
Jangan lupa vote dan ratting bintang lima
Terima kasih
Henry langsung tak bisa bicara saat mendengar perkataan Ayara yang menanyakan keberadaan kedua orang tua dan adiknya, ia terlihat sangat kaget saat mendengar pertanyaan seperti itu keluar dari bibir Ayara.
"Sayang..."
"Kenapa? kau kaget aku tau kalau Mommy, Daddy dan Ace masih hidup?" tanya Ayara kembali pada Henry.
"Darimana kau bisa tau kalau..."
"Kenapa Henry...kenapa kau membohongiku selama dua bulan ini, kenapa kau tak mengatakan hal yang sebenarnya padaku kalau mereka masih hidup Henry hikss," Ayara menangis pilu mendengar perkataan sang suami yang secara tak langsung membenarkan perkataannya.
Henry terlihat bingung melihat Ayara menangis, ia tak tau harus mulai dari mana. Begitupula dengan Cecar dan Michael yang tau masalah ini, mereka tak mengerti darimana sang nona bisa tau mengenai hal ini. Padahal diantara mereka tak ada yang membocorkan rahasia tentang kejadian sebenarnya pada Ayara.
Ayara yang sedang menangis mencoba menguasai dirinya, ia menatap Henry yang tak bicara apapun dengan tatapan penuh kekecewaan. Tak lama kemudian Ayara menatap Cecar yang sedang berdiri disamping Michael dan Jasper.
"Kau tau aku bukan Cecar, kau tau kan apa yang paling aku benci," ucap Ayara pelan dengan air mata kekecewaan yang masih mengalir.
__ADS_1
Brukk
Tiba-tiba Cecar berlutut sambil menunduk tanpa bicara setelah mendengar perkataan sang nona bos, melihat apa yang dilakukan oleh Cecar membuat tangis Ayara makin keras.
Semua orang yang ada ditempat itu nampak diam membisu, walaupun Cecar tak mengatakan apa-apa mereka yakin Ayara tau dengan bahasa tubuh yang dilakukan oleh Cecar dengan berlutut seperti itu.
"Kalian semua jahat...kalian tega membodohi aku selama dua bulan ini, aku tak percaya kalau pria yang aku cintai sejahat ini padaku. Apalagi kau Cecar,aku sangat percaya padamu. Bahkan kalau kau mengatakan A meskipun yang sebenarnya adalah B aku akan tetap mempercayai perkataanmu meskipun seluruh dunia membantahnya, aku percaya padamu melebihi percaya pada diriku sendiri Cecar. Kenapa...kenapa kau lakukan ini, aku benar-benar kecewa padamu Cecar," ucap Ayara terbata dengan suara parau, air matanya masih mengalir deras membasahi wajahnya yang masih pucat.
"Nona bos aku..."
"Keluar kalian, keluar dari kamarku. Aku tak mau melihat para pembohong seperti kalian, kalian jahat. Aku benci kalian, terutama kau Henry. Kau suamiku, aku percaya padamu tapi ternyata kau membodohi aku hiks..aku benci padamu Henry," pekik Ayara dengan keras memotong perkataan Cecar.
"Sayang, aku tak bermaksud untuk membohongimu. Aku benar-benar tak bermaksud untuk menipumu, yang aku lakukan adalah untuk kebaikanmu waktu itu. Aku tak mau kau sedih disaat kita baru saja menikah, aku tak ingin membuat awal pernikahan kita diiisi dengan kesedihan. oleh karena itu aku..."
Melihat Ayara yang histeris membuat Henry akhirnya mengalah, ia memilih pergi bersama yang lain setelah membangunkan Cecar yang masih berlutut di lantai. Henry keluar dari kamar Ayara mata berkaca-kaca, ia merasa sangat bersalah pada Ayara saat ini. Pada awalnya ia ingin mengatakan kalau semua ini adalah permintaan sang ayah mertua Alfredo Del Castillo namun saat melihat betapa histerisnya Ayara saat ini Henry memutuskan untuk tak membicarakan hal itu terlebih dahulu, ia ingin menyimpannya dan mencari waktu yang tepat untuk mengatakan kebenarannya pada Ayara saat ia sudah tenang.
"Maafkan aku sayang aku bukan bermaksud untuk membohongimu, tak ada niat sedikitpun untuk menyembunyikan rahasia apapun darimu. yaku pun berniat untuk mengatakan semuanya, hanya saja karena keadaannya belum tepat untuk mengatakan semuanya aku masih menyimpannya rapat. Tapi percayalah aku benar-benar tak ada niat sedikitpun untuk menipumu,"ucap Henry pelan ia tinggal berdua bersama Ayara didalam kamar, setelah berkata seperti itu Henry kemudian pergi keluar dari kamar Ayara menyusul Jasper, Michael dan Cecar yang sudah keluar terlebih dahulu.
Saat semua orang sudah pergi Ayara kembali menangis dengan cukup keras, namun karena ia menggunakan bantal untuk menahan wajahnya alhasil suara tangisannya tak terdengar keluar. Dilain sisi ia senang karena ternyata kedua orang tua dan adiknya masih hidup, namun di sisi lain ia sangat kecewa karena dibohongi oleh semua orang yang ia percaya. Ayara merasa seperti orang paling bodoh di dunia karena tak tau hal sepenting ini, padahal menurutnya ia mempunyai hak untuk tahu atas apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Henry dan yang lainnya memutuskan untuk berjaga di depan sambil menunggu Ayara tenang, mereka tak ada satu pun yang berani masuk ke dalam. Cecar terlihat sangat sedih karena Ayara marah padanya, ini adalah pertama kalinya Ayara berkata seperti itu pada dirinya.
"Permisi, saya mau memeriksa pasien terlebih dahulu. Apakah ada yang mau ikut kedalam?" tanya seorang dokter wanita yang sebelumnya mengoperasi Ayara dengan ramah pada Henry dan yang lain.
"Tidak dok, kami menunggu diluar saja. Tadi nyonya mengatakan ingin sendiri, jadi kami memilih untuk menunggu di luar," jawab Jasper dengan cepat mewakili Henry yang terlihat tak menjawab pertanyaan sang dokter.
"Baiklah kalau begitu saya masuk ke dalam," ucap sang dokter kembali.
"Silahkan dok,"sahut Jasper kembali sambil tersenyum.
Tak lama setelah sang dokter masuk tiba-tiba terdengar teriakan yang sangat keras, sehingga langsung membuat semua orang yang ada di depan ruang perawatan Ayara langsung berhambur masuk ke dalam.
"Ada apa dokter?" tanya Henry panik sambil berlari mendekati sang dokter.
"Ini tuan," jawab sang dokter pelan
"Yaraaaa!!!!!"
🌼bersambung 🌼
__ADS_1
☘️☘️ terus ikuti Bodyguard cantik dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.
JANGAN LUPA VOTE DAN BANTU BODYGUARD MASUK 10 BESAR, JANGAN HANYA KOMEN LANJUT LANJUT TANPA MAU VOTE