Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Don't Judge by the cover part 1


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE.


Setelah puas berolahraga bersama Ciripa dan Hexon bersamaan Ayara lalu menyerahkan kuda-kuda mahal itu pada sang pawang kuda yang biasa mengurus Hexon dan Ciripa, ia lalu berjalan pelan menuju ke rumah dimana sang daddy sudah menunggunya bersama tiga tamunya.


"Henry..." ucap Ayara dalam hati kaget ketika melihat Henry berdiri dibelakang sang daddy, padahal hari ini ia sengaja bangun pagi adalah dalam rangka perayaannya berhasil mengusir Henry dari Cordoba akan tetapi faktanya ia justru melihat pria menyebalkan itu di rumahnya lagi.


Karena tak mau membuat Henry curiga Ayara akhirnya kembali berakting, berpura-pura tak tau apa-apa. Seperti yang ia tunjukkan selama ini kepada kedua orang tuanya, dimana ia menunjukkan bahwa dirinya hanya anak manja yang tak bisa apa-apa. Padahal kemampuan Ayara justru jauh diatas para bodyguard terbaik Alfredo.


"Dad, Yara mandi dulu ya," ucap Ayara dari kejauhan setengah berteriak sambil melambaikan tangannya.


"Ok, setelah selesai mandi susul daddy di meja makan ya," sahut Alfredo dengan cepat.


"Yes sir," jawab Ayara singkat sambil berjalan menuju pintu dapur.


Alfredo tersenyum melihat tingkah putrinya itu, ia lalu mengajak semua tamunya untuk kembali masuk ke dalam rumah kembali sambil menunggu Ayara selesai mandi. Sesampainya di meja makan Raisa sudah merapikan semua makanan di meja makan, karena Ayara masih lama Raisa akhirnya mempersilahkan para tamunya untuk menikmati hidangan pembuka terlebih dahulu. Akhirnya sampai mereka benar-benar makan bersama Ayara tak kunjung muncul.


"Dimana Yara kenapa tak ikut sarapan bersama kita?" tanya Alfredo pelan pada Raisa.


"Tadi pelayan bilang dia sedang mandi dikamarnya," jawab Raisa singkat.


"Sudah hampir satu jam mandi tak selesai, memangnya dia mandi dimana? di planet mars?"tanya Alfredo datar.


"Biarkan aku yang...


"Pelayan!!!" pekik Alfredo memanggil para pelayannya memotong perkataan Raisa.


Mendengar perkataan Alfredo beberapa orang pelayan langsung berlari ke meja makan, mereka terlihat tergesa-gesa menghampiri sang tuan.


"Iya tuan," sahut seorang pelayan paling senior sambil menunduk.


"Dimana anakku? kenapa ia tak kunjung turun waktu makan pagi sudah hampir terlewat," tanya Alfredo pada para pelayannya.


"Nona Yara tadi....


"Tadi apa?" tanya Raisa memotong perkataan pelayannya.


Alih-alih menjawab pertanyaan sang nyonya para pelayan itu justru tertunduk setelah sebelumnya saling pandang, mereka terlihat ketakutan dan menyembunyikan sesuatu. Bukan hanya Alfredo dan Raisa saja yang bingung melihat sikap para pelayan itu, akan tetapi ketiga tamu Alfredo yang ada di meja makan pun nampak bingung karena sikap para pelayannya yang sangat aneh.


"Sebenarnya ada apa?!" tanya Alfredo dengan suara meninggi.


"Itu t--tuan non nonaa Yara... dia...


"Dia kenapa?" tanya Alfredo penuh emosi, ia sudah tak sabar dengan sikap para pelayannya.


"Nona Ayara sedang berburu bersama Ciripa, setelah nona selesai mandi nona Yara kemudian pergi kembali bersama Ciripa membawa panah tuan," jawab Owen tiba-tiba muncul dan menjawab pertanyaan sang tuan.


"Berburu what !!!!" teriak Alfredo panik.


