Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Segera Pergi


__ADS_3

Setelah memastikan seluruh anak buahnya mengerti dengan rencananya, Regis pun meninggalkan markas mereka, mengajak serta Ken dan Rai. Mereka akan kembali ke rumah karena di sana juga telah datang beberapa tenaga ahli dari berbagai bidang untuk merapatkan dan membuat rencana ini sempurna.


Huan melepaskan ikatan di tubuh Ignes dengan wajah yang masam.


" Aku ingat wajahmu, dan aku akan menuntut balas padamu " Ancam Ignes kepada Huan yang terlihat tidak takut sama sekali.


" Aku sangat menantikan itu nona, karena dengan begitu aku tidak perlu menahan-nahan lagi pesta barbeque ku, yang kemarin dagingnya tidak matang, tapi lain kali akan kupastikan daging itu beraroma gosong " Huan balik mengancam Ignes dengan mengingatkan kejadian dirinya hampir terbakar.


" Cih " Ignes mencibir dan segera meninggalkan tempat itu.


Diluar mobil untuk mengantar Ignes pulang sudah di siapkan, dengan satu sopir dan satu penjaga yang bertugas mengantarkannya.


Melihat Ignes datang, sopir itu membukakan pintu dengan sopan dan mempersilahkan Ignes masuk. Penjaga juga segera ikut memasuki mobil dan disusul dengan sopir yang segera duduk di balik kemudi untuk melajukan kendaraan meninggalkan markas.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Ignes hanya diam saja merasakan tubuhnya yang sakit luar biasa karena ikatan yang terlalu kencang.


" Hei kau tau, ku pikir mereka itu golongan orang yang cerdas, tapi mereka tetap saja memiliki kekurangan " Penjaga itu memulai pembicaraan.


" Siapa yang kau bicarakan ? " Tanya sopir itu heran.


" Tuan Besar dan anak-anaknya, mereka memblokir semua jalan keluar untuk penculik itu, bandara, stasiun, bahkan dermaga, tapi mereka lupa tidak memblokir bandara tua di sebelah barat kota ini " Penjaga mulai bergosip tentang Regis dan anak-anaknya.


" Apa maksud mu ? " Tanya sopir masih tidak paham dengan pembicaraan temannya.


" Kau tau bandara di sebelah barat kota ini ? Mereka tidak memblokir bandara itu, karena menurut mereka bandara itu sepi dan hanya melayani penerbangan dalam negeri. Mereka mengira penculik nyonya muda akan melarikan diri ke luar negeri, jadi mereka hanya memblokir bandara-bandara besar saja di seluruh negera ini, tapi mereka lupa memblokir bandara tua itu " Penjaga itu menjelaskan detail.


" Itu bisa gawat, seandainya penculik itu tau tentang bandara itu, dia pasti akan melarikan diri dulu ke luar pulau, lalu keluar negeri dari bandara yang lain " Sopir itu memberikan pendapat.


" Itu lah maksud ku, mungkin penculik itu masih berada di kota ini sampai sekarang, tapi bagaimana bila dia kabur ke pulau lain ? Akan semakin sulit menemukannya " Penjaga itu juga memberikan pendapatnya.


" Haruskah kita memberi tahu tuan besar tentang masalah ini ? Kita akan mendapat imbalan yang besar dari kecerdasan kita ini " Sopir itu mengajak untuk membuat penawaran pada Regis.


" Untuk apa ? Kita anak buahnya, mana mungkin dia akan memberikan kita imbalan untuk ide kita ini, dia paling hanya akan berterima kasih pada kita " Penjaga itu mencibir.


" Kau benar sekali, andai aku punya akses ke penculik itu sudah pasti aku akan menjual informasi ini padanya, lalu kita akan menerima banyak sekali uang hahaha " Sopir itu terkekeh pada teman yang duduk di kursi disampingnya.


" Kau benar sekali, aku sedang butuh uang saat ini, kalau penculik itu mau membayarku dengan tinggi, aku akan membantunya melarikan diri hahaha " Penjaga itu juga ikut membuat lelucon.


Tanpa mereka sadari Ignes mendengar semua percakapan mereka dan berniat mengajak mereka untuk kerja sama.

__ADS_1


Mobil mereka telah sampai di sebuah rumah mewah bernuansa modern. Sopir menghentikan laju mobilnya dan turun membukakan pintu untuk Ignes.


" Silahkan turun nona " Ucap sopir itu sopan dan membungkukkan badannya.


" Terima kasih Tuan, anda sungguh baik. Bagaimana kalau kalian berdua turun, aku ingin mengucapkan terima kasih dengan layak kepada kalian berdua " Ignes memulai rencananya.


" Apakah tidak masalah ? " Tanya sopir itu ragu-ragu.


" Tenang saja aku akan menyimpan rahasia ini dari Tuan Besar dan Tuan Rai " Ucap Ignes meyakinkan.


" Baiklah kalau begitu nona, kami akan menerima niat baik anda " Sopir itu menjawab sopan dan memberi tahu rekannya perihal hal tersebut.


