
Baca novel thor lainnya yang berjudul
FAITH 2 : The return of the prince
Ayara menghabiskan hari-harinya dengan bersantai dan bermain game di hotel saat Henry pergi bekerja, sebenarnya ia sudah jenuh sekali dengan kegiatannya yang sangat membosankan itu tapi karena ia tak mempunyai teman di Dubblin. Henry masih membatasi pergaulannya, ia tak diperbolehkan pergi seorang diri. Alhasil Ayara semakin tak mempunyai kesempatan untuk mencari teman, hanya Cecar saja yang menjadi temannya bermain game. Namun hari ini sejak pagi Cecar tak kunjung muncul di akun game miliknya sehingga membuat Ayara gelisah, ia sudah bosan menonton tv dan berenang.
"Lebih baik aku pergi ke apartemen Cecar saja," ucap Ayara pelan sambil mematikan televisi besar yang sedang menampilkan acara national geografi.
Saat akan berjalan menuju meja untuk mengambil tas tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar dengan keras sehingga membuat Ayara waspada, pasalnya Henry tak perbah mengetuk pintu seperti itu. Dengan perlahan Ayara mendekati pintu kamarnya untuk mencari tau siapa yang ada didepan pintu kamarnya, senyumnya tersungging saat melihat sang tangan kanan lah yang berdiri didepan pintu kamarnya.
Perlahan Ayara membukakan pintu untuk Cecar, Cecar pun langsung masuk begitu pintu terbuka.
"Kenapa lama sekali nona bos kau membukanya?" tanya Cecar kesal.
"Ini kamarku Cecar terserah aku mau membukanya berapa lama," jawab Ayara ketus.
"Sepertinya sudah saatnya kita bekerja seperti dulu lagi nona," ucap Cecar pelan sambil meletakkan tas ransel besar miliknya yang berisi laptop di atas meja.
"Apa maksudmu?" tanya Ayara bingung.
Alih-alih menjawab pertanyaan sang bos Cecar justru mengeluarkan laptopnya dari dalam tas dan menyalakannya dengan cepat, ia lalu duduk di sebuah kursi dengan masih mengabaikan Ayara yang terlihat menunggu jawaban darinya.
"Cesar cepat katakan ada apa?" tanya Ayara kembali penasaran.
"Lihatlah sendiri bos," jawab Cesar dengan cepat sambil menunjukkan layar laptopnya ke arah Ayara.
Tanpa bicara Ayara langsung menatap layar laptop yang baru saja diputar oleh Cecar, kedua matanya langsung membulat sempurna ketika melihat tampilan yang ada di laptop. Jantungnya pun berdetak sangat cepat saat membaca isi dari lampiran yang baru saja di tunjukkan oleh Cecar.
"Ini..."
__ADS_1
"Ini adalah pesan yang diberikan oleh Dmitry Brown kepada anak buahnya untuk mencelakai tuan bos saat besok berangkat ke Busan Korea Selatan," jawab Cecar dengan pelan.
"Dari mana dia tahu kalau Henry akan berangkat ke Busan Caesar, bukankah dia...dia dipenjara?" tanya Ayara dengan suara tergagap.
Mendengar pertanyaan dari Ayara membuat Cecar terdiam, ia sebenarnya sangat dilema saat ini untuk memberitahukan pada Ayara. Namun ia tak memiliki pilihan lain selain mengatakan hal itu pada sang bos pasalnya ia tau pasti siapa Dimitri Brown dan orang seperti apa yang sedang melindunginya saat ini, maka dari itu Cecar memilih untuk memberitahukan Ayara tentang rencana Dmitry Brown untuk menyelekai Henry di Busan.
"Jawab Cecar kenapa kau diam saja!!" harfik Ayara dengan suara meninggi membuyarkan lamunan Cecar.
"Aku harap anda tidak akan kaget setelah aku mengatakan hal ini, yang pasti sebelumnya aku mau minta maaf karena baru mengatakan hal sepenting ini ada anda. Semua ini terpaksa aku lakukan karena larangan tuan bos tapi...
"Tapi apa Cecar!!!jangan bertele-tele!!"ucap Ayara dengan keras memotong perkataan Cecar.
"Tapi saat ini hanya anda yang bisa menghentikan seorang Dimitri Brown pasalnya pria itu adalah pria gila yang bisa berbuat nekat jawab sesar dengan suara parau.
