Cantik, Kok Minder?

Cantik, Kok Minder?
awas lo, kepsek


__ADS_3

Richard dan Reno bangun kesiangan hari ini, semalaman mereka berdua tidak bisa tidur gara-gara Yopi yang mengeluh bahwa sekujur tubuhnya merasa gatal akibat alergi obat.


"Aarghhh... Gatal banget" teriak Yopi tiap kali Richard dan Reno berusaha memejamkan mata.


"Lo bisa diem nggak si, bego. Teriak-teriak terus daritadi. Gue mau tidur nih" teriak Reno yang kebisingan.


"Gatel bego, lo nggak tahu rasanya sih. Panas banget, tolongin gue dong teman-teman" kata Yopi sambil menggaruk kedua lengannya.


"Lo kena azab, Yop. Makanya jangan kebablasan kalau pacaran" kata Reno masih dengan muka masam.


"Kalian berdua berisik banget, gue mau tidur brengsek" kata Richard yang merasa terganggu


"Gatel, gatel, gatel, gatel" kata Yopi yang terus menggaruk tubuhnya.


"Iya, lo itu kegatelan. Menjijikkan" sarkas Reno.


Richard masih tidak bisa tidur meskipun sudah menutupi kedua telinganya dengan bantal. Kedua temannya masih saja bertengkar semalaman suntuk akibat rasa gatal yang Yopi rasakan.


Alhasil, pagi ini Richard dan Reno masih terpejam sampai menjelang siang. Bahkan mereka tidak sadar juga saat dokter melakukan kunjungan untuk melihat perkembangan Yopi.


Richard terbangun karena Yopi yang lagi-lagi berteriak karena gatal.


"Aargh... gatal sekali tuhaann" kata Yopi.


Richard memicingkan mata, melihat pendar cahaya yang sudah sangat terang menandakan jika matahari sudah meninggi.


"Sialan gue kesiangan" kata Richard.


Dia lebih terkejut saat melihat di layar ponselnya yang menunjukkan pukul sebelas siang.


"Brengsek, sialan. Gara-gara lo berdua nih gue kesiangan. Hari ini gue janjian mau ketemu sama pacar gue, bego" kata Richard yang masih saja mengumpati kedua temannya.


"Apaan sih, kalian berdua ini berisik banget" kata Reno yang baru saja tersadar dari tidurnya.


Richard bangun, dia langsung saja masuk ke kamar mandi untuk ritual pagi. Setengah jam kemudian, dia keluar tanpa menyapa kedua temannya untuk ke kantin rumah sakit.


"Gara-gara lo nih, Yop. Kan Richard ganteng jadi ngambek" kata Reno yang sudah sepenuhnya sadar dan menuju kamar mandi.


Richard memilih tempat yang nyaman di kantin untuk menikmati sarapan siangnya. Sekalian dia akan menghubungi Aish dan meminta maaf karena lagi-lagi dia ingkar janji.


Panggilan videonya berhasil diterima oleh Aish setelah beberapa kali terdengar nada sambung berbunyi.


"Hai, Richard"


Aish menyapa dari seberang sana, tapi kenapa dia terlihat sedang mengusap matanya? Apa dia mengangis?


"Lo nangis? Kenapa?"


tanya Richard.


Aish memperlihatkan wajah teman-temannya yang juga sedang bersedih.


"Ada apaan sih?"


tanya Richard yang masih belum mengerti.


"Gue dikeluarkan dari sekolah, Richard. Kita bakalan pisah sekolahnya".


kata Aish, yang tentunya membuat Richard sangat terkejut.


"Jadi, sekolah sudah mutusin kayak gitu?


Aish mengangguk menjawabnya.


"Gue jemput lo sekarang juga"


kata Richard yang langsung mematikan sambungan teleponnya.


Aish hanya terdiam, kenapa orang-orang suka sekali tiba-tiba mematikan teleponnya sih?


Di rumah sakit, Richard kembali ke ruangan Yopi dengan terburu-buru. Kunci mobil dan jaketnya ada di ruangan itu.


"Buru-buru banget mau kemana, bro?" tanya Reno yang baru keluar dari kamar mandi.


"Bukan urusan lo" jawab Richard tanpa menoleh. Yopi dan Reno hanya bisa saling pandang.


Butuh waktu setengah jam untuk Richard bisa sampai di sekolahnya. Dia sedang meliburkan diri hari ini tanpa pemberitahuan. Tapi dengan santainya dia malah datang ke sekolah tanpa rasa bersalah. Langkah lebarnya menuju ruang kelas Aish.


