Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Tiger in action


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2.


Terima kasih.


Bandar Udara Dublin ~bahasa Irlandia\= Aerfort Bhaile Átha Cliath


Ayara yang masih menggunakan makeup dan hiasan rambut nampak sedang memeluk baby Ace, ia masih sangat rindu pada adik tersayangnya dan belum siap untuk berpisah dengan bayi tampan berambut hitam seperti dirinya itu.


"Ace tinggal ya, Ace sama kakak ya,"


"Mau kan sayang, mau ya ya ya..."


"Aarrggghhh gemasss... gigit ya gigitt..."


"Ini pipi ya Ace, ini pipi apa bakpao kenapa tiba-tiba kakak lapar sekali Ace,"


Ayara mengajak bicara sang adik yang ada di pangkuannya, baby Ace pun hanya tertawa dan menjerit kegirangan saat digoda oleh sang kakak. Bayi itu seolah tau cara menghangatkan suasana, mendengar tawanya yang nyaring saja semua orang yang ada didekatnya bisa tersenyum.


Raisa memberikan kesempatan pada putrinya untuk bermain dengan sang adik sebelum berangkat, ia duduk disamping Alfredo yang sedang terlibat pembicaraan serius dengan Henry dan Cecar sang tangan kanan Ayara.


"Sebenarnya cara yang kita pilih ini sangat ekstrim, tapi ini adalah satu-satunya jalan yang bisa kita lakukan untuk kebaikan Ayara dan Ace," ucap Alfedro pelan sambil melirik ke arah Ayara yang sedang menggigit tangan baby Ace yang mirip roti sobek.


"Daddy tenang saja aku akan menjaga Ayara dengan baik," jawab Henry pelan.


"Aku percaya padamu," sahut lembut.


Tak lama kemudian terdengar suara petugas bandara yang meminta Alfedro dan keluarga untuk segera masuk ke dalam pesawat, karena pesawat jet mereka akan segera lepas landas. Walaupun mereka menggunakan pesawat jet pribadi namun tetap saja keberangkatan mereka sudah di atur oleh petugas untuk menghindari hal yang tak diinginkan jika pesawat mereka take off, Ayara terlihat sangat berat ketika melepaskan sang adik dari pelukannya. Hampir semua bagian wajah baby Ace terkena lipstik Ayara, namun ia belum puas untuk melepas rindu pada adiknya padahal mereka baru berpisah satu minggu.


"Kenapa Ace tidak ditinggal saja mom, Yara masih rindu pada Ace," ucap Ayara merengek pada sang ibu agar mau meninggalkan adiknya.


"Yara sudah menikah, mommy tak mungkin meninggalkan Ace bersama Yara. Yara harus urus suami Yara dengan baik, jadilah istri yang baik untuk Henry sayang," jawab Raisa pelan dengan mata berkaca-kaca sambil meraba wajah Ayara.


"Henry pasti mengijinkan Yara kalau Ace tinggal bersama kami mom...


"Kalau Ace ikut Yara, lalu kami sama siapa sayang?" tanya Alfredo pelan tiba-tiba datang ke arah mereka bertiga.

__ADS_1


"Daddy dan mommy buat adik lagi untukku," jawab Ayara tanpa rasa bersalah.


"Kami tak mungkin melakukan itu sayang, yang bisa kami tunggu adalah kau dan Henry memberikan mommy dan daddy cucu yang menggemaskan," ucap Raisa pelan menggoda Ayara.


"Mooommmy......!!!!" jerit Ayara kaget


Raisa dan Alfedro tertawa melihat ekspresi Ayara, begitupula dengan Henry dan Cecar yang berdiri tak jauh dari mereka. Karena petugas memanggil mereka untuk yang kedua kalinya akhirnya Alfredo dan Raisa berpamitan pada Ayara dan Henry mereka bergantian memeluk sepasang pengantin baru itu dengan erat, Raisa terlihat sangat enggan sekali melepaskan pelukannya dari tubuh Ayara begitupula dengan Ayara. Ia merasa kalau perpisahan kali ini terasa sangat berbeda, entah mengapa ia merasa ada yang aneh dengan perpisahannya dengan sang orang tua kali ini.


"Ingat satu hal Yara, mommy akan selalu menyayangimu sampai kapanpun. Mommy dan daddy akan selalu ada di dalam sini," ucap Raisa pelan sambil menyentuh dada Ayara.


"Tentu saja, Yara juga sayang kalian..hikss... hati-hati mom dad...sampai di Sevilla kabari aku," jawab Ayara terbata.


"Pasti sayang, ya sudah kalau begitu kami berangkat ya. Jaga dirimu baik-baik nak," bisik Alfedro lembut sambil memberikan kecupan di kening Ayara penuh kasih.


