
Sudah lebih dari satu semester Aish menjadi murid di SMA Mahardika. Dia sangat bersyukur karena ujian semester kemarin bisa dilalui dengan sangat baik. Dan prestasinya sebagai siswi terbaik masih belum tergeser. Untuk itu beasiswanya masih terus berlanjut.
Di sekolah, banyak siswi yang iri kepadanya karena selalu dikawal oleh cowok keren yang tentunya most wanted, siapa lagi kalau bukan Seno, Hendra dan si bule Falen yang akhir-akhir ini semakin digandrungi ciwik-ciwik setelah putus dari Dewi.
Seno juga semakin percaya diri meskipun berkacamata, kaum hawa disekolahnya menyebut dia terlihat lucu dan menggemaskan. Sedangkan Hendra justru terkenal dengan ke cuekannya.
Para punggawa itu senantiasa mengawal princess mereka, siapa lagi kalau bukan Aishyah. Bahkan siswa di sekolah itu minder duluan kalau harus mendekati si princess.
Sabtu pagi seperti biasanya, anggota PMR berkumpul untuk latihan teori. Begitupun Aish dan Hendra yang menjadi anggotanya.
"Seperti yang sudah kami sampaikan saat awal penerimaan anggota baru PMR, bahwa di ekskul kita akan mengadakan giat di rumah sakit Persada. Salah satu rumah sakit terbaik yang masih satu yayasan dengan sekolah kita ini.
Giat akan dilaksanakan selama dua bulan, satu bulan di akhir tahun dan satu bulan di awal tahun. Dimulai pada hari Sabtu depan, dan akan terus berlanjut selama dua bulan penuh setiap pulang sekolah sampai jam sepuluh malam.
Bila ada kendala silahkan rekan-rekan tanyakan sekarang juga. Agar bisa kita carikan solusinya bersama-sama" kata Kakak pembina PMR.
"Kak, dalam satu shift ada berapa orang yang jaga bersama?" tanya Heni.
"Pertanyaan yang bagus, jadi dalam satu shift ada enam orang yang berjaga sesuai arahan dokter jaga disana nantinya ya. Diharapkan tidak ada yang bergerombol. Nanti akan diadakan brifing sehari sebelum diadakan acara" kata kak Arum, senior mereka menjelaskan.
"Kira-kira tanggal berapa kegiatan akan dilaksanakan kak? karena kami perlu menyampaikan pada orang tua kami" tanya Aish, karena akan sangat sulit meminta izin pada bundanya.
"Kami akan memberikan surat edaran untuk orang tua kalian, jadi seminggu sebelum kegiatan dimulai, diharapkan surat edaran sudah disampaikan pada orang tua kalian karena kami membutuhkan tandatangan persetujuan dari orang tua kalian. Jadi, apa kalian tetap semangat untuk tugas mulia ini?" tanya kak Bagas, memupuk semangat.
"Semangat" ucap mereka kompak.
Para anggota PMR terlihat sangat antusias dengan rencana kegiatan mereka. Surat edaran telah dibagikan, junior hanya perlu tanda tangan orang tua untuk persetujuan.
Aish yang belum pernah melakukan hal semacam ini sangat antusias saat menerima surat edaran itu.
Acara latihan PMR diakhiri setelah pemberian surat edaran untuk orang tua.
"Mie ayam dulu yuk sebelum pulang?" usul Hendra, cowok itu sudah merasa lapar.
"Boleh, tapi nanti gabung buat latihan yuk sama engkong. Kata engkong ada yang special hari ini" kata Aish mengajak Hendra ikut latihan bersama.
"Ok. Nanti ada berapa yang ikut latihan?" tanya Hendra.
"Ya kayak biasanya Hen, paling enam orang. Kalau kamu ikut jadinya ya tujuh" jawab Aish.
"Iya, tapi makan dulu ya. Bentar lo tunggu disini, gue ambil motor dulu" kata Hendra.
__ADS_1
Sementara Hendra mengambil motor, Aish menunggu di depan gerbang.
"Lo lagi nungguin Hendra?" tanya Richard yang tiba-tiba nongol.
"Eh, iya. Kaget gue. Lo selalu saja tiba-tiba nongol" kata Aish.