Mereka bertiga masuk ke dalam rumah, Ignes mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu, dan dia permisi akan mengambilkan minuman dingin untuk mereka.


" silahkan di minum tuan-tuan " Ignes dengan sopan menyodorkan 2 botol minuman dingin.


" Terima kasih nona " Ucap mereka berbarengan.


" Tuan-tuan saya tidak sengaja mendengar percakapan kalian, apakah yang kalian katakan itu benar ? " Ignes bertanya dengan yakin bahwa mereka akan menerima kerja sama yang dia tawarkan.


" Jadi anda mendengarnya nona ? Ah maafkan kami mohon jangan beritahukan ini pada Tuan Besar " Penjaga itu memohon memelas.


Kali ini kemenangan akan ada di tangan ku.Tidak akan ada yang bisa menolongmu rubah licik, aku akan segera memiliki Rai seutuhnya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Lucas mengajak Ruby untuk berjalan-jalan melihat pemandangan sekitar. Rumah tempat Ruby di sekap berada di lereng gunung yang cuacanya sangat asri dan hawa nya sangat sejuk. Mereka mengelilingi sekitaran rumah dan melihat peternakan sapi yang ada di halaman belakang dekat bukit hijau.


" Tempat yang indah " Ruby memulai pembicaraan, suasana dan cuaca yang sangat pas untuk bernegosiasi dengan Lucas.


" Kau suka ? " Tanya Lucas bersemangat.


" Tentu saja aku suka " Ruby berpura-pura bahagia.


" Kalau kau suka kita bisa tinggal lebih lama disini sebelum kita pergi ke luar negeri " Lucas menawarkan.


" Benarkah ? " Ruby memekik girang. Tapi kemudian dia merubah ekspresi nya menjadi sedih.


" Ada apa ? Kenapa kau tiba-tiba sedih ? " Lucas bertanya khawatir.

__ADS_1


" Lucas aku sangat menyukai mu, kau tau itu dengan pasti. Kau ingat dulu kita selalu melewatkan waktu dengan tertawa ? " Ruby mencoba memulai semua dari awal lagi.


" Kau sangat baik, sangat perhatian, dan sangat hangat. Bersama mu aku merasa nyaman dan aman. Tapi setelah kau berubah, ah maksud ku sejak kau lebih mempercayai Leon aku merasa takut padamu " Ruby berhati-hati dalam bicara, dia ingin meyakinkan Lucas bahwa Leon tidak nyata, jadi Lucas sendiri juga yang harus memutuskan untuk menghilangkan Leon.


" Tapi kenapa ? Leon, dia orang yang baik, dia membantu ku untuk bersikap lebih berani, dan dia juga sangat cerdas " Lucas menyangkal.


" Karena aku tidak suka Lucas yang berani atau lebih cerdas, aku suka Lucas yang apa adanya " Ruby menjawab cepat.


" Lucas percaya lah padaku, aku akan membuatmu lebih berani dan lebih cerdas dari Leon " Ruby berhenti dan menatap Lucas dalam untuk meyakinkannya.


" Kau sungguh-sungguh kali ini ? " Tanya Lucas ragu-ragu.


" Percaya lah padaku, tapi aku tidak akan bisa membantu mu kalau aku terkurung disini. Kau tau sendiri aku benci di kurung, dan kau sekarang malah melakukan itu padaku, kau melukai ku Lucas, aku ingin hidup normal seperti orang lain " Ruby membuat suaranya menjadi sangat sedih dan memelas.


" Ruby aku tidak bermaksud melukai mu, aku hanya tidak ingin kau bernasib sama seperti Lila " Lucas memberikan alasannya, wajahnya terlihat khawatir.


" Percayalah Lucas, aku dan Lila berbeda, aku orang yang kuat " Ruby mengangkat tangannya seperti binaraga dan kemudian tersenyum.


Lucas menimbang ucapan Ruby, hatinya goyah. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Lucas mengangkatnya cepat.


" Apa ?!? " Dia terlihat marah menerima telefon dari orang itu, dan kemudian menatap Ruby tajam penuh emosi.


" Baiklah " Lanjutnya kemudian menutup telefon.


" Kau berbohong !!! " Lucas menunjuk Ruby.


" Leon benar, kau hanya berpura-pura untuk menyukai ku, kau pembohong !! " Lucas meninju udara.


" Aku tidak berbohong Lucas, percayalah padaku " Ruby bingung apa yang terjadi, kenapa emosinya berubah sangat cepat.


" Kita pergi sekarang juga " Lucas menyeret lengan Ruby.


" Dan aku bukan Lucas, aku Leon, bersikap baiklah atau aku akan mengikatmu dan memasukkan mu kedalam peti mati " Dia mengancam dengan tatapan mata kejam, dan terlihat tidak main-main.


Ruby berusaha meronta tapi melihat Lucas yang menyeramkan nyali nya menciut dan lebih memilih untuk mengikutinya.


Rai cepat tolong aku, aku tidak ingin berpisah dengan mu.


Mata Ruby mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


__ADS_2