Cantik, Kok Minder?

Cantik, Kok Minder?
Dejavu


__ADS_3

CIRCLE GAUL PRINCESS AISHYAH


Siapa sangka, Aishyah, seorang biasa yang kini tengah menjadi bahan perbincangan hangat para netizen.


Kabarnya, setelah putus dari Richard, penyanyi yang terkenal karena video-videonya yang viral dan juga sebagai owner dari Destinasi cafe and Music Studio, dia dikabarkan mendekati Senopati OW.


Senopati, artis yang kini sedang naik daun itu terlihat sangat sering tertangkap kamera sedang bersama dengan Aishyah, yang dipanggilnya princess, dengan banyak pose yang sangat romantis.


Apa kalian yakin jika mereka hanya teman biasa?


Bocah ingusan saja pasti akan salah paham kalau disuruh mengartikan kedekatannya.


Tapi, beberapa hari yang lalu. Senopati memberi penjelasan singkat pada pers jika dia dan princess Aishyah hanyalah sahabat biasa.


Benarkah demikian?


Dan baru-baru ini, terlihat foto-foto dan video singkat yang menayangkan kegiatan princess Aishyah bersama seorang lelaki muda yang diketahui adalah anak dari seorang pengusaha yang cukup sukses, juga sedang terlibat adegan-adegan mesra.


Princess Aishyah sedang bersama Hendrawan Atmajaya.


Uwah, circle pertemanan kamu menakjubkan sekali ya, princess?


Tapi kembali publik bertanya. Apa mereka juga hanya teman biasa?


Sebagai seorang perempuan yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Princess Aishyah sangat pandai dalam memilih teman ya, readers.


Tak pernah dia terlihat bersama dengan pria-pria yang berasal dari kalangan bawah. Kalangan yang sepertinya.


Setiap pria yang dikabarkan adalah temannya, adalah pria yang berasal dari status sosial yang berbeda darinya.


Akankah keluguan yang selama ini ditampilkan olehnya hanyalah sebuah kebohongan belaka?


Setiap berita pasti menuai pro dan kontra. Ada yang ingin berkomentar?


Anonimous


★★★★★


"Siapa sih yang nulis berita ndak bermutu seperti ini?" geram Nindi saat pagi ini sedang melihat portal berita online melalui ponselnya.


"Kudu tak banting ae hapeku, tapi eman" kata Nindi yang kembali mengelus ponselnya.


"Harus ngobrol sama Aish nih, huh, sebel banget aku" kata Nindi ingin langsung menelpon Aish.


Tuuuttt.... Tuuttt... Tuuuttt...


Beberapa kali Nindi mencoba menelpon Aish, akhirnya terdengar sebuah salam dari seberang teleponnya setelah mencoba beberapa kali panggilan.


"Assalamualaikum, kenapa Nin?" tanya Aish yang masih bersuara serak, suara khas bangun tidur.


"Waalaikumsalam, ya ampun Aishyah Rahmawati. Sudah siang begini kenapa baru bangun tidur sih?" tanya Nindi gemas sendiri.


"Jam berapa sih? Tadi gue tidur lagi sehabis solat subuh, Nin. Capek plus ngantuk banget gue" kata Aish yang masih bergulung selimut di kamarnya.


"Ini tuh sudah jam sepuluh, Aishyah yang cantik jelita" kata Nindi.


"Oh, masih jam sepuluh ya. Rencananya gue mau tidur sampai jam satu, Nindi. Buat ganti jam tidur gue semalam" kata Aish tanpa rasa terkejut.


"Gila kamu ndroo, anak perawan kok bangunnya siang sih. Aku aja yang ndak perawan bangunnya selalu pagi" kata Nindi.


"Awas kedengeran nyokap lo" kata Aish.


Seketika Nindi celingukan, dia tak menyadari ucapannya. Untung saja tak ada yang mendengarnya.


"Iya juga, lupa aku" kata Nindi lega.


"Lo tadi mau ngapain telpon gue? Ganggu doang kerjaan lo" kata Aish yang masih saja memejamkan matanya sambil rebahan di bawah selimut.


"Oh iya, sampai lupa aku kan. Jadi gini, princess Aishyah yang cantik. Coba deh kamu lihat portal berita online di akunnya Lambe Lamis. Ada berita tentang kamu, tahu" kata Nindi.


