Cantik, Kok Minder?

Cantik, Kok Minder?
Wellerman II


__ADS_3

Aish masih asyik menyanyi, teman-temannya bahkan mulai terbawa suasana dan ikut bernyanyi juga.


Entah apa yang membuat Richard naik ke atas panggung, dia maju dan mengambil sebuah gitar. Kemudian mengiringi Aish yang sedang menyanyi dengan alunan gitarnya.


Richard tersenyum pada Aish, dia menganggukkan kepala dan membiarkan Aish menyanyi dengan iringan gitarnya. Aish juga tersenyum di sela-sela lagunya.


Huuuuuuuu........


teriak teman-temannya melihat Richard yang mengiringi Aish dengan gitarnya.


Hendra tak mau kalah, demi princessnya diapun ikut maju dan duduk di depan piano. Dia menekan tuts piano agar sesuai dengan irama gitar Richard. Alunan musik semakin ramai dengan piano Hendra, dan gitar Richard.


Seperti merasa dipanggil, Falen datang juga ke atas panggung. Dia mulai mengambil bass gitar dan memperbaiki musik yang ada. Teman-temannya bertepuk tangan semakin meriah.


Merasa ketinggalan, Seno bergegas naik juga ke atas panggung. Dia mengambil stik drum dan menabuhnya sesuai irama agar sesuai dengan alunan nada dari alat musik lainnya.


Kini suasana sangat berbeda, Aish sangat senang karena ketiga temannya dan juga Richard sangat membantunya kali ini.


No line was cut, no whale was freed


The captain's mind was not of greed


And he belonged to the Whaleman's creed


She took that ship in tow (huh)


Soon may the Wellerman come


To bring us sugar and tea and rum


One day, when the tonguing is done


We'll take our leave and go


Da-da-da-da-da


Da-da-da-da-da-da-da


Da-da-da-da-da-da-da-da-da-da-da


Suara nyanyian Aish dan teman-temannya dari aula terdengar sangat menyenangkan. Aish mengakhiri lagunya dengan tepuk tangan yang sangat meriah dari semua temannya yang merasa terhibur.


"Terimakasih Richard, Falen, Hendra, dan Seno yang sudah membantu saya" kata Aish membiarkan keempat temannya turun dari panggung.


"Uwah, Aishyah mendapat dukungan yang super dari teman-temannya rupanya ya. Baiklah, ide kalian boleh juga. Kalian sangat menghibur kali ini. Silahkan beri tepuk tangan untuk mereka. Terimakasih anak-anak" kata pak guru mempersilahkan Aish duduk kembali di tempatnya.


Aish duduk kembali ke tempatnya, senyumnya tak henti-hentinya tercipta dari bibirnya.


"Makasih ya teman-teman, kalian memang ter the best. Gue sayang banget sama kalian" kata Aish sambil memegang satu per satu tangan dari sahabatnya itu.


"Jangan lupa makasih sama Richard juga" kata Seno.


"Iya, nanti gue bilang juga sama dia" kata Aish dengan senyum yang masih menempel sempurna.


Kegiatan masih berlanjut, rupanya kini giliran Richard yang dipilih oleh teman-temannya melalui voting.


Richard naik ke atas panggung, semua mata melihatnya. Sudah tidak diragukan lagi kemampuan Richard dalam bermusik. Kali ini dia tampil solo, dengan gitar yang menjadi alat musik favoritnya.


Richard duduk di kursi yang telah disediakan, standing mick masih terpasang sejak tadi. Cowok itu terlihat sangat keren, para siswi banyak yang terpesona melihat penampilan Richard yang bahkan belum bernyanyi.


Dia mulai memetik gitarnya, mengalunkan melodi indah yang membuat semua mengangkat kedua tangan dan menggerakkan ke kiri dan ke kanan.

__ADS_1


Ternyata Richard membawakan sebuah lagu dari Vidi Aldiano dan Prili Latuconsina yang berjudul Tak Bisa Bersama.


Masuk ke reff, banyak mengikuti Richard untuk menyanyi bersama dengan petikan gitar yang indah.


Harus kah ku terus mencoba


Salahkah keadaan bila


Karena kita tak sama


Kita jelas berbeda


Meski saling cinta, oh


Harus kah ku terus mencoba


Salahkah keadaan bila


Terlanjur mencinta


Meski kita tak sama


Tak bisa, tak bisa bersama


Harus kah ku terus mencoba


Menyalahkan keadaan kita


Terlanjur mencinta, meski kita tak sama


Tak bisa bersama


Richard menyanyi sambil melihat ke arahnya, menatap dalam pada netra Aish yang sudah berkaca-kaca karena lagu yang sangat menyentuh hati.


"Lagunya dalam banget" kata Aish berkomentar pada ketiga temannya.


"Iya, memang bisa banget tuh anak bikin baper se aula" kata Falen.


"Tapi suaranya memang bagus sih" kata Seno.


