Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Satu darah


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE


Henry melepaskan Ayara ketika merasakan tubuh istrinya hampir jatuh lunglai, ia pun semakin yakin kalau istrinya memang belum pernah tersentuh oleh lelaki manapun.


"Welcome to my world," bisik Henry pelan sambil memeluk tubuh Ayara yang sudah panas dengan erat.


"Lepaskan aku," pinta Ayara lirih.


"Aku mencintaimu Yara, aku sangat mencintaimu...


"Stop Henry jangan lakukan lagi, aku tak bisa Henry," ucap Ayara dengan nada meninggi sambil menahan tangan Henry yang kembali akan menyentuhnya lagi.


Henry tersenyum mendengar perkataan Ayara, ia lalu meraih wajah Ayara dan mencium keningnya penuh cinta.


"Menunggumu tiga tahun saja aku sanggup, apalagi menunggu satu hari lagi. Setelah datang bulanmu usai kau akan kujadikan milikku selama-lamanya Yara," bisik Henry pelan sambil melepaskan pelukannya dari Ayara dan segera berjalan menuju pintu keluar, ia tak bisa lama-lama ada didekat Ayara. Henry takut tak bisa mengontrol dirinya jika terus bersama Ayara yang sudah tak memakai bra seperti saat ini.


Setelah Henry keluar dari kamar gantinya Ayara langsung berlari ke pintu dan langsung menguncinya dengan cepat, keringat dingin mengucur diwajahnya akibat perbuatan Henry yang hanya beberapa menit itu.


"Cepatlah pakai baju sayang, aku tunggu dibawah. Owen sudah menunggu kita," ucap Henry pelan dari balik pintu.


"I--iya aku akan segera turun, aku pakai baju dulu," jawab Ayara terbata.


"Ok, aku turun sayang," sahut Henry kembali, tak lama kemudian terdengar suara sepatu Henry berjalan meninggalkan kamar Ayara.


Setelah memastikan Henry pergi Ayara kemudian berjalan menuju kaca besar yang tak jauh dari tempatnya berdiri, ia lalu menatap dirinya di pantulan kaca setelah melepaskan tangan yang menutupi dadanya. Ayara meringis saat menyentuh bekas kissmark yang dibuat oleh Henry di dada sebelah kirinya, bulu kuduknya seketika naik kembali saat mengingat apa yang dilakukan suaminya tadi.


"Henry jahat!!" umpat Ayara lirih, ia kemudian membasuh dadanya menggunakan air untuk membersihkan sisa saliva Henry yang tersisa ditubuhnya. Setelah memastikan dirinya bersih Ayara kemudian mengeringkan dengan handuk lalu kembali memakai bra yang tadi dilepas Henry, setelah itu ia memakai kaos model turtleneck yang melindungi lehernya.


Setelah memastikan tubuhnya tertutup dengan rapat Ayara kemudian meninggalkan kamarnya untuk menyusul sang suami yang sudah turun terlebih dahulu ke lantai satu menuju ke ruang kerja sang daddy, dimana Owen sudah berhasil membawa Tobby sang penghianat.


Plak

__ADS_1


"Jawab jujur," hardik Henry penuh emosi setelah melayangkan pukulannya diwajah Tobby yang duduk dilantai dengan tangan terborgol.


"Aku hanya membenci tuan Alfredo, dia terlalu pilih kasih. Oleh karena itu aku dengan senang hati membantu orang-orang itu yang ingin menyelakainya ha ha ha," jawab Tobby sambil tertawa lebar.


"Kenapa Tobby!! kenapa kau harus melakukan ini?! bukankah selama ini kami sudah baik padamu?" tanya Ayara dengan suara bergetar mengagetkan Henry, Tobby dan Owen yang tak menyadari kehadirannya sejak tadi.


"Well well well lihat siapa yang datang, rupanya anak manja tuan Alfedro tersayang yang datang," jawab Tobby mengejek Ayara, di mata semua bodyguard Ayara memang dikenal sebagai nona muda yang manja kepada orang tuanya.


"Jawab Tobby, kenapa kau harus berkhianat dari daddyku. Bukankah selama ini daddy sudah memperlakukanmu dengan baik ia bahkan tak pernah telat mengaji kalian,"hardik Ayara dengan suara meninggi.