"Masak sih? Itu kan portal berita khusus artis, Nindi. Gue siapa? Cuma setetes air hujan yang turun ke jendela. Sendirian dan kesepian. Mana bisa ujug-ujug bisa masuk portal berintanya para artis. Lo masih ngigau ya?" kata Aish yang tak mempercayai omongan Nindi.


"Yeee, dibilangin juga malah ndak percaya. Makanya kamu tuh bangunnya jangan kesiangan. Baca berita yang penting, jangan tahunya cuma nampan sama catatan pesanan aja dong" kata Nindi.


"Gue sudah resign, Nindi. Jangan berlagak lupa" kata Aish.


"Makanya, cepetan baca beritanya ya. Kamu pasti akan terkejut dan ngantuknya jadi hilang deh" kata Nindi.


"Iya-iya, yaudah sih. Teleponnya gue matiin ya. Assalamualaikum" kata Aish memberikan salam pada Nindi, dan langsung mematikan sambungan teleponnya sebelum Nindi membalas salamnya.


"Berita apaan sih? Nindi itu ganggu saja" akhirnya Aishpun melihat portal berita yang Nindi maksud.


"Eh, benar juga ini. Ada berita tentang gue. Keren nih gue bisa masuk beritanya kalangan artis" gumam Aish yang masih baru saja membaca berita hangat pagi itu.

__ADS_1


"Lama-lama tapi kok ngeselin yah? Kenapa kesannya gue jadi seperti cewek matre gini sih?" masih menggumam, Aish melanjutkan membaca berita itu hingga habis.


"Ini kan semalam waktu gue lagi jalan sama Hendra. Kok gue nggak ngerasa kalau ada yang fotoin gue ya semalam?" tanya Aish.


Selesai membaca dan melihat foto-fotonya semalam saat bersama Hendra, Aish segera melihat akun sosmednya yang lain.


"Tuh kan benar, banyak yang ngehujat gue. Apa sih salahnya jadi orang biasa yang berteman sama anak orang kaya? Kenapa selalu gue dianggapnya jadi cewek matre?" Aish menggerutu karena tidak suka dengan semua berita yang dilihatnya pagi ini.


Ponselnya kembali berdering, ada Seno di layarnya yang berkedip-kedip.


"Assalamualaikum, Seno. Ada apa?" tanya Aish yang sudah mengerti apa yang pasti akan Seno tanyakan.


"Waalaikumsalam, princess. Lo sudah baca berita online pagi ini?" tanya Seno.


"Sudah, Seno. Gue kok ngerasa sebel ya. Padahal gue bukan artis, nggak berniat jadi artis, dan kebetulan doang punya teman artis. Tapi kenapa kesannya gue malah kayak cewek matre yang maunya cuma bergaul sama orang-orang kaya doang" geram Aish.


"Lo tenang ya. Gue bakalan selesaikan ini semua. Dan gue pastiin kalau penyebar beritanya bakalan tertangkap" kata Seno.


"Terserah lo deh, Seno" kata Aish.


"Lo jangan sebel terus gitu dong. Nanti cantiknya ilang. Sudah ya, jangan dipikirin. Memangnya lo foto dimana sih sama Hendra? Kok nggak ngajak-ngajak gue?" tanya Seno.


"Itu semalam, Seno. Gue lagi wisata kuliner sama Hendra di pasar malam belakang mall. Gue nggak nyangka kalau bisa jadi ramai gini. Memangnya siapa gue sih? Lagian juga gue nggak gangguin orang lain, cuma gangguin Hendra doang. Itupun karena gue sama Hendra juga kan sudah berteman lama" kecerewetan Aish mulai terdengar.


"Iya, sudah ya. Lo tenang di rumah. Diem-diem saja, nyantai deh pokoknya. Biar gue yang selesaikan semuanya" kata Seno.


"Iya" jawab Aish singkat.


"Yaudah, gue tutup teleponnya ya. Assalamualaikum" Seno mengucap salam sebelum mematikan sambungan teleponnya.


"Waalaikumsalam" jawab Aish.


Beralih ke tempat Richard, cowok itupun sama. Telah membaca berita yang cukup heboh itu dengan perasaan geram.


