
Minta vote ya kakak-kakak sayang , terima kasih .
🌹
🌹
Mendengar perintah dari Ryan membuat Joshua langsung berlari menuju pintu tempat dimana Ayara keluar , sementara itu Ryan hanya berdiri menatap ke tanah di mana uang yang ia berikan kepada Ayara berhamburan . Didalam hatinya bergolak memikirkan apa yang baru saja ia lakukan kepada Ayara , ia merasa aneh dan terus bertanya-tanya dalam hati kenapa harus semarah itu kepada seorang pelayan padahal Ia tak pernah marah seperti ini kepada wanita-wanitanya dimasa lalu .
Derap langkah Joshua membuyarkan lamunan Ryan yang sedang mengingat para wanita yang pernah mengisi hari-harinya di masa lalu , sewaktu masih tinggal di Inggris bersama dengan Edward Luke sang ayah angkat dan Henry yang kini menjadi musuhnya .
"Bagaimana , apa kau berhasil mengajaknya kembali .?" Tanya Ryan kepada Joshua yang sedang terengah-engah di hadapannya .
"Maaf tuan aku tak berhasil mengejarnya , langkah kakinya sungguh sangat cepat . Aku bahkan sudah mencarinya sampai ke ujung jalan dan tak menemukan sosok Ayara di sekitar tempat ini."Jawab Joshua dengan terputus-putus karena kelelahan setelah berlari .
"Sebenarnya dia manusia atau kelinci , kenapa larinya sangat cepat ."Sengit Ryan dengan jengkel saat mendengar laporan Joshua yang tak bisa menemukan Ayara .
"Kalau tuan mau kita bisa memerintahkan orang-orang untuk mencarinya......
"Tak usah Josh , Aku yakin dia pasti akan kembali lagi ke sini dan memohon kepadaku agar bisa kembali bekerja seperti para pelayan lainnya . Tak akan ada lagi orang yang menggaji pelayan setinggi aku ." Ucap Ryan memotong perkataan Joshua sehingga membuat Joshua tak bisa menyelesaikan perkataannya .
Joshua pun mengangguk pelan merespon perkataan Ryan , ia lalu berjongkok untuk merapikan uang yang berhamburan di rumput . Tak lama kemudian Ryan pun masuk ke dalam rumah besarnya meninggalkan Joshua yang sedang merapikan uang yang tadi ia gunakan untuk merendahkan
Ayara , Ryan kemudian masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai 2 Ia lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang besar berharap dapat melupakan bayangan Ayara dari otaknya .
Komplek apartemen mewah SCBD
__ADS_1
Sebuah mobil taksi berhenti di gedung yang paling mewah di sebuah kompleks apartemen di daerah SCBD , yang merupakan pusat bisnis yang ada di daerah Jakarta Selatan . Tak lama kemudian seorang gadis keluar dari taksi tersebut dengan membawa ransel , yang tak lain adalah Ayara , setelah membayar ongkos perjalanan Ayara langsung masuk ke dalam apartemen menuju ke kamarnya yang ada di lantai delapan belas . Saat berjalan di lobby ia tersenyum karena security yang berjaga di lobby menegurnya terlebih dahulu , Ayara langsung masuk ke dalam lift dan menekan tombol delapan belas dimana unitnya berada .
Tak lama kemudian lift pun berhenti di lantai delapan belas , Ayara segera melangkahkan kakinya keluar dari lift dan menuju ke kamarnya dengan cepat . Ia sudah tak sabar ingin segera mandi menggunakan salt bath si bathtub untuk membantu meredakan ruam di tubuhnya ketika alerginya kambuh , walau Ayara sudah tak gatal-gatal lagi tapi ia ingin memastikan kalau tubuhnya benar-benar sudah sembuh . Begitu membuka pintu apartemennya Ayara langsung melemparkan tas yang berisi pakaian pemberian Henry yang sejatinya akan ia gunakan selama bekerja di rumah Ryan .
Ayara langsung masuk ke dalam bathtub ketika sudah selesai menaburkan salt bath , ia langsung berbaring di bathub sambil memejamkan mata sambil mengingat perkataan Ryan yang terakhir .
