
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE
Bandar udara Sevilla, Spanyol
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam 45 menit akhirnya pesawat jet pribadi milik Henry tiba di bandar udara Sevilla, mereka lalu berganti kendaraan menggunakan mobil menuju ke Cordoba yang akan membutuhkan waktu selama 1 jam 42 menit.
Sepanjang perjalanan menuju Cordoba Ayara tak memejamkan mata sama sekali, ia terus menatap kearah luar melihat pemandangan dengan mata berkaca-kaca. Sesekali ia menyeka tetesan air yang keluar dari kedua matanya, melihat apa yang dilakukan oleh Ayara membuat Henry terdiam begitupula dengan Cecar dan Michael yang tak bisa berkata apa-apa.
Tak terasa mereka sudah memasuki wilayah Cordoba dan tinggal 10 menit lagi sampai ke rumah lama Ayara saat ia tinggal bersama kedua orangtua dan adiknya, hatinya semakin tak karuan ketika akan sampai ke rumah kedua orang tuanya.
"Are you ok?" tanya Henry pelan membuka suara.
"Yes," jawab Ayara singkat.
"Kalau kau tak kuat kita bisa membatalkan dan..
"No, i'm fine Henry. I'm fine," sahut Ayara memotong perkataan Henry dengan cepat.
Henry lalu mencengkram tangan Ayara sambil tersenyum penuh arti, ia sebenarnya tak tega melihat Ayara hancur seperti itu. Ia terpaksa melakukan semua ini karena keinginan Alfedro ayah mertuanya, ia hanya bisa menjalankan apa yang sudah mereka rencanakan selama beberapa minggu yang lalu saat mengetahui Yamashita Ryuichi adalah dalang dibalik penyerangan yang dilakukan oleh Dmitry Brown.
Beberapa orang bodyguard langsung menyambut kedatangan Henry dan rombongan secara langsung saat mobil-mobil itu mulai masuk ke halaman rumah besar milik Alfedro. Mereka berdiri di sepanjang jalan sambil menunduk memberikan sambutan kepada sang nona dan suaminya dengan sedih, mereka masih menggunakan baju serba hitam dan sebuah pita hitam yang terpasang di lengan masing-masing. Melihat apa yang dilakukan oleh para bodyguard sang ayah membuat Ayara kembali berkaca-kaca, padahal sejak tadi ia berusaha agar tak menangis.
"Ayo," ajak Henry lembut sambil mengulurkan tangannya ke arah Ayara agar turun dari mobil.
Tanpa bicara Ayara meraih tangan Henry, ia lalu turun dari mobil dengan hati yang tak dapat dideskripsikan. Begitu Ayara menginjakkan kaki di halaman rumahnya lagi para bodyguard itu mulai terisak dengan suara samar, Michael terlihat berusaha memberikan semangat pada mereka begitupun Cecar yang berjalan dibelakang Ayara dan Henry.
"Nona...kami, hiks tuan ini bohong kan?" tanya Owen terisak pada Ayara dan Henry yang baru naik ke anak tangga yang akan membawa mereka masuk ke pintu utama.
"Kita tunggu hasil investigasinya Owen, walaupun kita sudah tau hasilnya namun kita tunggu para polisi melakukan pencarian di sekitar Balearic Sea," jawab Henry mencoba untuk menenangkan Owen sang kepala bodyguard Alfedro.
__ADS_1
"Aku mau kekamar mommy and daddy kau tak usah ikut Henry," ucap Ayara terbata sambil melepaskan tangan Henry yang sedang melingkar di pinggangnya.
"Kau yakin tak mau aku temani?" tanya Henry pelan.
"Iya, aku ingin sendiri," jawab Ayara singkat.
"Baiklah, aku ada dibawah bersama Owen ya. Teriak saja jika kau membutuhkan aku sayang," sahut Henry lembut sambil mencium kening Ayara.
Ayara menganggukan kepalanya perlahan, ia lalu berjalan menuju kamar kedua orangtuanya yang ada dilantai dua dengan mata berkaca-kaca. Henry menarik nafas panjang ketika melihat kondisi sang istri yang sangat down itu, ia lalu kembali teringat dengan tujuannya datang ke Cordoba.
"Bisa kita bicara sebentar Owen," tanya Henry pelan pada Owen yang masih berdiri didepan pintu.
"Baik tuan," jawab Owen patuh, ia tau kalau Henry saat ini adalah menantu sang tuan. Oleh karena itu ia pun menghormatinya selayaknya ia menghormati sang tuan.
Henry lalu berjalan menuju ruang kerja sang ayah mertua diikuti Owen dibelakangnya, setelah masuk kedalam ruang kerja Henry memilih duduk di sofa bukan dikursi sang ayah mertua. Melihat apa yang dilakukan Henry membuat Owen tersenyum, ia merasa kalau sang tuan muda yang ada dihadapannya ini benar-benar sangat baik.
"Duduklah Owen, aku mau bicara hal penting padamu," ucap Henry pelan mempersilahkan Owen duduk.
"Apakah yang namanya Tobby hari ini masuk bekerja?" tanya Henry to the poin.
"Tobby, bagaimana anda bisa mengenal Tobby tuan?" tanya balik Owen bingung, pasalnya sudah tiga minggu terakhir ini Tobby tak masuk kerja dan sewaktu Henry datang beberapa minggu yang lalu pun Tobby sudah mulai tak masuk bekerja. Jadi secara otomatis sebenarnya Henry belum pernah melihat atau mengenal Tobby, hal inilah yang membuat Owen bingung.