"Sebentar jelaskan padaku terlebih dahulu kenapa dia ingin menyerang Henry, dan bagaimana dia tahu kalau Henry akan ada perjalanan bisnis ke Busan. Bukankah pria itu sebenarnya ada di penjara internasional karena kasus yang sudah melibatkannya beberapa waktu yang lalu?" tanya Ayara dengan cepat.
"Ada orang penting yang sangat berkuasa di belakangnya bos dan orang itulah sebenarnya otak dari semua tindakan Dmitry Brown waktu itu untuk menjatuhkan mendiang tuan Alfredo," jawab Cesar pelan.
"Orang yang sama yang selama ini ingin menjatuhkan mendiang Tuan Alfredo dia adalah...
"Yamashita Ryuichi...apakah pria itu yang mendalangi semua kejahatan yang dilakukan Dmitry untuk mencelakai Daddy," ucap Ayara lirih memotong perkataan Cecar.
Gleek
Cecar menelan salivanya mendengar perkataan Ayara, ia tak menyangka kalau bosnya itu bisa menebak dengan benar.
Melihat ekspresi kekagetan Cecar membuat Ayara tersenyum tipis, ia kemudian mengambil kursi dan duduk sambil memejamkan kedua matanya tanpa berbicara.
"Sebelum membahas Dmitry Brown lagi, aku ingin mengajukan suatu pertanyaan padamu Cecar dan berjanjilah kau harus menjawabnya dengan jujur dan tanpa ditutup-tutupi,"ucap Ayara pelan sambil membuka matanya dan menatap tajam kearah Cecar yang sedang duduk tak jauh dari dirinya.
__ADS_1
"Anda ingin bertanya apa bos ?" tanya Cesar pelan.
"Apakah kecelakaan pesawat yang menimpa kedua orang tuaku ada campur tangan Yamashita Ryuichi?" tanya Ayara dengan suara datar namun terdengar sangat menekan bagi siapapun yang mendengarnya, termasuk Cecar yang langsung terperanjat tak percaya mendengar pertanyaan seperti itu dari sang bos.
Cecar hanya diam tak bisa berbicara mendengar perkataan sang nona, ia hanya bisa menunduk sambil memainkan jemarinya.
Melihat apa yang dilakukan oleh Cecar membuat Ayara tersenyum, ia sudah faham betul bahasa tubuh yang ditunjukkan oleh Cecar.
"Jadi benar pria itu lah yang bertanggung jawab atas kecelakaan pesawat yang menimpa kedua orang tuaku, Henry juga tau tentang hal ini bukan?" tanya Ayara dengan suara bergetar menahan tangis.
"Anda jangan marah kepada tuan bos ya nona, sebenarnya tuan bos ingin mengatakan hal ini kepada anda tapi ia takut kalau anda akan sedih. Maka dari itu dia menahan semua orang untuk tak mengatakan hal ini kepada anda, ia ingin mengatakannya secara langsung kepada anda saat waktunya sudah tepat," jawab Cecar mencoba untuk menenangkan Ayara.
Ayara hanya diam mendengar perkataan Cecar, ia bahkan tak bisa membuka mulutnya untuk menjawab ucapan tangan kanannya itu. Dadanya terasa sangat sesak dan sangat sulit baginya untuk bernafas, mengetahui hal yang penting itu dari orang lain membuatnya tak bisa berkata-kata. Saat suasana sedang hening tiba-tiba pintu kamar terbuka dan masuklah Henry bersama Michael tanpa tahu apa yang sedang terjadi di dalam kamar.
"Heii anak kecil ternyata kau ada disini," ucap Michael dengan cepat menyapa Cecar.
Melihat Henry dan Michael masuk kekamar Cecar sontak langsung menutup laptopnya dengan cepat, ia tak mau Henry ataupun Michael tau bahwa ia sudah memberitahu Ayara mengenai rencana Dmitry untuk melukai Henry di Busan.
"Apa yang sedang kau lakukan sayang?" tanya Henry pelan sambil mendekati Ayara dan bersiap untuk memeluk istrinya itu.
"Stop!!!don't dare you touch me.!!" hardik Ayara dengan keras.
"What happen...whats wrong with you honey?" tanya Henry bingung.
"Follow me Cecar!!" ucap Ayara dengan suara meninggi sambil bangun dari kursinya dan berjalan menuju pintu keluar meninggalkan Henry dan Michael.
🌼bersambung 🌼
Jangan lupa Vote, ratting dan like.
__ADS_1
Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