"Permisi bu, saya mau jemput Aishyah" kata Richard setelah sampai di ruang kelas Aishyah. Pelajaran sedang berlangsung saat itu.


"Kamu bolos sekolah ya Richard?" tanya bu guru.


"Iya, dan saya sedang ada urusan sama Aishyah. Saya mau jemput dia" kata Richard.


Aishyah mengerti, sudah seharusnya memang dia pergi. Diapun merapikan peralatan sekolahnya.


Guru itu mengerti dengan keadaan Aishyah, tadi pagi kepala sekolah sudah memberitahukan mengenai masalah Aishyah yang dikeluarkan dari sekolah tapi masih diperbolehkan mengikuti pelajaran hari ini.


Setelah berpamitan dengan ketiga temannya, Aish menghampiri Richard dan berpamitan pada gurunya.

__ADS_1


"Saya minta maaf ya bu, saya permisi dulu" kata Aish menyalami punggung tangan gurunya.


Guru itu terisak, sebenarnya tidak ada yang setuju kalau Aish dikeluarkan. Tapi rupanya kepala sekolah tidak mengindahkan saran dari jajaran dewan guru. Keputusannya sudah bulat, alasan takut ditiru oleh siswa yang lain membuat para guru tidak bisa berbuat lebih.


Teman sekelas Aish melihat dengan heran tentang apa yang terjadi. Setelah Aish pergi, Bu guru baru menjelaskan apa yang terjadi. Dan tentunya, ada pro dan kontra.


"Mau kemana?" tanya Aish setelah Richard berhasil membawanya kabur dari sekolah.


"Ke rumah sakit saja ya, Yopi masih butuh teman" kata Richard yang masih fokus menatap jalan karena mengemudi.


"Yopi sakit apa sih?" tanya Aish.


Richard menceritakan penyebab sakitnya Yopi, begitupun alasan sampai dia tidak bisa memenuhi janjinya untuk datang ke pengadilan dan tidak masuk sekolah hari ini.


Aish mendengarkan penjelasan Richard dengan sungguh-sungguh.


Cerita Richard selesai berbarengan dengan sampainya mereka di rumah sakit. Saat mereka berdua tiba di ruangan, ternyata baru saja Reno selesai membantu Yopi minum obat.


"Hai, gimana kabar lo, Yop?" tanya Aish yang langsung melihat keadaan Yopi.


"Sudah baikan, cuma badan gue gatel-gatel. Kata dokter alergi obat" keluh Yopi yang kulitnya memang terlihat memerah.


"Oh, iya nih. Sampai bentol kayak gini" kata Aish yang memegang lengan Yopi untuk melihat kondisinya.


Tapi dengan segera Richard melepas pegangan tangan Aish, " Nggak usah pegang-pegang kan bisa" kata Richard.


"Cuma mau lihat doang kok, memangnya kenapa sih?" tanya Aish melirik tajam pada Richard.


"Gue nggak suka" kata Richard.


"Dasar bucin" kata Reno melemparkan botol air mineral kosong pada Richard.


Aish hanya memutar bola matanya, jengah.


"Sebenarnya gue tahu obatnya, tapi gue harus pulang dulu buat ngambil" kata Aish.


"Uwah, boleh tuh. Cepetan deh lo pulang. Gue sudah nggak tahan, princess" kata Yopi menirukan sahabat Aish saat memanggilnya


Aish terdiam, dia kan jadi ingat teman-temannya.


Richard melotot pada Yopi, dia mengangkat tangannya menyerupai orang yang akan memukul.


"Eh, maafin gue ya Aishyah" kata Yopi yang merasa tidak enak hati.


"Iya, nggak apa-apa. Kalau gitu, gue pulang dulu buat ngambilin obatnya biar gatelnya cepat hilang ya" kata Aish yang ingin segera pergi, namun langkahnya dicegah oleh Richard.


"Mau kemana?" tanya Richard.


"Naik apa?" tanya Richard lagi.


"Motor" kata Aish sambil memperlihatkan kunci motornya.


"Lo kesini sama gue, Ra. Motor lo masih disekolah" kata Richard mengingatkan.


"Oh, iya. Gue lupa. Terus gimana dong? Tadi gue lupa kalau bawa motor ke sekolah, sekarang gue juga lupa kalau nggak bawa motor waktu kesini" kata Aish.


"Sini kuncinya" kata Richard yang mengambil kunci motor dari tangan Aish, lalu melemparkan ke arah Reno.