"Lo aja yang lebay" kata Richard sambil memainkan ponselnya.
"Lo abis ekskul ya? Teman-teman lo kemana? tumben sendirian?" tanya Aish tak mendapati Reno dan Yopi bersama.
"Ada, mereka lagi di ruang kesenian" jawab Richard.
"Lo sendiri ngapain kesini?" tanya Aish.
Belum sempat Richard menjawab, datang seorang gadis cantik berpakaian seksi mendekat pada Richard.
Dia adalah Emily yang baru keluar dari dalam mobil merah, warna mobilnya senada dengan baju minim bahan yang dia kenakan.
Baru bertemu, si Emily langsung saja mencium pipi kanan dan kiri Richard sambil melirik sinis ke arah Aish yang mematung melihat aksi kedua sejoli itu.
"Ngapain lo lihat-lihat?" tanya Emily sinis.
"Suka-suka gue dong. Punya mata gini" jawab Aish tak kalah sewot, lalu mengalihkan pandangan pada layar ponselnya.
"Oh, ternyata dia bawain gitarnya Richard ya" batin Aish melirik Romeo dan Juliet dadakan.
Hendra datang disaat yang tepat, membuyarkan aksi dua orang yang serasa memiliki dunia. Malah Emily terlihat curi-curi pandang ke arah Hendra.
"Sorry lama ya princess. Tadi nyokap nelpon bentar" kata Hendra tersenyum, sungguh senyumnya menawan hati kaum hawa yang memandang.
"Iya, nggak apa-apa kok" kata Aish menaiki motor sport Hendra.
Richard memandang tidak suka pada Hendra yang terkesan sangat dekat dengan Aish. Sementara Emily menatap aneh pada Hendra. Namun keduanya tak dihiraukan lagi baik oleh Aish maupun Hendra.
Mereka berdua ingin makan mie ayam langganan, mie ayam legendaris favorit Aish yang kini juga favorit Hendra.
Beberapa lama menunggu, pesanan mereka datang. Dua porsi mie dan dua gelas teh hangat.
Ponsel Aish berdering sesaat sebelum gadis itu memasukkan sesendok mie ke dalam mulutnya. Terlihat Falen menghubungi.
..."Assalamualaikum, kenapa Fal?" ...
__ADS_1
......"...."......
......"Di kedai biasanya"......
......"...."......
......"Ok, ditungguin. Gue pesenin sekalian ya"......
..."...."...
..."Iya, waalaikumsalam"...
"Kenapa?" tanya Hendra setelah Aish menutup panggilannya.
"Falen sama Seno mau nyamperin, acara OSIS sudah kelar katanya. Bentar gue pesenin mereka dulu ya" kata Aish menghampiri abang penjual untuk memesan dua porsi lagi.
"Sudah?" tanya Hendra setelah Aish kembali ke mejanya. Aish hanya mengangguk, melanjutkan makannya, diikuti Hendra.
Falen dan Seno baru sampai setelah makanan dalam mangkuk Aish tinggal separuh. Abang penjual dengan sigap langsung mengantarkan pesanan mereka begitu melihat kedua teman Aish duduk.
"Habis ini mau kemana?" tanya Seno dengan mulut penuh mie.
"Telan dulu dong, jorok banget" kata Aish.
"Iya, sorry" kata Seno.
"Mau lanjut latihan sama engkong. Kalian ikut yuk sekali-sekali, besok kan libur tuh" kata Aish.
"Boleh sih gue lagi free" kaya Falen.
"Gaya lo bule, sok sibuk" kata Hendra mencibir.
"Lo gimana Sen?" tanya Aish.
"Engmh... gue... gimana ya" kata Seno.
"Ayo dong, biar seru kalau rame" kata Aish berharap, tentu saja Seno tak akan tega mengecewakan princessnya, diapun mengangguk menyetujui. Sungguh ketiga punggawa itu sangat memanjakan Aish meskipun princessnya ternyata malah sangat mandiri.
Setelah makan, mereka bertiga memborong dagangan abang tukang mie ayam dan berencana membawa banyak mie untuk dibagikan ke teman-teman Aish saat nanti latihan.
Tentu abangnya sangat senang karena belum lama membuka kedainya, tapi sudah diborong oleh anak sekolahan.
__ADS_1
.
.