
Jangan lupa vote dan ratting bintang lima
Terima kasih
Suara teriakan dari dokter membuat Henry dan yang lainnya masuk kedalam kamar perawatan Ayara, wajah Henry terlihat panik saat mendengar teriakan sang dokter.
"Ada apa dok?" tanya Henry panik.
"Ini Tuan, tolong bantu saya sebentar," jawab sang dokter dengan cepat sambil menunjukkan selang infus yang terpasang di tangan Ayara mengucurkan darah segar Ayara yang naik ke selang karena Ayara tak meletakkan tangannya dengan benar.
Henry menarik nafas panjang ketika melihat selang infus yang harusnya berisi cairan infus kini berubah menjadi berwarna merah, sang dokter melihat itu langsung panik. Karena itu ia berteriak secara spontan. Michael, Jasper dan Cecar pun hanya bisa diam saat melihat selang infus itu sudah berubah warna, tak ada yang berani membuka suara.
Saat sang dokter dan Henry mencoba memperbaiki selang yang terpasang di tangan Ayara, Ayara nampak tak memberikan ekspresi apapun. Karena selang infus itu sudah kotor karena darah sang dokter memutuskan untuk mengganti selang yang baru, ia memencet tombol panggilan untuk suster dibelakang ranjang Ayara. Tak lama kemudian terlihat seorang suster datang dengan berlari-lari, mereka tau lampu dari kamar nomor berapa yang menyala.
"Iya dokter Clara," ucap salah seorang perawat yang sampai dengan wajah memerah karena baru saja berlari.
"Ambilkan selang infus yang baru," jawab sang dokter yang bernama Clara dengan cepat.
"Baik dok," jawab suster itu kembali, ia kemudian kembali ke meja jaga untuk mengambil selang infus yang baru.
Setelah sang perawat datang dengan membawa selang infus yang baru dokter Clara kemudian memasang selang itu kembali ke tangan Ayara dengan baik. Ia juga sudah mempertinggi letak botol infus agar kejadian yang sama tak terulang lagi.
"Kau boleh marah padaku sayang tapi tolong ingat satu hal kalau sedang hamil, kasihanilah anak kita," bisik Henry pelan ke telinga Ayara yang sejak tadi diam.
__ADS_1
Dokter Clara yang merasa hubungan suami istri yang ada dihadapannya itu sedang tidak baik hanya tersenyum, ia kemudian menambahkan sedikit vitamin di selang Ayara untuk memperkuat tubuhnya. Setelah tugasnya selesai dokter Clara berpamitan kepada Henry, sebelum pergi dokter Clara sempat memberikan beberapa nasehat kepada Henry agar tetap ada disamping Ayara walaupun Ayara sedang marah. Seorang wanita yang hamil memiliki mood yang mudah berganti, oleh karena itu dokter Clara meminta Henry untuk tetap disamping Ayara supaya tidak terjadi hal yang tak diinginkan kembali terjadi.
Setelah dokter Clara keluar dari ruangan perawatan Ayara ketiga anak buah Henry pun keluar, mereka memberikan kesempatan pada Henry dan Ayara untuk berdua supaya bisa bicara dari hati ke hati.
"Maafkan aku sayang, kau boleh menghukumku jika kau sudah keluar dari rumah sakit nanti. Namun saat ini aku mohon tolong ikuti semua permintaan dokter, aku tak mau terjadi hal buruk pada anak kita," ucap Henry pelan sambil menyentuh perut Ayara yang terlindung selimut.
Tak ada jawaban apapun dari Ayara, ia masih saja menatap kearah pintu tanpa ekspresi. Dan hal ini membuat Henry semakin sedih, tak dianggap oleh wanita yang sangat dicintai membuatnya tak berdaya.
"Yara..bicaralah, aku mohon. Aku tak bisa begini, aku tak bisa tak mendengar suaramu," isak Henry lirih sambil mencengkram selimut yang menjuntai.
"¿Dónde están mi mamá, papá y mi hermanita en este momento?" tanya Ayara pelan menggunakan bahasa Spanyol.
*Dimana Mommy, Daddy dan adikku berada?
"En este momento no sé su paradero, seguro que están en un lugar seguro," jawab Henry lembut.
