Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
The little one


__ADS_3

Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.


Terima Kasih.


Henry langsung tergagap mendengar perkataan Ayara, ia tak menyangka kalau istrinya itu akan membahas perkataannya tadi pagi saat ia sedang terbawa emosi.


"Sayang...aku tak bermaksud untuk..."


"Tapi kau mengatakan akan menceraikan aku tadi pagi, kau akan meninggalkan aku sendirian dengan anak ini... bagaimana aku bisa.."


Ayara tak bisa menyelesaikan perkataannya karena Henry langsung memeluknya dengan erat, tak lama kemudian terdengar suara isak tangis lebih dari Henry yang sedang memeluk Ayara.


"A-aku tak akan meninggalkanmu, aku tak akan mungkin meninggalkanmu sayang. Aku mohon jangan bicara seperti itu, aku tak bisa hidup tanpamu," ucap Henry tergagap dengan suara parau, ia meneteskan air mata saat bicara seperti itu.


"Bukankah kau yang mengatakan itu padaku tadi pagi?" tanya Ayara bingung.


Henry langsung melepaskan pelukannya dan menatap Ayara tajam tanpa berkedip dengan mata berkaca-kaca penuh penyesalan.


"Ini salahku, semua salahku. Aku yang bersalah tak bisa menjaga lisanku, aku terlalu gegabah sampai mengeluarkan kata-kata yang mengerikan seperti itu. Dan aku minta maaf untuk itu, maafkan aku sayang. Aku mohon maafkan aku, lupakan perkataan mengerikan itu," ucap Henry lirih dengan suara bergetar, dari kedua matanya mengalirkan tetesan air bening yang membasahi wajah tampannya.


Ayara hanya diam mendengar perkataan sang suami, ia masih memproses kata-kata Henry yang masih barusan ia dengar.


"Maafkan aku...please..."


"Berapa kali kau akan meminta maaf jika suatu saat kau membuat luka yang sama?" tanya Ayara pelan memotong perkataan Henry.


"Tidak aku tak akan mengulangi lagi, aku minta maaf. Aku juga mengutuk diriku sendiri yang sudah berkata seperti itu padamu tadi pagi..."


"Seandainya aku tak hamil...seandainya tak ada bayimu di dalam diriku apa kau akan berkata seperti ini?"tanya Ayara kembali.


Henry kembali memeluk Ayara dengan erat, detak jantungnya terasa sangat cepat sekali saat memeluk Ayara dan Ayara bisa merasakannya karena tubuh mereka menempel dengan erat. Getaran tubuh Henry pun bisa Ayara rasakan saat ini, tubuh gemetaran Henry karena menangis penuh penyesalan. Saat Ayara akan membuka mulut Henry tiba-tiba melepaskan pelukannya dan langsung turun dari ranjang lalu berlutut tepat dibawah Ayara.


"Maafkan aku, aku bersalah. Aku siap kau hukum apapun asal kau mau memaafkan aku yang bodoh ini sayang, maafkan aku yang tak bisa menjaga ucapanku," ucap Henry pelan sambil terisak.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan di bawah situ?" tanya Ayara bingung.


"Aku akan terus berlutut di sini sampai kau mau memaafkan aku, aku tak tahu harus dengan cara apa meminta maaf padamu yang pasti aku benar-benar menyesal sudah berkata seperti itu. Seandainya aku bisa memutar waktu lagi aku pasti tak akan mengatakan hal itu padamu," jawab Henry pelan sambil menunduk, ia belum mau menatap Ayara yang duduk di atas ranjang.


"Bangunlah jangan seperti itu, aku tak suka melihatmu berlutut seperti itu kau bukan budak ataupun..."


"Aku tak akan bangun dari sini sebelum kau memaafkan aku," ucap Henry dengan cepat memotong perkataan Ayara.


"Daddy...bangun Daddy.." pinta Ayara lirih.