"Kenapa pula aku harus terlibat dalam pertengkaran mereka ." Ucap Ayara pelan dengan tiba-tiba sambil membuka mata .
"Padahal sebenarnya aku bisa melakukan balas dendamku pada keluarga Yamashita tanpa bantuan mereka berdua , ya benar aku seharusnya tak usah mempersulit diri dengan jatuh dalam pertengkaran dua cecunguk itu ." Imbuh Ayara sambil memukul air didalam bathub setelah menyadari kebodohannya .
Ayara kemudian tersenyum tipis dan membasuhkan tubuhnya dengan air hangat yang sudah bercampur dengan garam mandi khusus itu dengan perlahan , setelah berendam cukup lama Ayara kemudian menyudahi acara mandinya . Ia berjalan mendekati tas ransel yang ia bawa tadi dan meraih sebuah ponsel didalamnya , dengan cepat Ayara mengeluarkan simcard dari ponsel yang sudah dalam posisi mati itu . Sejak masuk ke dalam rumah Ryan sebagai pelayan Ayara sudah mematikan ponsel pemberian Henry itu untuk berjaga-jaga agar Ryan tak curiga jika sewaktu-waktu Henry menelfon , Ayara melepas simcardnya untuk memutuskan hubungan dengan Henry .
"Ok besok saja aku kirim ponsel dan simcard ini ke alamat kantor Henry , sekarang aku sudah cukup lelah dan mengantuk ." Ucap Ayara pelan sambil meletakkan kembali ponsel pemberian Henry di atas meja .
"Kau tak perlu lelaki Ayara untuk membantumu balas dendam , mereka hanya hama yang bisanya menempel pada makhluk lain ." Ucap Ayara dalam hati sesaat sebelum berlayar ke alam mimpi dengan hati tenang .
Kediaman Henry Luke
Setelah sadar dari pingsannya Henry merasa seluruh tubuhnya sakit semua sehingga membuat Michael kewalahan , ia akhirnya meminta pelayan untuk memberikan pijatan ke tubuh Henry untuk membantu meredakan semua rasa sakitnya .
"Apakah tubuhmu sudah jauh lebih baik tuan .?" Tanya Michael pelan saat Henry meminta pelayannya berhenti memberikan pijatan kepadanya .
"Sudah jauh lebih baik Mike , katakan apa yang terjadi padaku ? ." Tanya balik Henry sambil menatap ke arah Michael yang berdiri disampingnya .
"Anda pingsan di ruangan latihan dengan suhu tubuh yang sangat tinggi ." Jawab Michael jujur .
__ADS_1
"Pingsan ?? seingatku aku berbaring setelah latihan , setelah itu aku tak mengingat apapun ." Ucap Henry pelan mengingat hal terakhir yang ia lakukan.
"Anda mengalami heat stroke , oleh karena itu anda pingsan . " Sahut Michael dengan perlahan .
Henry menautkan kedua alisnya karena masih tak mengerti dengan perkataan Michael sang tangan kanan , sampai akhirnya Michael menceritakan dengan detail kejadian yang sebenarnya pada Henry .Dimana ia melihat Henry sudah tak sadarkan diri di atas matras yang ada diruangan latihan .
Mendengar perkataan Michael membuat Henry terkejut pasalnya ia belum pernah mengalami hal itu sebelumnya selama ia tinggal di Inggris .
"Apa yang membuatmu sampai latihan sekeras itu tuan .?" Tanya Michael pelan membuyarkan lamunan Henry .
"Arial , bagaimana keadaanmu sekarang ." Ucap Henry tanpa sadar .
Deg
Jantung Michael berdetak dengan cepat mendengar perkataan Henry .
"Apa jangan-jangan kau menyukai pria berwajah manis itu tuan .?" Tanya Michael terbata saat mendengar perkataan terakhir Henry .
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang lainya diantaranya :
Faith 2 The return of the prince
Budayakan vote dan Ratting setelah baca , terima kasih .
__ADS_1