Cantik, Kok Minder?

Cantik, Kok Minder?
First Sunset at the first day


__ADS_3

Aish membuka matanya, meskipun hanya tertidur beberapa jam saja, tak membuat gadis itu bermalas-malasan apalagi bangun siang.


Jam 4.30 gadis itu terbangun, suara alarm dari ponselnya berhasil memaksanya untuk membuka mata.


"Mommy, bangun. Sudah subuh, ayo kita solat" kata Aish membangunkan sang mommy.


"Hengmh... iya sayang. Sudah pagi ya" kata mommy mulai membuka matanya.


"Ayo bangunin para lelaki mom" ajak Aish.


"Iya, tapi biar mommy yang masuk tenda mereka ya. Jangan kamu, nanti melihat hal-hal yang tak patut dilihat" kata mommy berusaha bangkit dari tidur pendeknya.


Aish mencari mukena lipat yang selalu setia di dalam tas ranselnya. Mereka berdua akan mencari kamar mandi umum dan mushola.


"Biar mommy yang masuk ya" kata mommy Seno, Aish mengangguk patuh.


Sebuah keributan kecil terjadi di dalam tenda cowok. Sampai beberapa waktu setelahnya, kedua cowok itu berhasil keluar, menyisakan Hendra yang masih ingin terpejam sebentar lagi.


Setengah jam berlalu, mereka sudah siap melihat sunrise di tepian pantai. Tak lupa membangunkan Hendra yang sebenarnya sudah tidak bisa tidur lagi setelah mengingat kejadian semalam.


Beberapa orang ikut bergabung untuk melihat sunrise dan menyiapkan peralatan photography untuk mengabadikan momen itu.


Begitupun Hendra yang sedikit tertarik dengan foto juga ikut mengeluarkan kamera canggih kesayangannya.


"Uwaahh.... indah banget, subhanallah" kata Aish mengagumi indahnya ciptaan Allah.


Matahari seolah berada di garis batas antara air dan langit. Titik terjauh dari pandangan mata manusia itu seperti dipisahkan oleh lingkaran besar yang berpendar warna orange dan kuning, entah warna apa yang tepat untuk menggambarkan indahnya cahaya yang keluar dari inti matahari pagi.


Hendra meminta Aish berpose aneka gaya berlatarkan indahnya mentari. Meski nanti hasilnya hanya akan seperti siluet, tapi Aish tetap mengikuti perintah Hendra yang menyuruhnya bergaya.


Banyak foto yang diambil Hendra untuk mengabadikan momen kebersamaan hari ini. Semalam juga dia berlagak seperti fotografer profesional yang membidik pemandangan indah di depan matanya menggunakan kamera.


Menjelang siang, mereka mengakhiri kebersamaan setelah merapikan tenda dan selanjutnya sarapan bersama.


Sesuai rencana, mereka bertiga akan menonton kegiatan Seno yang masih harus syuting di area pantai ini.


"Kalian jadi ya lihatin syuting gue hari ini?" tanya Seno.


"Jadi dong, sudah jauh-jauh kesini masak nggak jadi sih" kata Falen.


"Sampai sore nggak ya? gue kasihan ninggalin bunda sendirian di rumah" kata Aish.


"Nggak kok, paling nggak sampai dhuhur juga sudah kelar kok princess. Cuma kurang sedikit lagi, kan kemarin juga sudah syuting" kata Seno menjelaskan.


"Oke deh. Kita jadi saksi perjalanan calon artis kita" kata Aish.


Sambil menunggu Seno yang sedang syuting, Aish, Falen dan Hendra sama-sama sibuk dengan ponselnya.


Mereka sedang mengupload foto-foto yang telah di bidik dari kamera Hendra ke akun sosial media masing-masing.


*********


Di ruangannya, Richard benar-benar sendirian menyambut acara tahun baru kali ini. Selepas kepergian Emily, tak ada satupun anggota keluarganya yang datang untuk menemaninya yang sedang sakit.


Emily, pacarnya itu mengabarkan jika saat ini sedang berpesta bersama teman-temannya untuk menyambut tahun baru.


Hanya dua bodyguard yang berjaga di depan pintu kamarnya sepanjang dia di rawat. Orang tuanya selalu sibuk dengan pekerjaan, dan ketiga kakak laki-lakinya juga sibuk sendiri.

__ADS_1


Semalaman dia kepikiran Aishyah, gadis itu pasti sedang berenang-renang bersama punggawanya.


Cowok itu hanya tertidur sebentar, kini dia sedang sibuk melihat akun sosmed Aishyah. Kali ini dia banyak upload kegiatannya dari semalam hingga pagi tadi.


"Dia pasti bahagia, senyumnya sangat indah" kata Richard lirih melihat foto-foto Aishyah yang dilihatnya.


******


Diperjalanan pulang, Hendra masih saja tidak bisa tenang. Sosok yang mengikutinya sejak semalam masih saja timbul tenggelam di pandangannya.


Sepertinya dia masih berniat mengikuti mereka, "apa mungkin ada pesan yang ingin dia sampaikan?" Hendra membatin, dia masih belum tahu bagaimana caranya agar bisa berkomunikasi dengan makhluk seperti itu.


"Lo kenapa kayak nggak tenang gitu sih Hen?" tanya Aish yang melihat Hendra seperti sedang gelisah.


"Nggak apa-apa kok princess" jawabnya.


Falen dan Seno saling melirik, mereka bertemu pandang lewat kaca spion yang ada diatas Falen yang sedang mengemudi. Seolah sedang bertelepati.


Hendra segera mencaritahu lewat mbak google untuk menanyakan cara agar bisa mengerti bahasa mereka.


