Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Memilih sisi


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE


London, Inggris


Disebuah kediaman mewah yang ada di kawasan elit nampak beberapa buah mobil berjajar rapi, para pengemudinya sedang ada di dalam rumah bersama sang empunya rumah yang mengundang mereka datang.


"Kalau dugaan kami benar, tak ada satupun manusia yang bisa selamat dari kecelakaan pesawat seperti itu,"


"Iya, tak ada satupun manusia yang selamat. Melihat hancurnya puing-puing pesawat itu sudah dipastikan semua penumpangnya pasti tewas,"


"Kalaupun pihak polisi malah selalu mengatakan mereka akan menyelidiki itu hanyalah sebuah bualan semata,"


Ryan Bray mendengarkan percakapan para tamu yang ia undang ke rumahnya, saat mendengar berita jatuhnya pesawat jet G500 milik Alfedro di Balearic Sea ia langsung mengumpulkan para ahli untuk mencari tau tentang kemungkinan selamatnya Alfredo dan keluarganya.


"Jadi mereka benar-benar meninggal," ucap Ryan Bray lirih.


"Sudah dipastikan 99,99 % iya tuan," jawab salah seorang ahli pesawat merespon perkataan Ryan.


"Tapi bukankah pernah ada kasus di mana orang selamat dari sebuah kecelakaan pesawat...


"Perbandingannya adalah 1000 : 1 tuan, akan tetapi untuk kasus ini sepertinya kemungkinan itu sangat tipis mengingat bahwa pesawat itu meledak di udara bukan jatuh menghantam air laut," sahut salah seorang ahli pesawat lainnya memotong perkataan Ryan.


Mendengar perkataan para pria itu membuat Ryan memejamkan kedua matanya, harapannya untuk menemukan keluarga Alfredo benar-benar sudah sirna saat ini setelah mendengar perkataan mereka semua. Sebenarnya ia juga sedikit ragu kalau keluarga Alfredo selamat, pasalnya pesawat jet itu hancur di udara seperti yang terekam salah satu kamera amatir milik salah seorang pilot drone yang sedang merekam disekitar kejadian perkara dimana drone yang ia kendalikan menangkap detik-detik hancurnya pesawat Fernando di atas Balearic Sea.


Karena merasa para tamunya itu tak memberikan jalan keluar terbaik akhirnya Ryan memberikan kode pada Joshua untuk mengantar para tamunya pulang, ia sendiri memilih naik ke lantai dua kamarnya untuk menenangkan diri. Ryan berdiri dibalkon kamarnya menatap langit London yang kebetulan sedang memerah karena matahari sedang tenggelam di sebelah barat, ia berdiri menatap langit merah itu sambil membayangkan Ayara.


Walau pertemuan terakhirnya dengan Ayara tak begitu baik, namun ia tetap saja sedih saat mengetahui berita tentang jatuhnya pesawat milik orangtua gadis yang ia cintai.


"Kau pasti sangat sedih saat ini Yara,"


"Apa Henry memperlakukanmu dengan baik?"


"Pasti ini sangat berat untukmu, maafkan aku Yara tak bisa ada disampingmu,"

__ADS_1


"Kalau si bajiingaaannn itu tak memperlakukanmu dengan baik maka aku sendiri yang akan membunuhnya,"


Ryan berbicara sendiri sambil memikirkan Ayara, sejak bertemu lagi dengan Ayara beberapa minggu yang lalu ia menjadi kehilangan gairah untuk dekat dengan wanita lain. Bayangan Ayara selalu berputar dalam ingatannya, waktu indahnya saat sedang bersama di Indonesia dulu seperti tak mau pergi dari dalam benaknya.


Tok


Tok


"Permisi tuan," ucap Joshua pelan mengetuk pintu kamar Ryan yang terbuka.


"Masuklah Josh" jawab Ryan memberikan ijin pada asistennya masuk.


"Ada apa?" tanya Ryan pelan.


"Sepertinya anda harus melihat ini tuan," jawab Joshua singkat sambil menunjukkan ponselnya pada sang tuan.


Dengan cepat Ryan meraih ponsel milik Joshua, pada awalnya ia tak begitu paham namun setelah memerhatikan dengan lebih teliti detak jantungnya berpacu dengan cepat.


"Sepertinya dalang dibalik sepak terjang Dmitry Brown adalah tuan Yamashita Ryuichi tuan," sahut Joshua pelan sambil menggeser layar ponselnya dan langsung menunjukkan foto Yamashita Ryuichi bersama Dmitry yang sedang menikmati tarian striptis beberapa wanita di kediaman mewahnya.


