Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Trauma


__ADS_3

Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Setelah Ace lahir hari-hari Ayara lebih berwarna, setelah perkuliahan selesai Ayara selalu memilih pulang ke rumah. Ia sudah rindu sekali ada adik satu-satunya yang sudah semakin pintar itu, sama seperti hari ini ia memilih pulang ke rumah padahal teman-temannya banyak yang pergi ke mall untuk jalan-jalan.


"Ini mobil daddy, apa daddy sudah pulang?" Tanya Ayara pelan pada bodyguard yang menyambutnya di depan rumah.


"Iya nona, tuan baru saja sampai rumah." Jawab sang bodyguard dengan cepat.


"Aceku dimana dia ?" Tanya Ayara kembali.


"Tadi menurut pelayan yang sedang merapikan rumah tuan muda Ace sedang bersama dengan nyonya di atas." Jawab bodyguard yang bernama Owen itu kembali.


"Ok thank you Owen." Ucap Ayara pelan, ia lalu berlari menuju lantai dua tempat dimana ibunya biasa mengasuh Ace di sore hari seperti ini.


Owen sang bodyguard tersenyum tipis mendengar perkataan Ayara, ia lalu kembali bekerja setelah melihat sang nona naik ke lantai dua. Ayara langsung melempar tas dan beberapa bukunya di atas sofa yang ada dilantai dua, dia benar-benar sudah rindu sekali dengan adik kecilnya.


"Ace cintakuuuuu....kakak pulang." Teriak Ayara dengan kencang sambil berlari ke kolam karet dimana adiknya yang tampan sedang ada didalamnya dengan bola-bola kecil yang jumlahnya ribuan.


Alfredo dan Raisa langsung menoleh ke arah sumber suara, mereka berdua tersenyum ketika melihat Ayara sudah berlari dari pintu menuju ke tempat Ace berada saat ini.


"Yara jangan lari nanti jatuh." Ucap Alfredo pelan memperingatkan putri pertamanya itu.


"Yara.... pelan-pelan sayang." Imbuh Raisa singkat pada Ayara yang sedang berusaha masuk ke dalam bak karet mencoba meraih Ace.


"Hi Ace my love... my little Ace do you miss me?" Tanya Ayara lirih pada sang adik yang sudah ada dalam gendongannya.


"Ayo masuk kamar kakak Ace...jangan disini... disini ada yang bawel ..." Bisik Ayara pelan pada sang adik yang suaranya masih bisa didengar oleh kedua orangtuanya.


Selesai bicara seperti itu Ayara berjalan masuk ke dalam rumah dengan membawa sang adik Ace Del Castillo menuju kamarnya, kamarnya yang ada disebelah kamar Ace nampak seperti kamar Ace karena semua barang-barang Ace ada di kamarnya. Alfredo dan Raisa hanya tersenyum melihat putra mereka langsung disabotase oleh Ayara yang memang sangat menyayangi Ace si bungsu.


"Apakah kita perlu membuat adik lagi untuk Yara sayang." Bisik Alfredo pelan pada Raisa.

__ADS_1


"Jangan macam-macam...ayo masuk hari sudah hampir senja kau harus mandi lalu kita malam malam bersama." Sahut Raisa dengan cepat sambil membuang wajahnya ke arah lain karena malu mendengar perkataan sang suami yang menggodanya.


Raisa kemudian masuk ke dalam rumah meninggalkan Alfredo sendirian di balkon rumahnya yang luas.


"Terima kasih Raisa sudah memberikan kebahagiaan ini padaku." Ucap Alfredo dalam hati, kebahagiaannya semakin lengkap ketika diberi keturunan oleh Raisa.


Padahal awalnya Alfredo tak mengharapkan Raisa hamil lagi karena baginya kehadiran Ayara sudah cukup untuk melengkapi hidup mereka, akan tetapi rupanya Raisa justru memberikan kado terindah dalam hidupnya dengan lahirnya Ace Del Castillo. Walau waktu itu ia lahir dalam usia tujuh bulan akan tetapi karena bantuan dokter terbaik di Cordoba Ace bisa tumbuh dengan sehat saat ini, oleh karena itu ia sangat mencintai Raisa istrinya.


Alfredo kemudian masuk ke dalam rumah karena dipanggil Raisa yang memintanya untuk mandi karena air mandinya sudah disiapkan di dalam bathtub. Tak lama kemudian keluarga Del Castillo pun menikmati kebersamaan kembali dengan makan malam bersama minus Ace yang sudah tidur dikamarnya.