"Kalian orang kaya tak pernah tau bagaimana kami hidup, sudah sepatutnya orang seperti kalian mati supaya adil ha ha ha," ucap Tobby sambil tertawa lebar.


Mendengar perkataan Tobby membuat emosi Ayara naik, ia lalu berbalik badan dan meraih sebuah pedang yang ada di atas meja yang ada di ruangan kerja sang daddy dan langsung mengarahkannya ke pundak Tobby dengan cepat tanpa sanggup ditahan oleh Henry dan Owen.


"Coba katakan lagi, tadi kau bilang apa!!!" hardik Ayara dengan suara meninggi sambil menatap tajam ke arah Tobby penuh kebencian.


"Memangnya salahku dimana, yang aku katakan tadi benar. Kalian orang kaya tak bisa selamanya hidup enak, seharusnya kalian membiarkan kami juga merasakan hidup bergelimang harta seperti kalian,"jawab Tobby tanpa rasa takut, padahal ada pegang yang siap membuatnya kehilangan nyawa.


"Kalau ada jalan instan kenapa harus bersusah payah, kau sendiri kenapa juga harus menikah dengan orang kaya. Kalau kau ingin tau rasanya jadi orang seperti aku kau harusnya menikah dengan orang miskin bukan orang kaya juga nona," sahut Tobby dengan lantang.


"Kau...


"Akh lagipula aku yakin pernikahan kalian hanyalah pernikahan bisnis saja, aku juga tak yakin kalau nona kaya sepertimu masih perawan saat menikah dengan suamimu itu!!" ucap Tobby memotong perkataan Ayara.


Deg


Kedua mata Ayara langsung membulat sempurna saat mendengar perkataan Tobby yang terakhir, emosinya benar-benar sudah tak tertahankan lagi. Dengan cepat ajaran menarik pedangnya membuat kuda-kuda seperti akan menyerang.


"Cepat tarik lagi kata-katamu Tobby," ucap Ayara dengan suara bergetar menahan marah.


"Sayang tenang jangan terpancing olehnya," bisik Henry pelan mencoba untuk menenangkan Ayara.

__ADS_1


"Ha ha ha sungguh manis sekali, nona muda lebih baik kau dengarkan suamimu dan pergilah dari hadapanku. Nikmatilah bulan madu kalian, lagipula bukankah seorang nona manja sepertimu hanya bisa berteriak keenakan saat sedang bercinta dengan...


Cress


Brukkk


Tubuh Tobby ambruk ke kiri setelah terkena sabetan pedang Ayara dalam sekali gerakan, Henry kaget melihat apa yang Ayara lakukan. Ia tak menyangka kalau istrinya akan berbuat sejauh itu, melihat Ayara memegang pedang yang berlumuran da.rah membuat Henry tiba-tiba teringat dengan apa yang dilakukan oleh Yamashita Ryuichi.


"Yara...


Klotak


Pedang yang dipegang oleh Ayara terjatuh ke lantai saat mendengar perkataan Henry, Owen pun langsung bertindak cepat. Ia lalu menendang jauh pedang yang ada di bawah kaki Ayara.


Perlahan Henry mendekati Ayara yang masih terpaku melihat Tobby yang sudah tak bernyawa, Henry lalu meraih Ayara dan memeluk istrinya itu dengan erat. Kini ia paham kenapa ibu mertuanya melarang Ayara tau perihal Yamashita Ryuichi, Raisa tak mau darah Yakuza yang mengalir dalam diri Ayara menguasainya.


"Pantas saja ibu mertuaku melarangku memberitahu soal Yamashita Ryuichi pada Ayara, rupanya istriku ini memiliki sisi gelap yang tak jauh beda dengan Ryuichi," ucap Henry dalam hati sambil memeluk Ayara.


"Henry...


"Ya sayang ada apa?" tanya Henry dengan cepat menjawab panggilan Ayara.


"A--aku sudah jadi seorang pembu...


"Heiii Yara... Yara, wake up," ucap Henry panik memanggil Ayara yang sudah jatuh pingsan dalam pelukannya.


🌼 bersambung 🌼


Jangan lupa Vote, ratting dan like.


Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹

__ADS_1


__ADS_2