
Sudah lebih dari dua Minggu terakhir Falen dan anggota OSIS lainnya disibukkan karena akan diadakannya pensi dalam rangka ulang tahun sekolah
Puncak acara diselenggarakan pada Sabtu ini, tema acara adalah "Ungkapkan Ekspresimu" . Sesuai dengan tema, setiap murid berkesempatan untuk tampil untuk mengekspresikan diri.
Ada hadiah tersendiri bagi mereka yang berani tampil dan mendapatkan vote terbanyak dari murid lainnya. Door prize yang disiapkan cukup menarik, iPhone keluaran terbaru. Hadiah yang sangat luar biasa bagi orang seperti Aish.
Partisipasi dari anggota PMR tentunya menjaga keselamatan dan kesehatan yang lainnya. Aish dan Hendra mengenakan seragam PMR kali ini.
Semuanya sudah berkumpul di lapangan yang sudah disulap menjadi tempat acara, dengan bantuan EO ternama agar semua bisa berjalan dengan sempurna.
Sejenak Falen dan Hendra harus mengesampingkan masalah pribadinya. Mereka harus ikut berpartisipasi dalam acara ini.
"Untuk memulai acara, kami persilahkan bapak kepala sekolah kita yang baru untuk bersedia tampil dan memberi sedikit sambutan, juga meresmikan pembukaan acara pensi untuk ulang tahun sekolah kita SMA Mahardika" kata mc memulai acara.
"Untuk bapak kepala sekolah, waktu dan tempat kami persilahkan" katanya lagi.
"Dengan ini, acara pensi dan ulang tahun sekolah, secara resmi bisa kita mulai" kata kepala sekolah setelah sambutan singkatnya, diiringi tepuk tangan yang riuh dari semua murid dan guru yang datang.
Aish tengah duduk bersama ketiga kawan baiknya, Seno, Hendra dan Falen yang selalu menempel pada Aish seperti ulat bulu.
"Untuk acara selanjutnya, kita menyebutnya dengan 'Tunjukkan bakatmu'. Jadi, setiap yang sudah mendaftarkan diri bisa tampil sesuai nomor urut. Dan jangan lupa, door prize kita hari ini adalah iPhone 13 pro max" teriak mc membuat semua bertepuk tangan dengan riuh.
Sampai tengah hari, acara masih terus berlanjut. Tapi rupanya semua sudah agak bosan.
"Semangatnya dong teman-teman, sekarang coba kita panggil, siapa yang pantas untuk tampil selanjutnya?" tanya mc untuk tetap memeriahkan acara.
Para siswi mulai meneriakkan nama Richard. Karena memang akhir-akhir ini anak itu sedang menjadi trending topik di sekolahnya.
"Richard... Richard.... Richard" teriak mereka.
Richard melangkah ke atas panggung, dia terlihat sangat percaya diri. Semua berteriak histeris saat dia mulai memegang gitarnya. Auranya sangat mendominasi, semua mata memandangnya dengan takjub.
"Sebuah lagu yang khusus gue nyanyikan untuk seseorang yang akhir-akhir ini selalu ada di pikiran gue" kata Richard, membuat semuanya kembali berteriak histeris.
"Untuk seseorang yang sekarang sangat berarti buat gue. Sebuah lagu yang khusus gue nyanyikan untuk orang yang sangat special. Aishyah Khumaira" kata Richard yang kembali mendapatkan tepuk tangan yang sangat meriah dari semua yang hadir.
Aish kaget dengan perkataan Richard dari atas panggung. Wajahnya sudah semerah kepiting rebus, dia masih syok dan terpaku di tempatnya. Kini semua mata mencari keberadaan Aish yang terbengong di tempatnya.
"Uwah, lagunya buat lo princess" kata Seno sambil bertepuk tangan.
"Gila sih Richard memang" kata Falen.
__ADS_1
"Siap-siap ya princess, lo bakalan ikut tampil setelah ini" kata Hendra.
Dan saat semua mata memandang ke arah Aishyah, gadis itu menyembunyikan wajah merahnya di dekapan Falen yang duduk disebelahnya. Dia merasa sangat malu, ingin rasanya dia pergi, tapi pasti membuat Richard kecewa.
