Cantik, Kok Minder?

Cantik, Kok Minder?
lolos dong


__ADS_3

Ting


Satu notif muncul di ponsel Aish, mommy Seno memberi kabar jika Seno sudah selesai dan sedang mencari keberadaan ketiganya. Seno dan mommynya sampai ke cafetaria saat menjelang maghrib.


Ibu dan anak itu bergabung bersama Aish, Falen dan Hendra saat makanan dan minuman ketiganya sudah hampir habis.


"Mau pesan makanan dulu nggak?" tanya Falen.


"Nggak usah deh, bentar gue duduk dulu" kata Seno sambil mencomot kentang goreng milik Hendra.


Sementara mommy Seno langsung sibuk dengan ponselnya setelah mendudukkan diri disamping sang putra.


"Gimana hasilnya Seno?" tanya Aish semangat.


"Masih besok sih pengumumannya, sekarang masih ada beberapa lagi yang masih audisi" jawab Seno lesu.


"Yasudah nggak apa-apa Seno, yang penting kan lo sudah berusaha yang terbaik. Lancar nggak tadi?" tanya Aish lagi.


"Lancar, bagus Seno tadi. Mommy sampai nggak nyangka kalau ternyata anak mommy ini memang punya bakat terpendam" kata Mommy senang.


"Uwah, semoga besok sukses ya Seno. Jadi nggak sabar buat nunggu hasilnya gue" kata Aish, Mommy Seno tersenyum menanggapi celotehan sahabat Seno yang paling cantik itu.


"Yasudah sekarang kita pulang saja ya. Keburu malam, besok kalian masih sekolah kan?" tanya mommy.


"Iya mom, kita juga ada PR nih. Kalian pasti bel ngerjain juga kan?" tanya Aish pada temannya.


"Belum gue, hampir lupa juga kalau nggak lo ingetin princess" kata Falen.


Merekapun beranjak dari cafetaria untuk kembali pulang ke rumah masing-masing.


Beberapa jam berlalu, Aish sampai dirumahnya sekitar pukul delapan malam. Keempat sekawan itu memutuskan untuk mengerjakan tugas sekolah mereka bersama dirumah Seno. Dan saat akan kembali pulang, malah mommy Seno masih menyuruh mereka untuk makan malam.


"Assalamualaikum, bunda Aish pulang" kata Aish memasuki rumahnya.


"Waalaikumsalam" jawab bunda yang masih sibuk dengan mesin dan perlengkapan menjahitnya.


"Aish bantuin ya bun" kata Aish.


"Boleh deh, kamu setrikain baju yang warna ungu itu ya. Besok pagi-pagi sekali mau diambil sama orangnya, bunda masih menjahit yang ini dulu, soalnya ini juga mau diambil siangnya" jawab bunda.

__ADS_1


"Iya bun" kata Aish patuh, mengambil baju yang bundanya maksud dan mulai menyetrika.


"Kamu pulang sendiri is?" tanya bunda sambil menjahit.


"Enggak bun, diantar sama supirnya Seno. Hendra sama Falen yang pulang sendiri, soalnya bawa kendaraan masing-masing" kata Aish.


"ooh, sudah makan belum?" tanya bunda lagi.


"Sudah bunda, tadi sekalian ngerjain tugas dirumah Seno, malah disuruh makan dulu sebelum pulang. Mommynya Seno baik banget ya bun" kata Aish.


"Terus hasil audisinya gimana? kalau berhasil bakalan jadi artis dong si Seno ya?" tanya bunda.


"Masih besok pengumumannya bun. Pasti senang ya kalau punya teman artis. Hehe" kata Aish berandai-andai.


"Seno tuh ya, orang tuanya sudah kaya masih mau jadi artis, nggak kebayang nanti kalau benar jadi artis, tambah kaya saja tuh anak" kata bunda.


"Iya bun, memang rizkinya mereka dikasih banyak sama Allah. Tapi memang mereka punya yayasan loh bun, buat anak-anak difabel gitu. Jadi papinya Seno jadi donatur tetap di sekolah SLB, makanya rizkinya terus mengalir, soalnya mereka juga nggak pelit buat saling berbagi" kata Aish.


"Iya, memang kita tuh hidup harus saling tolong menolong dalam kebaikan is. Bunda senang kamu jadi anak yang baik, nggak pernah lupa sama kewajiban kamu juga" kata bunda.


"Aish minta maaf ya bun, Aish masih suka ngrepotin bunda ya. Bunda pasti capek harus ngurusin Aish, harus cari uang buat kita, sementara Aish masih belum bisa bantuin bunda" kata Aish mendadak melow.