"Lelaki ini gila!!!!" pekik Ryan penuh emosi sambil mengangkat tangannya yang memegang ponsel milik Joshua.


Melihat ponselnya akan dibanting Joshua bertindak cepat, ia langsung mengambil alih ponselnya itu dari Ryan dengan cepat.


"Selamat untung saja selamat kau ponsel, aku sudah lelah ganti ponsel dalam satu bulan ini," ucap Joshua dalam hati.


Saat sedang bersyukur karena ponselnya baik-baik saja, tiba-tiba Joshua dikagetkan dengan suara benda pecah yang sangat keras. Saat ia menoleh ternyata lampu hias yang ada disamping ranjang Henry sudah hancur berantakan dilantai, padahal lampu hias itu harganya dua kali lebih mahal dari ponsel Samsung note 10+ 5G miliknya.


"Panggil semua orang-orangku Josh, aku harus tau apa niat Dmitry sebenarnya. Dia dulu tega menusuk temanya si bodoh Henry itu, aku yakin dia pun punya niat yang sama saat ini pada Yamashita Ryuichi, atau mereka berdua memang dari awal sudah bekerja sama untuk menghancurkan tuan Alfedro. Aku harus tau sebelum menentukan ada dipijak yang mana, cukup sekali saja aku di peralat Dmitry Brown," ucap Ryan dengan suara meninggi.


"Baik tuan, saya permisi kalau begitu," jawab Joshua dengan cepat.


Setelah Joshua pergi Ryan mengeluarkan ponselnya dan terlihat menghubungi seseorang dengan sangat serius.

__ADS_1


Sevilla, Spanyol


Ayara terlihat tak tenang pasalnya hari yang ia takutkan akhirnya datang, hari ini ia akan berangkat bulan madu dengan Henry disebuah pulau pribadi yang sudah dipesan oleh Henry beberapa hari yang lalu. Ia terlihat menahan marah karena Cecar tak mau ikut dengannya, Cecar justru memilih pergi bersama Michael ke St. Moritz yang merupakan destinasi utama untuk permainan ski. Bahkan, di sini didirikan sekolah ski pertama di Swiss.


"Sejak kapan kau akrab dengan si Mickey mouse itu Cecar?!" tanya Ayara kesal, ia tau kalau Cecar memanggil Michael dengan sebutan Mickey mouse.


"Aduh nona bos, biarlah aku menikmati hidup dulu. Aku ingin main ski dengan puas disana, lagipula nona bos kan akan bulan madu. Kenapa pula aku ikut?" tanya balik Cecar tanpa rasa bersalah.


"Cecar kau...


"Ya sudah sana berangkat, pesawat kalian sudah siap take off itu Cecar," ucap Henry pelan memotong perkataan Ayara, ia tiba-tiba muncul dan berdiri disamping Ayara.


"Iya ayo Cecar kita harus berangkat, kita juga harus berlibur jangan hanya mereka berdua saja," sahut Michael penuh semangat.


"Ok, aku berangkat ya nona bos. Nikmati bulan madu kalian dan jangan lupa berikan aku tuan muda kecil secepatnya he hd he," ucap Cecar pelan menggoda Ayara, ia lalu berjalan menuju gate keberangkatan yang akan mengantar mereka ke Swiss.


Melihat Cecar pergi Ayara semakin tak tenang, ia bahkan hampir berlari menyusul Cecar kalau saja tidak di pegang oleh Henry.


"Pesawat kita disana sayang, ayo kita juga harus segera pergi," bisik Henry lirih sambil mengeratkan pelukannya pada Ayara yang sudah panas dingin, tadi sore saat ia mandi ia dikejutkan dengan gak adanya noda darah dipembalut yang sudah ia pakai.


"Henry aku...heiiii


"Kita berangkat sayang," ucap Henry penuh semangat sambil menggendong Ayara ala bridal style menuju ke landasan pacu dimana pesawat jet pribadinya sudah menunggu.


"Mommy...help me" tangis Ayara dalam hati, ia lelah berusaha melepaskan diri dari Henry yang tak mau membiarkannya jalan kaki sendiri menuju pesawat.


"Kau milikku Yara..." bisik Henry pelan sambil tersenyum penuh arti pada Ayara saat mulai menaiki anak tangga menuju pesawat, bahkan saat menaiki pesawat ia tak mau menurunkan Ayara.


🌼 bersambung 🌼


Jangan lupa Vote, ratting dan like.


Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹

__ADS_1


__ADS_2