
Baca novel thor lainnya yang berjudul
FAITH 2 : The return of the prince
Dalam perjalanan menuju kantor Soo Internasional pikiran Henry masih melayang-layang memikirkan kejadian yang baru saja terjadi, ia yakin sekali kalau mengenal wanita yang mengalihkan perhatian para perampok tadi. Tapi ia tak tau pernah bertemu dimana, pasalnya ia sama sekali tak bisa melihat wajah wanita tadi karena ia menggunakan topi besar untuk menutupi wajahnya.
"Ayo tuan kita sudah sampai," suara tuan Kim membuyarkan lamunan Henry.
"B--baik tuan," jawab Henry tergagap, dengan cepat ia melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil dimana Michael sudah berisi di depan pintu menunggunya keluar.
Henry keluar dari mobil tuan Kim dan melangkah masuk ke dalam kantor milik orang paling kaya di Busan itu, beberapa orang bodyguard pun langsung mengikuti langkah mereka masuk ke dalam kantor untuk mengawal sampai ke ruangan tuan Kim. Sesampainya di dalam ruangan tuan Kim mereka kembali melanjutkan pembahasan yang sebelumnya, tak lama kemudian datanglah seorang office girl membawa makanan yang dipesan oleh tuan Kim untuk mereka makan siang. Pasalnya selama di restoran tadi mereka tak jadi makan apapun.
"Lebih baik kita makan dulu tuan Henry," ajak tuan Kim pelan.
"Anda pesan makanan tuan?" tanya Henry bingung saat melihat ada beberapa orang sedang merapikan meja meeting yang kini penuh makanan.
"Tadi kita belum makan apapun, aku rasa lebih baik kita makan dulu sebelum kembali bekerja. Saya merasa sangat bersalah pada anda karena harus melewati peristiwa seperti tadi, saya merasa sangat malu pada anda tuan Luke," jawab tuan Kim sambil menundukkan kepalanya.
"Anda tak perlu seperti ini tuan, apa yang terjadi tadi adalah sebuah musibah yang kita semua tak tau. Jadi anda tak perlu merasa bersalah seperti ini," sahut Henry dengan cepat, ia merasa tak enak melihat tuan Kim sampai menundukkan wajahnya.
"Tetap saja tuan, semua ini terjadi di Busan di kota saya si tempat saya. Anda baru datang ke tempat ini tapi sudah mengalami hal yang tak sepantasnya seperti itu, saya sangat malu pada anda tuan Luke," ucap tuan Kim tulus.
__ADS_1
Henry tersenyum mendengar perkataan rekan kerjanya itu, ia kemudian berbicara panjang lebar untuk menenangkan tuan Kim dan usahanya berhasil setelah berbicara selama lima menit pada orang tua itu. Tak begitu lama kemudian mereka akhirnya makan siang bersama walau harus dikantor, dibuang meeting dengan berbagai menu makanan tradisional Korea bersama Michael dan beberapa orang tuan Kim yang tadi ikut pergi ke restoran.
Saat sudah selesai makan beberapa orang polisi nampak datang untuk meminta keterangan pada tuan Kim dan Henry, mereka mengatakan terpaksa harus mendatangi tuan Kim pasalnya seluruh CCTV yang ada di restoran itu rusak dan tak bisa diambil rekamannya. Jadi mereka terpaksa meminta keterangan secara langsung kepada para tamu restoran itu termasuk tuan Kim dan Henry.
"Jadi anda juga tak tau siapa dua orang itu?" tanya Henry pelan pada sang petugas polisi.
"Kami tak tau tuan, semua CCTV disekitar restoran itu juga rusak alhasil kami tak bisa mengindentifikasi kedua orang asing itu. Dugaan sementara kedua perampok itu lah yang sengaja merusak CCTV untuk menghilangkan jejak ketika mereka sudah berhasil menjalankan aksinya," jawab seorang polisi muda menjelaskan panjang lebar pada Henry.
"Lalu siapa penjahat itu sebenarnya pak?" tanya tuan Kim penasaran.
"Mereka hanya perampok kecil yang kehabisan uang setelah berfoya-foya tuan dan mereka merampok lagi untuk menyambung hidup, namun kali ini mereka salah sasaran," jawab polisi lainnya.
Mendengar penjelasan kedua polisi itu membuat Henry dan tuan Kim menganggukan kepalanya tanda mengerti, setelah meminta keterangan selama hampir tiga puluh menit kelima orang polisi itu pun akhirnya meninggalkan kantor tuan Kim untuk melanjutkan tugas kembali. Tuan Kim nampak puas mendengar penjelasan para polisi itu namun tidak dengan Henry, ia masih merasa janggal dengan semua penjelasan polisi itu yang mengatakan semua CCTV ditempat itu rusak.
