Cantik, Kok Minder?

Cantik, Kok Minder?
Berantemnya sama Yopi


__ADS_3

"Ham, lo bawa motor kan? Boleh gue pinjem?" tanya Richard terburu-buru.


"Boleh sih bos, cuma motor gue sering mogok, nggak bisa kenceng larinya. Takutnya nanti mogok di tengah jalan, bos" kata Ilham.


"Sial!" kata Richard bingung. Bagaimana dia akan pergi ke tempat Aish kalau begini.


Beruntung, Yopi datang bersama Reno disaat genting seperti ini. Segera Richard berlari menghampiri Yopi yang baru saja memasuki area parkir, belum sampai menghentikan mobilnya.


"Stop, Stop! Buruan kalian turun. Gue mau pakai mobilnya" kata Richard membuka paksa pintu mobil yang masih dikendarai Yopi.


"Lo mau kemana sih? Buru-buru banget?" tanya Reno, dia keluar dari mobil saat melihat Richard seperti kebingungan.


"Gue berantem sama Aishyah, dia pergi bawa motornya. Waktu gue lihat di GPS, titiknya ada dibawah jembatan layang. Dia berhenti, gue takut terjadi apa-apa sama dia" kata Richard sambil mengusap wajahnya kasar, lalu mengunggar rambutnya ke belakang karena frustasi.


"Sudah kuduga, tepatnya kuduga sudah. Lo jangan berlebihan deh, Ri. Siapa tau dia cuma lagi berhenti. Tenang, bro. Biar Yopi yang anterin lo ya. Bahaya kalau lo nyetir dalam keadaan bingung kayak gitu" kata Reno.


"Biar gue sendiri" kata Richard memaksa Yopi turun.


"Nggak, lo duduk disana baik-baik. Biar gue anterin lo" kata Yopi.


"Buruan, keburu pergi nanti tuan putri" ejek Reno yang melihat Richard seperti kebakaran jenggot.


Akhirnya Richard menurut, dia duduk di sebelah kursi kemudi.


Reno melambaikan tangan dengan senyum ceria. Hatinya dongkol setiap kali Richard bertengkar dengan Aish. Pasti nantinya Richard yang pasti kebingungan mencari Aish, seperti sekarang ini.


"Dasar bucin akut, gila tingkat internasional" ejek Reno pada Richard yang menjauh.


Reno memasuki area cafe, kondisi cafe lumayan ramai. Para pekerja punya kesibukan masing-masing.


Matanya melihat Ilham sedang melintas, segera dia menyuruhnya berhenti.


"Hei, buluk. Lo tahu ada apa sama Richard dan princess Aishyah?" tanya Reno malas.


"Gue nggak tahu, tadi Aish lari sambil nangis setelah dipanggil ke atas sama bos Richard" kata Ilham melapor.


"Oke deh, thank's ya buluk. Lanjutin kerjaan lo!" kata Reno pergi, menaiki anak tangga menuju ke lantai atas. Ada kantor kecil yang diisi oleh beberapa orang sebagai staf keuangan disana.


Sementara di dalam mobilnya, Richard tak henti melihat ponselnya yang masih menunjukkan jika Aish tak menunjukkan pergerakan apapun.


"Kalau sampai terjadi apa-apa sama dia gimana, Yop?" tanya Richard resah, sementara Yopi fokus pada jalanan yang sedikit macet.


"Lo bisa diam nggak sih? Tenang, Ri. Aish pasti nggak kenapa-kenapa kok. Percaya deh sama gue" kata Yopi.


Dan di tempat lain, Aish masih belum selesai memakan sempol miliknya. Ternyata makan sambil dilihat orang lain itu sangat tidak menyenangkan.


Nafsu makannya jadi hilang, tapi untuk membuang sempol yang sudah dibelinya kan sayang.


"Lo bisa nggak sih pergi saja? Gue males banget lihat muka lo" kata Aish mengusir Mike yang tetap saja duduk di sebelahnya sejak tadi.


"Suka-suka gue dong, ini kan tempat umum" kata Mike tak mau kalah.


Ingin marah, tapi dia sudah lelah. Aish pasrah saja, memakan sempol ayam dengan top es kesukaannya, tanpa memperdulikan Mike yang terus saja melihatnya makan.


