
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.
Terima Kasih.
Semua pelayan yang ada di kediaman Alfredo nampak senang ketika mendengar kabar dari Henry yang mengatakan kalau Ayara sudah tau dengan kehamilannya, mereka akhirnya bisa lega saat ini karena tak perlu harus was-was lagi karena sang nona sendiri sudah tau dengan kondisinya saat ini.
"Syukurlah kalau begitu, jadi nona bisa lebih hati-hati lagi sekarang,"
"Iya, jadi kita tak perlu was-was lagi kalau begini kedepannya,"
"Terima kasih semuanya yang penting saat ini aku mohon pada kalian untuk tetap ikut menjaga istri dan anakku," ucap Henry sambil tersenyum menyudahi meeting dadakannya dengan para pelayan di kediaman sang mertua yang kini akan ia tempati bersama Ayara.
"Tentu tuan, kami akan ikut menjaga nona dan bayinya. Anda tak usah khawatir," jawab semua pelayan kompak.
Semua ornag yang ada dirumah besar itu nampak sangat bahagia, dan hanya ada satu orang yang nampak tidak senang ketika mendengar perkataan Henry dan orang itu adalah Cecar yang sedang berdiri di sebuah tiang yang menghubungkan ruang tamu dan ruang makan di kediaman Alfredo.
"Heiii...apa yang kau lakukan disini? apakah kau tak senang sebentar lagi nona mu akan punya bayi?" tanya Michael pelan sambil merangkul Cecar dengan tiba-tiba.
"Tentu saja aku senang, itu artinya aku akan punya mainan baru," jawab Cecar dengan cepat tanpa rasa bersalah.
Setelah berkata seperti itu Cecar kemudian masuk kedalam kamarnya untuk bermain game kembali, sementara itu Michael nampak membuka mulutnya lebar tak percaya mendengar perkataan Cecar yang menyebut anak Henry dan Ayara sebagai mainan. Ia kemudian berlari menyusul Cecar menuju ke dalam kamar dengan cepat.
"Apa kau tidak takut dengan Tuan Henry?" tanya Michael dengan cepat ketika melihat Cecar sedang menyalakan komputernya.
"Takut kenapa?" tanya balik Cecar polos tanpa rasa bersalah sambil bersiap memasang headphone di kepalanya.
__ADS_1
"Tadi kau menyebut bayi nona Ayara dan tuan Henry dengan sebutan mainan, memangnya mereka akan suka ketika kau menyebut anaknya sebagai mainan," sahut Michael dengan suara meninggi.
"Untuk apa aku takut pada tuanmu, majikanku adalah nona bos dan selama nona bos tidak marah padaku tak ada hal yang perlu aku takutkan di dunia ini. Lagipula Tuan mu itu saja takut pada nona bosku, lalu kenapa aku harus takut padanya. Kau ini aneh Michey Mouse," jawab Cecar tanpa rasa bersalah.
Mendengar perkataan Cecar membuat emosi Michael naik, ia hampir saja mengangkat tangannya kearah sesar dan melayangkan nya ke arah kepala Cecar Kalau tidak ada tangan yang menahan gerakannya, kedua matanya yang sudah berapi-api langsung meredup ketika melihat sang empunya tangan yang menahan tindakannya itu.
"Sudahlah Mike,untuk apa kau berdebat dengannya," ucap Henry pelan sambil tersenyum, rupanya ia sudah ada di kamar itu sejak tadi dan mendengar semua pembicaraan Cecar dan Michael dari awal
"Yapi Tuan dia sudah kelewatan, beraninya dia menyebut anak anda sebagai mainan. Itu sungguh sangat tidak sopan," sahut Michael kesal.
"Dia masih anak-anak Mike, untuk apa kau berdebat dengannya. Kalau kau berdebat dengannya itu artinya kau sama saja seperti dirinya," celetuk Henry lirih sambil menepuk-nepuk pundak Michael mencoba untuk menenangkan Michael.
"Wah anda ini terlalu baik padanya Tuan, aku benar-benar tidak habis fikir," sengit Michael kesal.
