
"Gue jadi deg-degan nih" kata Seno pada teman-temannya.
"Tenang Seno, lo harus yakin bisa. Jangan lupa nanti lo berdoa dulu ya sebelum maju" kata Aish.
"Aish benar sayang, kamu harus yakin sama kemampuan kamu. Papi bilang ini PH bagus kok, banyak artis yang sudah diorbitkan dan jadi terkenal. Mommy harap kamu bisa jadi salah satu dari calon artis terkenal ya" kata Mommy Seno menyemangati anaknya.
Mereka berempat dan juga mommy Seno sedang dalam perjalanan menuju gedung tempat Seno akan audisi pencarian aktor baru.
Menurut informasi dari papinya, memang PH tersebut akan membuat sebuah film baru tentang kisah remaja abu-abu putih. Dan memang sedang mencari pendatang baru yang masih fresh untuk dijadikan bintang utamanya.
PH tersebut bahkan sudah mengajukan proposal pada perusahaan papinya Seno, sebuah perusahaan rokok yang sudah berkelas Internasional.
Setelah berkendara tidak lebih dari satu jam, merekapun sampai di depan gedung perkantoran tinggi pencetak artis. Rombongan itu berjalan bersama menuju lobi kantor untuk bertanya pada front office.
Tapi belum sempat mengajukan pertanyaan, ternyata jeng Kayla sudah tergopoh-gopoh menyambut kedatangan rombongan Seno.
"Aduh ciinnt, eyke tungguin yey daritadi harap-harap cemas. Eyke kira yey nggak bakalan datang. Aduuhh, eyke seneng banget yey sudah ada disini. Yuk ah capcus kita ke lantai 15, soalnya audisinya sudah dimulai dari setengah jam yang lalau ciint" kata jeng Kayla heboh.
"Gue telat dong mas?" tanya Seno sedikit panik.
"Nggak cint, eyke sudah daftarin nama yey. Tapi jangan panggil eyke mas dong. Masak masih kurang cantik sih eyke sekarang?" tanya jeng Kayla dengan wajah sok sedih.
"Oh iya, sorry deh jeng, hahaha" tawa Seno pecah saat bibirnya sangat kaku untuk menyebut kata 'jeng' saat memanggil pria gemulai itu.
"Yasudah, ayo buruan kita ke atas" ajak jeng Kayla.
"Oh iya, yey ngajak rombongan banyak gini apa mau ikut audisi semua?" tanyanya lagi saat mereka ada di dalam lift.
"Nggak, gue doang. Mereka nganterin gue" kata Seno.
"Yey sudah nyiapin manager apa belum? kalau belum nanti gue kenalin beberapa manager artis deh" kata jeng Kayla.
"Sudah dong, nih kenalin mommy gue yang bakalan jadi manager pribadi gue" kata Seno memperkenalkan mommynya.
"Hai, saya mommy Seno. Yang akan menjadi manager Seno nantinya" kata Mommy mengulurkan tangan pada Kayla.
__ADS_1
"Oh hai, mommy Seno, yey cantik banget sih. Eyke kira tadi kakaknya Seno" kata Kayla.
"Terimakasih loh jeng. Memangnya jeng Kayla ini disini sebagai apa ya?" tanya mommy Seno.
"Saya sebenarnya make up artis disini mom. Waktu saya lihat anak yey kemarin, eyke langsung yakin kalau anak yey memiliki aura bersinar. Eyke yakin nanti akan jadi bintang terkenal" ucap jeng Kayla dengan mengepalkan tangan ke atas penuh keyakinan.
Semua orang disitu menjadi tertawa dengan tingkah konyolnya. Mereka menyimak setiap arahan singkat yang pria gemulai itu katakan, terutama Seno, dia sangat antusias dengan segala penjelasan Kayla.
Sampai di lantai 15, ternyata disana suasana cukup riuh, banyak sekali yang datang untuk ikut audisi rupanya. Giliran Seno tampil masih beberapa menit atau bahkan beberapa jam lagi.
Kini rombongan itu memisahkan diri.Seno, mommy, dan jeng Kayla menuju ruang make up. Sedangkan Aish, Falen dan Hendra menunggu di kursi tunggu yang disediakan.
Dengan bantuan Kayla, Seno sedikit lebih percaya diri. Selama proses tata rias wajahnya, Kayla memberi beberapa arahan pada Seno terkait nanti selama proses audisi. Ibu dan anak itu menyimak dengan baik.
Setelahnya, Seno dan mommynya menunggu di depan ruang audisi. Beberapa orang juga terlihat sedang mengantri. Seno jadi tambah gugup saja, karena ini adalah pengalaman pertama baginya.
"Kamu nggak usah gugup sayang, tarik nafas, buang nafas" kata mommy Seno.
"Haduh, mana bisa mom. Rasanya seperti mau pipis" kata Seno membenarkan letak kacamatanya.
