Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Ayara is mine


__ADS_3

Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak. 


Terima kasih


Melihat Ayara jatuh pingsan Cecar langsung bergerak dengan cepat, ia berlari dan menggunakan tubuhnya untuk bantalan agar Ayara tidak terjatuh di lantai.


"Nona...wake up,"


"Nona jangan buat aku takut, bangun nonaaa..."


Henry yang baru masuk ke kamar kembali langsung terkejut ketika melihat istrinya sudah berbaring di lantai dengan mata terpejam.


"Yaraaaaaaa!!!" teriak Henry dengan keras sambil berlari ke arah Ayara yang sedang dipangku Cecar.


"Cecar, apa yang terjadi? kenapa istriku pingsan?"


"Bukankah tadi saat aku tinggalkan dia baik-baik saja, katakan apa yang kau lakukan padanya Cecar?"


"Cecarrr.. jawab!!!"


Karena suara Henry yang keras para pelayan yang sedang ada diluar pun langsung masuk ke dalam kamar untuk mencari tau, mereka semua nampak kaget saat melihat sang nona terbaring dilantai. Sontak para pelayan wanita itu berlari mendekati Ayara dan meminta Henry untuk mengangkat tubuh Ayara ke atas ranjang. Dengan perlahan Henry mengangkat tubuh istrinya ke atas tempat tidur, sementara itu Cecar yang nampak kaget belum bisa menguasai dirinya. Baru kali ini ia melihat sang nona pingsan dan ini membuatnya merasa bersalah, Maria yang masih berdiri didepan pintu mendekati Cecar yang masih duduk di lantai. Ia mengajak Cecar untuk duduk di sofa.


"Apa yang terjadi dengan nona tuan?" tanya Esmeralda pelan.


"Aku tak tau, tadi aku kebawah untuk menemui orang-orang yang sudah mengantarku pulang itu. Saat masuk kedalam kamar lagi dia sudah pingsan dilantai," jawab Henry dengan cepat, kedua matanya berkaca-kaca saat bicara seperti itu. Raut ketakutan jelas tergambar dari wajah Henry.


"Panggil dokter aku perlu dokter untuk memeriksa kondisi istriku, cepat panggil dokter Esmeralda," imbuh Henry kemudian menambahkan perkataannya yang sebelumnya.


"Baik tuan," jawab Esmeralda patuh, Esmeralda pun meninggalkan kamar Ayara menuju ke meja telepon untuk menghubungi dokter.


Sementara itu pelayan lainnya yang nampak khawatir dengan kondisi sang nona tak berbuat apa-apa selain hanya berdiri, mereka hanya bisa diam melihat Henry memanggil-manggil nama sang nona berkali-kali dengan suara parau. Henry benar-benar terlihat sangat shock melihat Ayara pingsan, berbagai pikiran jelek langsung bermunculan dalam otaknya. Peristiwa puluhan tahun lalu saat ia melihat sang ibu meninggal di rumah sakit kembali muncul dalam ingatan Henry, padahal sudah hampir dua puluh tahun ini ia tak mengingat kejadian mengerikan itu. Tapi entah mengapa peristiwa itu muncul lagi dalam ingatannya kali ini.


"Yara bangun, bangun sayang...jangan tinggalkan aku sayang. Aku tak bisa hidup tanpamu dan anak kita...bangun sayang," ucap Henry lirih ditelinga Ayara, air matanya menetes membasahi pipi Ayara.


"Please Yara bangun, jangan siksa aku seperti ini...bangun sayang,"

__ADS_1


"My love wake up, kasian anak kita sayang hiks..bangun Yara,"


Ini adalah kali pertama Henry menangis setelah meninggalnya sang ibu saat usianya baru tujuh tahun, bahkan saat ayahnya tuan Edward Luke meninggal saja ia tak menangis seperti ini. Henry benar-benar takut kalau Ayara akan pergi meninggalkan dirinya sama seperti yang ibunya lakukan padanya bertahun-tahun lalu.


Sementara itu di sofa Cecar masih belum bicara, pandangannya kosong menatap ke arah ranjang dimana Ayara berbaring. Ia merasa sangat menyesal sudah mengatakan hal seperti tadi, ia tak tau kalau apa yang ia katakan membuat Ayara shock dan akhirnya ia pingsan seperti itu.


"Maafkan aku nona, aku menyesal nona. Maafkan aku nona," ucap Cecar terbata-bata tanpa suara dengan mata berkaca-kaca.


Sepuluh menit kemudian dokter Daniela datang sambil berlari-lari, kebetulan saat ia menerima telepon dari Esmeralda ia sedang ada dirumah pasien yang tak jauh dari kediaman Alfredo sehingga ia bisa datang dengan cepat begitu mendapatkan informasi kalau Ayara pingsan.


"Maaf tuan muda dokter Daniela sudah datang," bisik Esmeralda pelan sambil menepuk pundak Henry dengan lembut.


"Benarkah...syukurlah, dokter Daniela tolong periksa istriku dokter. Dia pingsan dok, aku tak bisa membangunkannya sejak tadi dok," ucap Henry panik.


"Saya tau tuan, jangan panik. Biarkan saya memeriksa istri anda terlebih dahulu," jawab dokter Daniela lembut.