"Bagaimana kuliahmu sayang?" Tanya Alfredo membuka percakapan di meja makan.


"Semua berjalan lancar dad." Jawab Ayara singkat.


"Tak ada masalah kan?" Tanya Alfredo kembali.


"No everything is fine." Jawab Ayara kembali sambil meraih potongan salmon untuk diletakkan di piringnya.


"Yara jawab jujur pertanyaan mommy ya." Ucap Raisa pelan.


"Huum Yara jawab mommy."Jawab Ayara dengan cepat sambil memasukkan potongan grilled salmon ke mulutnya.


"Yara sudah kuliah hampir tiga tahun tapi selama ini Yara belum pernah mengajak teman Yara ke rumah apa Yara...


"Akh mom teman Yara itu suka belanja di mall, Yara malas bergaul dengan mereka. Jadi tiap hari setelah kuliah selesai Yara pasti langsung pulang." Ucap Ayara memotong perkataan sang ibu.


"Iya mommy tau hal itu, hanya saja maksud mommy lain sayang." Sahut Raisa pelan.


Ayara yang tak mengerti dengan arah pembicaraan sang ibu langsung mengangkat kedua bahunya ke atas sambil menggelengkan kepalanya perlahan. Raisa nampak menghela nafas panjang merespon perbuatan putrinya itu, hal yang sama pun dilakukan oleh Alfredo yang hanya diam.


"Jadi begini maksud mommy sayang, apa Yara sudah punya kekasih?" Tanya Raisa dengan cepat.

__ADS_1


"Kekasih what....?!!" Pekik Ayara kaget.


"Iya sayang, mommy bertanya padamu apakah saat ini Yara sudah punya kekasih atau belum. Yara kan sudah dewasa oleh karena itu mommy dan daddy bertanya seperti itu tadi sayang." Ucap Raisa melembut.


"Yara tak mau kekasih mom, Yara belum mau. Yara masih kecil akh tidak maksudnya Yara tak butuh laki-laki...mmm Yara sudah kenyang, Yara tidur dulu ya daddy mom." Jawab Ayara dengan cepat sambil bangun dari kursinya dan berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai dua dengan cepat.


Raisa menghela nafas panjang melihat apa yang dilakukan sang putri, ia tau bahwa Yara masih benci lelaki sampai saat ini begitu juga dengan Alfredo.


"Sudahlah kalau begitu kita jangan memaksanya lagi, biarkan Yara menjalani hidupnya sesuai kemauannya." Ucap Alfredo pelan, niatnya ingin memperkenalkan anak partner bisnisnya pada Ayara sepertinya lagi-lagi harus ia batalkan mengingat bagaimana sikap yang ditunjukkan Ayara.


"Iya, luka hatinya terlalu dalam." Jawab Raisa lirih.


"Tenang saja, putri kita akan berubah sebentar lagi. Kita hanya perlu sedikit lebih sabar menunggu waktu itu." Bisik Alfredo penuh cinta mencoba untuk menenangkan Raisa.


Raisa menganggukan kepalanya pelan mendengar perkataan sang suami, mereka kemudian naik kekamar ketika sudah selesai makan. Saat melewati kamar Ayara yang sudah tertutup rapat kedua mata Raisa nampak berkaca-kaca.


"Aku takut rasa bencinya pada laki-laki akan membuatnya tak mau menikah selamanya." Isak Raisa terbata.


"Jangan berpikir seperti itu, anak kita pasti akan menikah suatu saat nanti. Lagipula ia masih sangat muda kau tenang saja sayang." Jawab Alfredo pelan sambil melingkarkan tangannya di pinggang Raisa.


"Usianya baru akan menginjak 22 tahun, jalannya masih panjang. Kau tak perlu khawatir." Imbuh Alfredo kembali.


Raisa menyeka air mata yang ada di kedua matanya, tiap membahas Ayara ia menjadi sangat mellow. Ia tau benar kalau anak pertamanya itu sangat tak suka laki-laki, Ayara akan selalu menolak pembicaraan yang bersangkutan dengan laki-laki yang akan dikenalkan kepadanya.


"Aku akan membuat perhitungan padamu Ryu kalau sampai Ayara tak mau menikah selamanya." Ucap Raisa dalam hati.


🌼Bersambung 🌼


Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Terima kasih

__ADS_1


love U all🌹


__ADS_2