Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Kedatangan Ace


__ADS_3

Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Di sebuah mansion mewah di kawasan Cordoba Spanyol nampak seorang wanita sedang mengawasi anak yang masih balita bermain didalam kolam karet yang berisi ribuan bola, sesekali wanita itu mendekati kearah sang anak sambil memberikan bola yang terlempar keluar dari dalam kolam karet itu sambil mencium anaknya yang menggemaskan


Senyum wanita itu merekah ketika mengingat perkataan dokter yang mengatakan tumbuh kembang anaknya sangat baik, walaupun usianya baru tiga tahun akan tetapi anaknya itu tumbuh dengan sangat pesat melebihi anak di usianya.


"Ace hati-hati sayang.!!!" Ucap Raisa berulang-ulang mengingat putranya untuk tak memanjat keluar dari kolam karet yang berisi ribuan bola.


"Mommm...mommmm..."


"Iya Ace mommy disini." Jawab Raisa dengan lembut sambil tersenyum.


Baby Ace kemudian kembali bermain dengan bola-bolanya dengan terus tertawa sementara itu Raisa melihat anak keduanya dengan pandangan takjub tak percaya, setelah menikah dengan Alfredo Del Castillo selama satu bulan Raisa merasa ada yang salah dengan dirinya karena telat datang bulan. Waktu itu Raisa mengira ia akan masuk dalam masa Perimenopause akan tetapi ia mengingat bahwa dirinya masih berusia tiga puluh delapan tahun yang artinya masa menopause harusnya masih lama.


Oleh karena itu Raisa memberanikan dirinya pergi ke dokter bersama Ayara putri tercintanya yang waktu itu mulai masuk kuliah, setelah Ayara ikut pindah ke Spanyol yg akhirnya mau untuk meneruskan pendidikannya dengan mengambil kuliah jurusan seni lukis Raisa dan Alfredo pun mendukung sepenuhnya keputusan Ayara.


"Selamat nyonya anda sedang hamil, usianya saya perkirakan sudah dua Minggu." Ucap sang dokter memberikan selamat pada Raisa setelah melakukan pemeriksaan melalui USG.


"Tapi dok saya sudah tua, mana mungkin saya hamil." Jawab Raisa terbata sambil menyentuh perutnya.


"Usia anda masih muda nyonya, buktinya anda masih bisa hamil. Seorang wanita masih bisa hamil sampai usianya 42 tahun dan usia anda masih 38 tahun jadi sangat mungkin anda mengandung lagi dan buktinya sekarang anda sedang hamil dua bulan." Sahut sang dokter memberikan sedikit penjelasan kepada Raisa.


Air mata Raisa mengalir dengan deras membasahi wajah cantiknya ketika mendengar penjelasan sang dokter, ia semakin tak bisa berkata-kata ketika melihat janin yang ada di perutnya melalui layar monitor ketika melakukan USG ulang karena dia masih tidak percaya bahwa dirinya sedang hamil.


Raisa keluar dari ruangan dokter dengan perasaan campur aduk, dia bahagia dan bingung di waktu bersamaan. Dia bahagia karena masih bisa memberikan keturunan kepada Alfredo di sisi lain dia bingung karena usia anak yang nanti akan terpaut sangat jauh dengan putri pertamanya Ayara, ditambah lagi ia dilema bagaimana caranya menceritakan tentang kondisinya saat ini kepada Ayara yang sudah mulai beranjak dewasa.


"Alfredo...." Gumam Raisa lirih ketika melihat suaminya sedang bergurau dengan Raisa di ruang tunggu.


"Mommy...." Teriak Ayara dengan keras memanggil Raisa sambil berlari ke arah sang ibu.


"Hati-hati Yara jangan berlari mau jatuh bagaimana." Sahut Raisa lembut sambil meraba pipi Ayara dengan penuh kasih sayang.


"Jatuh ya bangun lagi mom he he he." Jawab Ayara berkelakar.


"Kau ini anak nakal Yara...usiamu hampir delapan belas tahun bulan depan. Tapi kenapa kau masih seperti anak kecil Yara..hiks hiksss....


Raisa tak dapat menyelesaikan perkataannya karena menangis, Alfredo yang berjalan dibelakang Ayara langsung berlari ke arah Raisa begitu melihat istrinya menangis.


"Mom...Yara salah apa? maafkan Yara kalau nakal mom...." Ucap Ayara dengan terisak, ia paling tak bisa melihat ibunya menangis. Yara terakhir menangis saat melihat ibunya bertengkar dengan ayah kandungnya di Jepang beberapa tahun yang lalu.


"Hei hei hei..sayang, ada apa kenapa menangis?" Tanya Alfredo dengan cepat sambil memeluk Raisa dengan erat.


"Daddy, Yara nakal jadi mommy menangis....ini salah Yara dad hiks." Jawab Ayara ternyata.


Melihat Ayara ikut menangis membuat Alfredo melepaskan tangan kirinya dari tubuh Raisa dan kemudian menarik Ayara kepelukannya, alhasil saat ini ia memeluk Raisa dan Ayara secara bersamaan.


