
Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Ayara memacu mobil Toyota Fortuner milik Henry menuju kediaman Henry dengan penuh kekecewaan, ia kaget ketika melihat Henry datang ke rumah Elang. Lelaki yang sedang ia incar, Ayara merasa hukuman yang diberikan pada Elang masih belum setimpal dengan apa yang dialami Jelita.
"Rasanya sangat tidak adil jika wanita selalu menjadi korban." Batin Ayara lirih sambil memejamkan matanya ketika mobilnya sudah berhenti di halaman rumah besar Henry.
Setelah cukup lama berdiam diri di dalam mobil Ayara kemudian turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah, para pelayan yang
menyapanya tak ada satupun yang ia jawab.
"Bi, saya mau istirahat tolong jangan ganggu dan satu lagi jika tuan Henry dan Michael pulang tolong beritahu mereka kalau aku sudah tidur." Ucap Ayara pelan berpesan pada sang pelayan yang ia temui di tangga.
"Baik tuan, apakah tuan mau makan malam?" Tanya sang pelayan pada Ayara sopan.
"Terima kasih bi saya tak lapar, saya ingin istirahat." Jawab Ayara sambil tersenyum.
Sang pelayan menganggukkan kepalanya pelan merespon perkataan Ayara, ia lalu berjalan menuju ke meja makan untuk merapikan makanan yang sudah tersaji sejak tadi pasalnya Henry baru saja mengabari kalau ia akan pulang malam.
Ayara pun masuk ke dalam kamarnya dan langsung berjalan menuju kamar mandi, di dalam kamar mandi Ayara langsung masuk ke dalam bathtub yang sudah terisi air tanpa membuka pakaian. Rambut palsunya pun basah karena terkena air, Ayara sudah tak perduli dengan semua perlengkapan penyamarannya.
__ADS_1
"Tolong kak...sakit...hiksss...."
"Sakiitttt ibuu hiks hiksss..."
"Kak sakit hu hu..."
Byuurrr....
"Hah hah hahh hahh."
Ayara tersadar dari lamunan yang menampilkan bayangan dimana ia sedang membawa Jelita ke rumah sakit, suara rintihan kesakitan Jelita yang meminta tolong kembali terngiang di ingatannya. Bayangan darah segar yang mengalir di paha gadis malang itu pun masih dapat Ayara ingat dengan jelas.
"Kalau aku hanya diam akan banyak Jelita Jelita lainnya yang menjadi korban kedepannya, melumpuhkan Elang saja tak menjamin hilangnya pelaku kejahatan itu. Aku harus menumpas aktor utama yang melindungi mereka selama ini, setidaknya itu bisa membuat mereka berhenti semena-mena pada orang lemah." Ucap Ayara pelan dengan mata berapi-api penuh emosi.
Setelah berendam cukup lama di dalam bathtub Ayara kemudian bilas dan berganti pakaian bersih, rambut panjangnya sengaja ia gerai tanpa di sembunyikan dibalik rambut palsu. Ayara kemudian mulai berkemas dan memasukkan barang-barang penyamarannya yang sudah basah kedalam tas ranselnya supaya tak ditemukan oleh orang lain, setelah mengunci pintu kamarnya dengan rapat Ayara kemudian naik ke atas ranjang dan membiarkan rambutnya tergerai supaya cepat kering.
Dua mobil milik Henry masuk ke dalam halaman rumahnya saat hari mulai pagi, ia baru saja pergi ke rumah Elang Darmawan yang merupakan salah satu partner kerjanya untuk perayaan ulang tahunnya yang ke tiga puluh lima tahun. Sebagai partner kerja Henry pun datang untuk memberikan ucapan selamat untuk tetap menjalin keakraban.
"Sepertinya anak kurang ajar itu sudah kembali Mike." Ucap Henry pelan sambil menunjuk mobil Toyota Fortuner hitamnya yang sudah terparkir di garasi.
__ADS_1
"Sepertinya begitu tuan." Jawab Michael cepat.
"Ya sudah ayo masuk kamar aku sudah sangat lelah Mike, kepalaku pusing terlalu banyak minum tadi di rumah Elang." Ajak Henry pada Michael untuk segera pergi tidur karena hari pun sudah mulai pagi.
Michael dan Henry kemudian naik ke lantai dua menuju kamarnya masing-masing karena sudah sangat mengantuk.
"Sepertinya aku terlalu banyak minum." Ucap Henry lirih sambil memejamkan matanya di atas ranjang tanpa melepas pakaiannya.
Karena haus Henry mengulurkan tangannya ke atas nakas yang ada disamping ranjangnya, namun ia tak mendapatkan apapun karena rupanya sang pelayan tak meletakkan air minum untuknya.
"Sepertinya mereka sudah lupa dengan tugas wajibnya." Sengit Henry dengan penuh emosi.
Dengan menahan sakit kepala karena terlalu banyak minum Henry berjalan pelan menuju pintu untuk keluar mencari minum, rasa haus di tenggorokannya memaksa Henry untuk melawan rasa pusing di kepalanya. Saat baru keluar dari pintu tiba-tiba langkah Henry terhenti saat melihat sekelebat sosok gadis berambut panjang sedang berjalan dari kejauhan.
"Mana mungkin ada seorang gadis di rumahku." Ucap Henry lirih sambil memicingkan kedua matanya.
🌸Bersambung 🌸
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
__ADS_1
Terima kasih kakak-kakak.
Love u all...🌹🌹