"Kenapa kalian tak ada yang memberitahu kami?" tanya Raisa pelan.


"Nona bilang tuan dan nyonya sedang sibuk dengan para tamu, oleh karena itu nona pergi berburu tuan karena tak mau mengganggu. Itu yang tadi nona katakan tuan," jawab Owen menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Mendengar perkataan Owen semua orang yang ada di meja makan kaget termasuk Henry yang terlihat sangat khawatir, ia tahu bahwasanya Ayara sangat pandai sekali menggunakan panah. Karena ia sudah melihatnya secara langsung, akan tetapi ia tak menyangka kalau Ayara akan sampai berburu di atas kuda menggunakan panah.


Disaat semua orang sedang bingung tiba-tiba Henry bangun dari kursinya dan mendekati para pelayan yang ada di samping Alfredo, sehingga membuat semua orang kaget termasuk Alfredo sendiri.


"Dimana biasanya nona kalian berburu?" tanya Henry tiba-tiba.


"Maaf tuan saya tidak tau," jawab Owen dengan cepat, pasalnya area berburu di sekitar kediaman Alfredo sangat luas karena kediaman Alfredo ada di sebuah wilayah pribadi yang terletak di antara bukit dan hutan pribadi milik Alfredo yang berdampingan dengan hutan dan bukit milik para pengusaha lainnya yang tinggal disekitar wilayah itu.


"Kalau begitu kau tunjukkan saja tempat dimana nona mu biasa berkuda," ucap Henry pelan sambil mencengkram pundak Owen.


"Aku akan tunjukkan tuan Luke," sahut Alfredo tiba-tiba.


"Tuan anda...


"Ikut saya," ucap Alfredo memotong perkataan Henry.


Tanpa bicara Henry langsung mengikuti langkah Alfredo menuju ruang kerjanya begitu pula dengan Dmitry dan Ryan, sesampainya di ruang kerjanya Alfredo menunjukkan sebuah peta yang merupakan peta bukit dan hutan pribadinya. Ia menunjukan peta itu pada Henry yang terlihat sangat memperhatikan penjelasan Alfredo.


"Baiklah kalau begitu biar saya susul nona Del Castillo pulang," ucap Henry pelan setelah Alfredo menyelesaikan perkataannya.


"Terima kasih tuan, saya berhutang pada anda," sahut Alfredo penuh syukur.


"Bukan masalah tuan, ini hanya masalah kecil saya bisa menanganinya. Kalau begitu saya permisi dan maaf tuan saya boleh pinjam kuda anda," pamit Henry meminta ijin pada Alfredo.


"Tentu anda bisa menaiki Hexon," jawab Alfredo singkat.


"Baiklah kalau begitu saya...


"Saya juga tuan," imbuh Dmitry menimpali perkataan Ryan dengan tiba-tiba.


Mendengar perkataan para koleganya itu membuat Alfredo tersenyum tipis, ia lalu menepuk pundak Ryan dan Dmitry secara bersamaan sambil tersenyum.


"Maaf tuan-tuan, dikediaman saya hanya ada dua ekor kuda saja. Satu milik Ayara dan satunya milik saya yang bernama Hexon yang akan dipakai tuan Luke, maaf bukan saya tak mengijinkan anda berdua akan tetapi memang tak ada kuda lagi di kediaman saya tuan," jawab Alfredo pelan.


"Kalau begitu saya akan menaiki sepeda motor saja mencari nona Ayara," ucap Ryan tak mau menyerah.


"Area itu tak bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor tuan, hanya bisa dijangkau dengan kuda atau berjalan kaki saja. Dan saya tak akan mungkin mengijinkan anda berdua mencari anak saya dengan berjalan kaki karena akan sangat berbahaya, masih banyak ular derik di wilayah itu tuan," sahut Alfredo menjelaskan betapa bahayanya wilayah itu pada kedua koleganya itu.


"Tapi tuan saya...


