
"Assalamualaikum" kata Falen saat memasuki rumah Aish.
"Waalaikumsalam" jawab Aish yang terkejut melihat Falen yang datang.
"Ada apa lo minta gue kesini?" tanya Falen pada Richard.
"Gue nggak tahu harus nitipin Aishyah sama siapa. Lo memang rival gue sejak lama, tapi juga cuma lo yang saat ini gue percaya buat jagain Aish selama gue pergi" kata Richard.
"Memangnya lo mau kemana?" tanya Falen.
"Kakek gue meninggal di Jepang, semua keluarga gue diminta datang. Jadi, gue minta tolong sama lo buat jagain Aishyah. Lo bisa kan?" tanya Richard.
"Of course, gue bawa Aish ke rumah gue saja. Kalau gue yang nginap disini, nanti gue malah dipaksa nikah sama Aish" kata Falen masih sempat-sempatnya memancing emosi Richard.
"Jangan berani macam-macam lo" kata Richard.
"Sudah deh, nggak usah berantem" kata Aish.
"Gue balik dulu ya, Ra. Mama gue sudah nelpon terus nih" kata Richard yang ponselnya berdering lagi.
"Iya, lo hati-hati ya" kata Aish.
"Lo jangan macam-macam ya, gue percayain Aishyah sama lo. Awas saja kalau sampai dia kenapa-kenapa" kata Richard.
"Lo minta tolong apa mau ngajak berantem sih?" tanya Falen.
"Sudah dong, nanti kalian beneran berantem loh. Lo kalau mau balik nggak apa-apa balik dulu, nanti dicariin sama mama lo" kata Aish mendorong Richard ke arah pintu.
"Iya, yasudah gue balik dulu. Jaga diri lo baik-baik ya" kata Richard mengusap pucuk hijab Aish.
"Jadi, lo mau ya nginap dirumah gue?" tanya Falen setelah kepergian Richard.
"Mama lo ngijinin nggak?" tanya Aish.
"Pasti ngijinin lah, mama gue kan suka banget sama lo" kata Falen.
"Sekarang lo siap-siap ya, bawa baju seperlunya" kata Falen.
"Bentar ya" kata Aish bersiap.
"Sudah" kata Aish membawa sebuah tas ransel.
"Dikit banget?" tanya Falen.
"Gue nggak selamanya dirumah lo, Fal" kata Aish.
"Ayo berangkat" kata Falen. Aish mengekor setelah mengunci pintu rumahnya.
Aish dan Falen sudah berada didalam mobil. Tujuannya adalah menginap dirumah Falen. Aish belum tahu saja jika Siras adalah kakaknya Falen. Semoga saja Siras tidak berkeinginan pulang dulu sementara ini.
★★★★★
"Uwaahh.... Rumah lo gede banget ya Fal" kata Aish yang baru kali ini mengunjungi kediaman Falen.
"Rumah Richard juga" kata Falen.
"Iya benar. Rumah kalian gede-gede, rumah gue sebesar ruang tamunya Richard" kata Aish.
"Lo pernah diajak ke rumahnya?" tanya Falen yang mempersilahkan Aish masuk.
"Pernah, sebelum ujian kemarin. Dia minta belajar bareng sama gue" kata Aish.
"Assalamualaikum" kata Aish saat memasuki rumah Falen.
"Waalaikumsalam, eh .. tumben Aishyah mau datang ke rumah tante?" tanya mama Falen senang melihat kehadiran Aish.
"Iya tante" jawab Aish setelah mencium punggung tangan mamanya Falen.
"Ais mau nginap beberapa hari disini boleh kan ma?" tanya Falen.
"Jelas boleh dong. Tinggal sama tante disi juga nggak apa-apa. Anak-anak tante itu cowok semua Aishyah, nggak seru kalau diajak hang out. Bawaannya pengen pulang melulu, nggak asyik" kata Mama Falen. Aish hanya menanggapi dengan senyuman.
__ADS_1
"Kamu mau pilih kamar diatas atau dibawah? Kalau Falen sama kakaknya sih kamarnya diatas, jadi lebih baik kamu dibawah saja. Bahaya kalau dekat sama kamar cowok" kata mama Falen.
"Terserah tante saja" kata Aish tersenyum.
"Ayo tante tunjukin kamar kamu" kata Mama Falen menggandeng tangan Aish dengan senang hati. Aish melambaikan tangannya pada Falen yang berdiri mematung karena tidak dianggap oleh mamanya sendiri.
"Ini kamar kamu Aishyah, Tante senang sekali kalau kamu mau tinggal lebih lama disini. Kan tante jadi ada temannya. Kamu siap-siap ya, habis ini ikut tante" kata mama Falen.
"Mau kemana tan?" tanya Aish sambil merapikan tasnya.
"Kita jalan-jalan, tante sudah lama nggak shopping. Kamu temani tante ya" kata mama Falen. Aish mengangguk saja, tidak enak rasanya menolak ajakan mama Falen.
Aish hanya mengganti bajunya, mama Falen telah menunggu di ruang tamu.
"Loh, mau kemana nih? kok sudah rapi semua?" tanya Falen yang melihat Aish dan mamanya sudah rapi.
"Kita mau jalan-jalan, kamu mau ikut?" tanya mamanya.
"Nggak ah, males nungguin mama belanja. Lama" kata Falen.
"Yasudah, mama perginya sama Aishyah saja" kata mamanya semangat.
"Maaf ya princess, lo malah diribetin sama mama gue" kata Falen.
"Nggak apa-apa Fal, gue senang kok" kata Aish.
