
Jangan lupa vote dan ratting bintang lima
Terima kasih
Jasper dan Michael diam membisu tanpa kata saat melihat sosok tuan mereka di dalam ruang ICU, dimana terlihat jelas Henry masih berlulut di samping ranjang Ayara dengan menggenggam tangan Ayara yang tak terpasang infus dan menyandarkan kepalanya di bantal yang sama dengan Ayara. Sesekali ia mengangkat wajahnya dan mendaratkan sebuah kecupan hangat pipi Ayara.
"Tuann..."
"Sejak nona bos masuk ruang operasi dua jam yang lalu, posisi tuan masih seperti itu," ucap Cecar pelan memotong perkataan Michael.
Brakkk! Jasper memukul meja yang ada didepan ruang ICU Ayara dengan keras.
"Jasper!!! kau membuatku hampir mati karena kena serangan jantung," pekik Michael kaget sambil memegang dadanya yang berdebar-debar.
"Kenapa kau harus menolongnya Cecar laki-laki itu harusnya mati, pria tua seperti itu yang tak memiliki hati nurani harusnya sudah membusuk di tanah bersama cacing-cacing yang akan memakan tubuhnya," pekik Jasper penuh emosi.
"Mana ada seorang ayah kandung yang tega menembak putrinya sendiri, memangnya dia belum puas menyia-nyiakan putri kandungnya itu sejak kecil?! rasanya sangat menyakitkan sekali menjadi nyonya Yara," imbuh Jasper dengan suara meninggi.
Cecar tersenyum mendengar perkataan Jasper yang meledak-ledak itu, ia lalu mengajak Jasper dan Michael untuk duduk di kursi yang tak jauh dari tempat mereka berada saat ini.
"Bukankah tadi aku sudah menyatakan alasannya kenapa aku menolong Yamashita Ryuichi kepada kalian berdua, aku hanya ingin memberikan kesempatan kepada nona bos untuk melakukan apapun yang ingin ia lakukan kepada pria yang sudah membuatnya sedih sejak kecil itu. Kalau misalkan aku membunuhnya tadi maka aku sama saja dengan melangkahi kewenangan nana bos dan aku tak mau melakukan itu," ucap Cecar pelan.
"Aaarrrgggghhh....ingin kucabik-cabik rasanya tubuh pria tua itu saat ini juga," teriak Jasper penuh emosi, belum pernah ia semarah ini. Harus menahan diri untuk tak melakukan aksinya dan ini sangat bertolak belakang sekali dengan dirinya yang seorang mafia.
Michael yang sudah mengenal Henry cukup lama pun hanya bisa diam, ia benar-benar bingung dan tak tau harus berbuat apa. Melihat Henry sampai berlutut seperti itu saja membuatnya benar-benar sedih, belum pernah ia melihat Henry seputus asa itu. Bahkan ketika ayahnya Edward Luke meninggal saja ia tak seperti ini.
__ADS_1
"Tenanglah aku yakin nona bos pasti akan segera sadar, dia adalah seorang wanita paling kuat yang aku kenal. Nona bos bukanlah orang yang lemah, dia pasti akan sadar aku yakin itu," ucap Cecar lirih sambil terus menatap kearah pintu kamar ICU di mana Ayara dirawat.
"Amin," jawab Michael dengan cepat.
"Lebih baik saat ini adalah kalian mengajak Tuan untuk bangun, aku takut kalau Tuan Henry akan yang jatuh sakit jika terus berlutut seperti itu," imbuh Cecar pelan.
Michael dan Jasper langsung sadar, mereka berdua lalu memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan ICU untuk meminta Henry bangun. Melihat sang Tuan ada dalam posisi seperti itu membuat mereka berdua merasa khawatir, setelah memakai baju khusus ruangan ICU Michael dan Jasper pun memasuki ruangan itu meninggalkan Cecar yang masih duduk di kursi. Tiga puluh menit kemudian pintu ruangan ICU Ayara terbuka dari dalam, lalu keluarlah Michael dan Jasper yang sedang merangkul Henry berjalan menuju tempat Cecar duduk saat ini.
