Cantik, Kok Minder?

Cantik, Kok Minder?
siap-siap


__ADS_3

"Eh .. apa. Hai Aish, lo kok disini sih?" tanya Sekar gugup dan malu karena terbukti mengamati gerak-gerik dua orang dihadapannya.


"Gue mau beli es teh" kata Aish.


"Oh beli es teh ya" kata Sekar masih berfikir, mana ada?


"Emang disini jual es teh ya?" tanya Sekar bingung.


"Lo kok jadi lola sih Sekar, gue ya mau beli tiket nonton film. Masak iya beli es teh" kata Aish tertawa.


"Lo juga ada-ada saja sih Ai. Jadi nonton film horor nih?" tanya Falen.


"Iya, biarin Seno takut. Hehe" kata Aish.


"Kalian bahkan terlihat sangat bahagia" batin Sekar.


"Eh Sekar, maju dong. Sudah banyak tempat kosong di depan lo, kenapa bengong saja sih daritadi?" tanya Aish.


"Oh, iya. Gue maju" kata Sekar, teman-temannya bahkan sudah mendahului di depan sana, dia malah masih Asyik melihat Aish dan Falen.


"Lo sudah nyuruh si Seno sama Hendra beli camilan kan? Jangan sampai nanti pas sudah dapat tiket tapi masih nunggu beli camilan" kata Aish pada Falen, terdengar di telinga Sekar yang kebetulan antri didepan mereka berdua.


"Sudah bos, lo tenang aja" jawab Falen


"Memang benar-benar mereka berdua ini, gue nggak nyaman banget dengan kedekatan mereka. Tapi alasannya apa? gue bukan teman dekatnya, bukan juga pacarnya. Tapi benar-benar dada gue sesak banget denger dan lihat mereka selalu dekat" batin Sekar, tangannya sibuk memilin tali dari tas selempangnya.


********


"Lo berdua tega banget ngajakin gue nonton film horor" kata Seno dengan bibir manyunnya, saat keluar dari ruang teater yang filmnya barusan selesai mereka tonton.


"Tapi filmnya bagus kan?" tanya Aish.


"Lo jahat banget princess, lo tahu gue takut nonton film gituan" kata Seno masih mode ngambek.


"Lo tuh katanya pingin jadi artis, kalau seandainya nanti lo harus syuting film horor masak iya harus takut juga sih" kata Aish.


"Ya nggak gitu juga princess, kalau untuk sekarang gue masih takut lihat film kayak tadi itu" kata Seno.


"Itung-itung latihan Sen" kata Hendra menimpali.


"Bodo ah, kalian jahat" kata Seno.


"Eh, nanti jangan lupa lo tanyain sama mommy papi lo ya Sen. Gue jadi nggak sabar punya teman artis terkenal" kata Aish.


"Iya dong. Siapa tahu memang keberuntungan gue" kata Seno.


Merekapun berencana untuk langsung pulang setelah sholat maghrib di mushola terdekat.


******

__ADS_1


"Mom, Seno pingin ngobrol sama mommy" kata Seno saat mommynya mengunjungi ke kamarnya.


"Ngobrol ya ngobrol aja sayang, kenapa emangnya?" tanya mommynya.


"Tadi sore aku ketemu sama mas-mas ke mbak-mbak an gitu pas ke mall" kata Seno.


"Ngapain kamu ke mall sendirian, nggak ngajakin mommy?".


"Mommy tuh kebiasaan motong ucapan orang deh" kata Seno kesal.


"Iya maaf, terus?" tanya mommy.


"Tadi Seno lagi jalan sama Aish, Falen sama Hendra. Ya biasa, main sekalian nonton gitu. Terus ada yang nawarin Seno buat ikut casting film romansa remaja gitu mom. Katanya face Seno sangat masuk di kriteria tokoh cowoknya" kata Seno.


"Jadi, kamu ditawari jadi artis?" tanya mommy seolah tak percaya.


"Iya mom, ini kartu namanya. Teman Seno nyaranin buat tanya dulu sama mommy dan papi tentang kejelasan dari PH di kartu nama itu mom. Menurut mommy gimana?" tanya Seno.


"Kalau menurut mommy sih gimana kamunya aja, asalkan nggak ganggu waktu sekolah kamu ya why not? Tapi nanti biar mommy yang jadi manager kamu. Soalnya mommy nggak percaya sama orang lain buat manage jadwal kamu. Seandainya Aish nggak sibuk sama sekolahnya nih, mendingan dia tuh yang jadi manager kamu" kata mommynya.


"Uwah, jadi boleh nih mom kalau Seno ikut casting? tanya Seno.


