
Jangan lupa vote dan ratting bintang lima
Terima kasih
Saat Herny masuk kamar Ayara terlihat sudah sadar, ia sudah membuka kedua matanya dan tengah berkomunikasi dengan beberapa orang pelayan yang ada di sekitar ranjang. Esmeralda nampak sedang menyeka keringat yang membasahi wajah Ayara dengan lembut.
"Sayang, kau kenapa?" tanya Henry lembut.
"Henry...." desis Ayara lirih, kedua matanya langsung berkaca-kaca saat melihat Henry masuk ke dalam kamar.
Beberapa orang pelayan yang sudah mengira Henry meninggal nampak shock, tanpa diminta mereka lalu keluar dari kamar satu demi satu meninggalkan sepasang suami istri itu bersama. Setelah semua orang pergi Henry kembali melangkah masuk menuju ranjang, namun baru saja akan duduk di atas ranjang empuk yanh terbuat dari bulu angsa itu tiba-tiba saja Ayara sudah bangun dan langsung memeluknya dengan erat.
"Aku kira kau hikss...aku kira kau sudah pergi meninggalkan aku selamanya,"
"Aku kira aku akan menjadi single fighter sendiri membesarkan anak ini,"
"Aku kira kau hikss hikssss hikkss"
"Sssstttt jangan bicara yang tidak-tidak, aku ada disini sekarang. Aku tak akan mungkin pergi darimu, kita akan terus bersama melihat anak cucu kita tumbuh," sahut Henry pelan memotong perkataan Ayara.
"Tadi aku mendengar suara ledakan keras sekali lalu laluuu... beberapa orang pelayan datang memberitau aku bahwa kau terkena bom, aku hampir gila saat mendengarnya Henry... aku tak mungkin bisa melewati semua ini tanpa adanya dirimu ada disampingku," ucap Ayara terbata.
Henry melepaskan pelukannya dari Ayara kemudian ia memberikan sebuah kecupan mesra di kening Ayara dalam waktu yang cukup lama, ia lalu menempelkan keningnya di kening Ayara sehingga membuat kedua hidung mereka bertemu.
"Entah harus mulai dari mana aku harus menceritakan semuanya padamu, ini semua terlalu menyedihkan sayang," ucap Henry lirih.
"Apa yang sebenarnya terjadi, suara yang tadi aku dengar adalah suara bom bukan?" tanya Ayara pelan.
"Iya suara bom, bom waktu yang di pasang di laptop lebih tepatnya," jawab Henry dengan cepat.
Ayara langsung mendorong Henry menjauh dan menatap Henry yang terlihat sedih dengan tatapan penuh rasa ingin tau.
"Ceritakan padaku dari awal Henry, aku ingin mendengarnya," pinta Ayara pelan.
__ADS_1
Henry menghela nafas panjang mendengar perkataan sang istri, ia lalu memejamkan kedua matanya beberapa saat sebelum akhirnya kembali menatap Ayara yang sudah menatapnya tanpa berkedip. Tak lama kemudian Henry pun menceritakan semuanya dari awal saat ia berada di lapangan, bergabung dengan semua anak buahnya yang membawa Luigi dan ketiga pria Jepang yang saat ini sedang mendapatkan hukuman di ruang bawah tanah. Saat Henry mulai bercerita tentang pengorbanan Luigi ia nampak sangat shock dan kaget, Ayara benar-benar tak percaya mengetahui ada orang yang mau melakukan pengorbanan seperti Luigi.
"Bagaimana dengan Cecar? dia pasti sangat shock bukan, ini adalah pertama kalinya ia gagal dalam menjalankan pekerjaannya. Aku yakin sekali kalau dia pasti sangat sedih saat ini," ucap Ayara lirih bertanya kondisi Cecar.
"Anak itu sedang ditenangkan oleh Mike dan Jasper, seperti yang kau katakan baru saja. Anak itu sangat shock," jawab Henry pelan.
"Ayo turun, aku harus bicara dengannya. Dia tak akan mendengarkan siapapun kecuali aku," sahut Ayara pelan sambil berusaha bangun dari ranjang.