*Saat ini aku tak tau keberadaan mereka, yang pasti mereka berada di tempat yang aman.
"¿Por qué no lo sabes? Esto no es lo que planeaste," tanya Ayara kembali.
*Kenapa kau tak tau?bukankah ini direncanakan olehmu.
"Rencana ini bukan hanya diusulkan olehku saja sayang, akan tetapi juga dari Daddy Alfredo. Ia ingin menyembunyikan keberadaannya sementara waktu demi keamanan Mommy dan Ace, Daddy tau kalau Mommy sedang menjadi sasaran Yamashita Ryuichi. Oleh karena itu Daddy mengatur semua ini dengan baik dibantu aku dan Cecar," jawab Henry pelan, ia akhirnya mengatakan hal yang sebenarnya pada Ayara dengan terpaksa.
__ADS_1
"Aku mengatakan hal yang sebenarnya padamu, di mana sebenarnya rahasia ini Daddy minta untuk simpan dalam waktu yang lama darimu. Bahkan Mommy pun juga memintaku untuk tetap menyimpannya sementara waktu, sampai akhirnya mereka keluar dari persembunyian saat Yamashita Ryuichi sudah berhasil ditaklukan. Namun karena kau sudah tau kebenarannya maka aku tak bisa menyembunyikannya lebih lama lagi, aku lebih suka kau marah padaku saat ini meledak-ledak melampiaskan semua emosimu namun setelah itu kau tak marah lagi padaku sayang. Aku sangat mencintaimu, maafkan aku. Aku tak bermaksud untuk menyembunyikan rahasia ini darimu kami semua melakukan ini demi kebaikan semuanya," imbuh Henry kembali menambahkan perkataannya yang sebelumnya.
Mendengar perkataan Henry membuat Ayara terdiam, ia sedang mencoba untuk berdamai dengan dirinya sendiri saat mengetahui ternyata kedua orang tuanya juga ikut andil dalam kecelakaan pesawat palsu itu.
"Pergilah Henry, aku ingin tidur. Semua ini terasa sangat memusingkan kepalaku," ucap Ayara pelan mengusir Henry pergi.
"Baiklah kalau begitu, tapi ingat tanganmu harus dalam posisi yang benar. Jangan sampai darahmu naik lagi ke selang," jawab Henry lembut.
Ayara memejamkan kedua matanya mendengar perkataan Henry, ia tak merespon perkataan sang suami. Melihat sikap yang ditunjukkan oleh Ayara membuat Henry tersenyum, ia lalu memutuskan untuk keluar dari kamar perawatan Ayara. Setengah beban di pundaknya terasa terangkat saat sudah mengatakan hal yang sebenarnya pada sang istri, walaupun saat ini ia masih belum bisa mengambil hati Ayara kembali namun setidaknya sudah tak ada lagi rahasia yang ia simpan dari sang istri.
Sementara itu di sebuah bandara yang ada di pulau indah di negara Asia nampak terlihat sepasang suami istri yang sedang menaiki sebuah pesawat yang akan membawa mereka ke Eropa, mereka terlihat sangat antusias dan bersemangat lagi untuk kembali ke negara asalnya.
"We coming baby," ucap sang wanita paruh baya dalam hati saat ia sudah duduk di bangku bisnis bersama sang suami yang sedang memangku anak bungsu mereka yang terlihat sangat tampan.
🌼 Bersambung🌼
Sebelumnya terima kasih atas antusias kakak kakak atas novel Bodyguard cantik, namun karena merasa antusias kakak-kakak pada Novel ini sudah sangat menurun mungkin sudah waktunya novel ini untuk tamat.
mungkin novel ini akan tamat dalam beberapa hari ke depan dan untuk itu ntar minta hadiah perpisahan nya berupa voting yang yang lagi dan lagi ntar minta dengan ikhlas untuk membantu novel Bodyguard cantik tetap ada dia ranking 10 besar seperti kemarin. Sekali lagi terima kasih atas antusias kakak-kakak semua.
I Love you, maafkan thor kalau selama ini masih banyak kekurangan.
🌹 find me on Instagram : nafadila2216
__ADS_1