Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Senjata makan tuan


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2.


Terima kasih.


Ayara menggenggam note yang diberikan oleh Cecar dengan penuh emosi sebelum akhirnya ia buang ke tempat sampah, ia lalu kembali lagi ke kamar untuk mencari pakaian tidur kesayangannya. Setelah menobrak-abrik dua kopernya Ayara baru yakin bahwa Cecar benar-benar tak memasukkan piyama kanguru dan piyama kelincinya ke dalam koper, Cecar mengganti baju tidur Ayara dengan sebuah lingerie transparan berbentuk dress selutut berwarna peach yang jika dipakai maka padanan bra dan celana dalam bisa dilihat dengan jelas.


"Kau benar-benar cari mati denganku Cecar, memang kau kira aku mau pakai baju seperti ini apa!!! tunggu pembalasanku Cecar, arrrggggg..." pekik Ayara kesal, wajahnya memerah note yang ditulisakan oleh Cecar yang isinya mengucapkan selamat untuknya atas malam pertamanya dengan Henry. Lingerie tranparan yang sedang ia pegang ditangan kanannya pun nampak kusut karena ia menggenggamnya dengan sangat kuat.


Tanpa Ayara sadari rupanya Henry sudah ada didepan pintu kamarnya yang sudah rusak, ia melipat tangannya di dada melihat tajam ke arah Ayara yang hanya memakai handuk saja dengan tangan memegang sebuah baju tidur yang seksi.


"Kau tak hanya kejam pada para preman itu sayang, kau rupanya juga nakal ya," ucap Henry pelan menggoda Ayara, saat akan masuk kekamarnya Henry secara tak sengaja mendenagr teriakan Ayara oleh karena itu ia langsung ke kamar Ayara.


"Jangan asal bicara!!!i--ini bukan milikku, ini milik Cecar!!!" jerit Ayara salah tingkah sambil melempar lingerie yang ada ditangannya ke atas ranjang dengan wajah memerah.


Henry menahan tawanya sekuat tenaga melihat Ayara yang salah tingkah, dengan perlahan ia melangkah masuk ke dalam kamar Ayara dan berjalan menuju ranjang lalu meraih lingerie yang dibuang oleh Ayara sambil tersenyum.


"Kalau kau tak mau memakai baju ini ya sudah buang saja, jangan marah-marah seperti itu. Marah tak akan menyelesaikan masalah Yara," ucap Henry pelan sambil membuka lemari besar yang ada didalam kamar Ayara dan melempar baju tidur seksi itu kedalamnya dengan cepat.


"Aku marah karena Cecar...Cecar yang memasukkan baju itu!!" sahut Ayara tergagap mencoba membela diri.


"Ya sudah kalau begitu cari pakaianmu yang lain, memangnya kau mau tidur dengan handuk seperti itu. Kau tak takut kalau aku menyerangmu?" tanya Henry menggoda Ayara.


"Jangan gila Henry!!!" teriak Ayara dengan keras sambil mundur kebelakang dan mencengkram erat handuk yang melilit di tubuhnya.


Henry tertawa mendengar perkataan Ayara, ia lalu duduk diatas ranjang sambil meraih bantal dan memeluknya dengan erat.


"Ya sudah kalau begitu cari bajumu yang lain, setelah itu kita makan malam. Di bawah sudah ada berbagai daging steak yang enak dan...


"Aku tak punya baju tidur, sepertinya dua piyama tidur kesayanganku tak terbawa," ucap Ayara pelan memotong perkataan Henry dengan suara lirih yang hampir tak terdengar.

__ADS_1


Mendengar perktaan Ayara membuat Henry terdiam, ia lalu meletakkan bantal yang sedang ia peluk dan turun dari ranjang. Tanpa minta ijin dari Ayara yang sedang  berdiri didekat pintu kamar mandi Henry langsung membuka dan mencari pakaian tidur Ayara di dalam dua kopernya yang sudah berantakan, setelah mencari selama hampir dua menit Henry pun yakin bahwa Ayara memang tak punya baju tidur.


"Pakai pakaian dalammu dan tunggu disini aku akan memberikanmu pakaian tidur yang nyaman," ucap Henry pelan sambil memberikan sebuah tas kecil berisi pakaian dalam milik Ayara.