Deg


Deg


Deg


Jantung Henry yang sudah berpacu sangat cepat kini kecepatannya naik dua kali lipat, setelah mendengar perkataan terakhir Ayara yang menyebut Daddy kepada dirinya. Wajahnya yang menunduk langsung terangkat dan menatap Ayara yang sedang tersenyum kearahnya.


"Apa... apa... apa yang baru saja kau katakan sayang?" tanya Henry terbata-bata.


Tanpa pikir panjang Henry langsung bangun dari lantai dan menubruk Ayara yang ada di ranjang, ia lalu memeluk istrinya dengan sangat erat sambil berurai air mata sehingga membuat Ayara sedikit kesulitan bernafas karena Henry memeluknya dengan sekuat tenaga. Sampai akhirnya ia menepuk-nepuk punggung Henry untuk melepaskan pelukannya.


"Maaf maaf maaf aku tak sengaja, kau tak apa-apa kan sayang?" tanya Henry panik.


"Tenagamu kuat sekali aku sulit bernafas," jawab Ayara pelan sesaat setelah ia menarik nafas panjang.


"Maafkan aku...maafkan aku...aku tak akan mengulanginya lagi," pinta Henry pelan dengan mata penuh harap.


"Iya Daddy iya," jawab Ayara singkat.


"Coba ulangi.." pinta Henry kembali dengan cepat, kedua matanya langsung berbinar-binar saat mendengar Ayara mengucapkan kata Daddy lagi.


"Ulangi apa?" tanya Ayara pura-pura bodoh.

__ADS_1


"Yang barusan kau katakan, ayo ulangi lagi aku mau mendengarnya," jawab Henry memaksa.


"Apa si aku tak mengerti, sudah sana pergi aku mau tidur," ucap Ayara ketus mengusir Henry pura-pura marah sambil menarik selimut mencoba untuk menutupi tubuhnya.


Karena Ayara tak mau melakukan apa yang ia pinta, Henry kemudian menarik selimut yang dipegang Ayara dan langsung menyerbu Ayara dengan menggelitik pinggangnya yang langsung membuat Ayara tertawa terbahak-bahak karena geli.


"Stop ha ha stoppp..."


"Cepat ulangi tadi bilang apa, aku mau dengar ,"


"Henry .."


"Cepat ulangi..." pinta Henry untuk kesekian kali.


"Ampun Daddy ampunnn...jangan lagi kami lelah tertawa seperti ini," jawab Ayara dengan cepat sambil terbata-bata.


Henry langsung menghentikan kegiatannya dan memeluk perut Ayara, ia katakan kepalanya di perut Ayara dengan perlahan.


"Sorry little one, grow well in there. We are patiently waiting to meet you litte one," bisik Henry pelan di perut Ayara.


"Yes Daddy," jawab Ayara lirih.


Mendengar jawaban Ayara membuat Henry tersenyum lebar, ia lalu mencium perut Ayara berkali-kali dengan lembut karena tak mau menyakiti anaknya. Melihat perubahan sikap Henry membuat Ayara tersenyum, ia tak tau harus bahagia atau sedih saat ini. separuh jiwanya masih bergolak karena belum bisa menerima kehadiran malaikat kecil di dalam perutnya, namun setengah jiwanya yang lain merasa bahagia dengan kondisinya saat ini.


"Apakah aku bisa mendidik anakku nanti tanpa bantuanmu mom, aku takut gagal. Aku butuh bantuanmu mom...aku takut tak bisa menjadi seorang ibu yang baik sepertimu," ucap Ayara dalam hati, kedua matanya tiba-tiba berkaca-kaca mengingat sang ibu.


🌼bersambung 🌼


🍀 🍀 Ketakutan seorang perempuan yang akan menjadi ibu karena ia merasa tak mampu untuk mendidik anaknya, menjalani masa kecil tanpa kasih sayang seorang ayah membuatnya takut menjadi ibu yang baik. Akankah Henry menceritakan kebenarannya mengenai kedua orang tua Ayara?


penasaran?


Terus baca bodyguard cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.

__ADS_1


Jangan lupa Vote, ratting dan like.


Bantu vote untuk mendukung author lebih rajin update


__ADS_2