Melihat Henry datang Cecar langsung bangun dan memberikan kursinya untuk Henry, nampak terlihat jelas raut kesedihan dan kelelahan di wajah Henry dengan tatapan mata yang masih kosong. Melihat kondisi Henry seperti itu membuat kedua orang anak buahnya menjadi sangat khawatir, mereka berdua bahkan tadi sampai menggunakan seluruh tenaganya untuk memaksa Henry agar bangun dan mau keluar dari ruangan ICU.
"Minumlah Tuan," ucap Jasper pelan sambil memberikan sebotol air mineral kepada Henry.
"Buka dulu Jasper," sengit Michael kesal sambil merebut botol air mineral yang masih tertutup rapat itu lalu membuatnya dengan cepat dan kemudian mengarahkannya ke mulut Henry.
"Nona bos akan baik-baik saja Tuan, anda tak usah khawatir," ucap Cecar pelan mencoba untuk menenangkan Henry.
"Iya tuan, nona pasti akan segara sadar," imbuh Michael dengan cepat.
"Istriku didalam, dia masih berjuang dan anak kami..."
"Tuan muda kecil pasti baik-baik saja tuan, anda harus yakin itu. Anak dari Henry Luke pasti kuat," sahut Jasper dengan cepat memotong perkataan Henry.
"Bagaimana anakku bisa selamat kalau istriku saja...."
Plak!!
__ADS_1
Suara tamparan terdengar sangat keras saat Cecar melayangkan tangannya tepat di wajah Henry dan membuat kaget Jasper dan Michael.
"Jangan bicara macam-macam, nona bosku pasti sadar. Anda harus yakin itu !!!" pekik Cecar penuh emosi, ia sudah tak dapat menahan dirinya lagi untuk tidak marah.
"Cecar .."
"Anda suami nona, harusnya anda yakin kalau nona bos akan bangun. Bukannya putus asa seperti ini Tuan," imbuh Cecar kembali.
Henry nampak tak merespon perkataan Cecar, ia masih diam sambil menatap ke arah kamar Ayara. Namun otaknya bisa mencerna jelas apa yang sedang dikatakan oleh Cecar kepadanya.
"Buktikan kau pria kuat Henry Luke, bukankah karena ini kau diperbolehkan tuan Alfredo dan nyonya Raisa dulu menikahi nona. Kalau mereka berdua tau kau seperti ini mungkin saat mereka kembali nanti kau tak akan diperbolehkan lagi bersama nona,"ucap Cecar dingin.
"Aku mencoba kuat Cecar, aku mencoba kuat. Tapi rasanya berat sekali, melihat wanita yang kau cintai masih terbaring di atas ranjang rumah sakit," jawab Henry terbata
"Makanya anda harus kuat tuan, nona bos butuh dukungan anda. Berikan ia semangat untuk sembuh, kalau anda ikut terpuruk seperti ini lalu siapa yang akan memberikan dukungan pada nona bos tuan," sahut Cecar kembali.
Henry menganggukan kepalanya perlahan tanda mengerti dengan perkataan Cecar, ia pun sudah jauh terlihat lebih tenang. Terbukti dengan tatapan matanya kini jauh lebih hidup tak seperti sebelumnya, tanpa diketahui Henry dan orang-orangnya dari balik tembok Okada Rui mendengar semua percakapan mereka. Okada Rui rupanya berhasil melepaskan diri dari penjagaan anak buah Jasper setelah ia melakukan kecurangan, Okada Rui pura-pura sakit perut agar anggota Royal Blood mendatanginya. Setalah ia didatangi dengan cepat ia menusuk pemuda itu dengan senjata rahasianya dan berhasil melepaskan diri dari ikatan lalu kabur menuju rumah sakit untuk membebaskan Yamashita Ryuichi yang tertembak oleh Henry.
"Jadi Raisa masih hidup rupanya, bagus tuan Ryuichi harus tau berita ini," batin Okada Rui penuh dendam, dari bibirnya terlihat ada luka sobek pasca terkena bogem mentah Jasper sebelumnya.
🌼bersambung 🌼
☘️☘️ Okada Rui mengetahui rahasia besar uang dijaga Henry dan anak buahnya, lalu akankah kabar itu sampai ditelinga Yamashita Ryuichi? terus ikuti Bodyguard cantik dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.
JANGAN LUPA VOTE DAN BANTU BODYGUARD MASUK 10 BESAR, JANGAN HANYA KOMEN LANJUT LANJUT TANPA MAU VOTE
__ADS_1