Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Doa Henry


__ADS_3

Jangan lupa vote dan ratting bintang lima


Terima kasih


Sejak keluar dari hotel Henry merasa ada yang aneh pada sang istri, entah mengapa rasanya terlalu mudah baginya untuk pergi. Padahal sebelumnya Ayara memaksa untuk ikut misi ini, namun saat sudah si Barcelona sikapnya menjadi biasa saja dan hal inilah yang membuatnya curiga.


"Cecar, apa kau mendengarku Cecar?" tanya Henry pelan pada Cecar menggunakan ear piece yang terpasang di telinganya.


"Cecar...halloo.."


"Yara, sayang apa kau tersambung denganku sayang?"


Henry bicara sendiri dan tak tersambung dengan Ayara dan Cecar, suaranya hanya mampu didengar oleh Jasper dan Michael yang berbeda mobil dengannya.


"Cecar..shittttt!!! Mike, Jasper apakah kalian berdua tersambung denganku?" tanya Henry kembali.


"Iya Tuan, sejak tadi saya mendengar semua panggilan anda untuk nyonya dan Cecar," jawab Jasper dengan cepat.


"Aku juga Tuan, sejak tadi aku juga tersambung dengan anda dan sekarang pun aku bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Jasper," sahut Michael.

__ADS_1


Deg!!


Henry mencengkram erat setir mobilnya saat menyadarinya ada yang salah dengan semua ini, ia punya feeling buruk akan semua ini. Tanpa pikir panjang Henry langsung memutar laju mobilnya menuju kembali ke hotel, ia ingin memastikan sendiri kegelisahan hatinya yang tak menentu ini. Yang ia lakukan terasa sangat mulus dan ini rasanya sangat aneh, sangat terlalu datar untuk Ayara yang keras kepala. Mengenal Ayara sejak tiga tahun yang lalu membuat Henry paham sekali sifat sang istri, dengan kecepatan penuh Henry membawa mobilnya di jalan raya meninggalkan rombongan yang anak buahnya.


"Jasper, Mike, dengarkan aku. Kalian teruskan perjalanan sesuai rencana, aku ingin ke hotel sebentar untuk memastikan kegelisahan hatiku. Ingat lakukan sesuai rencana dan jangan pernah bertindak sendiri, usahakan jangan ada korban baik dari pihak kita atau pihak lawan," ucap Henry dingin.


"Siap tuan!!!" sahut Jasper dan Michael kompak.


Mendengar perkataan Jasper dan Michael membuat Henry tersenyum, ia lalu melepas ear piece yang terpasang di telinganya dan meletakkannya di dalam saku bajunya. Ia merasa tak perlu menggunakan ear piece itu untuk berkomunikasi dengan anak buahnya, pasalnya ia sangat yakin sekali dengan kemampuan Jasper dan dan Michael. Satu-satunya alasannya memakai ear piece itu adalah agar bisa berkomunikasi dengan sang istri, namun setelah tak tersambung selama 30 menit Henry merasa sia-sia memakai alat itu. Oleh karenanya Ia memutuskan untuk tak memakainya dan menyimpannya untuk sementara waktu, untung saja Henry belum pergi terlalu jauh dari hotel sehingga ia tak membutuhkan banyak waktu untuk kembali lagi ke hotel.


Saat sudah sampai di hotel dengan cepat ia keluar dari mobilnya dan berlari menuju kamarnya yang ada di lantai lima, Henry memilih menggunakan tangga ketimbang naik lift. Ia sangat tidak sabar menunggu lift turun, oleh karena itu ia memutuskan untuk menggunakan tangga. Jantungnya berdegup semakin kencang saat sampai dilantai lima, dengan nafas terputus-putus Henry berjalan menuju kamar Cecar yang berada tepat di depan kamarnya.


Dalam satu kali gerakan Henry bisa membuka pintu kamar Cecar, karena pintu itu gak terkunci dari dalam sehingga mudah saja ia membukanya dari luar. Saat pintu sudah terbuka detak jantungnya semakin cepat, perlahan Henry melangkah masuk ke dalam kamar itu dengan mata tertutup. Dalam keadaan mata tertutup indra pendengarannya menjadi semakin tajam, hanya suara laptop saja yang tertangkap oleh telinga Henry. Ia tak mendengar suara siapapun dalam kamar itu, dengan perlahan Henry membuka kedua matanya dan terdiam beberapa saat ketika tak menemukan keberadaan sang istri dan asistennya Cecar.


