Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Feeling Henry Luke


__ADS_3

Baca novel thor lainnya yang berjudul


FAITH 2 : The return of the prince


Pagi hari di restoran hotel Henry tak berhenti menatap layar ponselnya dimana ia baru saja mendapatkan pesan dari Ayara yang mengirimkan foto dirinya di ranjang, Henry bak seorang remaja yang sedang kasmaran. Michael yang duduk satu meja dengan Henry hanya bisa tertawa tanpa suara saat melihat tingkah Henry, ia tau kalau sang tuan sedang berbagi rindu dengan istrinya.


"Kau sudah selesai belum Mike, ayo kita ke kantor tuan Kim. Aku ingin semuanya cepat selesai, aku sudah tak sabar ingin pulang," ucap Henry penuh semangat sambil menyeka mulutnya dengan sapu tangan.


"Sabar tuan, aku belum makan makanan penutupnya. Kita harus makan makanan bergizi tuan supaya tetap sehat dan bisa menjalani hari dengan baik," jawab Michael mencoba menguekur waktu.


"Akh, kau ini bisa saja. Ya sudah cepat Mike, aku tak mau tuan Kim menunggu kita terlalu lama," sahut Henry ketus sambil meraih tangan Michael yang akan meraih Apple pie yang ada diatas piring kecil.


"Tuan tunggu aduhhh pie ku," gerutu Michael kesal saat Apple pie yang akan ia ambil justru jatuh ke piring bekas pasta yang baru saja ia habiskan.


Henry hanya menggelengkan kepalanya berkali-kali melihat Michael berjalan menuju ke meja prasmanan untuk mengambil laptop yang baru, mereka lalu keluar dari hotel menuju ke mobil yang sudah siap mengantarkan ke kantor tuan Kim seperti kemarin. Saat hampir sampai ke Soo Internasional tiba-tiba mobil yang membawa Henry dan Michael mengalami pecah ban, hal yang sangat aneh sekali. Pasalnya mobil yang membawa mereka adalah mobil terbaru yang sengaja dipilihkan oleh Tuan Kim untuk mengantar jemput Henry dan Michael.


"Maaf tuan, sepertinya tadi saya menginjak paku atau sejenisnya," ucap sang driver yang bernama Park Hyun Jin penuh sesal sesaat setelah ia turun dari mobil dan memeriksa kondisi ban yang sobek lebar.


"It's ok, ini adalah hal yang tak bisa kita duga. Apakah jarak ke kantor dari tempat ini masih jauh tuan Park?" tanya Henry sopan.


"Tidak tuan, hanya tinggal tiga blok lagi kita sampai dikantor," jawab Park Hyun Jin dengan suara bergetar karena takut terkena marah tuan Kim karena tak memberikan pelayanan yang baik bagi tamunya.


"Ya sudah tak masalah, aku pindah ke mobil belakang saja bersama para stafku yang lain," ucap Henry pelan sambil membuka pintu mobil dan bersiap keluar tiba-tiba terdengar suara pistol ditembakkan ke arah langit yang membuat Henry tak jadi keluar dari mobil, sedangkan Park Hyun Jin yang sudah ada diluar langsung tiarap di aspal.

__ADS_1


Dooorrrrr


Bunyi kedua pun terdengar kembali dengan keras, beberapa anak buah Henry yang ada di mobil Van dibelakang langsung keluar dan membentuk formasi melindungi Henry yang masih ada dalam mobil.


"Cepat keluarkan pistolku Mike," pinta Henry dengan suara meninggi pada Michael.


"Ini tuan," jawab Michael sigap sambil memberikan pistol milik Henry yang tersimpan dalam koper yang ia bawa, ia sendiri pun juga memegang satu pistol yang ukurannya tak jauh berbeda dengan pistol yang dipegang Henry.


Tak lama kemudian Henry pun keluar dari mobil dengan hati-hati sambil mengacungkan pistol nya dengan waspada.


"Sepertinya kita diserang tuan," ucap salah satu bodyguard Henry lirih.


