
Baca novel thor lainnya yang berjudul
FAITH 2 : The return of the prince
2 hari menjelang pernikahan Ayara-Henry
Sudah dua jam Alfredo tidak keluar dari ruang kerjanya pasca Henry menelepon dirinya, ia terlihat mengunci diri di dalam ruang kerjanya tanpa seorangpun yang menemani termasuk Raisa yang dilarang untuk masuk ke dalam. Alfredo ingin menenangkan dirinya sebelum mengambil keputusan yang ditawarkan oleh Henry beberapa saat yang lalu, ia belum pernah sesedih saat ini. Ada banyak nyawa yang harus ia selamatkan kali ini selain dirinya sendiri.
"Aku baru menikah dengan Raisa empat tahun Tuhan, tapi kenapa kau sudah memberiku ujian seberat ini," ucap Alfredo berkali-kali sambil menyentuh liontin kalungnya yang berbentuk salib.
"Kalau hanya nyawaku yang ia inginkan dengan sukarela aku akan menyerahkan diri, akan tetapi orang jahat itu juga ingin membunuh bayiku yang tidak tahu apa-apa. Rasanya sangat tidak masuk akal sekali ada pria segila Yamashita Ryuichi," gumam Alfredo lirih.
Tanpa Alfredo ketahui sudah sepuluh menit Raisa berdiri di depan pintu, ia mendengar semua perkataan Alfredo yang sebelumnya. Sebenarnya Raisa tak bermaksud untuk mencuri dengar, ia hanya ingin memberikan segelas teh hijau kesukaan sang suami untuk membantunya berpikir. Namun kenyataannya ia justru mendengar semua perkataan suaminya yang mengerikan itu.
"Sebenarnya kau anggap apa diriku ini Alfredo?" tanya Raisa lirih dengan suara bergetar mengagetkan Alfredo yang sedang melamun.
"Raisa..."
"Jawab Alfredo kau anggap apa aku?!" pekik Raisa dengan suara meninggi, wajahnya sudah basah dengan air mata.
Melihat Raisa menangis membuat Alfredo panik, ia kemudian bangun dari kursinya dan mendekati Raisa namun saat akan memeluk istrinya ia mendapatkan penolakan. Alfredo akhirnya memutuskan untuk menutup pintu terlebih dahulu supaya tak ada orang lagi yang mendengar percakapannya dengan Raisa, ia pun mengunci pintu ruang kerjanya dengan rapat.
"Duduklah denganku disofa, aku akan menceritakan semuanya dari awal denganmu," ucap Alfredo pelan sambil mengulurkan tangannya kepada Raisa agar mau mengikuti dirinya duduk di sofa.
"Katakan saja sekarang, toh aku masih mendengarnya dengan posisi berdiri seperti ini," jawab Raisa dengan ketus.
"Aku tak bisa bicara jika melihatmu marah seperti itu, tolonglah sekali ini saja dengarkan aku baik-baik. Duduklah di sampingku cinta," pinta Alfredo dengan suara parau.
__ADS_1
Raisa akhirnya melangkahkan kakinya kearah sang suami yang sudah duduk di sofa, ia lalu meletakkan cangkir berisi teh hijau kesukaan suaminya begitu saja dihadapan sang suami tanpa bicara apapun.
"Sepertinya kita tidak bisa tinggal lebih lama lagi di Spanyol sayang," ucap Alfredo pelan membuka percakapan.
"Kenapa kita tidak bisa tinggal di Spanyol!! Memangnya ada masalah apa sampai membuat kita harus meninggalkan negara ini?" tanya Raisa bingung.
"Penghianat ada penghianat di rumah ini yang memberitahukan kondisi keluarga kita kepada Yamashita Ryuichi," jawab Alfredo lirih.
Deg
Deg
Detak jantung Raisa berpacu lebih cepat saat mendengar Alfredo menyebut nama mantan suaminya yang ia benci itu.
"Kau tau dari mana ada penghianat dan sebenarnya apa yang ia laporkan kepada pria jahat itu sehingga kita harus meninggalkan Spanyol Alfredo ?"tanya Raisa terbata dengan mata berkaca-kaca.
Perlahan Alfredo bangun dari kursinya dan mendekati Raisa yang duduk di seberang meja, ia kemudian merengkuh sang istri penuh cinta sambil menyeka airmata Raisa yang sudah membasahi wajahnya.
"Yamashita Ryuichi sudah tau tentang keberadaan Ace, dan dia bertekad ingin merebutmu kembali dari tanganku dia juga ingin..."
"Ingin apa Alfredo bicara yang jelas jangan bertele-tele seperti ini aku tak suka mendengarnya," ucap Raisa dengan cepat memotong perkataan Alfredo.
"Dia ingin membunuhku dan membunuh Ace untuk merebutmu kembali," jawab Alfredo dengan suara parau sambil menatap tajam kearah Raisa.
"Apa apa kau bilang, pria jahat itu ingin membunuhmu dan anakku!!! tidak Alfredo itu tidak akan pernah terjadi, aku lebih baik mati kalau kehilangan kalian...aku lebih baik hiks hiksss...."
