
"Sip!! Lo sudah sangat lebih baik dan banyak banget kemajuan, Mike. Besok kalau bu Kris ngasih lo ujian, gue harap lo mau ngisi jawabannya dengan benar ya" kata Aish mengakhiri sesi belajarnya hari ini.
Menoleh ke arah jam dinding, ternyata sudah pukul empat sore. Sudah waktunya pulang.
"Lo mau solat disini apa dirumah lo nanti, Sya?" tanya Yopi yang selalu setia menemani Aish kemanapun pergi. Sesuai amanat dari Richard.
"Dirumah kayaknya masih keburu sih. Kita pulang saja deh, Yop. Gue rasanya capek banget hari ini" kata Aish yang mendapati hari pertamanya menstruasi.
"Oke deh, sesuai keinginan tuan putri" kata Yopi.
Yopi dan Aish sekarang sangat dekat, hubungan pertemanan diantara keduanya terjalin karena keadaan.
Mereka terlihat kompak, sudah seperti adik dan kakak saja.
"Pakai ini, ya" kata Yopi saat melihat Aish berdiri tanpa menyadari jika rok seragamnya tampak noda merah.
"Nggak, Yop. Gerah, ngapain sih" kata Aish yang belum menyadari jika Yopi melindunginya.
"Rok lo merah, tembus kayaknya" bisik Yopi.
Muka Aish memerah, dia tak menyadari jika akan sampai tembus seperti ini.
"Kenapa lo?" tanya Mike yang melihat Aish membatu.
"Nggak apa-apa, pulang yuk, Yop" ajak Aish menarik tangan Yopi.
"Kita duluan ya" kata Yopi yang sudah ditarik Aish.
"Ok, hati-hati ya" kata Ilham, sedangkan Mike hanya melambaikan tangan.
"Lo nggak pakai pembalut, ya?" tanya Yopi secara gamblang, membuat Aish bertambah malu.
"Pakai kok, cuma ya lagi banyak. Sudah deh, nggak usah bahas itu lagi, malu gue" kata Aish yang dibonceng Yopi.
Yopi berhenti di minimarket, lalu turun tanpa berkata-kata.
"Eh, ngapain? Ayo buruan Yopi... Gue mau pulang" kata Aish sedikit berteriak.
Cukup lama menunggu, Yopi keluar membawa sekantong kecil kresek berwarna putih dengan logo lebah lucu.
"Nih, gue rasa lo lagi butuh" kata Yopi memberikan kantongnya pada Aish, dan dia hanya mengambil air mineral kemasan.
"Haus banget gue, jadi sekalian beliin buat lo" kata Yopi yang sudah menghabiskan air dari dalam botolnya.
"Makasih ya, lo kok bisa tahu yang beginian sih? Memangnya nggak malu tadi pas beli?" tanya Aish yang melihat isi dalam kantong itu adalah pembalut dan minuman pereda nyeri haid.
"Sama-sama. Gue sering beliin Emily dulu. Jadi gue sedikit paham lah" kata Yopi yang menghidupkan mesin motor.
"Richard mana mau beliin buat gue, ehm... Nanti deh, gue coba nyuruh dia kayak lo, hihihihi" kata Aish dengan senyum liciknya.
"Gue rasa sih memang nggak bakalan mau tuh tuan muda. Dia kan pemalu, hehehe" kata Yopi membalas perkataan Aish.
Sementara ditempat camping, tiba-tiba Richard bersin-bersin.
"Hatcim, hatcim"
"Kenapa lo? Flu?" tanya Reno yang melihat Richard tiba-tiba bersin.
"Nggak tau nih, ada yang ngomongin gue pasti" kata Richard bercanda.
"Banyak sih yang ngomongin lo. Kan lo nyebelin" kata Reno.
★★★★★
Jam olahraga kali ini sedikit berbeda, semua murid IPA di tingkat sebelas melakukan tes bersama di kolam renang yang terletak di dekat gedung sekolah SMAN 72.
Sebuah kolam renang yang sering digunakan oleh anggota TNI untuk latihan. Tapi kolam itu juga sering digunakan oleh murid dari sekolah Aish.
Para murid dari SMAN 72 berjalan bersama menggunakan seragam olahraga menuju gedung kolam.
Disana nanti akan dilakukan tes renang oleh guru olahraga. Untuk memangkas waktu, para guru di tingkat sebelas IPA bersama melakukan tes di kolam itu.
Aish sedang halangan, jadi dia mendapatkan izin untuk tidak mengambil nilai hari ini, tapi diganti hari lain.
"Lo jangan kemana-mana ya, Sya. Tunggu disini saja" kata Yopi memperingatkan Aish.
"Iya" jawab Aish.
Nindi sudah berbaris dengan yang lainnya, dia bilang kalau dia itu jago berenang. Aish akan membuktikannya.