"Ya, dia disekitar sini Yop" kata Richard celingukan mencari keberadaan Aish dibawah jembatan layang.


"Itu motornya bukan?" tanya Yopi menunjuk ke arah motor biru bergambar Doraemon yang terparkir di dekat penjual sempol.


"Iya, kenapa cuma motornya doang, Yop? Aish kemana?" tanya Richard panik, dia turun dari mobil seperti kesetanan.


Berlari ke arah motor yang terparkir asal-asalan. Richard mencari-cari keberadaan Aish.


Api dalam hatinya semakin menjadi-jadi, saat mendapati Aish dengan asyiknya memakan cilok tusuk, menurut pendapat Richard yang tak tahu kalau namanya sempol, dengan minuman dalam plastik yang seingatnya, Richard pernah melarang Aish untuk membelinya lagi.


Dan parahnya, Aish memakan makanan itu didepan Mike. Orang yang memicu keributan diantara mereka berdua.


Dengan amarah yang semakin berkobar, Richard mendatangi Mike dan Aish yang tak menyadari kedatangan Richard.


"Jadi lo pergi buat ketemuan sama cowok brengsek ini ya?" bentak Richard yang langsung memegang kerah baju Mike, sampai membuatnya berdiri dan terkejut.


Aish melongo, rasa terkejut membuatnya lupa jika masih ada tusukan sempol di mulutnya. Diapun berdiri tanpa membuang tusukan sempol yang digigit menggunakan gigi depannya.


Yopi berlari ke arah keributan, berusaha menenangkan Richard yang memang emosional.


"Tenang Ri, lo dengerin dulu penjelasan dari Aishyah. Jangan langsung main hajar, bahaya" kata Yopi berusaha melepas genggaman tangan Richard pada krah Mike.


"Oke, sekarang jelasin ke gue, Ra" kata Richard melepas tangannya, sedikit mendorong tubuh Mike hingga membuatnya sedikit oleng meski tak sampai terjatuh.


Aish masih terdiam, dia tidak menyangka jika Richard bisa tahu keberadaannya.


"Jelasin, Ra" bentak Richard dihadapan Aish.


Sungguh Aish sangat terkejut, tusukan sempol terjatuh dari gigitannya.


"Ngapain lo disini? Masih penting lo nyariin gue?" tanya Aish tak kalah sengit.

__ADS_1


"Jangan pancing emosi gue disini, Ra. Atau lo bakal nyesel" kata Richard menunjuk tepat di wajah Aish.


"Beraninya sama cewek lo ya? Banci!" ejek Mike yang langsung mendapat bogem mentah di wajahnya dari Richard.


"Berani lo ikut campur urusan gue, mati lo sekarang juga" ancam Richard yang hanya mendapat senyuman sinis dari Mike yang memegangi pipinya.


Pasti itu sangat sakit.


"Bisa nggak sih lo selesaikan masalah tanpa emosi? Ini yang nggak gue suka dari lo, Richard. Nanti ujung-ujungnya lo minta maaf setelah Lo sadar sudah melukai orang lain" kata Aish.


Mereka sudah menjadi tontonan beberapa orang yang kebetulan melintas disana.


"Dia yang jadi sumber masalah kita, Ra. Dan sekarang lo malah asyik berduaan sama cowok sialan ini disini. Lo bisa mikir nggak sih, apa menurut lo itu benar?" tanya Richard.


"Gue setengah mati khawatir sama lo, nggak tahunya lo lagi nyari hiburan" kata Richard dengan senyum mengejek.


Wajah yang sangat Aish benci dari Richard adalah saat ini. Seolah dirinya sangat bersalah.


"Oke, gue salah. Mau lo sekarang apa?" tanya Aish dengan beraninya mendorong bahu Richard.


"Ikut gue sekarang juga" kata Richard menarik paksa tangan Aish.


Mike tidak terima melihat Richard bertindak semaunya pada Aish yang jelas-jelas menolak saat Richard mengajaknya pergi.


Setelah mengumpulkan keberaniannya, Mike menarik tangan Aish yang satunya. Membuat langkah Richard terhenti.


"Jangan paksain kehendak lo kalau Aishyah nggak mau" kata Mike.