Raisa menangis tersedu-sedu mendengar perkataan Alfredo, ia tak bisa menyelesaikan perkataannya karena terlalu takut untuk mengucapkan kalimat mengerikan itu. Alfredo mencoba tegar untuk menenangkan sang istri, walaupun sebenarnya ia juga sangat khawatir dan takut kali ini. Pasalnya ia tau dengan baik siapa musuhnya kali ini, Alfredo yang diam-diam sudah mengamati gerak-gerik Yamashita Ryuichi di Jepang. Ia paham sekali bahwa pria itu bukanlah seorang pria yang bisa diajak bicara baik-baik, walaupun ia memiliki banyak anak buah namun Alfredo merasa tak bisa melawan Yamashita Ryuichi mengingat pria itu memiliki seorang mata-mata yang bersembunyi di sekitar Alfredo. Maka dari itu Alfredo yakin seandainya ia mencoba melawan pria gila itu usahanya pasti akan sia-sia, pasalnya sang pengkhianat pasti akan memberitahukan rencananya kepada Yamashita Ryuichi terlebih dahulu.
__ADS_1
Maka dari itu Alfredo memilih untuk melakukan rencana kedua yang di usulkan oleh Henry calon menantunya, pada awalnya ia ragu untuk mengambil rencana itu. Namun setelah memikirkan baik dan buruknya rencana sang menantu Alfredo akhirnya setuju untuk menghilang sejenak dari hiruk pikuk dunia bisnis yang sudah membesarkan namanya.
Raisa terdiam saat mendengar semua penjelasan sang suami termasuk dengan rencana yang sudah ia pikirkan matang-matang itu, air mata Raisa tak berhenti mengalir saat Alfredo berbicara.
"Aku sudah memilih sebuah tempat yang nyaman untuk kita bertiga tinggal," ucap Alfredo pelan mencoba menenangkan Raisa.
"Apakah tidak lebih baik kita memberitahu Ayara tentang hal ini, supaya kita bisa bersembunyi bersama-sama dan berkumpul seperti dulu lagi Alfredo," sahut Raisa dengan cepat.
"Tidak bisa sayang, hal itu terlalu mencolok. Yamashita Ryuichi adalah orang yang pintar, ia pasti akan langsung mencari keberadaan kita saat menyadari Ayara menghilang. Dia bukanlah seorang pria yang mudah sayang," sahut Alfredo pelan.
"Tapi aku tak bisa membiarkan Ayara tinggal sendiri, aku tak bisa berjauhan darinya aku tak mungkin..."
"Hei hei hei dengarkan aku, Ayara akan menikah dengan Henry dua hari lagi. Dia akan dijaga oleh menantu kita jadi keselamatannya pasti terjamin, lagipula Henry bukanlah orang sembarangan. Menantu kita itu adalah orang yang pintar sayang, ia yang akan menjaga Yara kita dan aku yang akan melindungimu dan Ace untuk memecah perhatian Yamashita Ryuichi," ucap Alfredo lirih.
Setelah perdebatan panjang antara Raisa dan Alfredo akhirnya dicapai lah sebuah kesepakatan, dimana mereka akhirnya memilih sebuah pulau indah di Indonesia untuk tempat tinggal. Alfredo memutuskan untuk tidak memberitahukan di mana ia akan tinggal kepada Henry untuk tetap menjaga rahasianya tetap aman., Alfredo tak mau kalau Henry tahu di mana ia tinggal. Karena jika Henry mengetahui di mana ia tinggal maka Ayara juga akan tau dan jika hal itu terjadi maka semuanya yang telah ia lakukan selama ini akan sia-sia. Karena tempat persembunyiannya pasti akan terlacak dengan mudah oleh seorang Yamashita Ryuichi.
Alfredo sudah membuat sebuah bank account atas nama salah satu orang kepercayaannya yang biasa ia gunakan untuk melakukan transaksi, ia menyimpan sejumlah uang di bank account itu untuk modalnya hidup di tempat persembunyian nanti di Indonesia. Ia bertekad untuk meninggalkan harta dan perusahaannya begitu saja supaya rencananya berjalan lancar ia tak mau membuat Yamashita Ryuichi curiga, beruntung Raisa juga memiliki satu bank account atas nama orang tuanya yang masih sering ia gunakan dan di bank account itu masih tersimpan uang yang cukup banyak yang bisa mereka pakai untuk memulai bisnis baru di tempat persembunyiannya nanti sambil menunggu Henry menaklukkan Yamashita ryuichi.
Alfredo tak mau membawa anak buahnya pergi, ia tak mau kalau rencananya bocor. Apalagi saat ini ia belum tau siapa penghianat yang ada disekitarnya itu, oleh karena itu Alfredo hanya memberitahukan rencananya kepada Raisa saja. Dan hari yang ditentukan adalah empat hari lagi untuk menjalankan rencana.
"Aku harap semuanya akan berjalan dengan lancar semoga dengan ini Yamashita Ryuichi benar-benar menganggap kita sudah mati. Setidaknya dengan itu Ace akan baik-baik saja," ucap Alfredo pelan sambil mencium kening Raisa.
"Amin, semoga Tuhan membantu kita dan menguatkan Ayara jika kita benar-benar harus melakukan hal ini," jawab Raisa terisak.
🌼 bersambung 🌼
Jangan lupa Vote, ratting dan like.
__ADS_1
Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