__ADS_1
Cukup lama menunggu, rasa bosan sudah menguasai benak Aish. Tugasnya membantu pak guru merekap nilai yang didapat dari ujian.
"Ada yang tenggelam, pak"
"Tolong, pak"
Tiba-tiba teriakan beberapa murid yang mengatakan jika ada yang tenggelam.
Semua terkejut, Yopi sudah sigap menceburkan diri kedalam air. Membantu mengangkat korban yang tenggelam.
Susah payah dia dibantu beberapa temannya mengangkat, ternyata dia adalah Mike. Rupanya anak berandalan itu tidak bisa berenang.
Tadi teman-temannya iseng mengangkat Mike dan menceburkannya ke dalam kolam yang cukup dalam. Lalu berlari meninggalkan Mike yang meminta tolong.
"Lho kenapa?" tanya Aish sambil memberikan handuk kecil pada Yopi yang berhasil mengangkat Mike.
"Tenggelam, tadi ditinggalin sama teman-temannya" kata Yopi mengelap wajahnya dengan handuk.
Mike tidak sadarkan diri, semua sudah panik. Pak guru rupanya tidak begitu bisa mengatasi korban tenggelam seperti ini.
Bukannya mau sok tahu, tapi Aish tergerak untuk membantu. Pengalamannya di PMR dalam mengatasi korban tenggelam sudah sering dia pelajari. Dan kini saatnya dia praktekkan.
RJP dilakukan, tapi mata Mike masih terpejam. Aish mendongak, semua mata menuju padanya. Banyak harapan dari mereka agar Aish bisa membantu.
Kembali melihat ke arah Mike, cowok ini masih terpejam.
Sedikit ragu, tapi tidak ada jalan lain. Terpaksa Aish melakukan napas buatan pada Mike.
Mata teman-temannya melotot melihat itu. Ada beberapa yang mengabadikan dengan ponselnya. Sungguh keterlaluan!
Beberapa kali meniupkan udara ke dalam mulut Mike, masih belum membuatnya sadar.
Aish melakukannya beberapa kali, hingga akhirnya Mike terbatuk. Mengeluarkan semburan air dari dalam mulutnya.
Aish mengusap bibirnya, melihat ke arah Mike yang mulai membuka mata.
"Lo nggak apa-apa kan?" tanya Aish.
Mike berusaha bangkit, tapi gagal. Tubuhnya masih lemas.
Beberapa temannya membantu mengangkat Mike dan membawanya ke unit kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut.
"Lo nyium Mike, ya?" goda Yopi.
"Nggak lah, mana ada. Itu namanya napas buatan, Yopi" sanggah Aish.
"Iya, gue percaya sama lo" kata Yopi yang masih menggoda Aish.
Pikiran Aish jadi tidak tenang, sama nggak sih napas buatan sama ciuman? Nggak sama dong, kan itu dalam keadaan terdesak. Bukannya dilakukan atas kemauannya.
★★★★★
Mike merenung di kamarnya, melihat dengan seksama cara Aish menolongnya kemarin.
"Cewek rese itu nolongin gue" gumam Mike yang melihat sebuah video yang diunggah seorang temannya yang mengabadikan video saat Aish memberikan napas buatan untuk Mike.
"Dia baik juga rupanya, coba saja gue nggak pingsan. Hahaha" tawa Mike yang tidak merasakan apapun karena pingsan waktu itu.
Pagi ini, dihari Senin. Semua murid sudah berkumpul untuk ikut upacara bendera.
Beberapa murid bandel tidak ikut upacara, seperti Mike contohnya.
Dia sedang mengumpulkan teman-temannya yang kemarin menceburkannya ke dalam kolam hingga pingsan.
"Siapa diantara kalian yang nyeburin gue ke kolam kemarin?" tanya Mike pada keempat temannya.
Mereka sedang berada di belakang gedung sekolah, tempat biasanya Mike membolos.
Teman-temannya hanya diam, tidak ada yang berani bersuara.
"Jawab, sialan kalian ini. Gue sampai pingsan gara-gara lo" teriak Mike sambil menendangi temannya satu per satu.
"Tapi kan lo dapat ciuman dari cewek secantik Aishyah, Mike" kata temannya.
"Lo pikir gue senang?" bentak Mike.
Teman-temannya semakin menciut. "Pokoknya kalian harus bisa menghapus video gue waktu itu, ada yang nyebarin di medsos. Dan pastiin kalian bawa pelakunya ke hadapan gue" perintah Mike.
Sebenarnya Mike ini bukan ahli bela diri, bukan juga ahli pelajaran maupun olahraga. Tapi entah, mungkin dia berkharisma hingga teman-temannya takut untuk membangkang dari perintah yang Mike berikan.
__ADS_1
Mike terus saja kepikiran dengan adegan yang dilakukan Aish. Hari-harinya sedikit terganggu.
Pulang sekolah, Mike diberi ujian oleh Bu Kris terkait hukumannya untuk belajar dengan Aish.
