Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Perasaan sesama wanita


__ADS_3

Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Ayara pergi dengan cepat menjauhi toko Gucci di mana ia secara tak sengaja bertemu Isabel dan Ryan, pada awalnya ia tak begitu peduli dengan Isabel akan tetapi ketika ia melihat Ryan rasa penasaran di dalam hatinya pun menggelitik. Bagaimana bisa satu wanita menjalin hubungan dengan dua orang pria sekaligus, apalagi dua pria itu adalah rival yang sudah bertahun-tahun pertanyaan itulah yang saat ini memenuhi kepala Ayara.


"Hanya ada dua kemungkinan yang pertama dia benar-benar wanita murahan atau yang kedua dia adalah dalang di antara pertengkaran mereka berdua, akan tetapi jika memang benar Isabel adalah dalang dari pertengkaran Ryan dan Henry maka kedua pria itu adalah pria yang paling bodoh di alam semesta ini." Ucap Ayara dalam hati.


Saat Ayara akan keluar dari mall langkahnya terhenti ketika melihat sebuah mobil Lamborghini yang sangat ia kenal berhenti di lobby, tak lama kemudian si empunya mobil pun keluar dengan cepat menuju ke dalam mall dengan memegang ponsel di tangannya dan terlihat sangat panik.


Ayara tersenyum tipis melihat si pengemudi mobil mahal itu yang tak lain adalah Henry, dugaannya ternyata benar Isabel pasti menghubungi Henry setelah bertengkar dengan Ryan. Karena tak mau melihat Henry dan Isabel di dalam ayara kemudian meneruskan langkahnya menuju ke parkiran mobil, ia memutuskan untuk segera pulang ke apartemen sebelum nanti malam kembali ke kediaman Henry.


"Selidiki kebenarannya Josh, aku ingin tahu secara detail."


"Kuberi waktu kau 1 kali 24 jam untuk menyelidiki ada hubungan apa antara Israel dan Henry."


"Ok aku pulang sekarang."


Ayara menghentikan langkahnya ketika mendengar mendengar suara Ryan sedang berbicara dengan seseorang melalui ponselnya, ia pun langsung bersembunyi di balik dinding di antara mobil-mobil yang terparkir sambil terus menatap kearah Ryan yang terlihat sangat marah. Samar-samar dia masih mendengar percakapan Ryan dengan seseorang di telepon, tak lama kemudian Ryan pun mengakhiri panggilan teleponnya dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam jaket lalu masuk ke dalam mobil yang sudah dipanaskan sebelumnya.


Ayara keluar dari persembunyiannya ketika mobil mahal milik Ryan melaju dengan cepat meninggalkan area parkir, dia menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya pelan melihat apa yang dilakukan oleh mantan bosnya itu.


"Melihat tingkah kedua orang itu membuatku merasa bangga terlahir sebagai perempuan, sehebat apapun seorang laki-laki nyatanya mereka takluk juga di tangan perempuan. Mmmm....sepertinya aku aku harus belajar banyak kepada Isabel kedepannya." Ucap Ayara lirih sambil tersenyum di dalam mobil mahalnya, ia kemudian memacu mobil mewahnya meninggalkan area parkir untuk kembali ke apartemennya.


Suara tangisan seorang wanita terdengar sangat jelas dari sebuah rumah mewah yang baru dihuni sekitar empat hari yang lalu, nampak di ruang tamu seorang gadis tengah dipeluk oleh seorang pria tampan yang sedang berusaha membuatnya tenang.


"Kalau kau terus menangis seperti ini bagaimana aku bisa mencari jalan keluarnya honey." Ucap Henry berulang-ulang sambil berusaha menenangkan Isabel yang terus menangis sejak ia jemput dari mall.


"Harga diriku direndahkan oleh wanita lain bagaimana aku tidak menangis Henry, kau harus mencari wanita itu dan membuatnya merangkak di kakiku untuk meminta maaf. Aku belum tenang jika wanita itu belum minta maaf kepadaku..hiks hiks hiks.." Jawab Isabel dengan terbata-bata.