"Boleh saja, mommy juga jadi ada kegiatan kan. Nggak dirumah terus saja" kata mommy.


"Terus papi gimana mom?" tanya Seno.


"Masalah papi mah gampang Seno, biar mommy yang bicara. Sekalian mencari tahu tentang PH itu kan?" kata Mommy.


"Iya dong, mommy akan selalu dukung cita-cita kamu sayang" kata mommynya. Wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu senang melihat perkembangan anaknya.


Masalahnya, sejak dulu anaknya ini terkenal cupu dan penakut. Tapi semenjak berteman dengan ketiga sahabatnya, sifat pemalunya berangsur menghilang. Dan dia sekarang jadi lebih percaya diri.


Apalagi mendengar kabar bahwa Seno ingin berkiprah di dunia hiburan, mommynya sangat antusias. Semua yang diinginkan Seno pasti akan senantiasa dalam jangkauannya.


"Biar mommy yang bicara sama papi kamu sekarang ya. Besok waktu sarapan sekalian kita bahas lagi kelanjutannya. Sekarang kamu tidur, biar besok bangunnya nggak kesiangan" kata mommy Seno.


"Iya, makasih mom" kata Seno merebahkan dirinya di atas spring bed dan menutup tubuhnya dengan selimut hingga sebatas dadanya.


*********


"Eh gimana-gimana, soal rencana audisi lo Sen? sudah ngomong sama ortu lo apa belum nih?" tanya Aish di sela-sela makan siang bersama ketiga sahabatnya di taman dekat perpus, tempat favorit mereka.


"Sudah dong, tadi pagi pas sarapan gue juga sudah bahas ini sama ortu gue" kata Seno.


"Terus?" tanya Falen.


"Papi gue bilang PH itu memang ada, dan memang sudah menetaskan banyak sekali film box office. Fan masalah film baru itu juga memang sedang disiapkan. Perusahaan papi malah sudah dapat proposal pengajuan menjadi sponsor utama gitu" kata Seno.


"Uwaahh, terus ortu lo ngijinin dong kalau lo mau ikut audisi besok?" tanya Aish.

__ADS_1


"Mereka ngijinin, tapi mommy gue yang harus jadi managernya. Katanya mommy nggak percaya kalau orang lain yang ngurus jadwal gue nantinya. Bahkan awalnya mommy nyaranin buat lo aja yang jadi manager gue princess" kata Seno bersemangat.


"Jangan ganggu jadwal sekolahnya princess Sen" kata Hendra.


"Nggak lah, makanya mommy gue sendiri yang siapain semuanya buat gue. Besok pulang sekolah bahkan mommy berencana jemput gue pulang sekolah, sekalian mau nganter audisi" kata Seno.


"Iya memeng seharusnya begitu" kata Falen yang masih sibuk dengan makanannya.


"Gue selalu doain yabg terbaik buat kalian. Bagi gue kalian teman terbaik gue, sayang deh sama kalian" kata Aish, membuat ketiga temannya tersipu.


"Lo hari ini ada jadwal jaga ke rs nggak?" tanya Falen.


"Nggak ada kayaknya, kan satu minggu dapat giliran jaga tiga kali ya Hen?" tanya Aish.


"Iya, malam Minggu kita jaga lagi. Tapi sorenya doang, nggak sampai pagi" kata Hendra.


"Besok gue mau ikut lo buat casting dong Sen, boleh ya?" tanya Aish.


"Gue anterin lo princess kalau Seno nggak mau" kata Falen.


"Gue juga" kata Hendra.


"Boleh dong, besok kalian ke rumah gue ya pulang sekolah. Bawa baju ganti juga sekalian. Nanti kita berangkat sama-sama. Pakai mobil gue aja biar dianterin supir. Gimana?" tanya Seno.


"Asyik tuh. Siapa tahu ketemu artis favorit gue" kata Aish.


"Eh, lo suka sama artis yang mana?" tanya Falen.


" Lee Min Ho" jawab Aish.


"Itu artis korea princess pinter, mana ada disini" kata Falen lagi.


"Hehehe, ya siapa tahu aja ada Falen"kata Aish.


"Sudah deh bercandanya, mau bel nih. Cepetan makannya, buruan dibuang sampahnya" kata Seno.


"Siap calon artis terkenal kita nih" kata Aish menggoda Seno.


"Besok kalau gue lolos audisi, gue traktir kalian makan sepuasnya" kata Seno.


"Uwah, asyik tuh. Gue doain lolos jadi pemeran security deh lo" ejek Falen.


"Jangan dong, mulut lo nih ya. Jahat banget" kata Seno sudah ingin merajuk.


"Becanda doang Ongkoseno" kata Falen.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2