
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE.
Pagi hari yang dinantikan Ayara akhirnya datang, pagi ini adalah hari dimana kehancuran Dmitry dimulai. Ayara yang sudah bangun dari jam empat pagi nampak sibuk memeriksa hasil kerja Cecar, senyumnya mengembang saat melihat semua pekerjaan Cecar tak ada yang salah satupun.
"Untung kau bertemu dengan orang baik sepertiku Cecar, bagaimana kalau kau bertemu dengan penjahat. Pasti mengerikan sekali," ucap Ayara dalam hati sambil melirik ke arah Cecar yang masih pulas di sofa, ia selalu bersyukur akan pertemuannya dengan Cecar tiga tahun lalu.
Karena hari masih pagi Ayara dapat mendengar semua aktifitas semua orang diluar, para pelayannya yang sedang masak dan membersihkan semua perabotan dapat terdengar dengan jelas oleh Ayara yang masih sibuk di depan laptop. Karena merasa gerah, Ayara memutuskan untuk mandi. Ia ingin berendam di dalam bathtub sebelum mengawali hari, setelah menulis pesan disebuah kertas untuk Cecar yang masih tidur Ayara lalu keluar dari kamar kerjanya dilantai satu menuju ke kamar tidurnya yang ada dilantai dua.
Setelah menabur bath salt dari salah satu merk terbaik dari Perancis di bathup yang berisi air hangat, Ayara masuk ke dalam bathup dan menikmati efek menyenangkan dari aroma yang keluar dari garam khusus mandi itu. Walaupun Ayara tak suka ke salon akan tetapi ia punya ritual-ritual khusus yang biasa ia lakukan di kamar mandi dengan produk-produk terbaik dunia yang dibelikan oleh sang ibu, Ayara memejamkan kedua matanya di dalam bathtub membiarkan gelembung-gelembung air hangat didalam bathup mengenai tubuhnya. Biasanya Ayara akan melakukan ritual paginya ini selama dua puluh menit, menggunakan bath salt untuk mandi selain memberikan efek relaksasi yang nyaman juga memberikan manfaat lain seperti membuat tubuhnya menjadi lebih lembut berseri karena adanya tambahan vitamin E yang terkandung dalam bath salt.
Setelah sepuluh puluh menit berlalu Ayara terlihat sudah membilas tubuhnya dengan air yang mengalir shower, ia mempercepat ritual mandinya karena tiba-tiba teringat dengan bekas ciuman Henry di lehernya. Ayara harus menutupinya sebelum ia keluar dari kamarnya supaya tak ada yang melihatnya memiliki tanda keunguan di lehernya itu, dengan menggunakan foundation dari Estee Lauder yang merupakan salah satu merk foundation terbaik Ayara menutupi bekea kissmark dilehernya.
"Ok ini cukup, jangan terlalu berlebihan nanti malah memicu keingintahuan orang-orang," ucap Ayara pelan sambil menggerai rambutnya yang basah panjang begitu saja, rambut hitam panjangnya di karang di potong oleh sang daddy dengan alasan wanita haruslah berambut panjang.
Drrrttttt
Ponsel pintar Ayara yang ada diatas nakas berdering dengan keras, dengan malas Ayara meraih ponselnya itu. Ia sudah tau siapa yang menelponnya sepagi ini.
"Yes...
"Boleh aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Henry di ujung telepon memotong perkataan Ayara.
"Silahkan," jawab Ayara dengan malas sambil memasang earphone bluetooth di kedua telinganya.
"Kira-kira hukuman apa yang pantas aku berikan untuk gadisku yang nakal dan pembangkang ya?" tanya Henry dengan suara parau.
"Gadismu yang pembangkang dan nakal....
Glek
Ayara menelan salivanya perlahan mendengar perkataan Henry, kedua pipinya langsung memerah seketika.
"A--apa maksudmu pembangkang dan nakal Henry!!! aku tidak melakukan apapun dan tidak melanggar apapun jadi kau tak bisa menyebutku pembangkang Henry,!!!" jerit Ayara penuh emosi.
Tawa Henry terdengar sangat keras di ujung telepon sesaat setelah Ayara selesai bicara, ia terlihat sangat senang sekali ketika mengetahui Ayara marah.
"Kalau kau masih ingin tertawa seperti itu lebih baik aku tutup panggilan ini," ucap Ayara dengan ketus.
__ADS_1
"Kenapa kau marah seperti itu Yara?" tanya Henry dengan cepat sambil menahan tawanya.