"Iya aku tahu, kau sudah mengatakannya berkali-kali kepadaku. Aku akan mencarinya dengan semua cara agar menemukan wanita itu, jadi tetapi sekarang kau jangan menangis lagi ya. Lihatlah kedua matamu ini sudah sangat bengkak seperti itu, apa kau tak sayang dengan dirimu sendiri?" Tanya Henry pada Isabel.


Tangis Isabel bukannya berhenti akan tetapi justru terdengar makin keras ketika Henry selesai bicara, dia terlihat sangat kesal karena Henry justru menakut-nakutinya. Sementara itu di lantai dua Ayara dan Michael nampak menutup telinganya karena merasa terganggu setelah mendengar suara tangisan Isabela yang terdengar sampai ke lantai dua.


"Gendang telingaku bisa pecah kalau seperti ini terus." Ucap Ayara jengkel sambil menatap ke lantai satu di mana Henry sedang memeluk Isabel.


"Kau baru satu jam mendengarnya Arial, aku yang sudah hampir tiga jam mendengar tangisannya saja tak ada masalah." Sahut Michael pelan mencibir Ayara.

__ADS_1


"Kalau kau tak ada masalah ketika mendengar suara tangisannya itu, lalu kenapa sekarang kau menutup kedua telinganya seperti itu Mike?" Tanya Ayara penuh emosi.


"Tapi lama-lama telingaku sakit juga Arial he he he."Jawab Michael tanpa rasa bersalah.


Ayara terdiam mendengar perkataan Michael, ia kembali meneruskan makan malamnya yang terpaksa ia bawa ke lantai dua karena sangat tidak nyaman menikmati makan malam di ruang makan dengan dibarengi suara tangisan Isabel yang memekakkan telinganya. Saat Ayara datang ke rumah Henry satu jam yang lalu ia sempat kaget ketika melihat keberadaan Isabel, walau sebenarnya ia sudah menebak kalau Isabel akan menghubungi Henry tapi ia tidak menduga kalau Henry akan mengajaknya pulang ke rumah.


"Arial ajak aku ke tempat kopi kemarin kau pergi." Ucap Michael tiba-tiba sambil meletakkan sendok dan garpu nya di atas piring.


"Ke tempat kopi ?maksudmu apa?" Tanya Ayara bingung sambil memasukkan potongan ayam bakar ke dalam mulutnya.


"Bukankah kemarin kau pergi membeli kopi di sebuah kedai yang letaknya tidak jauh dari sini, ga sudah ayo kita pergi ke sana. Aku bisa gila kalau terus menerus mendengar suara tangisan Isabel seperti ini." Jawab Michael dengan cepat sambil menyapu mulutnya menggunakan sapu tangan.


"Tapi aku belum selesai makan mike." Sahut Ayara cepat.


"Kau ini dari tadi makan tidak selesai memangnya kau anak kecil!! makan ayam bakar saja butuh waktu yang sangat lama seperti itu, ya sudah tinggalkan saja makanmu nanti kita cari makanan lagi di sana kalau kau masih lapar." Ucap Michael datar sambil menarik tangan Ayara yang akan memotong ayam bakar kembali.


Prank


Suara garpu Ayara terdengar dengan nyaring saat jatuh mengenai piring yang ada di hadapannya ketika ia ditarik oleh Michael.


"Mike lihat itu berantakan." Teriak Ayara dengan keras ketika melihat meja tempatnya makan kini sudah berserakan dengan potongan ayam bakar yang terjatuh di lantai.


Ayara pun terpaksa mengikuti kemauan Michael, padahal ia masih ingin menikmati ayam bakar yang sudah dibuat oleh pelayan. Dengan menggunakan mobil Michael mengajak Ayara pergi ke tempat kopi di mana Ayara pernah pergi sebelumnya, karena jaraknya yang dekat mereka hanya membutuhkan waktu lima belas menit saja untuk mencapai ke tempat kedai kopi yang dimaksud.