"Kau kenapa sayang, bagaimana hasil pemeriksaannya?" Tanya Alfredo pelan, ia hati-hati sekali bicara dengan Raisa supaya tak membuat Raisa makin sedih.


"Aku hiks....hiksss...


"Apa ada yang salah? apa dokter menyakitimu tadi didalam?" Tanya Alfredo kembali dengan khawatir.


Alih-alih menjawab pertanyaan Alfredo tangis Raisa justru terdengar semakin keras sehingga membuat Alfredo dan Ayara semakin bingung, melihat sang istri terus menangis membuat Alfredo marah. Ia merasa perlu membuat perhitungan dengan dokter karena membuat istrinya menangis, dengan hati-hati Alfredo melepaskan pelukannya dari Ayara dan Raisa. Ia lalu melangkahkan kakinya menuju ke dalam ruangan dokter dengan wajah yang memerah menahan emosi.


"Kau mau kemana?" Tanya Raisa terbata.


"Aku harus memberi pelajaran pada dokter itu, beraninya ia membuat istriku menangis. Menyakiti istriku berarti menyakiti aku." Jawab Alfredo dengan cepat menahan amarah.


"Jangannn....." Tangis Raisa makin keras saat melihat Alfredo sudah hampir sampai ke pintu masuk ruangan dokter dimana tadi ia keluar sebelumnya.

__ADS_1


"Mom....


"Sayang, aku harus bagaimana kau menangis dan tak menjawab pertanyaanku jadi aku harus bertanya pada dokter apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Alfredo bingung berusaha menahan emosinya.


"Mommy kenapa?" Tanya Ayara terisak, dia benar-benar bingung tak tau harus bagaimana saat ini.


"Kalau masih tak menjawab pertanyaan Yara juga maka aku akan membuat perhitungan dengan dokter itu seorang juga." Ucap Alfredo penuh emosi.


"I am pregnant.....


"oh you are pregnant...You what???!!!" Teriak Alfredo tak percaya.


"I"m pregnant Alfredo." Sahut Raisa terisak.


"Kau serius sayang? disini ada bayiku...." Tanya Alfredo terbata sambil menyentuh perut Raisa.


Raisa menganggukkan kepalanya perlahan menjawab pertanyaan Alfredo, ia kemudian menyerahkan foto hasil USG yang baru saja ia lakukan. Tangan Alfredo gemetaran ketika melihat dua foto hasil USG yang baru saja diberikan oleh Raisa, kedua matanya pun langsung mengeluarkan air mata tak terbendung saat melihat foto yang ada di tangannya itu.


"Ini ini serius...kau tak bergurau kan sayang?" Tanya Alfredo terbata-bata.


"Aku serius, aku juga tak percaya tapi setelah melakukan USG ke dua kali aku baru yakin bahwa ada anak kita disini." Jawab Raisa dengan suara bergetar sambil meraba perutnya.


"Oh Raisaaaaa aku mencintaimu...terima kasih Raisa terima kasih sayangkuuuu...." Teriak Alfredo tiba-tiba sambil memeluk Raisa dengan erat.


Raisa membalas pelukannya pada Alfredo dengan menangis, ia benar-benar tak pernah menduga kalau akan hamil lagi di usianya yang sudah tak muda.


"Yara...." Isak Raisa pelan memanggil Ayara yang sedang berjalan mundur menjauh darinya yang sedang dipeluk oleh Alfredo.


"Yara sayang ..."Panggil Alfredo pada Ayara yang sudah berlari menjauh.


"Yara.....


"Ini salahku...harusnya aku memberikan pengertian terlebih dahulu padanya aku yang salah, ia pasti sangat marah saat ini saat mengetahui kalau akan punya adik lagi saat usianya sudah dewasa seperti sekarang hikss hikss....


" Jangan bicara seperti itu, ini buah cinta kita sayang. Aku akan memberikan penjelasan apa Yara, Yara adalah gadis cerdas dia pasti akan mengerti." Ucap Alfredo pelan sambil mencium kering Raisa.


Raisa terdiam tanpa suara mendengar suara suaminya, ia mengangguk pelan merespon perubahan sang suami. Setelah berhasil menenangkan Raisa yang menangis Alfredo kemudian berlari mengejar Ayara yang sudah pergi sejak tadi.


"Maafkan mommy Yara, mommy tak bermaksud untuk menyakitimu....mommy tak tau kalau mommy masih bisa hamil." Ucap Raisa pelan sambil menyentuh perutnya dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya.


Raisa kemudian berjalan keluar menyusul anak dan suaminya yang sudah pergi, sementara itu Alfredo nampak kesulitan mencari keberadaan Ayara yang sudah tak terlihat lagi di lobby rumah sakit. Ia kemudian memerintahkan anak buahnya untuk mencari Ayara.


"Bagaimana apakah Yara berhasil ditemukan?" Tanya Raisa pelan pada Alfredo.