"Apaan sih" kata Reno yang terkena lemparan kunci di dahinya.


"Lo ambilin motor Aishyah, biar gue anterin dia ke rumahnya dulu" kata Richard yang langsung pergi menarik tangan Aish untuk keluar ruangan sebelum Reno menyadari perintah Richard.


"Sialan, memangnya gue jongos lo apa?" teriak Reno yang masih bisa didengar oleh Richard dari jarak yang cukup jauh dari ruangan Yopi.


Meski begitu, Reno tetap melakukan apa yang Richard perintahkan. Walau masih terdengar gerutuan dari mulutnya.


"Gue pergi sebentar ya, Yop. Lo jangan kemana-mana, kalau butuh apa-apa lo panggil suster saja, ya" kata Reno sambil memesan ojek online dari ponselnya.


Yopi hanya mengangguk, sebentar kemudian tertidur karena efek obat yang telah diminumnya.


Sekitar satu jam berlalu, Aish dan Richard sudah datang kembali ke ruang rawat Yopi. Aish sudah ganti baju, dia terlihat manis dengan gamis polkadot warna pink dan sepatu sneaker.


Dia juga membawa buah dan kantong kresek warna hitam di tangannya. Sementara Richard berjalan santai di sampingnya.


"Dia masih tidur" kata Aish. Richard hanya mengangguk.


"Itu apaan sih?" tanya Richard yang duduk disamping Aish.


"Ini daun Sambiloto, nanti mau gue tumbuk sebentar terus dibalurkan ke kulit yang gatal. Insyaallah berkurang gatalnya" jawa Aish.


"Kenapa nggak di minum aja?" tanya Richard lagi.


"Boleh sih diminum, bagus malah. Tapi kan dia masih minum obat dokter, takutnya ada efek samping. Mending di balurkan aja" jawab Aish.


"Lo nggak sedih?" tanya Richard.


"Kenapa?" tanya Aish menanggapi pertanyaan ambigu dari Richard.


"Kita pisah sekolah, jarang ketemu pasti nantinya" kata Richard dengan tatapan intens pada Aish yang selalu cantik dimata Richard.

__ADS_1


"Kan masih bisa vicall, telpon, atau ketemu tiap hari juga bisa. Gue cuma pindah sekolah, nggak pindah rumah" jawab Aish yang kini pura-pura sibuk dengan barang bawaannya.


Entah kenapa, ditatap terlalu dalam oleh Richard selalu membuat debaran dalam dada Aish jadi tak karuan. Aish baru menyadari ternyata Richard itu memang tampan.


"Jadi, hasil sidang kemarin gimana? Apa kakak gue nggak bersalah?" tanya Richard serius.


Aish memberanikan diri menatap Richard, "iya, gue minta maaf ya karena sudah berburuk sangka sama mas Willy" kata Aish. Pandangan keduanya bertemu.


Senyum cerah terukir diwajah Richard, segara dia melepas kalungnya dan mengambil cincin yang digunakannya sebagai bandul.


Richard mengambil tangan Aish, lalu menyematkan kembali cincin itu di jari manisnya. Aish diam saja saat Richard melakukan itu.


Pandangan mereka kembali bertemu saat cincin sudah kembali ke pemiliknya. Sesaat mereka terlena. Bahagia meski masih ada masalah yang mendera.


Suasana romantis otomatis terasa melingkupi keduanya. Seolah mereka berada di atas awan, bukannya didalam ruangan rumah sakit.


Tangan Richard masih menggenggam jemari Aish. Mereka berdua bertatapan dengan posisi berdekatan.


Yopi sebenarnya sudah bangun daritadi, hanya saja dia masih ingin melihat adegan apa yang akan terjadi dengan membiarkan dua orang ini saling mengungkap perasaan. Ada kelegaan dihatinya melihat sahabat terbaiknya bisa bahagia seperti itu.


"Woi, kalian mau ngapain?" ledek Reno yang tiba-tiba masuk. Membuat Aish gelagapan saja, sementara Richard yang sudah terbiasa dengan kelakuan Reno hanya mendecak sebal.


"Lo gangguin orang doang bisanya" gerutu Richard.


"Rese lo, Ren" kata Yopi.


"Eh, lo sudah bangun?" tanya Aish menyadari Yopi berbicara.


"Sudah, berasa nonton drakor gue" kata Yopi yang membuat pipi Aish memerah.