Raisa memeluk Henry kembali dan menepuk pundak Cecar tersenyum penuh arti, Cecar pun membalas dengan sebuah anggukan kecil merespon senyum sang nyonya.


Tak lama kemudian Alfredo mengajak Raisa yang menggendong baby Ace berjalan menuju landasan, mereka harus segera terbang karena jadwal pesawat untuk take off tinggal lima menit lagi. Ayara masih berdiri di ruang tunggu VIP, ia bersandar pada kaca melihat kedua orang tuanya berjalan menuju ke pesawat jet.


"Kenapa hatiku merasa sangat gelisah, apa yang sebenarnya terjadi dengan diriku. Perasaan apa ini Tuhan," ucap Ayara lirih sambil meraba kaca yang ada dihadapannya.


"Henry...


"Kau istriku, jadi kau tak perlu malu," jawab Henry dengan cepat.


Mendengar perkataan Henry membuat wajah Ayara memanas, setelah sah mendapatkan gelar sebagai istri semua tubuhnya memang sudah menjadi milik Henry. Namun tetap saja ia masih merasa sungkan jika berdekatan dengan Henry, tubuhnya masih memberikan sinyal penolakan saat Henry mendekatinya.


"See u again mom, dad and my love Ace," ucap Ayara lirih saat melihat pesawat jet milik sang daddy lepas landas.


"Mommy dan daddy punya kehidupan sendiri sayang, begitu juga dengan kita berdua," bisik Henry lembut sambil melingkarkan tangannya ke perut Ayara.


"Henry...ini tempat umum jangan begitu," sahut Ayara tergagap sambil berusaha melepaskan tangan Henry dari perutnya.


"Biarkan aku memelukmu sebentar saja," pinta Henry dengan cepat sambil mengeratkan pelukannya.


Gerakan tangan Ayara untuk melepaskan tangan Henry sontak terhenti, ia pun membiarkan suaminya memeluk dirinya di tempat itu. Ayara berusaha menahan rasa malunya dan membiarkan sang suami bersandar pada dirinya, sementara itu Cecar terlihat sibuk berbicara dengan seseorang melalui earphone yang terangkut di telinganya. Matanya masih fokus menatap layar laptop yang masih terhubung dengan beberapa orang, tak lama kemudian sebuah senyum tersungging di wajah Cecar saat berhasil melakukan pekerjaannya.

__ADS_1


Ia lalu bangun dari kursinya dan berjalan mendekati Henry yang masih memeluk Ayara didekat kaca, Henry lalu melepaskan tangannya dari tubuh Ayara dan mengajak sang istri untuk pulang ke rumah sesaat setelah Cecar selesai dengan pekerjaannya.


Di dalam mobil dalam perjalanan pulang Ayara tak berkata apapun, ia masih tenggelam dalam fikirannya. Baru tadi pagi ia bertemu dan memeluk orangtua dan adiknya, namun malam ini ia harus berpisah lagi dengan keluarganya itu. Rasanya terlalu cepat bagi Ayara untuk berpisah kembali dengan orang-orang yang ia cintai itu.


"Oh ya Cecar, aku sudah menyiapkan apartemen untukmu. Jadi kau tak perlu ikut kami pulang," ucap Henry pelan memecahkan keheningan.


"Benarkah tuan?? wahhh baguslah kalau begitu aku jadi tak perlu ke tempat kalian, aku tak mau jadi nyamuk penganggu," pekik Cecar penuh semangat.


"Kenapa Cecar harus tinggal terpisah? dia kan masih baru di sini dan belum kenal siapapun, bukankah lebih baik kalau dia tinggal bersama kita dulu selama beberapa hari ya,"


sahut Ayara tergagap.


"Dia sudah dewasa dan bukan anak kecil jadi dia bisa tinggal sendiri sayang, lagipula dia tadi sudah bilang tak mau menganggu kita sayang," jawab Henry pelan sambil menggeser posisi duduknya mendekati Ayara.


Ayara yang merasakan bahaya langsung tersadar, sesaat ketika Henry hampir mencapai tempat duduknya Ayara bangun dan langsung berpindah didekat tempat duduk Cecar yang ada dihadapannya.


"Cecar please save me from that tiger, I'm afraid Cecar," ucap Ayara lirih mencoba meminta pertolongan pada Cecar.


"Bos, aku hanya kelinci. Mana mungkin aku melawan harimau, sana hadapi sendiri harimaumu," jawab Cecar pelan sambil berusaha melepaskan tangan Ayara yang mencengangkan lengannya.


"Cecar....


"I'm sorry boss...


🌼 Bersambung 🌼


VOTE VOTE


VOTE VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2