"Belum, tenang saja kita pasti akan menemukannya." Jawab Alfredo dengan cepat berusaha tenang menjawab pertanyaan Raisa, ia tak mau membuat Raisa tambah khawatir.


"Yara....maafkan mommy....


"Tuan ...tuan saya berhasil mengetahui dimana keberadaan nona." Ucap seorang bodyguard Alfredo pelan sambil membawa sebuah tablet ditangannya.


"Dimana?" Tanya Raisa dan Alfredo bersamaan.


"Ada di rooftop rumah sakit." Jawab pria berbadan besar itu kembali sambil menunjuk ke rooftop rumah sakit, tablet ditangannya menunjukkan gambar Ayara yang berhasil di tangkap oleh drone yang dijalankan oleh rekannya.


Raisa dan Alfredo pun langsung berjalan masuk kembali kedalam rumah sakit, mereka lalu naik lift menuju lantai paling atas di rumah sakit sebelum menuju ke rooftop.


"Yara....


"Terima kasih Tuhan sudah membuat mommy hamil lagi..Yara bisa bebas sekarang yeeeeeaaaa ..."

__ADS_1


"Semoga adikku laki-laki supaya bisa menjaga mommy dan daddy saat ia dewasa, dengan begitu aku bisa berkelana ke berbagai tempat yang aku mau..terima kasih Tuhan i love you...."


Raisa dan Alfredo langsung terdiam mendengar semua perkataan Ayara, meraka tak percaya bahwa Ayara saat ini sedang sangat senang.


"Jadi dia tidak marah padaku." Ucap Raisa pelan pada Alfredo yang ada disebelahnya.


"Aku tak percaya dengan anakku satu ini....tidak ini tak bisa dibiarkan." Sahut Alfredo dengan cepat.


"Apa maksudmu....


"Jangan macam-macam Yara, jangan pernah berpikir untuk pergi dari kami." Pekik Alfredo dengan keras sehingga membuat Raisa tak bisa menyelesaikan perkataannya.


Bruk


Tas yang dibawa Yara jatuh ke bawah ketika melihat kedua orang tuanya ada dibelakangnya.


"He he daddy...." Ucap Ayara pelan sambil tertawa lebar.


"Daddy sudah mendengar semua yang Yara katakan, Yara jangan pernah berpikir pergi dari kami. Yara akan selalu bersama mommy dan daddy sampai kapanpun, Yara hanya bisa berpisah dengan mommy dan daddy saat Yara menikah." Sahut Alfredo dengan cepat sambil berkacak pinggang dihadapan Ayara.


"Tapi mommy akan punya anak lagi dan itu pasti anak laki-laki jadi Yara bisa...


"Kalian berdua anakku, sampai kapanpun tak akan kubiarkan kalian tinggal jauh dariku. Jadi kuburlah impianmu itu untuk tinggal jauh dari kami Yara." Ucap Alfredo ketus memotong perkataan Ayara.


"Yah....


"Sudah ayo pulang, mommy harus banyak istirahat dirumah." Ucap Alfredo kembali sambil mengajak Ayara pergi dari rooftop.


Ayara tak bisa berkata apapun lagi saat diajak turun oleh sang daddy, ia hanya bisa pasrah dan merutuki kecerobohannya karena berkata seperti tadi. Niatnya untuk bisa hidup bebas sirna sudah dalam sekejap, padahal tadi sewaktu mengetahui kalau ibunya sedang hamil Yara sudah punya rencana besar.


Raisa tersenyum melihat pemandangan didepannya, ia lega karena ternyata putrinya tak marah pada dirinya.


Cup


"Heiiii kenapa senyum-senyum." Bisik Alfredo pelan mengangetkan Raisa yang sedang melamun mengingat kejadian tiga tahun lalu, dimana ia dinyatakan hamil oleh dokter.


"Kapan pulang kenapa tak memberitahu?" Tanya Raisa lembut sambil tersenyum menyambut sang suami yang baru pulang bekerja.


"Aku ingin memberikan kejutan jadi aku tak memberi kabar padamu sayang." Jawab Alfredo singkat, ia kemudian berjalan ke arah kolam karet dimana putra mereka masih asik dengan bola-bolanya seorang diri.


"Dasar menyebalkan." Sahut Raisa dengan cepat.


"Oh iya kau belum menjawab pertanyaanku honey." Ucap Alfredo pelan sambil melepaskan ciumannya pada baby Ace yang sedang ada di dalam kolam karet.


"Yang mana?" Tanya Raisa bingung.


"Kenapa kau senyum-senyum sendiri." Ucap Alfredo singkat mencoba mengingatkan Raisa.


"Oh itu, aku hanya mengingat kejadian tiga tahun lalu dimana kita tau kalau Ace sudah ada di perutku."Jawab Raisa sambil tersenyum.


"Kejadian dimana....


"Ace cintakuuuuu...." Panggil seorang gadis yang sedang membawa tas berlari ke arah balita tiga tahun yang sedang ada dalam kolam karetnya.


🌼Bersambung 🌼


Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Terima kasih

__ADS_1


love U all🌹


__ADS_2