Tanpa bicara Henry lalu keluar dari kamar Cecar dan mencari ke kamarnya dan kamar Ayara, sekali lagi ia tak menemukan keberadaan sang istri ditempat itu. Saat akan pergi menuju ke meja resepsionis untuk mencari tau tentang keberadaan Ayara tiba-tiba Henry mengentikan langkahnya saat melihat dua ear piece tergeletak begitu saja di atas meja Cecar, dengan cepat ia masuk ke dalam kamar Cecar kembali untuk memastikan yang ia lihat adalah benar-benar ear piece bukan benda lain.


"Ini milik Yara dan Cecar, tak salah lagi," ucap Henry lirih dengan suara bergetar sambil mencengkram dua ear piece warna hitam yang baru ia temukan itu.


"Yara kau ada di..."

__ADS_1


Deg!! Jantung Henry berdetak cepat.


"Aku yakin dia pergi menemui Ryuichi sendirian, ya aku yakin itu. Melihat betapa tenangnya dirinya tadi pagi aku yakin dia pasti menemui Ryuichi," ucap Henry terbata dengan suara parau sambil jatuh berlutut dilantai tepat didepan meja kerja Cecar.


Tampilan laptop Cecar yang menunjukkan pergerakan mobil anak buah Ryuichi membuat Henry terbangun, ia lalu mengaktifkan laptop kedua yang ada di meja itu. Tak lama kemudian Henry masuk ke dalam program miliknya sendiri, walaupun sudah lama tak berselancar di dunia cyber namun kemampuan Henry tak hilang. Dengan otak jeniusnya ia berhasil mendapatkan keberadaan Ayara dan Cecar, Henry berhasil membajak lokasi sang istri dari sinyal ponselnya.


"Jadi kau memang sudah punya niat dari awal untuk menghadapinya sendiri sayang? baiklah aku mengerti, tapi kau lupa kalau kau punya suami. Kau harus meminta persetujuanku terlebih dahulu sebelum bertindak, kau benar-benar istri yang nakal. Awas saja nanti malam, aku akan membuatmu tak bisa turun dari tempat tidur," ucap Herny pelan sambil menyambungkan posisi Ayara di ponselnya, setelah berhasil Henry kemudian pergi meninggalkan kamar Cecar. Ia berniat untuk menyusul Ayara dan Cecar yang keberadaannya sudah ia ketahui, Henry kembali berlari menuruni tangga menuju lantai satu. Namun karena gak sabar ia memiliki melompat dari lantai dua supaya bisa mencapai mobilnya dengan cepat.


Dalam satu kali lompatan Henry berhasil mendarat dengan apik di samping mobilnya, beberapa orang yang melihat aksinya nampak sangat terkejut dan terpesona dengan apa yang dilakukan oleh Henry. Mereka mengira Henry sedang melakukan atraksi sehingga mereka memberikan tepuk tangan yang sangat meriah kepadanya, Henry hanya bisa tersenyum tipis melihat apa yang mereka lakukan. Tak lama kemudian ia masuk ke dalam mobilnya dan langsung memacunya menuju tempat yang muncul di layar ponselnya.


"Tunggu aku sayang, aku harap kau bisa menahan amarahmu sebelum aku datang. Junior, jaga Mommymu. Buat dia tenang sampai Daddy datang...kau jaga Mommymu untuk Daddy sayang," ucap Henry lirih sambil menambah kecepatan mobilnya, ia berharap sang anak yang ada diperut Ayara bisa mendengar apa yang ia katakan.


"Akan kubuat kau mati secara perlahan kalau berani memotong seujung rambut dari tubuh istriku Ryuichi, aku bersumpah!!" desis Henry penuh emosi.


🌼bersambung 🌼


☘️☘️ Apa yang akan Henry lakukan saat melihat apa yang terjadi pada Ayara? akankah jiwa pembunuhnya bangkit? terus ikuti Bodyguard cantik dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.


JANGAN LUPA VOTE DAN BANTU BODYGUARD MASUK 10 BESAR, JANGAN HANYA KOMEN LANJUT LANJUT TANPA MAU VOTE

__ADS_1


__ADS_2