Cantik, Kok Minder?

Cantik, Kok Minder?
diantar abang dokter


__ADS_3

Setelah berperang melawan malu, Aish mau diajak makan di kedai nasi goreng yang telah membuat perutnya meronta-ronta sejak tadi.


Seporsi nasi goreng seafood dan teh hangat menemani malamnya bersama dokter Siras. Pertemuan tanpa rencana.


"Bang, kenapa Aish bisa ketemu ayah sewaktu Aish pingsan kemarin?" tanya Aish disela-sela makannya, dengan mulut masih penuh makanan.


"Telan dulu Aishyah, baru bicara. Kamu nih" kata Siras.


"Eh, iya. Maaf, kebiasaan" kata Aish dengan cengir kudanya.


"Sudah gede juga, kayaknya kamu tuh harus belajar table manner deh" kata Siras lagi.


"Yang kayak gitu cuma buat orang kaya saja bang dokter, saya nggak perlu" jawab Aish.


"Jadi, kenapa bisa gitu dok? Kenapa rasanya Aish bisa ketemu ayah?" tanya Aish lagi.


"Itu karena, kamu memendam rindu pada ayah kamu. Rindu yang tak pernah kamu bagi dengan orang lain. Jadi, rasa itu menumpuk semakin banyak dan berat di benak kamu, dan otomatis terbawa ke alam bawah sadar kamu".


"Dan bahayanya seperti itu, jika kamu sampai terjebak dalam alam bawah kamu seperti kemarin. Maka kamu akan menciptakan dunia imajinasimu sendiri. Dan bahayanya, jika kamu merasa duniamu lebih menarik daripada dunia nyata, dan kamu memutuskan untuk tetap disana, kamu akan tersesat lebih lama dan di dunia nyata kamu dipastikan dalam kondisi pingsan atau koma" dokter Siras menjelaskan dengan bahasa yang dipahami oleh orang Aish.


"Oh, begitu ya" kata Aish.


"Biasanya orang yang akan tersadar, mereka akan melihat atau mendengar ucapan dari orang terdekat mereka. Kamu sendiri bagaimana?" tanya Siras.


"Sama sih bang, saya dengar suara bunda, suara Seno, suara Hendra, suara Falen juga" kata Aish.


"Siapa Falen?" tanya Siras.


"Sahabat Aish juga bang, bule tengil. Tapi dia sudah seperti saudara Aish sendiri. Mereka sayang sama Aish" kata Aish.


"Saya seperti tidak asing dengan nama Falen" kata Siras.


"Oh iya,.." sebelum Aish menyelesaikan perkataannya, ponselnya berdering.


"Eh, sebentar bang. Bunda telpon" kata Aish.


Aish mengecek ponselnya setelah selesai melakukan percakapan dengan sang bunda. Ternyata benar, banyak sekali chat dan panggilan masuk ke dalam hapenya sejak tadi. Tapi karena di silent, Aish tidak tahu.


"Kenapa?" tanya Siras.


"Bunda tanya kenapa nggak bales chat dan telpon daritadi. Memang di silent hapenya, jadi nggak tahu deh kalau ada panggilan" kata Aish.


"Hape kamu mengenaskan sekali. Itu kenapa bisa layarnya sampai retak begitu?" tanya Siras.


"Huft. Ini juga gara-gara si mak lampir pacarnya abang dokter tau nggak sih. Waktu itu tiba-tiba dia ngerebut hape Aish terus dilempar gitu aja. Jahat memang dia tuh" kata Aish sambil menghabiskan makanannya.

__ADS_1


"Oh iya, kapan?" tanya Siras.


"Waktu mau pulang dari meeting awal mau kegiatan dulu itu bang" jawab Aish.


"Kasihan, saya ganti deh sama hape baru" kata Siras.


"Eh, nggak usah. Biar aja, masih bisa dipakai kok. Ayo bang, buruan pulang. Takut bunda tambah marah" kata Aish.


"Oke, saya juga sudah selesai kok. Ayo saya antar kamu pulang" kata Siras.


Mereka berdua sampai dirumah Aish pukul setengah dua belas malam. Dengan takut-takut, Aish mengetuk pintu rumahnya.


Tok. Tok. Tok.


"Assalamualaikum, bunda... Aish pulang" kata Aish.


"Waalaikumsalam, kamu ini yah. Darimana saja sampai... Ehhh... loh kok ada dokter Siras disini? Aish buat ulah lagi ya?" tanya bunda.