Henry tersenyum mendengar pertanyaan Owen, ia lalu menceritakan secara detail pada bodyguard sang ayah mertua itu tanpa apa ada yang ditutup-tutupi. Setelah mendengar cerita dari sang tuan muda Owen terlihat sangat marah, beberapa kali ia mengumpat Tobby dengan kata-kata kasar.
"Aku kira kau hanya orang yang egois saja Tobb, namun rupanya kau juga seorang pengkhianat. Breengseekk kau Tobby!!!!" pekik Owen berkali-kali.
"Dengan kau marah seperti itu tak akan menyelesaikan permasalahan Owen, yang harus kita lakukan saat ini adalah menangkap Tobby dan menyerahkannya kepada polisi secepatnya. Karena orang seperti itu tak akan bisa terus hidup berkeliaran bebas diluar sana, aku takut jika ia akan bertindak semakin di luar kendali kita. Apalagi ia tau tentang seluk beluk rumah ini aku takut seandainya dia berbuat nekat dan mengajak teman-temannya yang lain untuk merampok rumah ini nanti setelah aku dan Ayara kembali ke Irlandia," ucap Henry pelan mencoba menenangkan Owen.
"Anda mau kembali ke Irlandia tuan?" tanya Owen kaget.
__ADS_1
"Tentu saja Owen, rumahku disana dan sekarang Ayara istriku jadi dia akan ikut aku ke Irlandia," jawab Henry dengan cepat.
"Tapi kami bagaimana tuan? rumah ini siapa yang akan menjaga jika anda dan nona kembali ke Irlandia," tanya Owen kembali dengan nada sedih.
"Karena itulah aku datang kawan aku kemari untuk memerintahkan dan memberikan tugas baru untukmu yaitu menjaga rumah ini, kau bisa tinggal disini bersama anak istrimu. Sampai saatnya nanti kita bisa berkumpul bersama lagi," jawab Henry kelepasan bicara.
"Berkumpul bersama lagi maksud anda apa tuan muda?" tanya Owen dengan cepat.
Glek
Henry menelan salivanya perlahan, karena ia pintar dengan cepat Henry berhasil mencari alasan lain yang semasukakal mungkin agar Owen tak curiga.
"Baiklah kalau itu mau tuan, saya akan pindah kemari mengajak anak istri saya tinggal dirumah belakang. Menunggu anda dan nona datang kembali suatu saat nanti," jawab Owen terharu, ia tak menyangka akan diminta pindah tinggal ke rumah super mewah milik sang tuan disaat ia sedang resah takut di pecat dari pekerjaannya atas meninggalnya sang tuan karena kecelakaan pesawat.
"Terima kasih Owen sudah mau membantuku merawat tempat ini, oh iya nanti tolong laporkan padaku masih ada berapa orang pelayan dan penjaga yang mau tinggal di rumah ini. Jangan tahan mereka kalau mereka ingin berhenti bekerja, aku tak mau menahan orang yang sudah tak berminat untuk bekerja denganku lagi. Tapi kalau memang mereka semua masih ingin bekerja disini, aku akan dengan senang hati mempekerjakan mereka. Kalian tenang saja untuk masalah gaji aku jamin tak akan ada yang telat ataupun bermasalah, perusahaan daddy Alfredo dalam kondisi yang sangat baik saat ini dan dijalankan oleh para profesional yang sudah aku tunjuk. Jadi kalian tenang saja, walaupun Dede sudah meninggal tapi perusahaannya akan terus berjalan seperti biasanya. Dan walaupun aku di Irlandia aku akan terus memantau perkembangan perusahaan yang ada di sini jadi kalian tak usah khawatir," ucap Henry pelan.
"Baik tuan, saya akan bertanya kepada mereka semua adakah yang ingin berhenti bekerja atau tidak. Karena jujur saja sejak berita kematian tuan Alfredo tersebar kami semua takut kehilangan pekerjaan, karena jujur saja saat ini mencari pekerjaan sangat sulit tuan. Kami sudah bekerja bertahun-tahun bersama tuan Alfredo disini, rasanya sangat sulit untuk pindah dan mencari pekerjaan baru. Belum tentu juga kami akan mendapatkan majikan yang sebaik Tuan Alfredo dan nyonya Raisa," sahut Owen terisak.
"Maka dari itu aku datang kemari untuk memberikan kejelasan nasib kepada kalian semua, aku jamin semuanya akan baik-baik saja tanpa ada masalah dan aku minta bantuanmu sekali lagi untuk mengerahkan anak buahmu mencari Tobby dan membawanya kepadaku secepatnya. Aku punya urusan penting yang harus diselesaikan dengan penghianat itu," jawab Henry datar.
"Baik tuan saya akan mencari si penghianat itu, kalau begitu saya permisi," pamit Owen dengan cepat sambil berdiri.
Henry tersenyum melihat bodyguard kepercayaan sang ayah mertua bertindak dengan sangat cepat.
"Sebelum aku berangkat bulan madu bersama Ayara, aku harus menyelesaikan semua masalah di sini," ucap Henry pelan sambil menatap foto pernikahannya dengan Ayara yang ada di ponselnya, ia sudah tak sabar ingin mereguk madu kenikmatan dunia bersama Ayara. Pasalnya tinggal satu hari lagi Ayara selesai datang bulan.
🌼 bersambung 🌼
Jangan lupa Vote, ratting dan like.
__ADS_1
Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