Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Dokter O'neil


__ADS_3

Minta Vote dulu ya kakak-kakak , terima kasih .


Setelah mendapatkan perawatan selama hampir dua puluh empat jam kondisi Ayara pun berangsur membaik , sakit kepalanya sudah berangsur hilang dan hanya menyisakan sedikit flu yang masih mengganggu pernapasannya . Dokter yang merawatnya pun sudah mengijinkan Ayara untuk pulang dan melakukan rawat jalan tapi Ayara menolak , ia ingin menuntaskan sakitnya di rumah sakit supaya tak bolak balik ke rumah sakit lagi .


"Aku belum menghubungi mommy selama hampir dua hari , mommy tak akan khawatir kan padaku ." Ucap Ayara pelan sambil menatap kalender yang ada di disamping mejanya .


Ceklek


Tiba-tiba pintu ruang perawatannya terbuka dari luar dan masuklah seorang pria muda tampan berwajah setengah bule mendekati Ayara .


"Peter bagaimana kau tau aku ...


"Dasar gadis bodoh !! kenapa kau tak memberitahu aku kalau kau sedang dirawat !!!" Ucap Peter memotong perkataan Ayara sehingga membuat Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya .


"Kau bagaimana kau tahu aku sedang dirawat di sini.?" Tanya Ayara bingung karena ia tak memberitahukan pada siapa-siapa kalau sedang sakit .


"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu lebih baik kau jawab dulu pertanyaanku tadi Ayara ." Sengit Peter sambil menatap tajam kearah Ayara yang sudah tidak memakai jarum infus lagi .


"Soal apa.?" Tanya Ayara bingung .


Peter terlihat menahan emosinya ketika mendengar perkataan Ayara , dia kemudian berjalan mendekati Ayara dan duduk di kursi yang ada di samping meja .


"Kenapa kau tak memberi tahu aku kalau kau sedang sakit ." Ucap Peter dengan suara yang lebih lembut .


"Aku tak sempat berpikir ke arah sana , kemarin pagi ketika bangun tidur kondisiku sudah tak bisa diajak kompromi . Jadi aku memutuskan langsung pergi ke rumah sakit tanpa sempat memberitahukan kepada orang-orang yang aku kenal ." Sahut Ayara sambil tersenyum .


"Apa ibumu sudah tahu kalau kau sakit seperti ini.?" Tanya Peter dengan cepat.


"No ...she doesn't know yet ." Jawab Ayara singkat .


"Why haven't you told her? " Tanya Peter kembali .


" Aku tidak ingin membuatnya makin kesulitan , aku ingin belajar hidup mandiri di sini tanpa terus bergantung padanya ." Jawab Ayara jujur .

__ADS_1


"Benar-benar gadis bodoh , tapi setidaknya kau harus memberitahukan pada orang yang kau kenal kalau kau sakit supaya ada yang menjagamu Yara ." Sahut Peter dengan cepat .


"Aku tak berpikir sampai kesana Pete ." Jawab Ayara singkat .


Mendengar perkataan Ayara membuat Peter hanya bisa menghela nafas panjang , ia tahu kalau Ayara adalah gadis yang sembrono dan arogan tapi ia tak menyangka kalau ia ternyata juga gadis yang bodoh dan ceroboh .


"Lalu bagaimana dengan kondisimu , apa yang dikatakan oleh dokter .?" Tanya Peter sambil menatap tangan Ayara yang terlihat sedikit bengkak di tempat harum infus ya tadi berada .


"Aku sudah sembuh dan sudah boleh pulang sebenarnya tapi masih agak sedikit flu ...


"No kau harus tetap dirawat sampai benar-benar sehat baru boleh pulang ." Ucap Peter dengan ketus memotong perkataan Ayara .


"Itu juga mauku Pete supaya aku tak bolak balik ke rumah sakit lagi ." Sahut Ayara pelan .


"Ok bagus kalau begitu aku setuju ." Jawab Peter singkat .


"Oh iya kau belum menjawab pertanyaanku tadi , bagaimana kau bisa tau aku ada disini ." Ucap Ayara penasaran .


"Aku ...