Tanpa diperintah dua kali Henry pun langsung beranjak dari tempatnya berlutut, ia memberikan ruang untuk dokter Daniela memeriksa Ayara yang masih tak mau membuka kedua matanya. Dokter Daniela kemudian melakukan pemeriksaan pada Ayara, ia mengeluarkan stetoskop untuk mendengarkan detak jantung Ayara lalu memeriksa kedua mata Ayara dengan hati-hati. Tak lama kemudian sebuah senyum tersungging diwajah dokter Daniela, ia kemudian mengalungkan stetoskop di lehernya dan berbalik menghadap Henry.


"Istri anda tak apa-apa tuan, ia hanya butuh waktu istirahat saja..."


"Bayi anda baik-baik saja, kandungan istri anda sehat tuan jadi anda tak perlu khawatir. Nona Ayara hanya perlu banyak istirahat setelah ini dan yang paling penting jangan membuatnya berpikir terlalu keras karena itu bisa berpengaruh besar pada kesehatannya," jawab dokter Daniela lembut.


"Jadi istriku tak perlu dibawa ke rumah sakit kan dok?" tanya Henry kembali.


"Tidak tuan, saya juga tak akan memberikan nona Ayara obat. Karena bagi saya wanita hamil adalah proses normal bagi seorang wanita dan ia tak perlu mengkonsumsi obat apapun jika semuanya normal, saya juga tak akan memberikan vitamin apapun saat ini. Saya rasa Vitamin dan semua kebutuhannya bisa dipenuhi dengan baik dari makanan yang sehat, saya yakin para pelayan disini sudah tau mana makanan-makanan apa yang baik untuk nona Ayara jadi saya tak perlu merekomendasikannya kembali," jawab dokter Daniela lembut.


Brukkk


Henry langsung berlutut dilantai mendengar perkataan sang dokter, dari kedua matanya kembali mengalir air mata yang membasahi wajah tampannya. Melihat apa yang Henry lakukan membuat dokter Daniela kaget, ia belum pernah melihat ada pria yang sampai berlutut seperti yang sedang Henry lakukan. Karena tak mau mengganggu waktu Henry dan Ayara dokter Daniela akhirnya berjalan keluar bersama Esmeralda dan pelayan lainnya termasuk Maria yang sejak tadi berusaha menenangkan Cecar yang masih duduk di sofa, Henry sendiri pun tak menyadari kalau Cecar masih ada dikamar mereka.


Saat Henry akan bangun dan menuju ranjang ia dikejutkan ketika melihat ke arah depan dimana Cecar sedang berlutut di pinggir ranjang dengan kepala tertunduk.


"Kenapa kau masih disini Cecar, keluarlah biarkan istriku istirahat. Aku juga tak mau marah padamu," ucap Henry dingin mengusir Cecar pergi dari kamarnya.


"Cecar kau tak mendengar perkataanku?" tanya Henry kembali dengan keras.

__ADS_1


Alih-alih menjawab pertanyaan Henry yang sangat dingin itu Cecar menyerahkan ponsel pintarnya yang sudah retak pasca dijatuhkan Ayara kepada Henry.


"Nona bos pingsan karena itu," ucap Cecar lirih.


"Apa ini..."


Deg


Kedua mata Henry langsung membulat sempurna saat melihat layar ponsel Cecar, tangannya pun sampai bergetar saat ia memutar Video tangkapan CCTV yang menampilkan percakapan Yamashita Ryuichi dan anak buahnya yang membahas rencana pernikahan untuk Ayara setelah berhasil memisahkan Ayara dengan Henry.


"Ini..."


"Nona Ayara pingsan setelah berkata kalau ia bukan anak Yamashita Ryuichi, aku rasa sudah saatnya anda bertindak tuan. Nona bos tak akan bisa menyelesaikan masalah ini apalagi saat ini ia sedang hamil dan..."


"I know Cecar, maybe it's time for the baasstard to know who I really am, I won't let him succeed in doing this crazy plan," ucap Henry dingin memotong perkataan Cecar.


*Aku tahu Cecar, mungkin sudah waktunya bajingaann itu tahu siapa aku sebenarnya, aku tidak akan membiarkan dia berhasil melakukan rencana gila ini.


"Ayara is mine, I will not let the mentally ill man take my wife," imbuh Henry pelan dengan mata berapi-api menatap layar ponsel Cecar yang kini semakin hancur kacanya karena di genggam dengan kuat oleh Henry.


*Ayara adalah milikku, aku tidak akan membiarkan orang yang sakit jiwa itu merebut istriku.


Cecar yang sedang berlutut tak jauh dari tempat Henry duduk dilantai nampak berkaca-kaca saat melihat ponselnya kembali hancur ditangan Henry, batinnya menangis saat melihat ponsel berwarna pink itu hancur.


" I'm sorry darling for not being able to take care of you until finally this husband and wife kill you," ucap Cecar dalam hati meratapi kehancuran ponsel kesayangannya lagi.


*Maafkan aku sayang karena tidak bisa menjagamu, sampai akhirnya suami dan istri ini membunuhmu.


🌼 bersambung 🌼


🍀🍀 Akhirnya Henry tau apa penyebab Ayara pingsan, sepertinya waktu Yamashita Ryuichi hidup di dunia akan segera habis, Henry akan menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya sebentar lagi.


Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.


Jangan lupa juga untuk VOTE.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2