"Tentu saja aku marah, tadi kau menyebutku pembangkang dan nakal. Memangnya aku melakukan apa sampai di sebut pembangkang," jawab Ayara dengan suara meninggi.
"Lho memangnya tadi aku berkata apa?" tanya Henry kembali sambil menahan tawa di atas ranjang kamar hotelnya.
"Tadi kau mengatakan kalau gadismu pembangkang dan nakal, memang aku...
Deg
Deg
Deg
Detak jantung Ayara berpacu lebih cepat saat ia menyadari bahwa ia sedang dijebak oleh Henry, wajahnya pun langsung memerah seketika. Bukan karena marah akan tetapi karena malu.
"Akhhh Henry aku benci padamu....Tutttt
Ayara langsung menutup teleponnya dengan kesal, ia merasa jengkel karena merasa dijebak oleh Henry.
"Wajahmu pasti saat ini lebih merah dari saat kemarin aku mencium lehermu Yara, terima kasih sudah memberikan aku semangat sepagi ini," ucap Henry pelan sambil menatap foto Ayara di ponselnya, foto Ayara saat masih menyamar menjadi seorang pria ketika dulu menjadi bodyguard-nya sewaktu di Jakarta.
Karena waktu sudah menunjukkan pukul jam lima pagi, Henry akhirnya bangun dari tempat tidurnya. Ia harus merapikan beberapa berkas yang akan ia tunjukan kepada Alfredo siang ini, untuk membongkar kejahatan Dmitry. Ia harus membatalkan kerjasama Dmitry dan Alfredo hari ini juga, karena jika Alfredo sempat menandatangani berkas-berkas kerjasama didepan pengacara hari ini maka ia sudah tak bisa membantu Alfredo lagi. Karena sudah dapat dipastikan Alfredo akan mengalami kerugian yang sangat besar.
Setelah selesai merapikan berkas-berkas yang ia kumpulkan bersama Michael semalam untuk disimpan ke dalam tas, Henry meraih jubah mandinya dan berjalan pelan menuju kamar mandi. Akan tetapi saat hampir sampai di depan kamar mandi langkahnya terhenti, Ia lalu berbalik menuju ranjangnya kembali dan meraih ponselnya yang ada di atas bantal. Ia lalu menuliskan beberapa kalimat di ponselnya untuk ia kirim pada Ayara, senyumnya mengembang setelah mengirimkan tulisan yang baru saja ia tulis itu ke Ayara. Henry kemudian meletakkan kembali ponselnya diatas ranjang dengan hati berbunga-bunga, ia lalu berjalan pelan menuju kamar mandi untuk menyegarkan dirinya sebelum beraktifitas. Ia sudah tak sabar ingin bertemu Ayara hari ini.
Di dalam kamarnya Ayara masih terlihat uring-uringan pasca digoda Henry, ia masih kesal karena dijebak Henry setelah secara tidak sadar mengakui dirinya adalah wanitanya Henry.
"Henry sialan, awas kalau ketemu ku buat daging giling kau ya," ucap Ayara jengkel sambil melempar bonekanya ke lantai.
Tok
Tok
Tok
"Nona ini Maria, anda dipanggil nyonya nona," ucap Maria pelan dari balik pintu.
__ADS_1
"Ok Maria, aku keluar sebentar lagi," jawab Ayara dengan cepat sambil mengipas-ngipas wajahnya menggunakan kedua tangannya untuk meredakan panas yang menerpa wajahnya.
"Baik nona, kalau begitu saya permisi," pamit Maria.
Setelah langkah kaki Maria terdengar makin menjauh Ayara turun dari ranjangnya, ia melihat dirinya didepan cermin untuk memastikan kissmark di lehernya tertutup dengan apik sebelum keluar dari kamarnya. Saat akan membuka pintu tiba-tiba ponselnya yang masih tertinggal diatas meja berdering, Ayara pun berbalik dan meraih ponselnya itu dengan perlahan.
Brakk
Ponsel yang dipegang ayara jatuh ke lantai saat ia selesai membaca pesan yang masuk kedalam ponselnya itu.
"Aku bisa mati muda kalau begini caranya," ucap Ayara pelan sambil berlutut di samping ranjangnya dan menenggelamkan wajahnya ke bantal sambil memegangi jantungnya yang berdetak kencang.
Ponsel Ayara yang jatuh di samping kakinya nampak menampilkan sebuah pesan yang dikirimkan oleh Henry, sebuah pesan yang berbunyi:
"Terima kasih sudah hadir dalam hidupku dan mewarnai hariku Yara, i love you Ayara,"
πΌ Bersambung πΌ
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima π π πππ
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
Terima kasih
__ADS_1