
Sebelum baca tolong berikan vote, jangan hanya minta update kalau tidak mau vote.
Setelah dirawat dua hari di rumah sakit yang ada di daerah Jakarta pusat Henry pun akhirnya diperbolehkan pulang, sedangkan Michael sudah pulang dari rumah sakit sehari sebelumnya karena luka di tubuhnya tidak separah luka yang diderita oleh Henry. Isabel sendiri sejak hari pertama sudah kembali ke apartemennya, karena kondisinya yang masih syok a mendapatkan pendampingan psikologi dari seorang psikiater dari rumah sakit.
"Apa kau yakin ini hanyalah sebuah perampokan biasa tuan.?" Tanya Michael kepada Henry yang sedang bersiap-siap untuk pulang.
"Perasaanku mengatakan tidak Mike, entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang janggal dengan penyerangan kemarin." Jawab Henry dengan cepat.
"Aku pun juga merasa seperti itu tuan, karena para bandit itu terlihat mengacak-acak mobil kita terlebih dahulu sebelum akhirnya memukul kita." Sahut Michael mengingat kejadian dua hari yang lalu.
Henry terdiam mendengar perkataan Michael, ia pun sebenarnya merasa ada yang aneh dengan para bandit itu. Karena jika mereka hanya pencuri biasa mereka pasti sudah membawa kabur mobil Porsche mahal milik Henry bukan justru menghancurkannya, para penjahat itu pun terlihat langsung menyerang Henry setelah tak berhasil mendapatkan apa yang mereka cari di dalam mobil Porsche milik Henry.
"Untuk selanjutnya kita tak bisa lagi pergi berdua bersama Mike, aku akan meminta Bodyguard untuk mengawal kita kemanapun." Ucap Henry pelan sambil melepaskan seragam rumah sakit.
"Saya setuju dengan perkataan anda ini tuan." Sahut Michael sambil menunduk.
Tak lama kemudian Henry pun terlihat sudah berganti dengan pakaian barunya dan meletakkan seragam rumah sakitnya di atas ranjang, ia dan Michael akhirnya keluar dari kamar perawatan yang ia tinggali selama dua hari ini. Beberapa orang anak buah Henry terlihat berjaga di depan kamar, ia tersenyum tipis melihat para lelaki berbadan besar itu berjaga untuknya.
Henry dan rombongan akhirnya meninggalkan rumah sakit setelah semua urusan administrasi selesai, sebenarnya Henry masih mendapat perlindungan dari polisi akan tetapi ia menolaknya karena merasa tak nyaman jika dikawal oleh polisi. Henry merasa seperti seorang penjahat apabila ada polisi di sekelilingnya. Alhasil para polisi itu pun kembali ke kantornya kembali setelah Henry menolak untuk diantar sampai ke mansionnya, Henry merasa cukup aman dengan adanya enam orang pria berbadan besar yang kini menjaga dirinya dan Michael.
Setelah berkendara selama hampir empat puluh lima menit Henry dan rombongan akhirnya sampai di kediamannya, penjaga pun langsung membukakan pintu gerbang utama ketika melihat mobil Henry masuk.
"Ada apa Seno kau terlihat panik.?" Tanya Michael kepada Seno sang penjaga pintu.
"Itu tuann itu.... di dalam di dalam ada....
"Ada siapa Seno,?! bicara yang jelas.!!" Hardik Michael kembali yang jengkel melihat penjaga rumah Henry terlihat menjadi seperti orang bodoh.
__ADS_1
"Kenapa kau harus berteriak-teriak seperti itu tuan Michael.?" Tanya Ayara dengan lantang sambil berjalan mendekati mobil Henry berada.
Tak
Tok
Tak
Tok
Suara langkah sepatu Ayara terdengar dengan sangat jelas ditelinga Henry, bahkan terdengar sangat lambat sampai ke Indra pendengarannya.
"Kauuu..." Desis Michael kesal.
"Hi sir, long time no see." Ucap Ayara tanpa rasa bersalah sambil mengulurkan tangannya kepada Henry yang sedang berdiri mematung di depannya tanpa bersuara.
"Bos....
"Ikut aku Arial." Ucap Henry dingin mengacuhkan panggilan Michael.