"Daddy ." Desis Peter lirih sambil menatap lelaki itu yang juga seorang dokter senior sekaligus salah seorang pemegang saham di rumah sakit tempat Ayara dirawat .


Sang pria paruh baya yang dipanggil Daddy oleh Peter langsung berjalan masuk mendekati Ayara sambil tersenyum .


"Who are you .?" Tanya O'neil Johanson ayah Peter dengan sinis .


"I am Peter's schoolmate ." Jawab Ayara dengan cepat sambil menekankan kata temen sekolah menjawab pertanyaan dokter O'neil yang dikenal sangat dingin di rumah sakit .


"Were you treated by yourself? where is your father and mother ?" Tanya dokter O'neil kembali .


"My father died two years ago and my mother had to work so I was treated by myself here. so what if I was hospitalized alone? Is there any problem ? " Tanya balik Ayara dengan ketus , ia tak suka ayah Peter menyinggung soal ayahnya yang sudah Ayara anggap sudah mati itu .


"Dad...please ." Ucap Peter lirih meminta ayahnya untuk tak terus menanyakan hal pribadi kepada Ayara , karena ia tau Ayara saat ini sedang marah .

__ADS_1


Tanpa bicara lagi dokter O'neil pun pergi meninggalkan ruang perawatan Ayara dengan cepat , saat keluar dari pintu ia sempat melirik ke arah Ayara yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam . Sebuah senyuman tersungging di bibir dokter O'neil saat berjalan meninggalkan ruangan Ayara .


"Gadis yang pemberani , menarik ." Ucap dokter O'neil dalam hati .


Sepeninggal sang ayah Peter terlihat canggung pada Ayara , ia merasa tak enak karena ayahnya sudah menginterogasi Ayara seperti tadi .


"Pantas saja anaknya menyebalkan ternyata ayahmu manusia robot ." Ucap Ayara sinis .


"Apa ...kau bilang apa Yara.?" Tanya Peter tergagap karena melamun .


"Akh lupakan aku tak bicara apa-apa ." Jawab Ayara dengan cepat sambil memalingkan wajahnya ke arah lain .


Peter hanya tersenyum tipis melihat Ayara marah , ia akhirnya berpamitan pada Ayara karena mendapatkan pesan dari sang ayah untuk segera datang ke ruangannya .


Ayara tak bergeming ketika Peter pergi , ia tak memperdulikan Peter . Ayara masih kesal dengan cara bicara dokter O'neil yang menyebalkan , tak begitu lama kemudian Ayara bangun dari ranjangnya dan meraih kunci lemari kecilnya yang ada di dalam saku baju . Ayara kemudian berganti pakaian tidurnya kembali yang berbentuk kangguru yang ia pakai saat datang ke rumah sakit , setelah berganti pakaian Ayara lalu menggendong tasnya dan berjalan cepat meninggalkan ruang perawatannya menuju ke lantai satu untuk membayar biaya sisa perawatannya . Ayara ingin segera keluar dari rumah sakit karena tak ingin bertemu dengan Peter , ia sudah cukup dibuat kesal oleh dokter O'neil ayah Peter yang menyebalkan .


Setelah membayar biaya perawatan Ayara kemudian berjalan dengan cepat menuju lobby untuk mencari taksi , saat akan masuk ke dalam taksi Ayara melihat sebuah mobil mewah yang ia sudah hapal berhenti dibelakang taksi yang baru ia berhentikan itu . Dari dalam taksi keluar seorang pria muda tampan dengan tangan berdarah bersama seorang pria lainnya yang nampak khawatir , Ayara langsung membuang mukanya saat menyadari wajahnya hampir terlihat oleh sang pria tersebut .


"Ayara ....


Deg


Jantung Ayara berdetak dengan kencang ketika pria itu menyebut namanya , Ayara pun langsung berhenti dan tak jadi masuk ke dalam taksi dengan seketika .


" Ayara dimana kau ...kenapa aku sulit menemukanmu !!! " Ucap pria itu kembali


"Sudah tuan sampai kapan kau akan terus menyebut nama itu .....


🌸Bersambung 🌸


Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting .


Terima kasih kakak-kakak .

__ADS_1


Love u all


__ADS_2