"Tuan Bray dan tuan Dmitry bisa menunggu tuan Henry Luke kembali dengan saya disini," ucap Alfredo memotong perkataan Ryan yang terlihat sekali sangat ingin ikut bersama Henry.


"Tapi ...


"Lebih baik anda segera berangkat sekarang tuan Luke, dan bawa pulang anak saya yang nakal itu ke rumah dengan selamat," titah Alfredo pada Henry untuk memintanya segera pergi.


"Baik tuan, saya permisi," jawab Henry pelan sambil meraih pistol yang diberikan Alfredo untuk berjaga-jaga.


Setelah berpamitan Henry kemudian berlari menuju ke kandang Hexon dan langsung memasang pelana pada tubuh kuda mahal itu dengan cepat. Sebelum naik ke atas tubuh kuda mahal itu Henry terlihat meraba-raba dan menepuk tubuh Hexon dengan perlahan, ia terlihat ingin membuat bonding terlebih dahulu dengan kuda berwarna hitam mengkilat itu.


"Hei jagoan, bantu aku mencari nonamu yang nakal itu," bisik Henry perlahan ke telinga Hexon, ia tau kalau Hexon tak mungkin paham perkataannya akan tetapi ia tetap melakukannya.

__ADS_1


Henry mengikuti cara seseorang yang pernah mengatakan ini padanya dulu,sang pawang Hexon nampak tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Henry. Apa yang dilakukan Henry pada Hexon baru saja mengingatkannya pada seseorang yang sudah sering melakukan hal itu kepada kuda-kuda yang ia rawat selama ini. Setelah merasa cukup melakukan pendekatan pada Hexon yang terlihat tenang itu, Henry kemudian naik ke atas punggung Hexon dalam satu lompatan.


Tak lama kemudian terdengar suara teriakan Henry yang meminta Hexon untuk segera pergi, ia tak menggunakan cambuk untuk mengatur Hexon. Apa yang dilakukan Henry sama persis dengan yang dilakukan oleh Ayara, dari dalam rumah Alfredo tersenyum melihat Henry berhasil naik dan menjinakkan hexon. Pasalnya kudanya itu tak mau dinaiki siapapun selain dirinya dan Ayara, akan tetapi ia kali melihat dengan jelas Henry menaiki Hexon tanpa kesulitan sedikitpun.


"Henry sialan!!!" umpat Ryan dalam hati, kedua matanya terlihat memancarkan kemarahan yang amat besar.


"Apakah mereka sudah saling kenal sebelumnya tuan?" tanya Dmitry pelan ketelinga Ryan secara tiba-tiba.


Deg


Ryan yang sedang melamun dan masih memperhatikan Henry yang sudah tak terlihat lagi dari pandangan matanya itu langsung terkaget, ketika mendengar pertanyaan dari Dmitry yang sama sekali tak ia duga itu. melihat ekspresi kekagetan yang ditunjukan Ryan membuat Dmitry tersenyum.


"Ok tuan saya sudah tau jawabannya," ucap Dmitry kembali tanpa suara pada Ryan, sebuah senyuman tersungging di wajahnya.


Ryan pun mengajukan Dimitri karena ia sudah dipanggil oleh Alfredo untuk kembali meeting di ruang tamu, sementara itu senyuman Dmitry terlihat makin lebar.


"Interesting," ucap Dmitry dalam hati, ia kemudian berjalan menuju ruang tamu menyusul Ryan dan Alfredo.


Henry yang menaiki Hexon nampak tak ada kesulitan apapun, ia dan Hexon nampak sudah kenal bertahun-tahun. Padahal hari ini adalah pertemuan pertamanya dengan kuda kualitas juara itu.


"Karena kau sudah membuatku membuka jati diriku dihadapannya maka kau harus bertanggung jawab Yara," ucap Henry dalam hati.


🌼Bersambung 🌼


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Terima kasih


Ciripa



Hexon


__ADS_1


__ADS_2