"Gue ngantuk banget nih, istirahat bentar di rest area ya, ngopi dulu" kata Falen yang sedang mengemudi.


"Boleh tuh, daripada bahaya" kata Seno, cowok itu meminta pada mommynya agar bisa semobil dengan teman-temannya.


"Lo serius banget lagi baca apaan sih Hen?" tanya Aish.


"Nggak ada, cuma lagi baca artikel tentang fotografi aja" kata Hendra.


"Hobi lo banyak juga ya Hen, dari berkuda, panahan, tembak, sekarang nambah lagi fotografi" kata Aish.


"Iya, buat ngisi waktu luang" kata Hendra.


"Jam latihan gue bebas, sebisanya aja ikut latihan" jawab Hendra.


"Oh, gitu" kata Aish.


"Suting lo kapan kelarnya sih Sen? Gue sudah nggak sabar pengen nonton Film lo" kata Aish.


"Kayaknya sih masih lama princess, mungkin pertengahan tahun baru bisa rilis" kata Seno, Aish manggut-manggut mengerti.


Perjalanan mereka lalui secara lancar, beberapa kali memang harus berhenti untuk gantian menyetir. Falen terlalu lelah untuk mengemudi sendiri.


Tepat pukul dua siang, Aish sampai di rumahnya. Falen langsung pulang tanpa mau mampir terlebih dahulu, dia ingin segera istirahat setelah sampai di rumahnya.


"Assalamualaikum bunda, Aish pulang" teriak Aish seperti biasanya.


"Waalaikumsalam, sudah atuh is. Dikurangi hobi teriak-teriaknya" kata bunda setelah membukakan pintu untuk anaknya.


"Hehe, Aish kangen deh sama bunda. Baru juga nginap semalam sudah rindu berat" kata Aish memeluk bundanya.


"Oh iya bun, ini titipan dari mommynya Seno" kata Aish memberi buah tangan.


"Repot-repot sekali sih mommynya Seno itu. Nanti biar bunda telpon buat bilang makasih" kata bunda meraih kantong pemberian Aish.


"Baju gamis ya ini is? Oh, ada makanannya juga. Kalian mampir ke mall dulu ya?" tanya bunda.


"Enggak kok bun, tadi kayaknya mommy Seno beli di rest area deh, ada yang jual oleh-oleh lengkap gitu bun" kata Aish.

__ADS_1


"Kamu bersih-bersih badan dulu ya, abis itu terserah mau apa" kata bunda.


"Iya bun, Aish mandi dulu. Abis itu mau tidur, ngantuk bun" kata Aish.


"Sudah solat?" tanya bunda.


"Sudah bun" kata Aish.


"Yasudah kalau gitu, bunda mau lanjutin jahit" kata bunda.


*********


Hendra memasukkan motornya ke garasi, dia lihat mobil mamanya terparkir rapi disana.


"Tumben mama dirumah?" Hendra bertanya dalam hati.


"Siang ma, tumben dirumah?" tanya Hendra saat menjumpai mamanya sedang nonton TV di ruang tengah.


"Iya, mama libur hari ini" kata mamanya.


"Gimana liburannya? Seru?" tanya mama.


"Seru ma, agak sedikit horror juga sih" jawab Hendra.


"Horror gimana maksud kamu?" tanya mamanya.


"Adalah ma, Hendra kayak lihat penampakan gitu" jawab Hendra.


"Jaman sekarang masih percaya kamu sama tahyul kayak gitu?" tanya mamanya.


"Dibilang percaya sih enggak, tapi dibilang nggak percaya, nyatanya semalam Hendra lihat penampakan loh ma" jawab Hendra.


"Kamu nih ada-ada saja. Mendingan kamu mandi dulu sana" kata mama Hendra.


"Iya ma" kata Hendra berlalu meninggalkan mamanya.


Di dalam kamarnya, Hendra merebahkan diri sejenak diatas kasur empuknya. Menghilangkan penat dan peluh yang tersisa dari perjalanannya.


Setelah dirasa cukup, cowok itu segera menuju kamar mandi untuk bersih-bersih agar bisa segera istirahat.


Tak butuh waktu lama untuknya menyelesaikan ritual mandi. Kini, dia sedang bercermin untuk menyisir rambutnya.


Melihat laptop dihadapannya, Hendra teringat untuk mencari tahu tentang cara berkomunikasi dengan makhluk tak kasat mata. Dia mulai menyalakan laptopnya dan bersiap meluncur di dunia maya.


Sepintas dia melihat ada yang ganjil dengan keadaan di belakangnya. Dari pantulan cermin, dia melihat ada sosok hitam yang mengikuti Aish semalam. Sosok itu berdiri di pojok ruangan, menghadap ke arahnya.


Dengan cepat Hendra menoleh, namun tak nampak apapun. Kembali Hendra melakukan kegiatan yang sempat tertunda, tak berselang lama. Sosok itu kembali tampak ditempat yang sama. Hendra menoleh lagi, dan sama seperti tadi, tak ada apapun.


"Sialan, dia ngikutin gue" gumam Hendra.


"Awas saja kalau bikin ulah, biar gue lemparin garam" ucapnya sedikit lebih keras, siapa tahu sosok itu mengerti bahasanya.


Diapun melanjutkan aktivitasnya, bersikap cuek seakan tidak ada apapun dibelakangnya meskipun saat melihat ke arah cermin, sosok itu masih berdiri di tempat semula.


"Sialan memang, siapa sih dia ini. Penasaran juga sebenarnya gue" batin Hendra dengan tetap dengan kegiatannya, serta memastikan bahwa sosok itu tetap berdiri di tempatnya tanpa mengganggu sedikitpun.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2