"Apa kau dengar darimana pertama kali tembakan itu terdengar?" tanya Henry dengan cepat.


"Dugaan saya dari gedung-gedung yang ada di sebelah sana tuan, tembakan kedua pun juga terdengar dari tempat yang sama," jawab bodyguard lainnya sambil menunjuk sebuah komplek gedung terbengkalai yang tak jauh dari tempat mobil mereka berhenti.


"Sepertinya kita disabotase tuan," bisik Michael lirih.


"Aku juga berpikir seperti itu Mike," jawab Henry datar, kedua mata elangnya nampak melihat kondisi sekitar yang tenang namun terasa mencekam.


"T-tuan Luke, saya sudah menghubungi tuan Kim dan melaporkan peristiwa ini, beliau akan datang beberapa saat lagi bersama polisi. Jadi lebih baik kita masuk ke dalam mobil menunggu bala bantuan datang," ucap Park Hyun Jin dengan suara bergetar sambil memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku bajunya setelah ia mengabarkan apa yang terjadi pada tuan Kim.


Michael menghilangkan kepalanya pelan merespon perkataan sang driver, berada di dalam mobil di saat seperti ini justru menjadi bumerang bagi mereka karena akan memudahkan pelaku menyerang mereka.

__ADS_1


"Kalian bawa supir itu ketempat aman, aku mau ke gedung itu," ucap Henry lirih sambil menunjuk gedung yang ada dihadapannya persis, tadi secara tak sengaja Henry melihat kilatan cahaya berasal dari gedung itu. Ia menduga pelakunya ada didalam gedung itu.


"Tapi tuan ini bahaya," sahut Michael pelan menahan Henry agar tidak melanjutkan tujuannya masuk ke dalam gedung kosong yang ada di hadapan mereka.


"Hanya ini satu-satunya cara untuk mengetahui siapa yang sebenarnya ingin mencelakaiku Mike, aku yakin kejadian di restoran kemarin pun bukanlah sebuah kebetulan semata aku merasa seperti sedang diikuti oleh seseorang," jawab Henry dingin, intinya mengatakan semua kejadian ini adalah sebuah rencana yang dibuat matang untuk menghancurkan dirinya.


"Iya tuan aku tau, tapi ini adalah negara orang dan kita tidak mempunyai kuasa atas negara ini. Kita juga tidak tau siapa musuh kita saat ini, akan sangat berbahaya kalau kita turun tangan secara langsung tuan. Bukankah lebih baik kita meminta bantuan polisi setempat saja untuk menangani kasus ini, aku yakin pihak polisi pun akan membantu kita," ucap Michael dengan cepat, ia harus menahan diri agar tidak bertindak gegabah.


Henry terdiam beberapa saat mendengar perkataan tangan kanannya itu muncul keraguan dalam dirinya untuk tak mendatangi gedung yang menarik perhatiannya, namun rasa penasaran yang tinggi akhirnya membuat dirinya berbuat nekat. Ia langsung berlari menuju gedung yang ada di hadapannya meninggalkan Michael bersama beberapa orang bodyguard yang menjaganya, melihat Henry berlari menuju gedung kosong Michael terlihat panik. Ia pun akhirnya mengikuti langkah Henry disusul bersama para bodyguard yang bersenjata


Saat berhasil masuk ke dalam gedung Henry dikagetkan ketika melihat beberapa selongsong peluru terlihat berhamburan di lantai, sepertinya tadi sudah terjadi baku tembak di tempat yang baru ia masuki itu mengingat selongsong peluru itu masih hangat.


Dooorrrrr


Dooorrrrr


"Tuannnn..."


🌼 bersambung 🌼


🍀🍀 Siapa yang mengeluarkan tembakan dua kali itu, lalu apa penyebab Michael berteriak?


Terus baca bodyguard cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.

__ADS_1


Jangan lupa Vote, ratting dan like.


Bantu vote untuk mendukung author lebih rajin update


__ADS_2