Dia masih belum terima kalau hubungannya dengan Aish sudah berakhir. Dan saat membaca berita itu, dia yakin kalau Aish pasti bertambah yakin untuk memutuskannya.


"Aaahhh... Sialan. Siapa sih yang nyebarin berita nggak bermutu kayak gini" geram Richard.


Dan satu-satunya orang yang Richard percaya bisa menghandle masalah ini adalah Reno.


Menggunakan keterampilannya sebagai Hacker abal-abal, pasti Reno bisa mencari siapa penyebar berita itu meski dia menggunakan data diri palsu.


"Hallo, Ren" kata Richard melalui telepon.


"Lo buka portal berita online pagi ini. Ada berita tentang Aishyah disana. Coba lo cari siapa yang nyebarin berita itu di internet, dan secepatnya lo usahain hapus beritanya ya" perintah Richard terdengar mudah bagi Reno.


"Oh, siap. Percayakan sama gue" kata Reno.


"Ok" kata Richard.


Setelah selesai dengan urusan Reno, Richard yang merasa semakin rindu pada Aish mencoba melihat berita terbaru dari gadis pujaannya itu melakui akun sosmednya.


"Loh, kok nggak ada sih? Masak gue di unfollow?" gumam Richard yang tak berhasil menemukan akun sosmed Aish.


"Tapi semua akunnya kenapa nggak ada ya" kata Richard.


Ternyata Aish sudah menonaktifkan semua akun sosial medianya karena tidak suka membaca semua komentar-komentar buruk yang tertuju padanya.


Memang tidak semua menghujatnya, ada juga beberapa orang yang berkomentar baik dan berusaha memahami dirinya. Tapi lebih banyak orang yang julid padanya.


Karena tidak semua orang akan kuat membaca penilaian tentang dirinya, apalagi jika dinilai tidak baik.


Jadi, menurut Aish. Lebih baik menonaktifkan akun sosial medianya adalah jalan yang terbaik.


★★★★★


Jadi, semalam saat Aish sedang asyik berwisata kuliner di pasar malam bersama Hendra.


Ternyata ada pemburu berita yang sengaja menguntit mereka sejak keluar dari rumah Senopati.


Wartawan itu awalnya ingin mencari berita terbaru dari Seno yang sedang hangat dibicarakan jika dia dekat dengan Aishyah.


Tapi yang dilihatnya adalah, Aish yang keluar dari rumah Seno bersama Hendra menggunakan motor sport.


Melalui plat nomor motor milik Hendra, wartawan itu berhasil menggali semua informasi mengenai Hendra.


"Bakalan jadi berita hangat nih" gumam wartawan itu setelah mengantongi identitas Hendra.


Dan karena Seno yang tertutup pada publik saat sudah dirumahnya, wartawan itu memutuskan untuk membuntuti Aish saja agar informasi yang akan di sebarkan olehnya akan semakin hangat.


Semalam memang Aish pulang sangat larut. Jam dua dini hari dia baru tiba dirumahnya.


Semenjak putus dari Richard, dia jadi sering tidak bisa tidur karena masih ada rasa cinta untuk Richard di dalam hatinya.

__ADS_1


★★★★★


Dini hari itu, di sebuah klub malam.


Wartawan yang telah berhasil meliput berita tentang Aishyah sedang janjian dengan temannya.


Keduanya sudah sepakat untuk mencari titik lemah Aishyah dan membeberkan semua itu ke hadapan publik.


"Hai, cantik. Gue ada berita bagus buat lo" kata wartawan itu pada seorang temannya.


"Berita apa sih?" tanya orang itu.


"Lihat deh, lo setuju nggak kalau gue pasang di akunnya Lambe Lamis besok pagi?" tanya wartawan itu.


"Bentar gue lihat dulu" kata orang tadi.


Saat membaca, sesekali senyum terukir cantik di bibir Indira. Orang yang berteman dengan wartawan yang telah berhasil mendapatkan berita tentang Aish.


Indira masih saja berambisi untuk mendapatkan Richard. Meski dengan hal yang tidak etis seperti ini.


Berteman dengan wartawan lepas sepertinya memang sangat menguntungkannya kali ini.