"Seandainya tadi aku bisa melihat saja sekilas wajahnya mungkin aku bisa langsung mengenalinya, aku yakin wanita itu bukanlah wanita sembarangan. Sangat mustahil semuanya serba kebetulan seperti ini, dia datang ke sebuah restoran dengan menggunakan topi lebar seperti akan pergi ke pantai. Belum lagi dengan pakaiannya yang super besar dan panas itu, padahal saat ini di Korea bukanlah musim dingin yang mengharuskan masyarakatnya menggunakan pakaian tebal seperti itu,"
Berbagai pertanyaan muncul di kepala Henry, pikirannya masih teringat pada wanita bertopi super besar di restoran tadi. Ia benar-benar tak bisa melihat wajah wanita itu, sehingga tak bisa menebak siapa sebenarnya wanita yang sudah menolongnya tadi. Semua ini bagi Henry sangatlah janggal dan tidak ada kebetulan yang sesempurna ini dalam kamusnya kecuali sudah terorganisir dengan baik.
Saat Henry masih sibuk dengan berbagai pertanyaan yang melintas di kepalanya di tempat lain di sebuah hotel tempat menginapnya Dmitry Brown bersama anak buahnya telah terjadi keributan besar, pasalnya saat ini Dmitry Brown sedang menggila dan menghancurkan beberapa barang yang ada di kamar hotelnya pasca mengetahui kedua anak buahnya tertangkap polisi.
"Kalian kuberi tugas yang sangat mudah seperti itu kenapa tak berhasil melakukannya,"
__ADS_1
"Bukankah semua rencana sudah dilakukan dengan baik kenapa bisa berantakan seperti ini,"
"Aku kan sudah mengatakan kalau target kalian hanyalah Henry Luke dan Kim Joong Soo, bukan orang lain... bukan wanita yang mengganggu Joo itu. Kenapa kalian masih tak menghiraukan penjelasanku dan lebih mengalihkan perhatian ke perempuan yang tidak jelas itu,"
"Aarrggghhh kalian tak berguna!!!!"
Dmitry menggila di kamar hotelnya saat mengetahui dua anak buahnya tertangkap polisi, padahal ia sudah mengganti pelayan restoran itu dengan orang-orangnya juga tapi tetap saja tak berhasil menyingkirkan Henry Luke sesuai rencana awal. Usahanya untuk merebut Luke Corporation makin sulit untuk di jalankan saat ini, karena Henry dan orang-orangnya akan lebih waspada mulai saat ini. Apalagi pihak kepolisian kota Busan juga sudah ikut campur, memikirkan itu membuat Dmitry Brown bertambah kesal. Karena sudah buntu ide Dmitry akhirnya menghubungi Yamashita Ryuichi di Jepang, ia ingin meminta saran dari orang nomor satu di dunia gelap kota Sapporo itu.
"Bagaimana selanjutnya nona?" tanya Cecar pelan sesaat setelah mematikan alat sadap ya dilaptop Dmitry.
"Kalau Yamashita Ryuichi sudah ikut campur artinya kita harus lebih hati-hati lagi Cecar, pria itu bukanlah pria mudah. Namun saat ini ia tak akan bisa berbuat banyak, Busan bukanlah tempat tinggalnya jadi ia tak bisa mengendalikan kota ini," jawab Ayara pelan sambil melepaskan kulit sintetis yang masih terpasang diwajahnya saat melakukan penyamaran tadi.
"Lebih baik kita lanjutkan dengan plan B, aku akan datang ke tempat Dmitry malam ini untuk memasang semua alat kita sehingga kita bisa tau apa yang mereka rencanakan selanjutnya tanpa harus menunggu Dmitry menyalakan komputernya seperti saat ini," ucap Ayara pelan.
"Tapi itu berbahaya sekali nona bos," sahut Cecar dengan cepat, ia tak setuju dengan rencana Ayara yang ini karena akan sangat membahayakan keselamatan sang nona.
"Tenanglah Cecar, aku sudah mempersiapkan semuanya," jawab Ayara pelan sambil mengangkat baju tradisional Korea super cantik, Ayara berniat menerobos tempat menginap Dmitry malam ini dengan menyamar sebagai wanita penghibur.
🌼bersambung 🌼
Jangan lupa Vote, ratting dan like.
__ADS_1
Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