Cantik, Kok Minder?

Cantik, Kok Minder?
superheroku


__ADS_3

"Kok gue nggak pernah lihat lo sama Richard sih, princess?" tanya Seno.


Mereka berdua sedang menikmati es krim di kursi yang tersedia di dalam mall.


"Iya, nggak tahu juga gue. Dari kemarin nggak ada kabarnya tuh anak. Gue telpon juga nggak aktif nomernya" kata Aish.


"Eh, ngomong-ngomong tas gue masih sama lo ya, Seno?" tanya Aish yang baru menyadari.


"Iya, lupa gue. Berasa nggak bawa apa-apa sih" kata Seno menyerahkan tas slempang milik Aish.


Aish mengambil ponselnya, ternyata banyak sekali panggilan masuk dari Richard. Ada juga pesan yang menanyakan dimana keberadaan Aish.


"Lho, Richard lagi ada di rumah gue, Seno" kata Aish dengan mata masih mengamati layar ponselnya.


"Kapan?" tanya Seno.


"Satu jam yang lalu, tapi katanya sudah balik ke rumah sakit. Memangnya siapa yang sakit ya?" tanya Aish.


"Mana gue tahu, princess. Seharian kita kan bersama" kata Seno.


"Iya juga sih, pulang yuk" kata Aish.


"Hengmg ... Gini nih ribetnya pacaran, makanya gue nggak mau diganggu sama hubungan yang kayak gitu" kata Seno, tapi dia berdiri. Menuruti keinginan Aish yang sedang gelisah.


"Gue kadang sangsi sama hubungan gue deh, soalnya banyak banget penghalang diantara gue sama Richard. Kalau gue mundur saja gimana menurut lo?" tanya Aish.


"Terserah lo sih, gue mana tahu yang begituan. Lo tanya Falen saja deh, gue takut salah ngomong" kata Seno yang tak bisa memberi saran apapun pada sahabatnya.


"Memangnya lo nggak ada rasa gitu sama Richard? Dia kan selain ganteng juga suaranya bagus deh kalau nyanyi" kata Seno.


"Lo suka ya sama Richard?" goda Aish.


"Gue kan tanya sama lo, nggak usah balik nanya hal yang konyol deh" kata Seno.


"Hehe... Sebenarnya ya ada sih perasaan gue sama dia. Dia itu baik banget, Seno. Meskipun cuek, tapi perhatian banget sama hal-hal kecil. Dan yang pasti, dia selalu ada setiap gue lagi dalam masalah" kata Aish.


"Kayak superhero ya?" goda Seno.


"Iya, hehe.."Kata Aish.


★★★★★


"Gimana keadaan Yopi?" tanya Richard setelah sampai di rumah sakit.


"Sudah baikan, dokter bilang dia ada alergi sama kandungan salah satu obatnya" kata Reno.


"Untunglah kalau gitu. Gue tinggal telpon dulu ya" kata Richard.


"Iya, bucin" kata Reno. Mendengar kata itu, Richard hanya menatap malas.


"Hallo"


Akhirnya Aish menjawab panggilan dari Richard.


Nah kan, Richard jadi canggung.


^^^"Hallo, Ra. Lo sudah dirumah?"^^^


^^^tanya Richard.^^^

__ADS_1


"Iya, sudah. Tadi lo kesini ya?"


^^^"Iya, tapi Reno keburu telpon, nyuruh gue segera balik ke rumah sakit".^^^


"Reno sakit?"


^^^"*Bukan Reno, tapi Yopi. Kemarin urgent banget, Ra. Maafin gue nggak bisa datang ke pengadilan ya"^^^


"Iya, gue ngerti kok"


^^^"Besok gue ke rumah lo ya"^^^


"Besok gue ada acara sama Seno, kita ketemuan hari Senin saja di sekolah ya. Soalnya gue juga nggak tahu besok pulang jam berapa"


^^^"Okedeh kalau lo mainya begitu.^^^


^^^ehm ... Ra... Gue kangen banget sama lo*"^^^


Terdiam, Aish hanya menjawab dalam hati bahwa dia juga sebenarnya rindu pada Richard.


"Gue tutup dulu ya telponnya"


Belum juga dijawab, malah sudah dimatikan. Richard hanya tersenyum, pasti sekarang wajah Aish sedang merona.


★★★★★


Minggu pagi, Seno sudah menjemput Aish di jam delapan. Aish sidah siap, sarapan juga sudah. Tinggal berangkat saja.


"Uwah .. Cantik banget princess gue" goda Seno yang melihat penampilan Aish yang sedikit berbeda dari biasanya.


"Apaan sih, mubadzir kalau sudah dibelikan make up tapi nggak dipakai" kata Aish yang sedikit menggunakan make up yang kemarin dibelikan juga oleh Seno. Sebenarnya hanya memakai bedak, eyeliner, dan juga lipstik warna soft pink yang cocok di bibir Aish.


"Jam sepuluh sih, cuma kan masih persiapan dulu. Jadi ya berangkat agak awal. Hendra sama Falen juga sudah otw kok, lo tenang saja" kata Seno.


"Tumben nggak bareng sama mommy?" tanya Aish.


"Iya, mommy sudah duluan. Ada yang mau diurus dulu katanya" jawab Seno.


Butuh sekitar tiga puluh menit untuk sampai ke gedung bioskop yang dimaksud. Gedung itu ada di kantor PH tempat Seno bernaung.