"Memang kewajiban bunda is, kamu jadi anak baik dan tetap dengan beasiswa kamu itu saja sudah sangat membantu bunda. Bayangin deh kalau kamu sekolah tanpa beasiswa, pasti bunda nggak akan sanggup menyekolahkan kamu ditempat elit kayak sekarang. Jadi, kamu itu sudah bantu bunda sangat banyak" kata bunda dengan mata berkaca-kaca.


"Iya, bunda percaya. Kalau sudah, sekalian kamu setrika juga seragam kamu buat besok ya. Terus kita tidur, bunda hampir selesai ini" kata bunda.


"Oh iya bun, kata Falen kemarin pas kesini, bunda kelihatan kurusan gitu. Bunda nggak apa-apa kan?" tanya Aish.


"Nggak apa-apa kok, mungkin kecapekan saja. Akhir-akhir ini banyak sekali orderan. Alhamdulillah is, bisa buat ditabung juga hasilnya" kata bunda.


"Tapi bunda harus jaga kesehatan ya bun, Aish bakalan sedih banget kalau bunda sampai kenapa-kenapa" kata Aish.


"Iya, bunda tahu kok batas kemampuan bunda. Yasudah, ayo cepat selesaikan terus kita tidur" kata bundanya.


"Siap bos" kata Aish tersenyum.


Kadang kesederhanaan lebih menyenangkan dengan saling menyayangi antar anggota keluarga. Bersyukur dengan apa yang kita punya, berusaha pada apa yang menjadi impian kita, dan menjaga apa yang sudah dititipkan pada kita sebelum Tuhan meminta kita untuk kembali ke pangkuannya.


**********

__ADS_1


"Eh, itu bukannya mommy lo ya Sen?" tanya Hendra saat mereka berempat sedang berjalan menuju parkiran sepulang sekolah.


"Kayaknya sih benar" jawab Seno sambil menyipitkan matanya untuk bisa melihat lebih jelas.


"Ngapain ya, samperin yuk" kata Seno mengajak temannya ikut serta.


"Mom, ngapain?" teriak Seno pada mommynya saat jarak mereka lumayan dekat.


"Nggak usah teriak Senopati. Lo itu kangen banget ya sama mak lo" kata Falen yang berjalan bersama Aish dibelakang Seno dan Hendra, anak itu hanya tertawa.


Aish mencium punggung tangan mommy Seno setelah mereka dekat, ketiga temannya mengikuti apa yang Aish lakukan. Dan inilah kebiasaan kecil yang orang tua dari ketiga teman Aish sukai, gadis itu sangat menghormati orang tua. Dan kebiasaan itu kini menular pada ketiga temannya.


"Tebak mommy punya kabar apa?" tanya mommy Seno.


"Engmh, dapat arisan ya mom?" tanya Seno.


"Bukan, kok arisan sih Sen?" kata mommy.


"Biasanya mommy senang banget kan kalau dapat arisan" kata Seno.


"Kamu lolos Seno, kamu dapat peran utama di audisi kemarin" kata Mommy Seno senang, hingga tanpa sadar wanita itu memeluk sayang pada sang putra. Sampai-sampai temannya yang lain melihat ke arah Seno yang heboh dengan tatapan heran.


"Uwah, beneran tante kalau Seno lolos audisi?" tanya Aish senang.


"Benar dong, barusan mommy dikabari sama produsernya. Dan besok, kamu harus datang meeting untuk membahas tandatangan kontraknya sayang" kata mommy Seno.


Sementara Seno yang masih syok hanya memandang mommynya yang berbicara dengan wajah cengo dan mulut menganga.


"Jadi sekarang, mommy akan traktir kalian makan sepuasnya. Seperti yang sudah Seno janjikan. Kalian mau makan apa?" tanya mommy Seno.


"Sen, Seno. Lo ngapain bengong nggak jelas gitu sih?" tanya Hendra menggoyangkan bahu Seno.


"Gue seneng banget Hendra" kata Seno.


"Gue bakalan jadi artis dong" lanjutnya dengan tawa semakin lebar.


"Ayo sekarang kita rayain keberhasilan gue. Sesuai janji gue kemarin, mommy gue yang traktir kalian sampai puas. Ayo kita makan apaan nih?" tanyanya senang.


"Sushi aja yuk, kan tempatnya juga enak" usul Falen.

__ADS_1


"Boleh, ayo berangkat. Aish sama gue aja ya?" tanya Seno.


"Iya boleh" kata Aish yang langsung ditarik masuk ke dalam mobil oleh mommynya, sementara Falen dan Hendra menggunakan kendaraan mereka masing-masing.


__ADS_2