"Kerjakan dengan baik ya, Mike. Kalau kamu masih belum bisa mengerjakan tugas ini, maka hukuman kamu akan ibu perpanjang" kata Bu Kris.
"Maksud ibu?" tanya Aish yang mendampingi Mike untuk mengerjakan tugasnya.
"Iya, kamu harus sedikit lebih lama untuk mengajari Mike lagi, Aishyah" kata Bu Kris.
"Tapi bu, itu kan urusan Mike kalau masih belum bisa. Saya membantu mengajari Mike sudah susah payah lho bu" kata Aish.
"Jadi, kuncinya ada di kamu Mike. Selesaikan dengan benar, maka hukuman kalian selesai. Kalau kamu ngawur, maka hukumannya akan ibu perpanjang" kata Bu Kris tak bisa diganggu.
"Awas lo Mike, kerjakan dengan serius" ancam Aish.
Mike berpikir, kini dia menyadari kebaikan Aish. Rasa ingin berlama-lama dengan Aish muncul dalam hatinya, dia masih ingin diajari oleh Aish.
"Sudah bu" kata Mike menyerahkan lembar soal dan jawaban pada Bu Kris.
Bu Kris mengecek hasil kerja Mike bersama Aish, rupanya hanya separuh dari jawaban Mike yang benar.
Sebenarnya itu sudah sangat bagus karena sebelumnya Mike selalu mendapat nilai yang buruk.
"Seminggu lagi ya, Aishyah. Ibu harap kamu mau mengajari Mike lagi" kata Bu Kris memohon.
Tentu saja Aish tidak berani menolak, dengan berat hati Aish menyanggupi. Dan tentunya Mike masih harus menjualkan donat milik Ilham.
"Lo rese banget sih, Mike. Gue kan sudah bilang kalau gue masih ada urusan lain selain jadi guru gratisan buat lo" Aish masih saja menggerutu karena tugas tambahan dari Bu Kris.
"Seminggu doang kali. Lagian lo mau ngapain sih?" tanya Mike.
"Bukan urusan lo" kata Aish.
Mike menyunggingkan senyumnya, sekarang dia suka melihat Aish yang ngambek. "Ternyata dia itu cantik" gumam Mike.
★★★★★
Rabu siang, sepulang sekolah saat Aish menunggu Mike. Dia berbincang dengan Yopi di kelasnya.
"Sebenarnya gue butuh kerja,Sya. Tapi gua nggak mungkin ninggalin lo. Nggak enak gue kalau terus-terusan ngrepoti Richard, dia kan bukan bapak gue, Sya" kata Yopi.
"Gue juga, Yop. Belum juga jadi istrinya Richard, masak iya gue selalu ngrepoti dia. Malu gue. Niat hati sebenarnya gue mau kerja part time mulai Senin kemarin, tapi malah hukumannya ditambah sama Bu Kris" kata Aish yang menaruh kepalanya diatas meja.
"Gue juga mau ngumpulin duit buat biaya hidup sama kuliah nanti" kata Yopi.
"Eh, gue kan dapat beasiswa buat kuliah nanti Yopi. Lo bisa pakai duit tabungan gue dulu nanti buat nambahin biaya kuliah lo" kata Aish memberi saran.
"Nggak ah, gue mau kerja dulu. Kalau duit audah terkumpul kan bisa buat biaya kuliah. Lagian juga masih lama kan, masih setahun lagi kita mulai kuliah" kata Yopi.
"Tapi nanti kalau sudah waktunya daftar kuliah tapi duit lo belum terkumpul banyak, lo bisa pakai tabungan gue dulu ya. Nanti bisa lo cicil kalau sudah kerja" kata Aish barandai-andai.
Mereka berdua tidak menyadari jika Mike sedang menguping pembicaraannya. Sekarang timbul rasa malu dihati Mike yang selama ini belum punya tujuan dalam hidupnya.
Sedangkan Aish dan Yopi harus berusaha keras untuk mencapai cita-cita.
Satu lagi hal yang membuat Mike lebih penasaran pada kehidupan Aish.
Cewek itu sangat mandiri, bagaimana sebenarnya kehidupan sehari-harinya?
"Dan siapa Richard bagi mereka? Seberapa penting Richard bagi Yopi dan Aish?" gumam Mike.
"Wooi!! ngapain berdiri disini?" kata Ilham mengagetkan Mike.
Aish dan Yopi menoleh ke sumber suara, melihat Mike datang bersama Ilham. Mereka tidak tahu jika daritadi Mike menguping pembicaraannya.
"Ini gue mau masuk" kata Mike malas, diapun memasuki ruang kelas.
Aish memulai pelajaran hari ini dengan Mike seperti biasanya.
Tapi lagi-lagi, ada hati yang tergugah dengan kebaikan Aish. Dan Mike sedang bimbang untuk menjadi lebih baik atau tidak.
.
.
.
.
__ADS_1