Sudah banyak wartawan yang datang untuk mencari informasi seputar film ini. Film yang dibintangi Senopati OW, pendatang baru didunia perfilman.


Para wartawan mengerumuni Seno dan Aish yang baru keluar dari mobil. Aish tentu terkejut, pertama kali baginya mengalami hal seperti ini.


Saat dia menoleh ke arah Seno, terlihat dia hanya senyum dan mengangguk saat disapa para pencari berita.


Seno mengambil tangan Aish agar melingkar di tangannya, bukan karena apa, hanya saja dia takut Aish tertinggal. Tapi tentu hal itu disalah artikan oleh netizen.


Apalagi mereka berdua memakai baju couple, sama-sama memakai hem kotak-kotak warna abu-abu. Hanya saja Seno memakai kacamata hitam, dan Aish tidak.


"Gue gugup, Seno" kata Aish yang masih mempertahankan senyumnya.


"Tenang saja, nggak usah ngomong apa-apa dulu ya. Biar nanti saja kita jelaskan kalau sudah selesai nonton barengnya" kata Seno berbisik di telinga Aish.


Aish hanya mengangguk dan tetap tersenyum.


Mereka berdua tiba didalam gedung, rupanya Hendra dan Falen sudah tiba duluan.


"Hai.." sapa Aish dan Seno yang baru sampai.

__ADS_1


"Oh, rupanya Hendra sama Queen, ya. Dan Falen sudah sukses nih sama Sekar" kata Aish sambil menyalami mereka.


"Kalian pakai baju couple ya, awas ada yang marah lho, princess" goda Falen.


"Apaan sih, siapa yang berani marahin gue?" kata Aish.


Beberapa saat menunggu, semuanya diarahkan untuk memasuki ruangan bioskop. Sebelumnya, mereka sudah dibagikan kaos bertuliskan judul Film yang dibintangi Seno, yaitu "Bintang Harapan".


Film yang diputar berdurasi selama dua jam lebih lima belas menit. Setelah acara nonton bersama selesai, mereka akan disambut lagi oleh para wartawan yang sudah antri untuk acara jumpa pers.


"Gue juga ikutan, Seno? Kalau nunggu di sini sama Falen dan Hendra boleh nggak sih? Kan sudah ada mommy yang temenin lo" tanya Aish.


"Mereka taunya gue datang sama lo, daripada nanti lo diserbu wartawan disini, mendingan ikut gue saja kesana. Sekalian klarifikasi" ucap Seno yang langsung menarik tangan Aish untuk ikut duduk di depan kamera.


"Baiklah, acara tanya jawab sudah bisa dilakukan. Perkenalkan ini adalah pemeran utama kita yang menjadi Angga dalam film ini, yaitu Senopati OW" kata MC memulai acara.


Tepuk tangan terdengar menggelegar.


"Untuk pemeran wanita yang menjadi Anjani adalah Inggrid Arsela. Dan beberapa pemain pendukung yang juga turut hadir dalam acara jumpa fans ini".


"Film ini dibintangi oleh para pendatang baru yang diharapkan bisa memberi kesegaran dalam industri perfilman di negri kita"


Acara tanya jawab tentang film sudah digelar. Kini adalah tanya jawab tentang pribadi dari masing-masing pemeran film. Para wartawan diberi kebebasan dalam bertanya.


"Apakah gadis yang disebelah Senopati adalah teman spesialnya? Atau hanya teman biasa?" tanya salah satu wartawan yang merupakan pertanyaan yang sudah sangat ingin dilontarkan oleh semua wartawan sejak mereka datang tadi pagi.


"Terimakasih sudah sangat perhatian pada saya. Tentang gadis yang ada disamping saya ini adalah teman terbaik saya, dia itu sahabat saya di sekolah, bukan pacar. Nanti ada yang marah sama saya kalau ngaku-ngaku" kata Seno.


"Kalau bukan mbak ini, berarti ada wanita lainnya mungkin?" tanya Wartawan lagi.


"Saya masih belum mau berpikir sampai sejauh itu, bagi saya cukup dua orang wanita di dunia ini yang boleh cerewet dan berisik. Yaitu mommy dan princess gue ini, Aishyah" kata Seno yang mendapat cubitan di lengannya dari Aish.


"Oh, jadi gue cerewet nih.. Oke"kata Aish pura-pura ngambek.


Semua orang yang hadir ikut terbawa virus tertawa yang dibuat oleh Aish dan Seno.


★★★★★


"Hei bro, lihat deh. Cewek lo masuk tivi" kata Reno yang sedang melihat acara gosip artis.


"Masak sih?" tanya Richard yang sedang asyik main game online.


"Iya, cepetan lihat deh" kata Reno.


Richard mendekat, ikut melihat acara gosip yang sedang meliput Aish.


Ada Seno disampingnya, mereka terlihat kompak memakai baju couple. Sedikit rasa tidak suka muncul dihatinya, meskipun dari yang dia lihat Seno memperkenalkan Aish sebagai temannya.


"Kalau gue jadi terkenal nanti, awas saja si cupu itu" kata Richard sedikit emosi. Cemburu juga dia rupanya.


"Lo juga mau jadi artis?" tanya Reno meledek.


"Nggak, jadi presiden" jawab Richard sebal.


Yopi hanya tertawa tanpa bisa ikut meledek Richard yang sudah seperti kebakaran jenggot.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2