-tiba .


"Tuan muda apa yang ......


 


Bersambung


Jangan lupa Vote dan Ratting setelah membaca , Terima kasih kakak-kakak.


Love you all .


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2