"Bagus, lo posting saja secepatnya. Kalau berita pertama mendapat respon dari banyak pembaca dengan bad comment buat Aishyah, langsung luncurkan berita kedua agar dia jadi lebih hancur" kata Indira dengan senyum liciknya.


"Gue nggak sudi kalau sampai Aishyah satu kampus sama gue. Buat dia nggak diterima di perguruan tinggi manapun, biar sekalian hancur masa depannya" dengan teganya Indira berencana sangat buruk pada Aish.


Padahal sebelumnya tak pernah ada masalah antara mereka berdua kecuali rasa ambisi di hati Indira untuk bisa mendapatkan hati Richard yang sudah dimiliki dengan sepenuhnya oleh Aish.


"Angkat gelas lo, Tika. Kita awali kemenangan kita dengan segelas anggur" ajak Indira yang malah akan menjadi awal kehancuran karirnya.


"Cheers, Indira. Jangan lupa bayaran buat gue kalau beritanya jadi booming" kata Tika, wartawan lepas itu.


"Sip! Lo nggak usah khawatir. Kalau hasil kerja lo bagus, nggak cuma bakalan gue kasih bayaran. Tapi juga bonus yang gede buat lo" kata Indira penuh semangat malam ini.


★★★★★


"Lo punya pandangan nggak, princess. Kira-kira siapa yang usil sama lo kali ini?" tanya Seno.


Siang ini setelah solat duhur, Seno dan Aish sedang bertemu untuk membahas masalah berita yang sedang menyudutkan Aish.


"Gue nggak tahu, Seno. Gara-gara berita itu tetangga gue jadi kelihatan ilfeel banget sama gue" kata Aish.


"Cg, malah ngomongin tetangga. Hendra sudah tahu apa belum tentang berita itu?" tanya Seno.


"Kayaknya belum tahu, Sen. Gue rasa dia masih tidur. Soalnya daritadi gue telponin nggak diangkat juga" kata Aish.


"Lagian semalam kalian masih kemana dulu sih? Mana nggak ngajak-ngajak gue lagi" kata Seno sedikit cemberut.


"Gue semalam lapar Sen, jadi gue sama Hendra nyari makan dulu. Berhubung gue lagi pingin nyemil, kita berdua main ke pasar malam yang di belakang mall dulu" kata Aish menceritakan kejadian semalam.


"Lo tahu nggak, semalam Hendra nunjukin sama gue macam-macam jin penglaris yang dipakai para penjual di sana lho. Bentuknya aneh-aneh banget Seno. Gue merinding nih rasanya" kata Aish yang teralihkan fokusnya dengan pembicaraan lain.


"Malah ngomongin hantu" kata Seno.


"Bukan hantu, Seno. Tapi jin penglaris" kata Aish yang tidak terima dengan pendapat Seno.


"Sama aja kali, princess. Lagian kenapa lo jadi ketularan si Mahendra sih bisa ngelihat gituan?" tanya Seno.


"Sttt, mata batin gue semalam dibuka sama dia. Sekarang Hendra keren banget, sudah kayak mbah dukun tau nggak sih" kata Aish yang terkekeh setelah menggibahi temannya sendiri.


"Cg, lo ini. Kenapa malah topik pembicaraannya jadi berubah gini sih?" kata Seno heran.


Sifat Aish yang fokusnya mudah sekali teralihkan malah menular padanya.


"Hehe.. Yasudah lah, Seno. Biarin saja, lagian semua akun medsos gue sudah gue nonaktifin kok. Aman lah" kata Aish.


"Nggak bisa gitu dong princess, nama baik lo dipertaruhkan disini. Nanti lo bakalan dapat hambatan di beberapa hal. Lo bisa nggak sih belajar dari kejadian yang dulu? Waktu lo di fitnah sama Viona sampai lo dikeluarin dari sekolah" kata Seno.


"Benar juga sih, tapi gue bisa apa Seno? Gue nggak tahu mau nyari pelakunya bagaimana" kata Aish.


"Biar gue yang usut semuanya kali ini. Lo percayakan sama gue, ya" kata Seno.


"Boleh, makasih ya Seno" kata Aish yang merasa sangat beruntung karena sahabatnya sangat menyayanginya.


.


.


.


.


"

__ADS_1


__ADS_2