★★★★★
Sudah menjelang isyak, tapi Aish dan mamanya belum juga sampai dirumah. Falen jadi khawatir karena ini sudah terlalu lama mereka keluar rumah.
Tapi saat Falen menghubungi Aishyah, rupanya mereka sudah dalam perjalanan pulang. Falen menunggu diruang tamu saja.
Tepat setelah adzan isyak berkumandang, baru saja mobil mamanya memasuki halamannya yang luas.
"Assalamualaikum" kata Aish saat memasuki ruang tamu.
"Waalaikumsalam. Banyak banget belanjaannya ma?" tanya Falen yang melihat banyak sekali kantong belanjaan ditangan mamanya dan juga Aishyah.
"Yasudah, kamu bersih-bersih badan dulu ya sayang. Setelah itu kita bertemu di ruang makan" kata mamanya.
"Iya tante" kata Aish tersenyum.
"Yang anaknya itu gue loh, kenapa jadi lo yang diperhatiin" kata Falen.
"Hehehehe, gue ke kamar duluan yah Fal" kata Aish meninggalkan Falen sendirian di ruang tamunya.
Aish memasuki kamarnya, menaruh kantong belanjaan yang tadi dibelikan oleh mama Falen. Beberapa stel baju dan juga mereka tadi sempat ke salon.
Setelah mandi dan solat, Aish menuju ke ruang makan karena sudah dipanggil sejak tadi.
Aish duduk disamping Falen, ada papa dan mamanya juga. Aish sungguh beruntung, karena orang tua Falen juga menyayanginya. Mereka makan sambil ngobrol, kebanyakan membahas masalah sekolahnya.
"Hai, ma. Kalian makan tanpa menungguku?" tanya seseorang yang baru datang.
Aish terkejut hingga menjatuhkan sendok dan garpunya ke atas piring hingga mengeluarkan bunyi yang cukup nyaring.
"Lo kenapa princess?" tanya Falen yang melihat Aish kaget.
"Nggak apa-apa" kata Aish mengambil kembali sendoknya.
"Hehe ... maaf" kata Aish berusaha tenang.
"Kenapa kamu pakai masker begitu? Ada apa sama wajah kamu?" tanya mama Falen.
"Nggak apa-apa ma. Sedikit insiden saja kemarin" kata Siras yang duduk dihadapan Aish, disebelah mamanya.
"Mama? jangan-jangan bang dokter ini kakaknya Falen?" batin Aish yang kini merasa risih karena terus dipandangi oleh Siras.
"Kamu bawa teman kamu Brian?" tanya Siras dengan pandangan fokus pada Aish.
"Ya, and I hope you'll never disturb her" kata Falen.
__ADS_1
"Oh come on Brian" kata Siras tertawa.
"Sudah, kalian ini kalau bertemu selalu saja berantem. Ayo cepat makan Siras, kamu darimana? Kenapa muka kamu sampai seperti itu. Ada apa?" tanya mamanya.
"Tidak apa-apa ma" kata Siras yang kini ikut makan bersama.
Aish merasa sangat tidak nyaman, apalagi Siras yang selalu saja memandang ke arahnya. Selera makannya tiba-tiba hilang. Untuk saat ini, dia masih belum tahu ingin menceritakan kejadian kemarin pada Falen atau tidak. Tapi dia juga takut jika Siras akan berbuat nekat lagi.
"Hei princess, kenapa makananmu tidak dihabiskan?" tanya Falen.
Aish hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Dia bingung kali ini harus berbuat apa.
Aish merasa sangat lega setelah bisa memasuki kamarnya. Kini dia harus waspada, pintu kamarnya telah dikunci.
Tok .. Tok.. Tok..
Suara ketukan pintu membuatnya semakin khawatir. "Siapa?" tanyanya sebelum membuka pintu.
"Ini gue" kata Falen yang ada dibalik pintu.
Aish beranjak untuk membuka pintunya setelah mengetahui bahwa Falen yang datang.
"Ada apa?" tanya Aish.
"Richard telpon gue barusan, katanya lo masih ngeblokir nomernya ya? Dia mau telpon lo tapi nggak bisa" kata Falen.
"Eh, iya. Gue lupa" kata Aish.
"Gue mau bilang gitu doang sih. Gue balik ke kamar gue ya. Kalau perlu apa-apa lo bisa panggil gue kok" kata Falen.
"Makasih banyak ya Fal" kata Aish.
Falen kembali ke kamarnya, sementara Aish masih berdiri diambang pintu untuk membuka blokiran pada nomor Richard.
Saat melihat Siras yang datang dari arah depan, pandangan mereka sempat bertemu. Sepertinya Siras akan menghampiri, tapi dengan cepat Aish menutup dan mengunci pintunya. Siras tersenyum saja melihatnya, diapun melanjutkan langkahnya menuju ke lantai dua.
Aish merebahkan diri diranjang sambil membuka wa. Melihat pesan yang dikirim Richard padanya.
^^^"Kenapa nomer gue masih diblokir?"^^^
Richard
^^^"Gue lupa"^^^
Aish
^^^"Betah tinggal dirumah Falen?"^^^
Richard
^^^"Betah kok. Lo masih dirumah?"^^^
Aish
^^^"Ini lagi mau berangkat"^^^
Richard
^^^"Lo hati-hati ya"^^^
Aish
^^^"Iya"^^^
Richard
"Mendingan gue nggak ngomong dulu sama Richard, nanti dia malah kepikiran" batin Aish.
.
.
__ADS_1
.