"Pakaian tidur apa?" tanya Ayara menahan malu saat meraih tas berisi amunisi utamanya dari tangan Henry.


"Tenang saja, yang jelas itu bukan lingerie," jawab Henry singkat, setelah berkata seperti itu ia berjalan keluar meninggalkan Ayara.


"Kau harus mati ditangku Cecar, lihat saja!!jangan panggil aku Ayara kalau tak bisa membuatmu menderita!!" ucap Ayara dalam hati menahan emosi.


Karena Henry sudah pergi Ayara kemudian masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaian dalam, ia membutuhkan waktu yang lama untuk memakai sepasang pakaian pelindung organ intimnya yang paling penting itu karena tangannya terluka. Setelah menahan sakit yang menggigit Ayara akhirnya bisa memakai bra sendiri tanpa bantuan siapapun, walaupun keringat dinginnya keluar semua saat memakai pelindung dadanya itu.


Tok


Tok


"Letakkan saja disitu lalu kau keluar, aku bisa...


"Kau istriku jangan malu, aku bukan orang lain Yara. Aku suamimu!!!" sahut Henry denagn cepat memotong perkataan Ayara.


Di dalam kamar mandi wajah Ayara memerah menahan marah, ia kesal sekali Henry selalu menyebutnya sebagai istri. Padahal ia belum benar-benar resmi menjadi Henry yang sah dimata hukum dan agama.


"Yara...


Ceklek


Ayara membuka pintu kamar mandi dengan terpaksa, tangan kanannya terulur keluar dengan terbuka. Henry yang sudah puas menggoda Ayata akhirnya tak tega, perlahan ia meletakkan baju tidur untuk Ayara ditangannya dengan hati-hati supaya tak jatuh. Begitu merasakan tangannya menggenggam sebuah kain Ayara langsung menarik tangannya kembali masuk ke dalam kamar mandi dengan cepat, ia sudah tak sabar ingin menelfon Cecar setelah memakai baju.


Saat menyadari pakaian yang ada ditangannya adalah sebuah kemeja putih milik Henry yang besar kemarahan Ayara kembali datang,ia bersiap untuk meledak kembali.Ia merasa kalau Henry juga sedang mengerjainya sama seperti Cecar. Saat akan membuka mulut tiba-tiba sebuah senyuman tersungging diwajah Ayara.

__ADS_1


"Ok Henry kalau ini maumu, jangan salahkan aku kalau aku membalasnya berkali lipat," ucap Ayara dalam hati. Setelah selesai memakai kemeja milik Henry yang oversize, Ayara menatap dirinya di cermin yang ada dikamar mandi sambil tersenyum.


Henry yang sedang merapikan baju-baju Ayara yang sudah ia acak-acak tadi terkejut saat melihat Ayara keluar dari kamar mandi, sepasang kaki jenjangnya yang tak tertutup apapun membuat sosok Ayara terlihat jauh lebih dewasa dari sebelumnya. Belum lagi dengan rambut sedikit basahnya yang terurai begitu saja membuat Ayara terlihat sangat menggoda.


"Ayo makan, aku lapar," ucap Ayara pelan.


"Kau...


"Kenapa, bukankah ini pakaian tidur pilihanmu. Aku kan hanya memakainya saja," sahut Ayara dengan cepat tanpa rasa bersalah.


"No..kau tak bisa memakai baju itu, tunggu aku akan mencarikan baju ganti!!!jangan berani keluar dari kamar ini sebelum aku memberikan pakaian ganti untukmu Yara,!!" pekik Henry tergagap, wajahnya memerah saat melihat Ayara hanya memakai kemeja putihnya.


Setelah berkata seperti itu Henry langsung berlari menuju kamarnya dengan jantung berdebar sangat cepat


"Aku bisa gila melihatmu seperti itu Yara," ucap Henry dalam hati sambil membuka lemari pakaiannya mencari t-shirt dan celana olah raga untuk Ayara dengan tangan gemetaran.


🌼 Bersambung 🌼


VOTE VOTE VOTE


VOTE VOTE VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2