Aish melepas dengan paksa kedua tangan yang memegangnya, berhasil. Tangannya terlepas.


Dan kini, Richard sudah tidak bisa bersabar menghadapi Mike yang sok berani. Dengan penuh penghayatan, Richard kembali menghadiahkan bogem mentahnya pada wajah Mike.


Beruntung Mike masih sempat menghindar, jadi wajahnya tidak terlalu sakit meski masih terkena gesekan tangan Richard.


"Oke, sudah lama gue nggak latihan. Kita coba sekarang juga sebagai pria sejati" kata Richard dengan senyum smirknya.


"Tenang, Ri. Sabar, jangan nekat" kata Yopi melerai mereka. Yopi tahu kemampuan Mike yang sungguh tidak sebanding dengan Richard.


Bahaya kalau sampai dia dihajar seperti saat dia dihajar waktu bermasalah dengan Emily dulu.


Aish sudah tidak perduli dengan kedua pria yang sedang beradu otot didepannya, dan Yopi sebagai pengadilnya.


Dengan langkah terburu-buru, Aish kembali ke motornya dan melenggang pergi tanpa sepengetahuan kedua pria yang sedang bergulat.


Ralat, ternyata sekarang Yopi yang sedang menjadi bahan pelampiasan kemarahan Richard, sementara Mike malah berdiri melihat kedua sahabat yang sedang beradu otot didepannya.


Beruntung beberapa bulan ini Yopi rajin berlatih silat dengan engkong. Sekarang dia punya kesempatan untuk mencoba ilmu yang sudah didapatnya dari sang kakek.


Sementara Yopi berkelahi dengan Richard, Mike hanya bisa menontonnya. Dan Aish sudah pergi dengan motornya.


Cukup lama Yopi berkelahi dengan Richard, beberapa pukulan masih bisa bersarang di beberapa bagian tubuh Yopi.


Sedangkan Richard yang kemampuannya sudah tak diragukan lagi, masih berambisi untuk melanjutkan perkelahiannya.


"Hei, berhenti. Dasar anak-anak nakal" kata seorang satpol PP yang biasanya sidak di bawah jembatan layang menghentikan perkelahian kedua sahabat itu.


Mike sendiri sudah lari tak tahu kemana saat melihat gerombolan satpol PP datang.


Richard menghentikan aksinya, kini mereka berdua berlari ke arah mobilnya dan segera pergi dari tempat itu.


Napas mereka masih ngos-ngosan, dalam ketidakseimbangan, Yopi berusaha menjadi sopir yang baik untuk Richard.


Yopi menghentikan laju mobilnya di tepi jalan setelah merasa cukup aman. Dia keluar untuk membeli minuman saat melihat penjual asongan berkeliling.


Richard ikut keluar, duduk diatas kap mobilnya. Yopi mendekat, duduk disebelah Richard sambil menyodorkan air mineral pada temannya itu.


"Lo sialan banget sih, coba nggak lo ganggu, pasti sudah tamat riwayat cowok sialan itu" kata Richard sambil membuka tutup botol airnya, lalu menenggaknya separuh.


"Kalau nggak gue lerai, lo bisa masuk penjara, bego" kata Yopi setelah meminum airnya.


"Lo sekarang bisa bela diri juga ya? Salut gue sama lo" kata Richard.


"Iya, gue lagi belajar sama engkong. Gue rasa memang butuh untuk bisa bela diri" kata Yopi.


"Tapi gara-gara lo, gue kehilangan jejak Aish lagi" kata Richard mengeluarkan ponselnya. Berusaha mencari keberadaan Aish lewat aplikasi yang terpasang didalamnya.


Richard tidak jadi marah pada Yopi setelah tahu jika titik GPS dari ponsel Aish menunjukkan bahwa gadis itu sedang berada dirumahnya.


"Untung dia kembali ke rumahnya, kalau ke tempat lain sudah gue suruh lo buat nyusulin dia" kata Richard memasukkan kembali ponsel kedalam saku jaketnya.


"Lagian lo kenapa sih? Sampai segitu marahnya sama Aishyah?" tanya Yopi.


"Dia nyium cowok brengsek itu kan dulu? Lo tahu nggak kejadiannya?" tanya Richard.


"Maksud lo?" tanya Yopi sedikit tidak percaya.

