
Minta vote ya kakak-kakak sayang , terima kasih .
🌹
🌹
Semua orang yang mendengar suara Ayara langsung terdiam dan menoleh kearah sumber suara di mana Ayara sedang berdiri di depan pintu dengan bingung , karena melihat para pelayan duduk di lantai sementara Ryan berdiri di hadapan mereka sambil berkacak pinggang .
"Kenapa tak ada yang menjawab pertanyaanku .?" Tanya Ayara kembali sambil menatap kearah para pelayan yang sedang menundukkan kepalanya ke lantai.
Alih-alih mendapat jawaban Ayara justru dikagetkan dengan Ryan yang tiba-tiba mencengkram tangannya dan menariknya keluar menuju taman yang ada di halaman belakang meninggalkan ruang tamu di rumah utama , sepanjang perjalanan menuju ke taman Ayara berteriak meminta dilepaskan oleh Ryan karena kesakitan . Pasalnya Ryan mencengkram tangan Ayara dengan keras dimana Ayara memakai gelang emas putih pemberian ibunya .
"Sakit...lepaskan aku ." Ucap Ayara sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Ryan yang sedang memegang tangan kanannya dengan kuat .
"Kau benar-benar menguji kesabaranku Ayara." Teriak Ryan sambil menarik dan mendorong Ayara jatuh ke tanah dengan kasar.
"Apa yang....
Bruk
Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya karena Ryan melempar tas ransel miliknya ke tanah yang baru saja dibawa oleh Joshua .
"Pergi dari rumahku sekarang juga dan ambil uang ini sebagai upahmu." Ucap Ryan sambil melempar satu gepok uang pecahan seratus ribu rupiah ke hadapan Ayara yang masih duduk di tanah .
Deg
__ADS_1
Deg
Jantung Ayara berdetak dengan kencang ketika melihat uang pecahan seratus ribu berhamburan di hadapannya , selama delapan belas tahun ia hidup di dunia belum pernah Ayara mendapatkan penghinaan seperti yang baru saja Ryan lakukan kepadanya .
Perlahan Ayara mengangkat wajahnya dan berusaha menatap ke arah Ryan yang sedang melihatnya dengan tatapan penuh kebencian .
"Kenapa , apa uang itu belum cukup untukmu ? baiklah ambil uang ini lagi ." Ucap Ryan sambil kembali merebut uang yang sedang dipegang oleh Joshua dan melemparkannya ke arah Ayara . Karena lemparan Ryan terlalu kuat uang itu akhirnya mengenai wajah Ayara .
Ayara kembali menunduk karena merasakan sakit di wajahnya yang baru saja terkena lemparan uang Ryan , wajahnya yang putih pun terlihat memerah . Ayara kemudian menarik nafas perlahan melalui hidungnya dan membuangnya lewat mulut mencoba untuk mengatur emosinya , Ayara bisa saja langsung memberikan pelajaran kepada Ryan saat ini juga , tapi ia menahan emosinya karena mengingat janji yang sudah ia ucapkan sebelumnya kepada Henry.
Setelah berhasil mengatur amarah yang bergejolak di dadanya , Ayara kemudian bangun dengan perlahan dan berjalan menuju tas ransel miliknya yang berada tak jauh dari tempatnya duduk . Ia kemudian memakai tas ransel miliknya yang kotor dan berjalan pelan menuju ke sebuah pintu yang ada di belakang taman tanpa berbicara meninggalkan Ryan dan Joshua berdiri.
Melihat Ayara pergi tanpa berkata satu katapun amarah Ryan kembali datang , dengan cepat ia berlari dan kembali mencengkram tangan Ayara yang sudah memerah akibat perbuatannya.
"Apa kau tak punya mulut Ayara." Bentak Ryan tepat di depan wajah Ayara.
"Ha ha ha kau benar-benar punya nyali yang besar Ayara , belum pernah ada orang yang berani menjawab ucapanku sepertimu ." Sahut Ryan dengan cepat.
"Kau ini sangat aneh , bukankah kau tadi yang bertanya padaku . Lalu kenapa kau sekarang berkata seperti ini ketika aku sudah menjawab pertanyaanmu ." Jawab Ayara tanpa rasa takut .
"Tuan stop !!!" teriak Joshua menghentikan Ryan yang sudah mengangkat tangannya ke udara untuk menampar Ayara yang sudah memejamkan kedua matanya bersiap menerima tamparan .
Ryan yang mendengar suara Joshua langsung sadar dan kembali menurunkan tangannya , ia lalu mendorong Ayara ke arah pintu dengan kasar sehingga membuat suara cukup keras di pintu kayu yang terkena tubuh Ayara .
"Pergi dari hadapanku sekarang juga dan jangan pernah tunjukkan mukamu itu di depan ku ." Ucap Ryan sambil membalikan tubuhnya dan bersiap pergi meninggalkan Ayara .
__ADS_1
"Dengan senang hati aku akan segera meninggalkan tempat ini dan bersyukur tak melihat pria mesum sepertimu lagi ." Sahut Ayara dengan suara keras sehingga membuat Ryan dan Joshua menghentikan langkahnya dengan seketika.
"Jangan kira aku bodoh sehingga aku tak tahu kalau kamar yang baru saja kau berikan kepada para pelayan wanita adalah kamar mesum mu bersama para wanita panggilan itu." Imbuh Ayara menambahkan perkataannya yang sebelumnya dengan lantang.
Mendengar perkataan Ayara membuat Ryan langsung membalikkan badannya kembali ke arah Ayara yang sedang berdiri menatapnya dari depan pintu .
"Kenapa... kau kira aku tak tahu kalau kamar yang baru saja kau berikan itu adalah kamar mesummu bersama para jalang-jalang mu itu hah ." Ucap Ayara tanpa rasa takut .
"Aku memang hanya seorang pelayan tapi setidaknya aku masih punya harga diri , daripada orang kaya sepertimu yang bisa melakukan apapun dengan menggunakan uangmu . Terima kasih atas kesempatan yang diberikan padaku untuk bisa bekerja disini aku harap aku juga tidak akan bertemu denganmu lagi di masa depan ." Imbuh Ayara dengan suara bergetar menahan emosi .
Setelah berbicara seperti itu Ayara kemudian meraih gagang pintu dan mendorongnya dengan cepat lalu keluar dari halaman belakang kediaman Ryan menuju ke jalan , meninggalkan Ryan dan Joshua yang masih berdiri di tempatnya tanpa berbicara apapun.
"Bagaimana ia tahu kalau kamar itu adalah bekas kamarku bercinta dengan para wanita itu Jhos .?" Tanya Ryan dengan lirih , ekor matanya menatap ke arah uang dua puluh juta yang sebelumnya ia lempar ke hadapan Ayara yang berhamburan di di rumput.
Deg
Dada Ryan terasa sakit dengan tiba-tiba ketika menatap uang miliknya yang kini berserakan di tanah.
"Joshua cepat kejar Ayara dan bawa ia kembali ke sini sekarang juga .!!" Pekik Ryan dengan panik.
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang lainya diantaranya :
Faith 2 The return of the prince
__ADS_1
Budayakan vote dan Ratting setelah baca , terima kasih .