"Ya ampun, gue malu" kata Aish menutup wajah dengan kedua tangannya.


"Gemes banget lihatnya" kata hati ketiga orang disana melihat kelakuan Aish.


"Lo nggak sekolah, Sya?" tanya Reno memecah kecanggungan.


Aish terdiam, malas untuk menjawabnya. "Dia dikeluarin dari sekolah gara-gara foto kemarin" jawab Richard mewakili Aish.


"Sialan, gue keduluan" kata Reno menyayangkan kejadian ini.


"Maksud lo?" tanya Richard.


"Besok kita harus sekolah, Ri. Ada yang mau gue lakuin di sekolah, sebal banget gue kalau begini. Gara-gara lo berisik banget semalam Yop, kita kan jadi kesiangan. Coba kalau hari ini kita sekolah. Pasti sudah tamat riwayat kepsek nyebelin itu" kata Reno yang marah-marah nggak jelas.


"Lo kenapa sih?" tanya Richard bingung.


"Pokoknya besok kita sekolah, biar si Aishyah yang nungguin Yopi" kata Reno yang mendapat tatapan tajam sari Richard.


"Besok doang, bucin. Lagian juga buat kepentingan pacar lo ini" kata Reno.


"Lo mau ngapain?" tanya Yopi.


"Bukan urusan lo, gue dendam banget sama tuh kepsek. Inget kan kalian kalau dia pernah ngejitak kepala gue waktu ketahuan ngerokok di ruang kesenian. Pokoknya gue mau bikin dia sama anaknya yang keluar dari sekolah abis ini" kata Reno geram.


Mereka semua tahu jika kepsek baru ini memang suka seenaknya dalam memberi hukuman pada anak didik maupun dewan guru jika ada sedikit saja kesalahan.


"Memangnya lo kenal anaknya?" tanya Richard.


"Kenal dong, cewek cantik body semok yang suka ngasih lo coklat, suka ngintilin sambil senderan di pundak lo, suka ngasih minum waktu lo kehausan pas latihan basket, suka--" kata Reno ngelantur yang langsung dipotong oleh Richard karena melihat tatapan tajam dari cewek yang duduk disebelahnya.


"Jangan fitnah gue, boncel. Mau gue abisin sekarang juga ya lo?" kata Richard tidak terima.


"Gue nggak pernah ya seperti itu. Lo harus percaya sama gue, Ra. Mulut lo memang minta dijahit biar nggak asal ngomong, boncel" kata Richard berapi-api. Sementara Yopi dan Reno jadi menertawakannya, tipe-tipe suami takut istri ini pasti.


Aish diam saja, sedang sibuk berusaha melumatkan daun sambiloto yang sudah ditaruh kedalam plastik. Karena tidak menemukan alat penumbuk, maka dia menggunakan gelas kaca untuk melakukannya.


"Sini gue bantuin" kata Richard mengambil plastik dan gelas dari tangan Aish.


"Sudah cukup, segitu aja" kata Aish setelah terdiam cukup lama, dan mengambil plastik berisi tumbukan daun sambiloto dari tangan Richard.


Aish menuju ke ranjang Yopi dan mengambil tangan Yopi. Tapi segera dicegah oleh Richard.


"Mau ngapain?" tanya Richard yang tidak terima jika pacarnya menyentuh pria lain, sekalipun itu Yopi.


"Ngasih ini ke badannya Yopi. Memangnya mau apa lagi? kasihan tuh. Lihat bukan cuma badannya yang bentolan, mukanya juga. " kata Aish.


"Biar gue saja" kata Richard mendekat dan melakukan apa yang Aish mau.


"Gue saja nggak masalah lho, kalau lo dipegang sama cewek lain. Kalau lo dikasih coklat, dikasih air minum, dikintilin kemana-mana. Masak gue cuma mau bantuin teman lo doang nggak boleh sih" sindir Aish tanpa melihat ke arah Richard, dan membiarkan Richard mengambil alih kegiatannya. Tapi tetap berdiri si sampingnya.


Sementara Reno dan Yopi menahan tawa melihat Richard yang biasanya garang malah mati kutu kalau berurusan dengan Aishyah.


Mereka jadi tahu kan kelemahan Richard...


"Nggak usah ditahan kalau mau ketawa" ketus Aish melihat Reno dan Yopi yang meledek Richard.


Mereka berdua terdiam, saling pandang. Kini Richard yang menahan tawanya. Ternyata pacarnya ini punya kekuatan super untuk membuat ketiganya bungkam seketika.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2