Henry hanya tersenyum mendengar perkataan Michael, ia tahu kalau sang tangan kanannya itu sedang marah kepada dirinya karena melarangnya untuk memberikan pelajaran kepada Cecar. Henry tau kalau yang dikatakan Cecar tidaklah sebuah keseriusan karena ia tahu siapa Cecar sebenarnya, Cecar hanyalah seorang anak remaja yang tak pernah mengenyam bangku pendidikan dengan layak sehingga semua perkataannya terdengar sangat sembrono dan tidak dipikirkan dua kali. Namun ia tau kalau Cecar adalah anak yang baik makanya ia tak marah pada Cecar.
"Ada apa?" tanya Michael malas, ia sudah tak mood membahas Cecar.
"Itu lihatlah, bukankah game yang baru saja dimainkan oleh Cecar adalah game yang sering kau mainkan?" tanya balik Henry dengan cepat.
Michael kemudian menoleh kearah komputer di mana Cecar baru saja memenangkan sebuah pertandingan dalam game battle royal yang merupakan game terbaik saat ini, game itu adalah sebuah game yang sering dimainkan oleh Michael bersama teman-temannya. Dimana ia tak pernah memenangkan pertandingan dalam game itu satu kalipun walau ia sudah tergabung dalam sebuah tim yang mempunyai anggota cukup hebat, namun kali ini ia melihat dengan jelas bagaimana Cevar yang bermain seorang diri namun bisa mengalahkan musuhnya dalam waktu kurang dari lima menit dan berhasil membantai sekitar tiga puluh pemain lainnya.
"Kenapa kau diam Mike, bukan kah itu game yang sering membuatmu bangun siang dan terlambat bekerja bukan," tanya Henry kembali.
Alih-alih menjawab pertanyaan sang tuan Michael justru langsung berjalan menuju ke tempat Cecar saat ia melihat id yang baru saja digunakan oleh Cecar untuk bermain game, kedua matanya langsung terbuka lebar saat membaca nama yang muncul di layar monitor.
__ADS_1
"J-jadi kau adalah pangeran bertopeng sang pemain nomor dua dunia dalam game ini Cecar," ucap Michael tak percaya saat melihat id game Cecar
"Yes, its me," jawab Cecar santai sambil kembali masuk dalam permainan.
"Kalau kau adalah pangeran bertopeng sang pemain nomor 2 dunia, lalu sailor moon yang merupakan pemain nomor satu dunia adalah..."
"Nona bos," jawab Cecar dengan cepat.
Glek, Michael menelan salivanya mendengar perkataan Cecar.
Ia tak percaya dan merasa seperti bermimpi saat tau siapa pemain tak terkalahkan dalam game battle royal yang sering ia mainkan selama ini, kedua pemain level tinggi yang dipuja semua orang dan memiliki banyak penggemar di seluruh dunia dikalangan pemain game batlte royal itu.
"Kalau kau tak percaya tanya saja kepada nona bosku atau bermainlah dengannya, namun jangan kaget kalau kau akan kalah dalam waktu 2 menit saja saat melawan nona bos ku itu," ucap Cecar dengan tersenyum tanpa menoleh kearah Michael yang sedang berdiri di sampingnya tanpa suara.
Perkataan Cecar membuat Michael kembali ke dalam alam nyata, ia langsung sadar kalau apa yang baru saja ia dengar bukanlah sebuah mimpi ataupun khayalan. Tak lama kemudian ia berlari keluar dari kamar Cecar dan berjalan menuju anak tangga yang kemudian membuat Henry bingung, ia kemudian menyusul Michael yang pergi ke kamar Ayara sang istri. Sesampainya dilantai dua Henry semakin kaget saat melihat apa yang Michael lakukan.
"Apa yang kau lakukan Mike?" tanya Henry bingung saat melihat Michael berlutut didepan pintu.
"Master sailormoon tolong angkat aku jadi murid mu dalam game itu, biarkan aku menjadi tanganmu master," ucap Michael keras sambil mengangkat kedua tangannya.
🌼bersambung 🌼
🍀 🍀 Sedikit demi sedikit rahasia Ayara terbuka, Henry akan sadar kalau istrinya bukan wanita biasa. Akankah ia tau kalau orang yang menolongnya di Busan adalah Ayara?
Terus baca bodyguard cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.
__ADS_1
Jangan lupa Vote, ratting dan like.
Bantu vote untuk mendukung author lebih rajin update