Ayara melirik kearah Henry yang berjalan di sampingnya dengan cepat, ia pun lalu berbalik badan dan mengikuti langkah Henry yang menuju ke ruang latihan meninggalkan Michael yang masih kesal di samping mobil bersama beberapa orang Bodyguard lainnya yang layarnya tidak kenal. Sebenarnya Ayara kasihan melihat cara berjalan Henry yang masih terlihat pincang, dengan luka memar di wajahnya yang juga masih terlihat jelas. Akan tetapi Ayara berusaha berakting senatural mungkin pura-pura tidak tahu dengan kejadian yang menimpa Henry dan Michael.
Setelah masuk kedalam ruang latihan Ayara lalu menutup pintunya dengan rapat, ia lalu berjalan mendekati Henry yang berdiri di tengah-tengah tempat latihan. Karena merasa udara pengap Ayara lalu membuka jendela yang ada di samping untuk membuat sirkulasi udara masuk ke dalam ruangan latihan, Henry hanya menatap tajam kepada Ayara yang masih sibuk membuka tiga jendela lainnya.
"Sudah.?" Tanya Henry dingin kepada Ayara yang sedang berjalan ke arahnya.
"Yes, im done. Kita harus membuat ruangan ini mendapatkan sirkulasi udara yang baik karena kalau tidak kita akan mati kehabisan oksigen disini." Jawab Ayara berusaha menjelaskan kenapa ia membuka jendela jendela besar yang ada di ruangan latihan milik Henry.
__ADS_1
"Tak usah basa-basi denganku, kemana saja kau selama sebulan terakhir ini.? kenapa kau berani melarikan diri dari tugas yang aku berikan kepadamu Arial.?" Tanya Henry dengan penuh emosi.
"Kau bilang kau adalah seorang Bodyguard yang profesional tapi menjalankan tugas kecil seperti itu saja kau tak mampu, lalu dimana kata-katamu yang mengatakan kalau adalah seorang profesional Arial." Imbuh Henry mengejek Ayara.
Ayara tersenyum mendengar perkataan Henry, ia sudah menduga kalau Henry akan berkata seperti itu kepadanya. Dan ia pun sudah menyiapkan jawaban terbaik yang sudah ia pikirkan selama dua hari untuk menjawab pertanyaan Henry.
"Lebih baik kau minta aku untuk membunuhnya secara langsung daripada kau memintaku untuk menyamar menjadi seorang perempuan dan bekerja dirumahnya, itu adalah hal yang paling menjijikkan bagi lelaki sejati sepertiku. Memangnya kau fikir mudah menyamar menjadi perempuan tuan, apa kau pernah memikirkan bagaimana perasaanku selama ada di rumah Ryan yang harus beraktivitas dengan menggunakan pakaian perempuan. Memangnya kau pikir aku lelaki tidak normal yang suka memakai pakaian seperti itu." Ucap Ayara dengan suara meninggi sambil berkacak pinggang dan menatap tajam kearah Henry.
"Jangan karena wajahku terlihat seperti perempuan jadi kau seenaknya memintaku menyamar sebagai perempuan untuk melakukan pengintaian di rumah Ryan." Imbuh Ayara dingin sambil berjalan ke arah Henry.
Melihat Ayara berjalan ke arahnya membuat Henry berjalan mundur tanpa sadar, ia tak bisa berkata apa-apa lagi ketika Ayara sudah berkata seperti itu. Sebenarnya dari awal dia lah yang bersalah karena sudah mempunyai ide gila yang tidak masuk akal seperti itu, Henry yakin saat ini Arial sangat marah padanya karena merasa harga dirinya sudah direndahkan olehnya.
"Lalu sekarang apa maumu,? mau membalas dendam kepada ku karena sudah memintamu melakukan pekerjaan seperti itu.?" Tanya Henry dengan tergagap.
Ayara tersenyum tipis mendengar perkataan Henry, sejak tadi ia sudah tidak sabar ingin mendengar perkataan seperti ini dari Henry.
"Biarkan aku kembali bekerja denganmu, menjadi Bodyguardmu di sisimu dan jangan pernah perintahkan aku untuk menyamar lagi menjadi perempuan." Jawab Ayara dengan lantang.
"Setuju.!!!" Pekik Henry dengan suara meninggi, wajahnya pun langsung terlihat bercahaya.
🌸Bersambung 🌸
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 20 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Terima kasih kakak-kakak.
Love u all .
__ADS_1