Henry pun menuruti kemauan sang istri, mereka berdua akhirnya keluar dari kamar menuju ke lantai satu dimana Cecar sedang duduk di sofa yang ada di ruang tamu sambil menunduk. Sementara itu Michael dan Jasper nampak sedang memberikan semangat padanya sambil sesekali menepuk-nepuk pundak Cecar, melihat apa yang dilakukan oleh Mike dan Jasper pada Cecar membuat Ayara tersenyum.
Saat melihat Ayara sudah sampai di ruang tamu Michael dan Jasper pun bangun dari sofa, mereka memberikan tempat pada Ayara untuk bisa duduk disamping Cecar. Setelah Ayara duduk bersama Cecar yang masih menunduk menatap lantai Henry mengajak Michael dan Jasper pergi, ia ingin memberikan waktu istrinya untuk bisa berbicara empat mata dengan tangan kanannya itu.
"Are you ok Cecar?" tanya Ayara pelan memulai percakapan.
"A-aku gagal nona, aku gagal dalam melakukan pekerjaanku," jawab Cecar lirih.
"Ini bukan salahmu, ini diluar batas kemampuanmu Cecar. Jadi jangan salahkan dirimu atas apa yang sudah terjadi, kita semua juga tak ada yang menyangka kalau Luigi bisa senekat itu," ucap Ayara kembali mencoba untuk menguatkan Cecar.
"Apa yang dipilih Luigi mungkin adalah bukti kesetiaan dan kekecewaannya pada Dmitry, setelah mengetahui bahwa Dmitry sudah berbuat banyak kesalahan mungkin ia malu karena harus mengikuti majikan seperti itu. Namun di sisi lain ia dilema karena sudah pernah diselamatkan oleh Dmitry dan membuatnya menjadi seperti sekarang ini, oleh karena itu ia memilih untuk melakukan pengorbanan itu sebagai bentuk tertinggi kesetiaannya pada sang majikan," ucap Ayara pelan memotong perkataan Cecar.
"Iya nona tapi kenapa dia harus melakukan itu, rasanya tidak adil kalau dia yang harus mati. Bukan dia musuh kita, dia hanya dimanfaatkan saja oleh Yamashita Ryuichi untuk berbuat kekacauan di sini," sahut Cecar kembali.
Ayara tersenyum mendengar perkataan Cecar, ia tahu kalau tangan kanannya itu masih sangat menyayangkan keputusan Luigi untuk bunuh diri dengan memeluk bom yang ada di laptop.
"Mungkin bagi Luigi itu adalah keputusan yang terbaik Cecar, ia tak mau lagi dimanfaatkan oleh orang yang salah. Oleh karena itu ia memilih untuk mengakhiri hidupnya supaya tidak membuat kekacauan yang lebih besar lagi dan melukai orang yang tidak bersalah," jawab Ayara dengan cepat sambil tersenyum.
"Lalu sampai kapan kau akan begini terus Cecar? meratapi kepergiannya dengan kesedihanmu seperti ini tak akan membuat Luigi hidup kembali, bangun dan lanjutkan hidupmu. Jangan buat pengorbanan yang dilakukan Luigi sia-sia, sekarang kita harus memberikan pemakaman yang terbaik pada Luigi. Dia berhak untuk itu," imbuh Ayara kembali sambil menepuk pundak Cecar berkali-kali.
Cecar kembali terdiam seribu bahasa mendengar perkataan Ayara, ia benar-benar masih sangat sedih dengan kematian Luigi yang mengenaskan. Namun tak lama kemudian ia terbangun dari sofa mengikuti Ayara yang sudah bangun terlebih dahulu dan sedang berdiri menatap ke arah halaman belakang, melihat anggota Royal Blood dan bodyguard-nya sedang memasukkan beberapa bagian tubuh Luigi yang masih bisa di selamatkan ke dalam peti mati.
"Bolehkan aku yang memimpin upacara pemakaman Luigi nona?" tanya Cecar tiba-tiba.
"Sure, kalau kau mau melakukan itu," jawab Ayara sambil tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih nona," sahut Cecar dengan mata berkaca-kaca.