__ADS_1


"Kejadian Aish dan cowok itu di kolam renang" jawab Richard.


Yopi tertawa, ternyata Richard marah saat mengetahui Aish memberi napas buatan untuk mike.


"Diam lo bego, atau gue beri lagi nih" kata Richard yang tidak terima saat Yopi menertawakannya.


"Lo marah lihat situasi dong, Ri. Dia kan cuma ngasih bantuan. Pahlawan lho pacar lo, nggak bangga lo sama Aish?" tanya Yopi.


"Nggak harus ngasih napas buatan juga dong. Gue kan nggak terima" kata Richard.


"Sampai sini gue paham, Aish itu lembut-lembut juga keras kepala. Sama kayak lo. Pasti sekarang dia lagi marah banget sama kelakuan lo" kata Yopi berpendapat.


"Tapi waktu lo marah, lo sempat apain tuh anak orang?" tanya Yopi berhati-hati.


"Gue paksa nyium dia" kata Richard menyesali perbuatannya.


"Cg, lo pendek akal memang. Saran gue sih, lo biarin Aish sendiri dulu, biar dia tenang. Nanti gue bujuk dia supaya mau ketemuan sama lo, ya?" kata Yopi.


"Iya, lo benar. Gue emosi banget waktu lihat dia sok pahlawan gitu. Gue nggak suka dia bertindak seenak hatinya, Yop. Paling enggak, dia kan harus berusaha jaga perasaan gue. Sama kayak gue yang selalu turutin kemauannya dia" kata Richard.


"Iya, lo tenang dulu ya. Gue akan berusaha bujuk dia" kata Yopi.


"Tapi besok kan kalian camping ya? ke puncak perkemahan, sama kayak Mahardika waktu itu" tanya Richard mengingatkan Yopi.


"Iya, lo benar. Besok giliran sekolah gue" kata Yopi.


"Sial, bakalan lama gue nggak ketemu sama Aish dong, Yop" keluh Richard.


"Cuma tiga jari doang, Ri. Lo kayak mau ditinggal perang aja sama Aish" kata Yopi mengejek sahabatnya.


"Pokoknya lo harus selalu jagain dia Yop. Jangan biarin si cowok brengsek itu deketin pacar gue" kata Richard.


"Iya elah, lo tenang saja. Selama ini juga gue jagain dia kok" kata Yopi.


"Nggak, buktinya lo kecolongan sampai dia ngasih napas buatan buat Mike" kata Richard masih mengungkit masalah itu.


"Iya bawel. Sudah yuk, balik ke cafe. Gue mau laporan tentang kunjungan gue ke gudang" kata Yopi meninggalkan Richard, dia memasuki mobil itu dan menghidupkan mesinnya.


Richard mengikuti Yopi, sudah sadar jika dia telah membuang-buang waktunya.


★★★★★


Sementara dirumahnya, Aish sudah kehilangan semangat untuk meneruskan pekerjaannya di cafe.


Saat Seno menghubunginya kalau mampir untuk bersantai sejenak dicafe, Aish melarang karena dia sendiri sedang berada dirumahnya.


Dan sekarang, ketiga punggawanya sedang melakukan video call untuk menemani Aish menyiapkan peralatan campingnya.


"Jadi, lo berantem lagi sama Richard?"


tanya Falen.


"Iya, dia lihat video waktu gue ngasih napas buatan untuk Mike"


kata Aish membuat ketiga temannya kaget luar biasa.


"Bentar, lo ngasih napas buatan buat anak songong itu. Menang banyak dong tuh anak"


kata Hendra yang memang tidak suka pada Mike.


"Darurat Mahendra. Demi rasa kemanusiaan. Gue kalau nggak lagi darurat juga mana berani"


kata Aish sambil memasukkan barang-barang bawaan yang akan dibawanya camping.


"Terus lo besok berangkat camping bareng siapa?"


tanya Seno.


"Seperti biasa, bareng Yopi. Dia kan selalu bareng gue tiap berangkat dan pulang sekolah"


kata Aish.


"Ada yang kurang nggak bawaan lo? Kalau lo butuh sesuatu bilang ya, siapa tahu gue punya"


kata Falen.


"Iya, nanti gue cek lagi"


kata Aish.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2