"Tidak bu, saya hanya mengantar Aish. Karena sudah malam, jadi sudah tidak ada angkutan umum. Makanya saya mengantar pulang" kata Siras.


"Oh, syukur deh kalau gitu. Lagian kamu kemana saja sih is... Sampai jam segini baru pulang?" tanya bunda.


"Tadi ke tempat Richard sebentar bu. Pas keluar malah angkotnya sudah nggak ada" kata Aish.


"Yasudah kalau begitu bu, saya permisi dulu. Saya pamit ya Aishyah" kata Siras.


"Iya, mari bu. Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam".


*********


"Princess, lo kemana sih semalam? gue telponin nggak diangkat-angkat?" tanya Falen, seperti biasa mereka sedang makan di taman dekat perpus di jam istirahat.


"Iya, sorry ya. Semalem hape gue silent, soalnya gue lagi jenguk Richard sebentar. Malah lupa nggak ngecek hape lagi sampai rumah" kata Aish.


"Lo pulang sama siapa? Sebenarnya semalem gue mau jemput lo, takut nggak ada angkot kalau malam. Malah hape lo silent" kata Falen lagi.


"Iya maaf, semalem gue diantar sama dokter Siras. Kebetulan ketemu di depan rumah sakit" kata Aish.


"Sen, muka lo kelihatan capek banget. Lo kurang istirahat ya?" tanya Aish.


"Iya nih, semalem gue syuting sampai jam dua. Mood gue lagi jelek banget kemarin, makanya harus ngulang-ngulang dialog mulu" kata Seno.


"Lo nih, jaga kesehatan loh ya. Jangan sampai ngedrop. Mendingan abis ini lo ke uks aja deh, istirahat disana. Lo kayak kurang tidur banget. Nanti gue ijinin ke bu guru deh. Pokoknya lo harus istirahat ya" kata Aish.

__ADS_1


"Duh, lo nih bawel banget tau. Ngalah-ngalahin mommy gue aja" kata Seno.


"Biarin, gue nggak mau lo sampek sakit. Masak calon artis kita sakit sih. Abis ini pokoknya kita antar lo ke uks yaa. Lo istirahat, bilang aja lagi pusing. Nggak boleh nolak pokoknya" kata Aish, fatwanya seperti tak terbantah oleh ketiga temannya.


"Iya bawel" kata Seno.


"Mama lo gimana Hendra?" kini giliran Hendra yang diintrogasi bu boss.


"Baik, malah sudah kerja lagi" kata Hendra sambil menghabiskan makanannya.


"Eh Sen, semua makanan gini tiap hari mommy lo yang masakin ya?" tanya Aish.


"Mana mungkin, mommy cuma mastiin doang. Semua koki yang siapin" jawab Seno dangan muka bantalnya.


"Oh, gue kira semua mommy lo yang siapain" kata Aish.


"Lo nih ya princess, kalau sadar apalagi sudah keisi batre lo full kayak gini nih, nyercos aja tuh mulut. Nggak capek apa?" tanya Hendra.


"Tapi mendingan kayak gini sih Hen, gue lebih ngeri kalai dia diem, apalagi tidur mulu kayak kemarin" kata Falen.


"Iya juga sih. Oh iya, malam tahun baru nanti kita ada jadwal jaga nggak sih princess?" tanya Hendra.


"Ada Hendra, sampai jam sepuluh doang" kata Aish.


"Lo ada syuting sampai jam berapa Sen?" tanya Hendra lagi.


"Nggak tahu gue. Eh, tapi nanti gue syuting didaerah pantai. Kalian kesana aja ya, sekalian liatin gue syuting. Gimana?" tanya Seno.


"Boleh tuh, nanti jam sepuluh kalian berdua gue jemput ke rumah sakit ya" kata Falen.


"Tapi gue mau ijin sama bunda dulu ya, gue sangsi bakalan dapat ijin" kata Aish lesu.


"Biar kita yang izinin ke bunda deh. Kalau perlu gue minta mommy yang telpon bunda. Gimana?" tanya Seno.


"Oke deh, nanti malam ya" kata Aish semangat.


"Sekarang gue anterin lo ke uks, lo istirahat biar bisa cepat jadi artis beneran" kata Aish.


Setelah mereka membereskan bekas makannya dan merapikan tikarnya juga, mereka mengantar Seno untuk istirahat di uks agar bisa beristirahat.


Selanjutnya, tinggal masalah izin ke bundanya Aishyah saja agar mereka bisa menghabiskan waktu bersama menyambut tahun baru.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2