Seseorang terlihat keluar ruangan dengan wajah kusut, hal itu semakin membuat perut Seno terasa seperti ada sensasi menggelitik yang membuat tangannya dingin tapi berkeringat.
Kayla sudah memberikan sebuah skrip yang harus Seno hafalkan. Dua buah cuplikan adegan yang harus Seno lakukan di dalam nanti.
Adegan pertama adalah monolog dirinya sendiri yang sedang patah hati dan adegan lainnya yang sedang jatuh cinta. Dan adegan kedua adalah adegan dua orang, cowok dan ceweknya yang sedang bertengkar.
Selama menunggu, Seno berusaha menghafalkannya dan melakukan gerakan yang diawasi sang mommy. Wanita itu cukup terkejut karena Seno melakukan adegan itu dengan cukup baik. Dia tidak menyangka jika putranya memang seperti memiliki bakat terpendam.
Mommy Seno cukup yakin dengan kemampuan anaknya, dia berharap tidak butuh waktu lama untuk meyakinkan juri di dalam ruangan itu untuk nantinya bisa memilih Seno sebagai pemeran utamanya.
"Seno, atas nama Seno. Silahkan masuk ke dalam ruangan" kata seseorang menyebutkan namanya untuk masuk.
"Ayo sayang, nama kamu sudah dipanggil" kata mommy Seno.
"Iya mom" kata Seno berdiri, setelah bernafas panjang beberapa kali, diapun bergegas memasuki ruangan.
__ADS_1
Setelah memasuki ruangan, dia lebih dikejutkan lagi karena didalamnya telah duduk dengan manis beberapa juri yang akan menilai kemampuannya beradu akting. Beberapa juri yang dia tahu adalah seorang aktor dan aktris senior terkenal, seorang lagi yang terlihat sangat irit senyum adalah seorang produser filmnya, dan dua orang lagi yang dia tidak tahu siapa.
"Baiklah Seno, disini kami akan mencari calon pemain untuk film terbaru kami. Ada dua kali adegan yang kami harap kamu bisa lakukan dengan baik" kata seorang mc.
"Tadi tim kami pasti sudah memberikan sebuah naskah yang harus kamu baca dan resapi kan? Sekarang giliran kamu tunjukkan kemampuan kamu didepan kami semua. Tunjukkan bahwa kamu adalah orang yang sedang kami cari" katanya lagi mempersilahkan Seno melakukan adegan pertamanya.
Sementara suasana diluar ruangan juga tak kalah meresahkan. Aish berkali-kali melihat jam tangannya saat menunggu temannya yang sedang berjuang di dalam ruangan itu.
"Lo tenang aja kenapa sih princess? atau kita ke cafetaria aja gimana? kita cari minum dulu deh, Seno pasti bakalan lama" kata Falen memberi ide.
"Gue setuju" kata Hendra.
"Ayo deh, gue nggak sabaran kalau nunggu disini. Tapi memangnya lo tahu letak cafetarianya?" tanya Aish.
Falen mengedarkan pandangan, kemudian berjalan menuju seseorang yang berada tak jauh dari mereka. Ternyata pria bule itu bertanya pada seorang OB.
"Ok, done. Lantai satu, dekat mushola. Yuk kita kesana" ajak Falen.
"Ayo deh" kata Aish.
"Lo lagi chatting sama siapa sih princess?" tanya Falen melihat Aish yang asyik dengan ponselnya daritadi hingga kini berada di dalam lift.
"Lagi wa mommynya Seno, gue bilang kalau kita nunggu di cafetaria. Biar mereka nggak nyariin kalau sudah keluar nanti" kata Aish, Falen mengangguk mengerti.
Ketiga remaja itu kini duduk bersama di sudut cafe, mencari tempat ternyaman disana. Beberapa saat berlalu, masih belum ada tanda-tanda jika Seno telah selesai dengan urusannya.
Melihat jam yang semakin berputar, Aish mengajak Falen untuk solat ashar bersama.
"Sudah jam empat nih Fal, kita solat dulu yuk" kata Aish.
"Oke. Lo tunggu bentar ya Hen, nanti kita balik kesini lagi" kata Falen berpamitan pada Hendra.
"Iya, gue tunggu disini" jawab Hendra.
Mereka kawanan yang kompak, pernah juga Seno, Aish dan Falen menunggu Hendra yang sedang beribadah rutin Mingguan di sebuah gereja saat mereka akan liburan bersama.
__ADS_1
Dan seringnya Hendra menunggu waktu solat ketiga temannya saat sedang hang out bersama. Kehadiran Aish diantara tiga cowok itu sedikit banyak merubah kebiasaan ketiganya yang banyak melupakan kewajiban pada Tuhannya.
Dan hal itulah yang membuat orang tua mereka juga sangat senang dengan adanya Aishyah sebagai teman dari putranya, remaja itu memberi dampak positif bagi sekitarnya di zaman yang katanya kekinian ini.