Richard tidak suka sebenarnya melihat Aishyah yang berada dalam dekapan Falen, bagaimanapun dia rivalnya sejak lama. Tapi dia adalah sahabat baik Aish untuk saat ini.
Setelah berperang melawan rasa cemburunya, Richard memutuskan untuk tetap melantunkan lagu untuk Aishyah.
Dengarkanlah wanita pujaanku
Hari ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir
Suara riuh tepuk tangan kembali terdengar, Aish masih menyembunyikan wajahnya di dada Falen. Kedua tangannya juga menutupi wajahnya dengan sempurna.
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Richard mengakhiri lagunya dengan sempurna, sebuah lagu dari band Yovie and the Nuno. Mewakili perasaan tulusnya pada sang pujaan hati yang saat ini sedang diutarakannya lewat lagu.
"Buat Aishyah Khumaira" kata Richard setelah bernyanyi, dengan gitar yang masih ada dipangkuannya, menambah semarak teriakan dari teman-temannya saat dia ingin mengucapkan kata-kata.
"Gue minta maaf kalau dari awal pertemuan kita bukanlah menjadi sesuatu yang manis untuk dikenang" kata Richard, semuanya terdiam dan menyimak lanjutan kalimatnya.
"Tapi sekarang gue tulus kalau gue sayang sama lo. Jadi, please. Tolong lo pertimbangkan perasaan gue ini. Tolong terima perasaan gue, jadikan gue pendamping lo, gue janji bakalan selau ada buat lo, selalu jagain lo" kata Richard, cowok itu sudah mempertimbangkan kata-katanya sejak kemarin. Berharap ada keajaiban yang mungkin bisa menyatukan mereka.
Lampu sengaja dimatikan, menyisakan dua lampu sorot yang kini menunjuk ke arah Richard yang ada diatas panggung, dan satunya lagi menyorot Aish yang masih menempel pada Falen.
Sikap Aish yang seperti itu juga membuat salah satu hati sangat terluka, siapa lagi kalau bukan Sekar. Gadis itu diam-diam masih sangat mengharapkan Falen untuk jadi miliknya.
Kedua tangannya mengepal sempurna karena cemburu saat Falen mendekapnya dengan sayang.
__ADS_1
"Boleh dong buat Aishyah Khumaira untuk hadir ke atas panggung" kata MC.
"Naik.. Naik.. Naik" teriak teman-temannya.
"Gimana nih?" tanya Aish berbisik pada Falen.
"Terserah lo princess, semua keputusan ada di tangan lo. Kita selalu dukung apapun itu" kata Falen.
"Ayo naik princess" kata Seno, dia terlihat sangat bahagia.
"Jangan takut, kita selalu ada buat lo. Meskipun nantinya ada orang lain lagi yang bakalan dekat sama lo" kata Hendra yang selama ini paling sering bersama princessnya.
Cukup lama untuk Aishyah mengendalikan rasa gugup. Berkali-kali MC memintanya hadir di atas panggung.
Aish berdiri, tapi dia tidak mau sendiri. Dia terlalu gugup untuk melakukan hal ini tanpa kawalan ketiga punggawanya.
Ya, Richard harus memahami jika Aish tak bisa bebas begitu saja dengan ketiga sahabatnya itu.
Tangan kiri Aish menarik baju Seno, tangan kanannya menarik baju Falen, dan pandangan matanya meminta Hendra juga ikut hadir. Kini dia bisa maju, tapi harus bersama sahabatnya.
"Selamat datang Aishyah" kata MC.
"Silahkan untuk Richard, apa yang mau kamu sampaikan" kata MC memberi waktu untuk Richard bicara.
"Jadi, apa jawaban lo Aishyah?" tanya Richard.
"Memangnya lo tanya apa sama Aish? Kok minta jawaban?" tanya Falen dengan senyum smirknya, membuat Richard sedikit emosi.
"Lo mau kan jadi pacar gue?" tanya Richard yang kembali mendapat tepuk tangan dari teman-temannya.
"terima....terima ...terima"
teriak teman-temannya.
Aish terlalu gugup kali ini, tangannya terasa sangat dingin. Dia gemetaran sangking gugupnya.
Apa jawaban Aishyah ya?
.
.
__ADS_1
.
.