Suara riuh tepuk tangan bergemuruh saat Richard selesai dengan lagunya. Dia segera turun dari podium dan kembali ke tempat duduknya yang semula.


Bahkan kini para siswi mulai banyak yang caper padanya. Tak tahu saja selama ini ada berandalan yang punya keahlian bernyanyi sangat baik di antara mereka.


Setelah kejadian itu, Richard jadi sedikit terkenal di sekolahnya. Jika selama ini dia dikenal karena sering berbuat ulah dan juga perundungan. Tapi kini dia terkenal karena sudah membuat siswi disana sadar kalau dia tampan dan pintar menyanyi.


Tak sedikit yang berusaha mendekatinya, membuatnya merasa risih kalau saja kedua temannya tidak segera mengamankan si artis dadakan itu.


★★★★★


Pukul dua siang itu kembali gempar, dikarenakan sang dokter kembali berulah untuk menjemput sang princess.


"Eh, bang dokter ngechatt gue nih. Katanya sudah di depan" kata Aish pada ketiga temannya yang masih menunggu Seno merapikan barang-barangnya.


"Haduh, tuh orang tertib banget sih" kata Falen sedikit tidak suka.


"Tau tuh dokter, nggak takut dicariin pasiennya kali ya" kata Hendra.


"Memangnya kenapa sih sama dokter itu?" tanya Seno.


"Tuh lagi mepet terus sama si princess" kata Hendra menjelaskan.

__ADS_1


"Apaan sih, enggak kok Seno. Mereka tuh ngarang doang bisanya" kata Aish.


"Udah yuk balik, nanti dokter kesayangan lo itu nungguin kelamaan princess" kaya Falen.


Aish berjalan pelan, dia sedang berbalas pesan dengan sang dokter. Falen melihat chattingan antara Aish dan Siras, kakaknya, sambil berjalan dan merangkul pundak Aish, seperti biasanya.


"Tuh kan, dia tuh gombal banget emang" Falen berkomentar.


"Falen ih, jangan suka baca chatting nya orang lain dong. Nggak sopan banget sih" kata Aish.


"Ya emang tuh orang, ngapain sih segala deketin lo princess" kata Hendra.


"Ya mana gue tahu, tanya saja sama orangnya langsung" kata Aish.


"Nanti biar gue yang tanyain sama dokter itu ya" kata Seno.


"Boleh tuh, lo tanyain ya nanti Sen" kata Falen.


"Kalian tuh, kalau begini terus bisa-bisa gue jomblo seumur hidup gara-gara cowok yang mau deket sama gue di tes dulu sama kalian" kata Aish.


"Emangnya lo mau pacaran ya princess?" tanya Falen sedikit terkejut.


"Nggak juga sih, hehehe" kata Aish diiringi tawa riangnya.


"Enak nggak sih pacaran tuh?" tanya Aish.


"Tergantung dilihat dari sudut pandangnya sih kalau menurut gue" kata Falen.


"Oh iya, semenjak lo putus sama kak Dewi, kenapa masih betah menjomblo Fal? Lo masih belum bisa move on ya?" tanya Aish.


"Gue lagi sibuk, nanti saja pacarannya" kata Falen.


"Terserah lo sih. Tuh dua teman lo didepan juga sama-sama jomblo kok" kata Aish.


Merasa diperbincangkan, Seno dan Hendra menoleh. "Kita memang geng jomblo" kata Seno tertawa.


"Kenapa lo jomblo Sen?" tanya Hendra.


"Nggak penting pacaran buat gue, karena cukup mommy dan my princess Aishyah saja yang boleh cerewet sama gue. Nggak kepikiran buat gue nambah stok cewek yang cerewetin gue lagi" jawab Seno.


"Kok gue sih, nyebelin banget. Gue tuh nggak cerewet Seno. Gue kan cuma ngasih pendapat, nggak pernah terlintas dalam pikiran gue untuk cerewet sama lo" kata Aish.


"Tuh kan Hen, coba lo pikir kalau ada lagi cewek yang cerewet di samping lo. Pasti bakalan cepat rusak tuh kuping. Hahahaha" kata Seno.


"Sudah ya princess, lo temuin noh pujaan hati lo. Sang dokter Siras terganteng sedunia" kata Falen.


"Falen, nggak boleh gitu. Awas lo ya besok" kata Aish.


Sekarang dia sudah terbiasa menghadapi abang dokter itu meskipun sendiri. Dan Richard selalu melihatnya dengan pandangan tidak suka.


Setiap pulang sekolah, Richard selalu setia meskipun hanya bisa memandangi Aishyah dari jauh. Suatu saat nanti, dia yakin akan ada waktu baginya untuk bisa lebih dekat dengannya. Semangat ya Richard!!!


.


.


.


Richard sangat menghayati lagu yang dibawakannya, yang sebenarnya memang benar untuk Aishyah.


__ADS_1


__ADS_2