Tak lama kemudian Henry pun mendatangi acara untuk memberitahukan bahwa acara pemakaman Luigi akan dimulai, mereka semua lalu pergi ke sebuah area pemakaman yang tak jauh dari kediaman Alfredo. Sesampainya di area pemakaman mereka langsung menuju sebuah tiang lahat yang sudah dibuat sebelumnya oleh beberapa orang yang bertugas di pemakaman, tak lama kemudian Cecar terlihat memimpin doa untuk melepaskan jenazah Luigi ke liang lahat. Semua orang yang bagus untuk mendengarkan perkataan sesar saat mendoakan Luigi.
"Terimakasih Luigi sebuah kenangan indah yang kau berikan padaku kali ini darimu aku belajar apa arti kesetiaan kepada majikanku, semoga kau tenang di atas sana. Dan biarkan kami semua yang masih hidup menuntut keadilan bagimu, aku akan memastikan orang-orang yang sudah memanfaatkan kebaikanmu mendapatkan balasan yang setimpal," ucap Cecar pelan sambil melempar setangkai mawar merah ke atas peti jenazah Luigi yang sudah ada di dalam tanah.
"Terima kasih Luigi, kebaikanmu akan kami kenang selalu," imbuh Henry lirih seraya melemparkan setangkai mawar seperti yang di lakukan oleh Cecar.
Tak lama kemudian petugas makam pun mulai mengubur peti jenazah Luigi dengan tanah, setelah makan Luigi tertutup sempurna dengan tanah satu persatu mereka meninggalkan area makam menyisakan Cecar yang masih berdiri menggunakan kaca mata hitamnya menatap tanda salib yang sudah dipasangkan diatas pusara Luigi.
"Sekali lagi terima kasih Luigi, kalau bukan karena perbuatanmu mungkin yang sudah berbaring di dalam tanah adalah aku. Aku akan memanfaatkan kesempatan kedua yang kau berikan untuk melanjutkan hidupku ini dengan sangat baik, aku berjanji padamu akan menuntut balas kepada orang yang sudah memanfaatkan kebaikanmu," ucap Cecar lirih berjanji pada Luigi, tak lama kemudian Cecar akhirnya meninggalkan makam Luigi menyusul sang nona bos dan yang lainnya yang sudah menunggunya di depan pemakaman.
"Hatchiii..."
"Hatchiii..."
"Anda kenapa Tuan?" tanya okada Rui kepada Yamashita Ryuichi yang sudah bersin-bersin selama hampir sepuluh menit.
"Entahlah aku merasa sepertinya ada beberapa orang yang sedang membicarakanku Rui," jawab Yamashita Ryuichi sambil menyeka hidungnya dengan tissue.
Okada Rui terdiam mendengar perkataan sang tuan, ia masih tak mengerti hubungan antara bersin dengan orang yang sedang membicarakannya.
"Masih ada waktu tiga jam lagi sampai di Barcelona, aku ingin kembali menikmati tubuh kedua gadis itu lagi. Bangunkan aku kalau sudah sampai di Barcelona Rui," ucap Yamashita Ryuichi pelan sambil tersenyum, kedua matanya nampak seperti hewan buas saat mengingat kedua gadis yang ia bawa dari Sapporo. Dimana mereka saat ini sedang menangis sambil berpelukan dikamar yang ada di pesawat itu setelah di paksa melayani Yamashita Ryuichi secara bersamaan selama hampir dua jam setelah mereka berganti pesawat saat transit pertama kali, padahal sejak dari Sapporo mereka juga tak diberi waktu untuk istirahat sama sekali.
"Baik tuan saya mengerti," sahut Okada Rui sambil menganggukkan kepalanya perlahan.
Tak lama kemudian Yamashita Ryuichi pun masuk ke dalam kamar, tangis kedua gadis yang lemah tak berdaya itu pun akhirnya terdengar lagi saat Yamashita Ryuichi melampiaskan hasratnya kembali kepada kedua gadis malang itu.
🌼 bersambung 🌼
☘️☘️ Akankah tangis pilu para korban Yamashita Ryuichi sia-sia, sampai kapan predator buas itu terus menyiksa gadis yang tak bersalah? terus ikuti Bodyguard cantik dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.
JANGAN LUPA JUGA BANTU VOTE, BANTU BODYGUARD CANTIK MASUK 10 BESAR!!!TERIMA KASIH
__ADS_1