Saat turun dari mobil Michael nampak terkejut ketika melihat pemandangan yang ada di depannya, pasalnya kedai kopi itu sangat penuh dengan muda-mudi yang sedang nongkrong bersama sambil menikmati kopi yang sudah dipesan sebelumnya.


"Kenapa seramai ini Arial." Bisik Michael kepada Ayara.


"Kan aku sudah bilang tempat ini sangat penuh, kenapa kemarin kau tak percaya padaku." Jawab Ayara dengan cepat sambil melirik tajam ke arah Michael.


"Pantas Starbuck sekarang sepi ...


"Tentu saja!!! bagi mereka yang penting bisa minum kopi dan tempatnya nyaman, tak penting dengan harga. Ya sudah ayo masuk Mike." Ucap Ayara cepat memotong perkataan Michael yang masih terpesona melihat tempat kedai kopi kekinian yang ada dihadapannya.


Ayara kemudian masuk ke dalam kedai untuk memesan kopi yang menjadi favoritnya saat ini, kopi jahe gula aren. Dulu ia hanya mengenal kopi Starbuck saja akan tetapi setelah tau kalau dijakarta banyak macam-macam kopi kekinian ia akhirnya jatuh cinta pada kopi jahe gula aren yang belum pernah ia temukan di Jepang ataupun di Inggris.

__ADS_1


Michael nampak sangat menikmati kopi jahe gula aren yang sudah dipesan oleh Ayara sebelumnya, ia pun langsung jatuh cinta kepada kopi yang dibuat oleh pengusaha asli Indonesia itu. Saat sedang santai menikmati kopi di gelas yang ada di depannya tiba-tiba Ayara dikagetkan dengan suara teriakan yang sangat memekakkan telinga dari arah jalan raya, ia langsung berlari kearah sumber suara bersama dengan semua orang yang ada di dalam kedelai itu termasuk Michael.


"Tolong.....tolong saya...tolong ...."


"Saya diperkosa pria itu tolonggg hiks hiks ..."


Ternyata yang berteriak minta tolong adalah seorang gadis yang pakaian sudah compang camping dengan bekas memar di kedua pipinya, dari pahanya terlihat darah segar mengalir.


Melihat itu darah Ayara berdesir, rasa amarahnya memuncak. Semua orang yang ada disana pun nampak berusaha menolong si gadis malang itu akan tetapi Ayara langsung menoleh ke arah seorang pria yang sudah ditangkap oleh beberapa orang lainnya, pria itu diduga sebagai pelaku pemerkosa si gadis malang.


Bug


Ayara melayangkan pukulannya kepada seorang pria yang memakai pakaian cukup rapi yang celana panjangnya belum selesai dikancingkan.


"Sabar sabar...jangan main hakim sendiri." Ucap seorang bapak berkumis yang sedang memegang tangan kanan si pria yang baru saja dipukul Ayara


"Sabar nak ...kita serahkan kasus ini ke pihak yang berwajib saja." Imbuh pria lainnya.


"Tapi lelaki ini sudah melakukan kejahatan pak." Jawab Ayara penuh emosi sambil bersiap melayangkan tinjunya kembali, akan tetapi ada tangan yang menahannya.


"Mike!!" Teriak Ayara jengkel ketika menyadari siapa yang menahannya.


"Sabar Arial ini bukan urusan kita, biarkan polisi yang mengurusnya." Ucap Michael lirih berusaha menenangkan Ayara.


"Mike...ini masalah kemanusiaan Mike." Sahut Ayara keras dengan mata berapi-api.


"I know but, biarkan polisi yang mengurusnya lagipula belum tentu pria ini pelakunya." Jawab Michael pelan sambil melirik ke arah pria yang baru saja menerima bogem mentah dari Ayara.


"Tapi Mike, lihatlah celananya ada bercak darah aku yakin itu adalah darah dari gadis itu." Pekik Ayara jengkel karena Michael menahannya.


"Arial.... dengar ini bukan urusan kita!!!" Bentak Michael dengan suara meninggi.


🌸Bersambung 🌸


Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.

__ADS_1


Terima kasih kakak-kakak.


Love u all...🌹🌹


__ADS_2